2. FORUM LINTAS KEYAKINAN

KAYAKINAN

Kita sepakat bahwa Tuhan yang kita cari hanya satu, yaitu Tuhan Yang Esa, Alloh SWT. Namun dalam pencarian seorang hamba untuk menemukan Yang Esa itu, ternyata muncul beberapa keyakinan yang berbeda. Jangankan di jalan yang berbeda, seperti beda agama misalnya, dalam satu agama saja jalan keyakinan menuju Tuhan itu bisa berbeda.
Kita tidak bisa memungkiri hal tersebut, di dalam forum ini kita mencoba untuk mencari titik temu, karena yang kita cari dengan keyakinan berbeda itu sesungguhnya sama.
Mengapa bisa demikian? Itulah pertanyaan yang menarik untuk kita pelajari bersama.

Di dalam forum ini anda bisa bertanya dan menjawab. Sebagai moderator, pengasuh dan penanggungjawab web ini akan menengahi semampunya. Dengan niat yang baik semoga forum ini mampu menghasilkan kebaikan yang hakiki. Amin ya Rabbal Alamiin.

42 comments on “2. FORUM LINTAS KEYAKINAN

  1. Dipindah dari FORUM (Konsultasi & Diskusi)

    Theresia Berkata:
    Submitted on 2008/12/07 at 2:07am

    Apakah benar kalau orang Islam itu menganggap orang selain Islam adalah kafir. Padahal orang kafir menurut agama saya kan orang yang tidak beragama, apakah begitu piciknya pikiran orang Islam yang menganggap pengikut Yesus ( nabi Isa ) itu orang tidak beragama. Padahal didalam Al Qur’an jelas2 disebut bahwa Yesus itu Rasul Tuhan.
    Kemudian berarti kita orang2 Nasrani pengikut agama Yesus nanti masuk neraka semua, apa nerakanya tidak penuh dan malaikatnya pada bingung?
    Mohon penjelasan pak Kyai yang baik, supaya saya tidak masuk neraka.

    Dwie Berkata:
    Submitted on 2008/12/07 at 8:05am

    Buat mbak theresia. Kalau menurut saya. Menuduh orang kafir itu tdk boleh walau itu beda keyakinan dgn kita . itu haknya Tuhan bukan haknya manusia. Terima kasih. Salam dwie

  2. Minta izin ikut jawab abah. mBak Theresia, di Qur’an tidak pernah disebutkan bahwa Yesus itu sebagai Rasul(Padahal didalam Al Qur’an jelas2 disebut bahwa Yesus itu Rasul Tuhan), tapi Nabi Isa AS. dan Beliau itu sebagai Rasul Alloh hanya untuk kaum Bani Isra’il(Qur’an Surat Ali Imran/49). Jadi, menurut ayat ini berarti, semestinya agama Nasrani itu hanya boleh diikuti oleh kaum Bani Isra’il bukan oleh orang Jawa. Terus jenengan itu orang mana mBak?…

  3. Mas Santri yang ndeso, saya ini taunya kalau Yesus adalah Rasul Tuhan ya karena saya lihat di Al Quran dan Yesus itu memang Nabi Isa AS yang diberi nama Yesus oleh para pengikutnya.
    Saya ikut agama Katolik kan sejak bayi karena saat bayi saya sudah di Baptis di gereja, saya tidak tau agama yang saya anut untuk kaum apa, saya hanya yakin kalau agama ini benar dan agama saya memang dari Tuhan YME dan diwahyukan melalui oleh Yesus (Nabi Isa As).
    Mungkin kaum Bani Isra’il punya saudara di Indonesia terus kenal dengan tetangga saya yang orang jawa kemudian bapak saya disuruh tetangga saya ke gereja, lha kalau begitu ceritanya gimana mas Santri yg ndeso?
    Maaf ya mas kata2 saya sedikit sengit, biar agak rame gitu lhooh….

  4. Assalamualaikum wr wb
    Kepada teman2 yang bisa menjawab pertanyaan mbak Theresia silahkan menjawab atau komentar disini, karena kelihatannya mbak Theresia ini perlu bantuan untuk pencarian jati diri dan Tuhan nya.
    Kenyataan seperti yang terjadi pada mbak Theresia memang nyata ada dilingkungan kita masyarakat Indonesia, keberadaan agama Katolik memang ada dan mereka baik kepada kita, apakah dengan kebaikan mereka kepada kita kemudian kita balas dengan keburukan yang menjadikan mereka bingung?
    Saya mau menjawab tapi takut keliru karena saya santri yang lebih ndeso lagi dari mas Santri Ndeso.

  5. Wah rame nich.
    Kalau menurut saya, semua hasil ciptaan Allah SWT pasti mempunyai alasan yang kuat kenapa mereka ada, Allah SWT tidak mungkin keliru dengan penciptaannya, disini Allah menunjukan kekuasaannya.
    Mungkin supaya manusia berpikir dan menambah ilmu kita supaya pandai bermasyarakat dan bernegara dalam situasi yang banyak perbedaan.

  6. Assalamualaikum War Wab
    Minta izin saya mau ikut menjawab pertanyaan mBak Theresia yang sudah lama tidak mendapat perhatian.
    mBak Theresia yang baik, maaf ya…kalau secara syari’at, kita sebagai pemeluk agama yang taat, kita harus tegas dalam berpendapat. Jika anda orang Katolik, anda boleh mengatakan orang Islam itu kafir (menurut agama anda), demikian pula sebaliknya. Orang Islam harus berani mengatakan pengikut agama lain itu kafir, dalam arti hatinya tertutup dari hidayah Alloh.
    Hal tersebut merupakan pecerminan aqidah yang kuat. Jika tidak demikian, apa artinya kita beragama dan beriman. Dengan ketegasan itu berarti anda tinggal memilih, menjadi Katolik di dalam agama anda tetapi kafir menurut agama saya, atau menjadi Islam di dalam agama saya tapi kafir menurut agama anda: “Bagimu agamamu bagiku agamaku”.
    Adapun untuk pertanyaan yang ini: “Kemudian berarti orang2 Nasrani pengikut agama Yesus nanti masuk neraka semua, apa nerakanya tidak penuh dan malaikatnya pada bingung?”. Jawabanya; Hal itu urusan hakekat, bagian alam ghaib yang hanya Alloh yang Maha Mengetahuinya. Namun secara syariat juga, saya harus yakin bahwa hanya umat Islam saja yang akan masuk surga, karena di akhirat itu hanya ada dua tempat, surga dan neraka. Oleh karena sejak di dunia kita sudah memilih jalan yang berbeda maka nanti di akhirat pasti kita akan sampai di tempat yang berbeda pula. Aku di Surga kamu di Neraka….. he he….maaf ya mBak……kecuali kamu mau ikut aku …….

