3 comments on “NGAJI HIKAM (Hidayah Dibalik Ungkapan Hukama)

  1. assalamaualaikum..wr..wb..

    Apa kabar Abah?
    mudah-2n Abah diberikan keselamatan dan kesehatan Alloh SWT. ..amien…
    mengenai pembahasan kalimat ini

    <>

    masalahnya saya sering belajar/membaca postingan agama dari web Abah.
    Apakah saya bisa dibilang berguru sama setan.
    saya kurang paham, dan saya mohon penjelasan dan pencerahan.

    mohon maaf sebelumnya dan terima kasih…

    wasalamualaikum …wr…wb

  2. Apa kabar Abah?
    mudah-2n Abah diberikan keselamatan dan kesehatan Alloh SWT. ..amien…
    mengenai pembahasan kalimat ini

    masalahnya saya sering belajar/membaca postingan agama dari web Abah.
    Apakah saya bisa dibilang berguru sama setan.
    saya kurang paham, dan saya mohon penjelasan dan pencerahan.

    mohon maaf sebelumnya dan terima kasih…

    wasalamualaikum …wr…wb

  3. @ Agus F, … kalimatnya itu “barangsiapa BERAMAL …….” yang dimaksud bukan membaca, tapi mengamalkan yang dibaca.
    Jadi kalau hanya membaca, maka itu justru dianjurkan untuk membaca sebanyak mungkin, tapi ketika yang dibaca itu mau diamalkan, terutama amalan Agama, seperti dzikir dan wirid khusus misalnya, sebaiknya yang mau diamalkan itu digurukan terlebih dahulu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s