  7. Salam sejahtera mas Wong.
    Saya ikut menanggapi pertanyaan mbak Theresia dan jawaban anda.
    Begini mas Wong, saya sangat setuju “Bagimu agamamu bagiku agamaku” kalau tidak salah ungkapan tersebut ada di Al Quran karena teman2 muslim saya sering mengungkapkan itu.
    Kalau ungkapan tersebut ada di Al Quran berarti Tuhan pasti menyatakan bahwa ada agama lain yang diciptakan selain agamaku atau agamamu. Tetapi bukan berarti saya harus mengatakan anda kafir dan saya kafir menurut anda, itu tidak bijaksana. Padahal agama saya juga agama ciptaan dari Tuhan yang sama dengan anda.
    Keyakinan yg menurut anda hanya umat Islam yang masuk sorga, apa betul seperti itu?, padahal masuk sorga atau tidak itu kan urusan Tuhan, lha apa terus Tuhan anda dan Tuhan saya bodoh dan ndeso seperti itu? ya tentunya tidak tho mas.
    Semoga tanggapan saya bisa menjadikan pencerahan bagi anda mas, semoga anda selalu dalam kasih Tuhan.

  8. Ikutan aaah….
    Barangkali pikiran kita-kita ini sudah agak bergeser, maka moderator ikut nimbrung.
    Agama Tuhan semesta alam itu cuma satu, karena Tuhan itu juga cuma Satu. Hanya saja, dalam memahami jalan yang satu itu, pemahaman kita bisa berbeda. Dari sinilah awalnya muncul perbedaan agama dan keyakinan tersebut. Yang dimaksud agama itu jalan, yakni jalan yang kita yakini menuju Tuhan. Sebagai hamba Tuhan, manusia harus memilih dan meyakini jalan tersebut, karena dari situ akan timbul pahala dan dosa. Untuk supaya pilihan tersebut benar, maka Allah mengutus para Rasul dan nabi-Nya, supaya Rasul dan Nabi itu menuntun pilihan dan keyakinan umatnya. Jadi jika ternyata keyakinan kita dalam menempuh jalan(agama) tersebut berbeda, maka itu bukan berarti Tuhan yang bodoh dan ndeso tetapi pikiran kita itulah yang perlu refresing ke Mall…. he he….

  9. Assalamu’alaykum wa rahmatullahi wa barokatuuh,

    Ma’af Abah, izin kan saya mecoba menjawab pertanyaan dari mbak Theresia,

    Mbak Theresia yang baik….salam kenal dulu ya….
    Pertanyaan mbak sangat bagus. Menurut saya, setiap kitab yang diturunkan oleh Allah (Tuhan), adalah untuk memperbaiki ummat setelahnya. Contohnya, Taurat diturunkan ke Nabi Daud untuk memperbaiki akhlak dari ummat di zamannya. Kemudian, karena ummat nabi Daud tidak bisa di atur lagi (zaman nabi Luth, zaman Sodom dan Gomorah) maka seluruh ummatnya di habis kan oleh Sang Pencipta. Setelah itu, diturunkan kitab Taurat oleh Allah ke Nabi Musa. Di zaman Nabi Musa pun hampir sama Taurat sudah tidak kondusif, kemudian di turunkanlah Injil kepada Nabi Isa.

    Di zaman Nabi Isa, kala itu di zaman Romawi, dimana Raja berkuasa, dan penyelewengan terhadap Injil yang dilakukan oleh Paus Paulus I dan pengkhianatan dari muridnya Yesus yang bernama Yudas. Di zaman Romawi itu, Yesus syi’ar (menyebarkan agama) dengan diam-diam bukan? Di dalam Injil, tidak pernah tertulis bahwa Nabi Isa itu beragama Kristen/Nasrani. Baik dalam Kitab Perjajian Lama maupun Kitab Perjanjian Baru tidak ada pernyataan yang mengatakan bahwa Yesus (Nabi Isa) itu beragama Kristen/Nasrani. Setelah Injil, diturunkan lah Al Qur’an kepada Nabi Muhammad. Kenapa di zaman Nabi Muhammad masih ada pemeluk agama Kristen/Nasrani? Karena pada zaman itu Tuhan tidak menghabiskan seluruh ummat Nya seperti di zaman Nabi Daud agar mempercayai Nabi Muhammad dan bisa kembali ke ajaran Allah yang benar. Mbak Theresia, Nabi Isa tidak pernah mengatakan bahwa dia Tuhan, justru sebaliknya, sewaktu Yesus di salib, Yesus justru memohon pertolongan kepada Tuhan. Seandainya Yesus Tuhan, kenapa Yesus tidak bisa menolong dirinya sendiri? Kenapa yang di sebut dengan Tuhan Yesus itu dilahirkan? Bukan kah yang namanya TUHAN adalah Maha segala-galanya? Maha Pencipta? Sedangkan kita tau…Yesus di ciptakan oleh Sang Pencipta, yaitu Allah Sang Maha Pencipta. DIA tidak berawal dan tidak berakhir. Di dalam Al Qur’an, orang muslim mengakui keberadaan Nabi Isa dan juga Kitab nya. Kenapa kaum Nasrani tidak mengakui Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir? Pada hal di dalam Alkitab Perjajian Lama disebutkan akan datang Nabi terakhir. Logika ya mbak….bila pengikut Nabi Muhammad itu adalah pengikut nabi yang salah…mengapa ummat Muhammad bisa banyak? Bisa bertahan sampai sekarang? Dan satu lagi mbak…Kitab Suci ummat Islam isi kandungan di dalamnya tidak berubah sejak zaman Nabi Muhammad sampai sekarang. Pengarang nya tetep Allah. Sedangkan Al Kitab, pengarang nya banyak dan isi kandungannya terserah kepada si pengarang dan dogma yang di ikutinya.
    Bila mbak Theresia berkenan mbak bisa membuka situs dari orang-orang yang telah mendapat Hidayah di http://www.mualaf.com. Saya tidak menyuruh mbak merubah keyakinan, tapi disana ada banyak alasan kenapa mereka merubah keyakinan. Diantaranya seperti keinginan mbak Theresia “supaya saya tidak masuk neraka”. Disitus tersebut juga ada tanya jawab bagi calon-calon mualaf.
    Setahu saya, bukan hanya yang non muslim saja yang bisa di sebut kafir. Selama orang tersebut tidak tau sesembahannya atau yang di sembah nya (Allah) bisa disebut kafir. Ma’af mbak Theresia, mungkin pernyataan saya terlalu keras, tapi ini harus saya katakan agar tidak salah faham. Disini, seorang yang muslim pun bila belum mengenal Tuhan nya, bisa disebut kafir. Wallahu’alam.

    Kalau masalah Neraka cukup apa nggak, siapa yang bisa mengalahkan ciptaan Allah Yang Maha Pencipta? Langit dan Bumi ini kepunyaan Nya. Jangan dikira Allah itu didalam ruang, terus duduk manis di singgasana seperti Raja. tidak demikian mbak….. Untuk gambaran saja, langit saja berlapis lapis sedangkan tata surya yang ada diluaran sana sangatlah banyak (bulan, bintang, galaksi, Cluster, Bima Sakti dll), dan Allah meliputi segala sesuatunya, termasuk Tata surya dan Bumi yang kita pijak sekarang ini. Tidak tergambarkan betapa Maha Besar nya Allah.

    Demikian jawaban menurut saya, sekiranya ada yang tidak berkenan dengan uraian saya, saya mohon ma’af sebesar-besarnya. Terutama kepada mbak Theresia, sebenarnya saya tidak mempunyai maksud untuk mendiskreditkan keyakinan dari agama selain Islam. Karena menurut keyakinan saya adalah “lakum dinukum wa layaddin” = bagimu agamu dan bagiku agama ku. Masing-masing ummat bertanggung jawab terhadap Tuhannya sendiri-sendiri. Wallahu’alam.

    Wassalamu’laykum wa rahmatullahi wa barokatuuh,

    lisa rahadi

  10. Terimakasih atas semua jawaban Bunda Lisa.
    Tetapi mengapa banyak orang muslim masih menganggap selain muslim adalah kafir? mungkin orang muslim yang punya anggapan seperti itu memang kurang pengetahuan agamanya. Semoga kebodohannya diampuni oleh Tuhan.
    Anda mengatakan kalau neraka masih cukup luas, berarti anda berharap saya masuk neraka?? lho lho.. orang yang menyuruh orang lain masuk neraka bukanya akhirnya dia sendiri yang masuk?
    Mungkin anda perlu mempelajari lagi sifat-sifat Tuhan, kan di Al Qur’an ada?
    apakah semudah itu Tuhan memasukan manusia kedalam neraka?

    Maafkan saya.

  11. “LAKUM DINUKUM WA LAYADDIN” kawulo nyelo atur BAH.. untuk bunda LISA …kalau tidak salah YESUS lahir dari penjelmaan Allah yang turun ke dunia untuk menyelamatkan dan menebus dosa manusia…memang untuk memiliki suatu keyakinan dibutuhkan suatu proses yang panjang…hal cerita saya dulu dilahirkan dikalangan atau lingkungan pemeluk salah satu kepercayaan…yang diyakini oleh keluarga saya, seiring dengan waktu saya tumbuh dewasa yang mana saya tidak mengikuti keyakinan yang dianut oleh keluarga…saya belajar ditetangga mengaji…dengan tujuan biar saya bisa sholat dan baca alqur’an namun dipertengahan jalan saya harus melanjutkan study di kota…dengan bekal pas-pasan di kota saya belum ada suatu keyakinan yang bisa menuntun saya untuk belajar tentang agama..hati dan fikiran rasanya hampa,saya hanya kesana kemari tanpa ada hasil…untuk study sya waktu itu lancar-lancar saja,tapi untuk urusan keyakinan saya masih nol pothol…he..he..karena tidak ada bimbingan… dan pada akhirnya saya memeluk suatu agama lain …ativitas diagama tersebut saya jalani dan ikuti dengan rutin…bahkan saya sempat belajar khusus agar bisa lebih kenal dan dekat kepada TUHAN,sampai saya lulus study (architec) saya masih bingiung dan rasanya masih ada yg mengganjal….ada apa ini,kok seperti ini…kata hati saya, saya slalu merenung dan merenung pada akhirnya saya menemukan dan merenungkan isi dari salah satu surat illahi yang menurut saya ini adalah anugerah dan rochmat yang harus saya syukuri dan yakini sampai sekarang…mohon maaf ini hanya sekelumit cerita pengalaman…masa lalu…kesimpulannya keyakinan itu harganya sangat mahal.. begitu kan bunda? kata kafir ini rasanya saya masih gak setuju kalau di tujukan kepada umat tetangga kita, alangkah naif dan munafiknya orang yang mengatas namakan keyakinannya sendiri yang benar….bagaimana orang yang dikatakn kafir itu ternyata dia dalam hidup kesehariannya suka beramal,sodakhoh, dimasyarakat prilakunya baik…. dan juga sangat-sangat tahu TUHAN,walaupun jalannya berbeda… kalau yang begini ini masuk dlam linkungan mana?

  12. ARTI KAFIR DALAM AL-QUR’AN
    Teman-teman yang sedang mencari jati diri, ini saya sekedar member info tentang arti kafir yang ada dalam al-Qur’an. Barangkali bermanfaat untuk tambahan bahan diskusi.

    وَالَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَآَمَنُوا بِمَا نُزِّلَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَهُوَ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ كَفَّرَ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَأَصْلَحَ بَالَهُمْ
    Dan orang-orang yang beriman (kepada Allah) dan mengerjakan amal-amal yang saleh serta beriman (pula) kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad dan itulah yang hak dari Tuhan mereka, Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka.
    (QS.Muhammad/2)
    1 – Kafir berarti menghapus kesalahan

    وَلَقَدْ آَتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ
    Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.(QS.Luqman/12).
    2 – Kafir dalam arti tidak bersyukur alias ingkar nikmat.

    وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
    Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik(QS.an-Nur/55)
    3 – Kafir dalam arti fasik (melampui batas) disebabkan karena mengingkari perjanjian(be’at), tidak menyembah Alloh dan mempersekutukan sesuatu dengan Allah alias syirik.

    مَنْ كَفَرَ بِاللَّهِ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِهِ إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالْإِيمَانِ وَلَكِنْ مَنْ شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِنَ اللَّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
    Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar(QS.an-Nahl/106)
    4 – Kafir dalam arti tidak beriman kepada Allah.

    لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلَّا إِلَهٌ وَاحِدٌ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
    Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih(QS.al-Maa-idah/73)
    5 – Kafir dalam arti keluar dari agama Islam akibat ucapan dan keyakinan yang salah.

    لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ ُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ
    Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun(QS.al-Maa-idah/72)
    6 – Kafir dalam arti keluar dari Islam karena akibat ucapan dan keyakinan yang salam.

    وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيطَةٌ بِالْكَافِرِينَ
    Dan sesungguhnya Jahannam benar-benar meliputi orang-orang yang kafir (QS.al-Angkabut/54)
    7 – Orang-orang kafir tersebut tarancam akan dimasukan neraka Jahannam kecuali mereka segera mau memperbaiki kekafirannya dengan beriman, beramal sholeh, bersyukur atas segala nikmat, menjaga ucapan dan keyakinan, setia kepada perjanjian dan tidak menganggap Nabi Isa (Yesus) sebagai anak Tuhan maupun Tuhan.

  13. K.A.F.I.R…..Untuk kawan-kawan yang terhormat dan yang slalu dlm rochmat dan lindunganNYA, jika saya cermati dan hayati dari uraian saudara kita SALAFUS SHOLEH diatas sangat-sangatlah jelas bahwa siapapun dan orang manapun pemeluk keyakinan apapun…..asal kiita mensyukuri nikmat ALLAH dan hati ini slalu “ikhlas” menerima sgala bentuk cobaan maupun rocmat kehdupan yang diberikan ALLAH kepada kita,yang didasari dari kepribadian yang sholeh amal baiknya,kata K.A.F.I.R itu sdh terampuni… apa betul begitu kawan? kalau masalah sorga dan neraka mestinya bukan kita yang menentukan tapi ALLAH yang tau…ALLAH HU ALAM….maaf jika aqda kata-kata saya yang salah mohon dibetulkan…terimakasih..

  14. Ini ada beberapa ayat Qur’an untuk sekedar tambahan bahan kajian:

    وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
    Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.(QS.Ali Imran/85).

    1. Keyakinan apa saja dan bagaimana saja, jika tidak diimplementasikan dalam agama Islam, berarti tidak diterima di sisi Alloh. Meskipun seandainya dari pelaksanaan keyakinan tersebut ada keuntungan di dunia, seperti bisa merubah tanah jadi emas misalnya—meminjam kata-kata abah—tetapi di akhirat orang tersebut pasti akan merugi, artinya selamanya di neraka jahannam.

    وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا
    Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.(QS.an-Nisa’/125)

    1. Agama(jalan) untuk mengimplementasikan keyakinan yang terbaik (yang paling membawa kemanfaatan dunia akhirat) guna menghadapkan wajah (mengabdi) kepada Tuhan semesta Alam adalah agama nabi Ibrahim AS.
    2. Padahal Nabi Ibrahim itu adalah orang Islam(muslimin) bukan orang musyrikin. Alloh menegaskan keislaman nabi Ibrahim dengan firman-Nya:

    وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ
    Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim (QS.aL-Hajj/78)

    قُلْ إِنَّنِي هَدَانِي رَبِّي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ دِينًا قِيَمًا مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
    Katakanlah: “Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar; agama Ibrahim yang lurus; dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik”.(QS.al-An’am/161)

    3. Tanda-tanda orang yang telah mendapatkan hidayah dari Alloh adalah orang yang mengikuti agama nabi Ibrahim, Yakni agama yang benar dan lurus, itulah agama(jalan) Islam, jalannya orang Muslimin. Dan nabi Ibrahim bukan golongan orang yang berbuat syirik(Musyrik).

  15. Ini ada tambahan lagi teman-teman. Anda jangan ragu memeluk dan melaksanakan keyakinan dalam Islam, la kitabnya aja, al-Qur’an merupakan mukjizat Nabi s.a.w yang tiada duanya

    RAHASIA ANGKA-ANGKA DALAM AL-QUR’AN

    Kata-kata dalam Al-Qur’an, dengan sejumlah pengulangannya merupakan Mukjizat, jumlah kata-kata dalam Al-Qur’an yang menegaskan kata-kata yang lain ternyata jumlahnya sama dengan jumlah kata-kata Al-Qur’an yang menjadi lawan kata atau kebalikan dari kata-kata tersebut, atau diantara keduanya ada nisbah kontradiktif.

    Al-Qur’an tidak hanya terbatas pada ayat-ayat mulianya, makna-maknanya, prinsip-prinsip dan dasar-dasar keadilannya serta pengetahuan- pengetahuan gaibnya saja, melainkan juga termasuk jumlah-jumlah yang ada dalam Al-Qur’an itu sendiri, begitu juga pengulangan kata dan hurufnya, orang-orang yang melakukan ‘ulum’ Al-Qur’an sejak dulu sudah menyadarai adanya fenomena tersebut mempunyai maksud dan tujuan tertentu.

    Para peneliti terdahulu sudah mencatat, bahwa surat-surat yang dibuka dengan huruf-huruf ‘muqaththa’ah’ berjumlah 29 surat, sementara jumlah huruf ‘hijaiyah’ Arab ditambah dengan huruf “Hamzah” juga berjumlah 29 huruf hal ini dengan sudut pandang bahwa Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab.

    DR. Abdul Razaq Naufal dalam bukunya berjudul ‘ Al’Ijaz Al’Adadiy Fi Al-Qur’an Al Karim” beliau menulis beberapa tema-tema tersebut terjadi keharmonisan diantara jumlah kata-kata Al-Qur’an dan berikut ini adalah sejumlah perhitungan yang benar-benar merupakan Mukjizat, dari jumlah kata dalam Al-Qur’an sebanyak 51.900, Jumlah Juz 30,

    Jumlah Surat 112, keanehan yang ada diantaranya sbb :

    * Kata ‘Iblis” ( La’nat ALLAH ‘alaihi ) dalam Al-Qur’an disebutkan sebanyak 11 kali, sementara “Isti’adzah” juga disebutkan 11 kali, Kata “ma’siyah” dan derivatnya disebutkan sebanyak 75 kali, sementara kata “Syukr” dan derivatnya juga disebutkan sebanyak 75 kali.
    * Kata “al-dunya” disebutkan sebanyak 115 kali, begitu juga kata “al-akhirah” sebanyak 115 kali.
    * Kata “Al-israf” disebutkan 23 kali, kata kebalikannya “al-sur’ah” sebanyak 23 kali.
    * Kata “Malaikat” disebutkan 88 kali, kata kebalikannya ‘Al-syayathin” juga 88 kali.
    * Kata “Al-sulthan disebutkan 37 kali, kata kebalikannya “Al-nifaq” juga 37 kali.
    * Kata “Al-harb”(panas) sebanyak 4 kali, kebalikannya “ Al-harb” juga 4 kali.
    * Kata “ Al-harb (perang) sebanyak 6 kali, kebalikannya “Al-husra” (tawanan) 6 kali.
    * Kata “Al-hayat” (hidup” sebanyak 145 kali, kebalikannya “Al-maut” (mati) 145 kali.
    * Kata “Qalu” (mereka mengatakan) sebanyak 332 kali, kebalikannya “Qul” ( katakanlah) sebanyak 332 kali.
    * Kata “Al-sayyiat” yang menjadi kebalikan kata “Al-shahihat” masing-masing 180 kali.
    * Kata “Al-rahbah” yang menjadi kebalikan kata “Al-ragbah” masing-masing 8 kali.
    * Kata “Al-naf’u” yang menjadi kebalikan kata “Al-fasad” masing-masing 50 kali.
    * Kata “Al-nas” yang menjadi kebalikan kata “Al-rusul” masing-masing 368 kali.
    * Kata “Al-asbath” yang menjadi kebalikan kata “Al-awariyun” masing-masing 5 kali
    * Kata “Al-jahr” yang menjadi kebalikan kata “Al-alaniyyah” masing-masing 16 kali
    * Kata “Al-jaza” 117 kali ( sama dg kebalikannya) ,
    * Kata “Al-magfiroh” 234 kali ( sama dengan kebalikannya) ,
    * Kata “Ad-dhalala” ( kesesatan) 191 kali ( sama dengan kebalikannya) ,
    * Kata “Al-ayat” 2 kali “Ad-dhalala” yaitu 282 kali. Dan masih banyak lagi yang tidak dapat disebutkan satu persatu disini.
    * Kata “Yaum” (hari) dalam bentuk tunggal disebutkan sebanyak 365 kali, sebanyak jumlah hari pada tahun Syamsyiyyah.
    * Kata “Syahr” ( bulan) sebanyak 12 kali, sama dg jumlah Bulan dalam satu Tahun.
    * Kata “Yaum” (hari) dalam bentuk plural (jamak) sebanyak 30 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu Bulan.
    * Kata “Sab’u” (minggu) disebutkan 7 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu minggu.
    * Jumlah “ saah” (jam) yang didahului dengan ‘harf’ sebanyak 24 kali, sama dengan jumlah jam dalam satu hari.
    * Kata “Sujud” disebutkan 34 kali, sama dengan jumlah raka’at dalam solat 5 waktu
    * Kata “Shalawat” disebutkan 5 kali, sama dengan jumlah solat wajib sehari semalam.
    * Kata “Aqimu” yang diikuti kata “Shalat” sebanyak 17 kali, sama dengan jumlah Raka’at Sholat fardhu/ wajib.

  16. Mbak Theresia dan mas Sinar Merah yang baik,

    Untuk mbak Theresia, tolong dibaca lagi apa pertanyaan mbak dan apa jawaban dari saya. Perasaan saya tidak ada tuh yang namanya mendo’akan mbak untuk masuk neraka. Dan saya tidak mengatakan mbak KAFIR. Pada jawaban saya….saya hanya menerangkan KAFIR dan NERAKA.
    Apa Hak saya mendo’akan orang masuk neraka? Nggak nyambung kali’ mbak……Tiap manusia selalu melakukan dosa….lha dosa saya sendiri aja belum tentu bisa tertutupi dengan perbuatan baik saya…koq mau nambahin dosa? Karena faham di Islam, tidak ada dosa yang bisa di bebankan kepada orang lain. Masing-masing bertanggung jawab terhadap perbuatannya selama hidup didunia. Dan setiap kesalahan, sekecil apapun ataupun kebaikan sekecil apapun, akan mendapatkan imbalan yang sesuai dengan perbuatannya. Lain dengan agama Nasrani…ada yang nanggung dosa, YESUS. Hmm……kalau gitu….YESUS doang nanti yang ada di neraka…surganya cukup nggak ya…..🙂

    Mas dan mbak,
    Agama adalah jalan, dan hanya untuk orang-orang yang berakal, yang mau berpikir akan keberadaan NYA. Kalau nggak mau mikir dari mana asalnya manusia dan ciptaan-ciptaan Allah, dimana ciptaan-ciptaan itu adalah wujud kehebatan Allah yang mempunyai sifat MAHA, ya bukan urusan saya….. toh di Al Kitab (asli) dan Al Qur’an sudah ditunjukkan jalan yang lurus. Baca saja uraian dari Bpk Salafus Sholeh. Apakah masih kurang jelas juga? Saya ingatkan lagi…AGAMA hanya untuk orang-orang mau berpikir. Dan HIDAYAH dari Allah itu merupakan hadiah dari Allah karena kecintaan Allah pada makhluk Nya.

    Untuk mas Sinar Merah yg sudah mendapatkan Hidayah dari Nya…..terus lah belajar dan memahami Islam sesungguhnya.

    Untuk mbak Theresia, apakah mbak Theresia tau kitab yang mbak yakini adalah sudah bukan aslinya? Aslinya itu sekarang disebut Bibel Yahudi (Orthodox), itu juga sudah mengalami sedikit perubahan. Carilah yang aslinya agar mbak faham dengan benar, mana agama yang sebenarnya BENAR. Tidak perlu saya yang menjelaskan, saya kasih rujukan saja, carilah buku “BIBEL, QUR’AN dan SAINS MODERN” by DR. Maurice Bucaille. Di buku itu dijelaskan secara jelas bahwa Injil yang sekarang itu tidaklah asli. Dan isi dari pada Injil itu adalah cerita dari sahabat Nabi Isa dan muridnya. Jadi bukan merupakan WAHYU yg diturunkan langsung seperti Al Qur’an, dimana Nabi Muhammad mendapatkan WAHYU langsung dari Allah. Injil itu kalau di Islam sama dengan Hadist. Dan dr Injil Mateus, Lukas, Markus dan Yohanes, mbak memakai yang mana?
    Dari banyaknya Injil….apakah mbak nggak mikir? Koq banyak ya kitab suci agama Nasrani? Saya yakin…mbak belum pernah membaca kesemuanya. Karena memang dari masing-masing Injil ini penganutnya berbeda-beda. Walaupun kalau disebut agamanya sama KRISTEN or KATOLIK dan Injil di turunkan kepada Nabi Isa.
    Apakah dengan diturunkannya Injil kepada Nabi Isa, kemudian Nabi Isa membagi-bagi lagi umat nya? Sepertinya tidak mungkin ya….Nabi eh Tuhan ya….koq malah memecah belah umat…..terus…mana yang paling lurus/benar diantaranya? Jadi bingung kan?

    Hmmm…dari pada bingung…saya sudahi aja deh uraian saya. Silahkan berpikir dengan hati. Karena suara hati adalah suara yang benar kalau nggak mau di bilang suara Tuhan.

    Untuk Bapak Salafus Sholeh, terimakasih banyak uraiannya. Saya banyak belajar dari anda. Karena selama manusia hidup, akan selalu terus belajar.

    Kalau ada yang kurang puas dengan jawaban saya….silahkan add saya di lisa.rahadi@yahoo.com. Ma’af saya terlambat membalas (merespond), komputer saya lagi ngadat. Mintanya di LEM BIRU (di LEMpar BelI yang baRU) :))

    Untuk semua para pembaca, termasuk Abah yang punya rumah, saya mohon ma’af bila ada salah-salah kata. Karena kesalahan adalah karena keterbatasan saya dan yang SEMPURNA mutlak datangnya dari ALLAH.

    Wassalam,

    Lisa Rahadi
    http://lisarahadi.multiply.com

  17. hehehehe..

    Wah…keren juga ada forum lintas agama disini..
    Sek2 sebentar..

    Buat kita ajah bersama…direnungi…
    Kok kita anggep mereka yang diluar agama Islam kok Kafir???
    Direnungi…ISlamnya kita sudah sungguh2kah? Sudahkah Islam jadi watak kita…atau jangan2 kita yang kafir….Bekerja bukan karena Allah, Sekolah bukan karena Allah..Apa coba riilnya karena Allah…Misal, sekolah…ternyata setelah sampek malah nongkrong g jelas, ngusilin dosen atau guru di sekolah..Sudah kah kita anteng, adab terhadap guru dijaga,berharap ridho Allah

    Mungkin saja, yang diluar agama besok jadi orang yang dekat sama Allah..

    Kalau menurut saya…Adanya berbagai keyakinan itu emank disitulah kasih sayangNya..Lahan amal kita…dalam arti yuk kita doakan…semoga saudara-saudara kita yang lain jalan bisa satu barisan…hehehehe

    Maaf komentarnya kalau ada kesombongan, keakuan saya….

    Saya cuma santri pelosok…

  18. Mas or mbak Dika,

    Pertanyaan anda ini ditujukan kepada siapa?

    “Kalau menurut saya…Adanya berbagai keyakinan itu emank disitulah kasih sayangNya..Lahan amal kita…dalam arti yuk kita doakan…semoga saudara-saudara kita yang lain jalan bisa satu barisan…hehehehe”

    Dan bagaimana mungkin anda bisa mengatakan seperti ini?
    Buka dan baca serta fahami lagi isi Al Qur’an. Disana jelas diberitakan bahwa Nabi Ibrahim memohon kepada Allah untuk mengampuni dosa ke dua orang tuanya (karena masih menyembah berhala), tapi Allah tidak mau mengabulkan. Padahal Nabi Ibrahim adalah Nabi yang paling disayang Allah karena ke Imanan nya.

    Kalau untuk ladang amal…..saya sependapat dengan anda. Tapi…nggak usah jauh-jauh deh kalau mau cari amal. Berbakti dulu kepada kedua orang tua, jangan membuat mereka kesal, santuni anak yatim, banyak-banyaklah bersedekah.

    Wassalam,

    Lisa Rahadi
    http://lisarahadi.multiply.com

  19. Buat Lisa Rahadi
    Coba anda berfikir secara makro…membayangkan hutan cemara
    Mungkin di hutan cemara itu ternyata ada yang pohon pinus, pohon mahoni…dll
    Disitulah letak kasih sayangNya terhadap kita. Adanya perbedaan2. AGar dunia semakin indah dengan perbedaan..

    terus anda benar di Al-Qur’an bahwa Nabi Ibrahim memohon kepada Allah untuk mengampuni dosa ke dua orang tuanya (karena masih menyembah berhala), tapi Allah tidak mau mengabulkan. Padahal Nabi Ibrahim adalah Nabi yang paling disayang Allah karena ke Imanan nya.

    Tapi mbak…apa salah??? kita mendoakan teman-teman kita diberi hidayahNya??? Seperti doa Rasulullah SAW mendoakan supaya 1 dari 2 Umar untuk bergabung dalam 1 barisan???salah kah klita meniru Nabi Muhammad SAW???

    Saya sangat sependapat dengan anda masalah amal. Tapi orang thariqah itu belajarnya mendoakan semua umat…..
    Belajar juga mengabdi sama Guru…

    Maaf bila komentar saya ada yang keliru. Tidak lain ilmu saya terbatas..
    Hanya Allahlah yang Maha Segala

    (Santri Pelosok)

  20. Terimakasih tanggapannya mas Dika…..

    Coba mas renungkan sendiri 2 kalimat yang mas tulis, Kenapa bertolak belakang?

    * Disitulah letak kasih sayangNya terhadap kita. Adanya perbedaan2. AGar dunia semakin indah dengan perbedaan..

    * Tapi mbak…apa salah??? kita mendoakan teman-teman kita diberi hidayahNya??? Seperti doa Rasulullah SAW mendoakan supaya 1 dari 2 Umar untuk bergabung dalam 1 barisan???salah kah klita meniru Nabi Muhammad SAW???

    Jawaban 1:
    Menurut saya, perbedaan memang indah, kita lihat dulu kasusnya. Bila masalah keyakinan saya tidak akan mencampurinya. Orang sesama muslim aja pemahamannya nggak sama. Karena memang baru disitu pemahaman agamanya. Tidak ada yang salah, karena Allah memang memberikan ujian terhadap setiap makhlukNya itu dengan berbagai macam ujian dan cobaan yang berbeda.

    Sebagai contoh:
    sewaktu duduk di bangku SD, SMP, SMA kita mendapat pelajaran yang sama, ujian sama dan semua soalnya sama, sesuai dengan tingkatannya. Tapi nilai yang dihasilkan berbeda-beda di tiap-tiap kelas. Kenapa? Karena daya serap setiap orang itu berbeda.
    Dan sekarang, kita ibarat kan kita duduk sebagai mahasiswa. Mata kuliah bisa sama dalam satu ujian, tapi bisa berbeda jurusan yang mengikutinya. Ini kan juga perbedaan? Dan sangat indah di kala ujian itu saling berbagi jawaban, biarpun kita tidak saling mengenal di satu lokal ujian itu bukan? Terlihat kompak…dan sangat indah. (hhmm…..jadi ingat masa kuliah dulu…..:) ). Tapi…tetep jurusan mata kuliahnya berbeda. Dan ntar kalau lulus bisa juga berbeda title nya (Ir, SE, ST, SS, SSc dll)

    Jawaban ke 2:
    Tidak ada yang salah juga dalam mendo’akan teman-teman yang belum seiman. Hidayah harus diupayakan….hidayah tdk datang dengan sendirinya.

    Kenapa tulisan mas Dika saya tanyakan? Karena menurut saya tulisan mas itu bertolak belakang. Kalau menginginkan perbedaan (agar indah), tidak perlu kita mendo’akan. Ntar kalau dido’akan….dan menjadi seiman…tidak ada lagi perbedaan, tidak berwarna lagi, tidak menjadi indah lagi, tidak seperti slogan Fuji Film lagi (seindah warna aslinya). Gimana dong mas….🙂

    Untuk masalah Thoriqah….bukan wewenang saya. Silahkan yang bisa membantu….mungkin Abah bisa membantu?

    Ma’af bila ada yang tidak berkenan dengan kata-kata saya, Kesempurnaan mutlak milik Allah azza wa jalla.

    Wassalam,

    Lisa rahadi
    http://lisarahadi.multiply.com

  21. heheheh
    tenang2 mbak Lisa…

    emank keliatan bgt bertolak belakang.. Sebetulnya begini
    tidak banyak dari kita-kita ini mampu menerima perbedaan. Seakan-akan perbedaan itu adalah sebuah bencana. Sebuah masalah. Sebuah petaka.
    Nah… sekarang dicermati dulu kata-kata kasih sayangNya..

    KAsih sayangNya itu kalau menurut saya adalah bermakna ganda. Yang pertama, kalau kita sadar dan menyadari dengan perbedaan itu kita bisa menjadi satu-kesatuan (kayak mbak tadi ngomong masalah contekan..heheheh keren…saya masih mahasiswa kok mbak. Tanya sama abah….,hehehehehe) maka itulah kasih sayangNya untuk kita.

    Makna kedua…kasih sayang buat kita semua muslimin.
    Apa dibalik itu?? seperti yang saya sebutkan diatas bahwa, adanya perbedaan menjadikan ladang amal untuk kita agar mengenalkan agama yang diridhoiNya ini sebagai agama yang cinta damai, rahmatan lil ‘alamin, dll kepada teman-teman kita yang lain agama. Dengan tindakan-tindakan yang simpatik. Tidak perlu dengan keras. Nah kalau sudah begitu, yuk kita doakan saja teman-teman kita itu…

    Ini ilmu yang saya dapat seorang salik (yang mana saya bertemu beliau dulu sebelum bertemu dengan Romo Syaikh Ahmad Asrori Al-Ishaqy RA). Beliaunya waktu itu sangat menekankan kata kasih sayangNYa.Ketika itu saya punya masalah yang sama akan perbedaan.Mudah-mudahan manfaat ya buat kita bersama.

    Minta maaf sekali sudah buat bingung.
    (Santri pelosok)

    (buat abah, tolong ya yang ini saja komentarnya yang di tayangkan, soalnya lupa kata-kata minta maaf nya..Maaf Abah ngerepotin)

  22. Teman-teman yang yang dimuliakan oleh ALLAH…jika saya amati dan pelajari dari saran,komentar,ajaran,ajakan,bimbingan,yang anda berikan sangat positif, mudah-mudahan ini menjadikan suatu tambahan ilmu khususnya buat pribadi saya dan bagi teman-teman yang belum mengerti tentang perbedaan jalan menuju kedekatan kita kepada ALLAH TA ‘ALA….perbedaan pendapat untuk menuju kedekatan kita kepadaNYA… muda-madahan tidak menjadikan kita saling cela dan saling bermusuhan….hal perbedaan inilah yang menjadikan warna dan menambah pembelajaran buat kita bersama…saya sangat berterima kasih atas adanya forum ini,karena forum ini sangat baik dan pas boanget…lo.. untuk mengasah pisau kita biar tetap tajam dan juga semakin tambah tajam…he…he…maaf jika berlebihan kta-kataku….suwun..

  23. assalamu’alaikum…

    si abahnya kmna se..?!?jgn ‘ndekem’ terus donk bah,spertinya mba theresia&yg lainnya pgn ngajak ‘sprint’ ne..gabung donk bah lg seru ne..he3x

    wassalam.

  24. Kepada Theresia binti Sarmani, belajar tidak hanya dengan jalan bertanya saja. Dengan membaca Qur’an beserta terjemahannya jauh lebih utama sebelum bertanya. . . . z z Z Z

  25. kita menyembah yang punya nama bukan namanya,klao namanya yng disembah kita musyrik,nmnya ndak bisa memberi apa-apa

  26. assalamualaikum,
    sejak zaman nabi adam ra s/d nabi muhammad SAW, agama yang disampaikan dan yang diajarkan hanya ISLAM , tidak ada selain ISLAM, untuk info atau diskusi lebih lanjut bisa hub. saya 021-68484075 untuk mengatur tempat dan waktu bagi umat manusia disekitar bekasi jakarta dan sekitarnya

  27. kafir untuk yang diluar islam ada yang lebih bahaya dari kafir yaitu munafik dibawahnya kafir (munafik untuk orang yang menyebut islam/ beriman)…….. pembahasannya panjang dan perlu guru / mursyid…. ane belum sampe ilmunya

  28. duh ilmu agama saya sangat sedikit… berikanlah saya teman2 dan guru yang bisa membimbing saya amiin.. saya merasakan dan yakin islam adalah ni’mat terbesar dalam hidup saya tapi saya tak pandai bersyukur

  29. assalamu’alaikum…

    he..hee222. Menurut saya mbak malfiali ya abah sendiri itu atau krunya……Benar nggak bah?

    wassalam.

  30. Assalamu ‘alaikum wr.wb . . .
    Mbak Teresia yang saya hormati, kalau anda masih ragu-ragu, mulailah anda menyelidiki dan membandingkan antara kitab anda dan kitab kami….
    Kesempurnaan Al-Qur’an akan terlihat dan semoga Allah membukakan Hidayah untuk mbak agar memeluk agama Islam…
    Karena agama adalah sesuatu yang sangat fital dan fatal akibatnya jika kita salah memilih…
    Silahkan diperbandingkan keduanya…
    Terima kasih….
    Wassalamu ‘alaikum wr.wb

  31. Saya kira kalau hati terbuka bisa meresepati posting: Salafus Sholeh mengatakan:
    16 Desember 2008 pada 22:34, mengenai arti KAFIR dalam Quran. Penafsiran boleh beda, silahkan, cuma Quran tidak akan Salah. Itu artinya Iman alias percaya. Agama dimulainya dari Percaya. Kalau tidak percaya? Ya ndak apa2 monggo pilih yang lebih sampean percayai.

  32. numpang komentar ya…yah tidak usah ribut…sudah jelas kan bahwa orang yang beragama selain islam maka dia KAFIR dan ketika dia meninggal masih memeluk salain Islam maka NERAKA tempatnya…..jadi masalah masuk surga atau neraka itu tergantung pada akhir hayatnya……akan tetapi kita perlu tegas bahwa memeluk Agama selain islam maka KAFIR…..ngoten jadi blak-blak an wae. githu kok repot

  33. numpang lewat ….lan urun nulis…
    saya mau tanya pada kalian smua… apa yg di maksud islam(arti nama) dan apa yg di maksud dng kafir……disaat kalian makan,kerja,bermain…ato eraktifitas lainnya… masih ingatkah kalian pd TUHAN/ ALLOH…… cobalah… kita intropeksi pd diri masing2 ….man arofa nafsahu faqot arofa robbahu…..
    salam damai…smoga smua makhluk dierikan kebahagiaan….

  34. definisi kafir kan bisa umum bisa khusus….bisa bagi orang islam dan juga orang diluar islam….cek keterangan diatas deh…kok pada bingung sih….

  35. subhanallah,..
    baca dr awal sampai akhir forum diskusi ini sangat menegangkan ya,..
    tapi banyak ilmu yang didapat,..
    (NO COMMENT) menyadari msh sangat kuragya ilmu yang saya miliki.
    blajar dan blajar,… !
    bismillah.

  36. assallamualaikum….wr……..wb…..!
    Saya Hendra Irawan Lahir 18 Mei 1986 Kalimantan Timur
    Saya mau bertanya tentang pengalaman saya….
    Saya pernah mengalami RINDU dan BIRAHI yang sangat dahsyat,sampai-sampai saya menjatuhkan air mata saya.Dan anehnya lagi,sesuatu yang saya rindukan itu,tidak ada Obyeknya,bahkan didunia inipun tidak ada.Yang ingin saya pertanyakan:

    1.Rindu/Birahi apa yang sedang saya alami?
    2.Kepada siapa Rindu/Birahi saya itu?
    3.Kenapa harus saya yang mengalaminya?

    Saya tunggu balasannya dan besar sekali harapan saya ingin tau apa yang terjadi pada diri saya.
    terima kasih…TOLONG DIBALAS!!!!!!!!

  37. Nimbrung rembug semua
    Bagi saya semua yang di perbincangkan adalah untuk mencari keselamatan dunia dan ahirat, dari itu sy yang beragama Islam dan masih sedikit ilmu ,akan meyakini kebenaran mutlak di Islam, masalah agama lain meyakini kebenaran agamanya silahkan itu hak kalian karena memang tak ada paksaan yuk masuk Islam, semua dah jelas mana yang benar dan yang salah lihat QS. AL-Baqarah 165: (Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut[162] dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.)

    Disamping itu semua sy meyakini Islam dg ilmu otak atik saya yang benar adalah Islam, Lihat ISLAM, ada lima huruf berarti; Ingin Sealamat Laksanakan Ajaran Muhammad, apakah ajaran intinya yaitu ISLAM, Isak Subuh Luhur Asar Magrib, bla ini terjalankan dg baik maka akan selamat. (islaman/ masdar dari aslama)

    bila di lihat jumlah nilai huruf ISLAM dalm hitungan huruf arab, alif, sin ,lam, alif, mim, jumlah = 132=1+3+2 = 6(rukun iman / masalah tauhid) bila di hitung dari asal madinya ASLAM, maka ketemu 131=1+3+1= 5 ( rukun islam / masalah syreat)

    Terimakasih semuanya, husus yang otak atik , kl senang silahkan pakai kl gak tinggalkan karena itu pendapat saya bisa salah, tapi yang berasal dari AL -Qur’ an yang saya tulis di atas QS;165, itu kebenaran firman Allah bila gak suka , bukan salah Allah tapi salah otak manusia gak nerima kebenaran dari Allah Yang Esa.

  38. assalamualaikum….
    ikut nyimak ah……dampingi abah dari jauh…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s