24 comments on “FENOMENA DUKUN CILIK PONARI, Ada Apa Disana ???

  1. mengenai batu itu saya juga melihat di televisi ada yang punya batu semacam itu katanya bisa membuat terang penglihatannya…barang kali kita bisa tanya Pak Hikam ditinjau dari sudut pandang fisika

    ———————————-

    Tanggapan Admin: Kalau sama-sama batunya, dalam arti sekedar batu fisik…..mengapa tidak dapat menarik dan membangkitkan sugesti banyak orang seperti batunya Ponari???? Ada apa dibalik batu Ponari sehingga mampu membangkitkan kepercayaan puluhan ribu orang datang ke tempat Ponari ???

  2. Kalau itu bukan sugesti, lalu kekuatan apa yang bisa menyembuhkan penyakit lumpuh dan gila itu???? Apa mungkin sebuah batu dan anak usia 10 tahun mampu melakukan hal tersebut???
    Apakah orang yang mengharapkan kesembuhan kepada Batu dan Ponari itu hukumnya tidak syirik????

  3. Tahun 2005, di Probolinggo ada sumur tiban, yang punya rumah bingung, mau tidur dimana keluargaku. Disisi lain tetangganya berteriak-teriak “Wah ajaib iki, isok nggo ngobati wong loro”. Buru2 tetangganya mengambil air pake gelas dan diminum. “Wah segere, mumetku ilang” kata tetangga belakang rumah sumur tiban. Saya amati terus perilaku mereka, wajah2 gembira mereka. Yang mau ngurusi pekerjaan lain dibatalkan, malah buka parkir sambil teriak2 “Ayo sumur tiban..sumur tiban.. bisa menyembuhkan segala penyakit..”. Semua orang lewat penasaran, maka satu persatu mereka mencoba melihat sumur tiban itu dengan memberi recehan pada petugas loket dadakan. Karena banyak yang mengunjungi, akhirnya membentuk kerumunan orang dan kendaraan, hingga membuat macet. Maka pastilah puhak keamanan harus menjaga ketertiban dan keamanan. Tak ketinggalan para wartawan juga meliput, disamping itu kebetulan berita lagi sepi, maka berita sumur tiban dibesar2kan dipanjang2kan, investigasi orang2 yang sudah minum air ditulis semenarik mungkin agar beritanya ditonton dan korannya laris. Maka esoknya tersiarlah keajaiban sumur tiban di Probolinggo. Hari ketiga saya pulang ke Surabaya, saat makan di salah satu warung makan, pemiliknya sedang menyaksikan berita di TV tentang sumur ajaib di probolinggo. “Wah airnya dijual gak ya?. Aku mau beli, mungkin bisa mengobati asam uratku” Kata pemilik warung. Dalam hati saya berkata, betapa kuatnya kabar dari mulut ke mulut hingga nabi yusuf pun diketahui bahwa ia ditemukan dari dalam sumur. Dan betapa kuatnya pemberitaan hingga rakyat bisa marah saat reformasi. Dan sekarang kita sedang menyaksikan KEKUATAN KABAR PONARI, baik getok tular maupun media massa. Saya yakin keluarga Ponari akan bingung (walau bahagia rizki datang) mau tidur dimana malam ini, seperti pemilik sumur tiban saat rumahnya digenangi air di tiga hari pertama. Yang jelas menurut saya, percaya tidak percaya, biarlah Ponari semakin laris, agar rumah2 sakit tidak menjadi persoalan ekonomi bagi rakyat miskin yang jumlahnya saat ini menjadi 34% lebih. Bagaimana menutur anda?.

  4. Wah…. kalau ini saya setuju Mas Udin…. saya kira memang banyak yang diuntungkan, tidak hanya keluarga dan warga setempat saja, tapi juga wartawan dan media masa…….

  5. Assalamu’alaikun wr wb.

    Wah asyik nich, ada bahan kajian baru yang bisa diambil hikmahnya.
    Begini ya sedulur, menurutku kok banyak hal, contohnya:

    1. Kegagalan para Ulama dalam membimbing umat, kurangnya rasa wilas asih kepada masyarakat/sifat rahman dan rahim dijalani tidak maksimal. Padahal itu merupakan sifat dasar/pondasi yang menurut saya wajib disifati oleh para kyai/Ulama dalam mendampinggi masyarakat dalam kehidupan di alam dunia ini.

    2. Masyarakat saat ini merasa sendiri. Karena pudarnya nilai-nilai gotong royong yang pernah dibangun oleh para pendahulunya, kini tinggal puing-puing, tercermin pada berkembangnya sifat individualistis dalam bermasyarakat.

    3. Dll, dll, dll, dll ………..dst.

    Masyarakat saat ini butuh uluran Ilmu, Iman, harta, obat, bimbingan dan kasih sayang. Tentu dengan niat : Bismillahirrahmanirrahim

    Menawi lepat nyuwun pangapunten.
    Wassalamu’alaikum wr wb.

  6. Apa karena para Kiai dan para Tokoh juga kita, akhir-akhir ini pada sibuk hanya ngurusi politik praktis dan gila jabatan sehingga aqidah umat terlupakan, akibatnya orang-orang lemah yang putus asa itu gampang terperosok dalam perbuatan syirik.

  7. Yap…wah saya setuju sama Bapak Udin adanya kekuatan kabar Ponari…

    kalau Hikmah yang saya tahu :
    1. Mungkin inilah pelajaran dari Allah buat dokter2. Kalau yang miskin banyak juga pihak dokter yang kadang menelantarkan, atau membentak2 kaum miskin…sehingga mereka larinya kepada hal-hal yang begituan.

    2. Pelajaran buat kita bersama, jaman sekarang ini ketika kita sakit, yang kita kepingin bgt adalah mencari kesembuhannya dulu, bukan ampunanNya dulu..Malah kadang budaya instan ini juga ada dalam diri kita yang selalu menginginkan sakit kita sesegera mungkin sembuh.. Akibat dari pola pikir kita bahwa sakit itu adalah musibah…padahal menurut Rasul, sakit itu adalah untuk pembersihan diri kita dari dosa-dosa. Nah pertanyaannya adalah sakit yang bagaimana membuat kita bisa bersih dari dosa2??? kalau kita sadari bahwa ketika kita sakit, kita banyak lalai, dosa, alpa dan memohon ampunan…, Insya Allah, Allah akan memberikan kita ampunanNya..setelah meminta ampunan, boleh kita berikhtiar mencari sehat sesuai dengan syariat

  8. Yth, Bapak Erfan Mubarok yang terhormat.
    Memang sugesti atau keyakinan untuk sembuh sangat membantu bagi proses penyembuahan si Pasien, bahkan menurut para ahli, sugesti sembuh itu berarti 80% kesembuhan. Dalam kaitan Batu dan Ponari…, apakah tidak sebaiknya kita mendasari sugesti kita kepada Alloh. Menurut saya, yang menciptakan Fenomena tersebut bukan hanya pemberitaan media massa saja. Tanpa kehendak Alloh, tidak mungkin fenomena itu terjadi. Antara datangnya Batu dan Ponari, kemudian disiarkan secara getok tular yang kemudian diteruskan oleh media massa, tidak semua peristiwa seperti itu mampu menarik ribuan orang, terlebih lagi puluan ribu orang hatinya tersugesti untuk sembuh. Lepas dari kebodohan atau kesyirikan, tidak mungkin fenomena Batu Ponari tesebut terjadi tanpa perencanaan dan kehendak Alloh yang azali, mengapa kita dan para tokoh itu sedikitpun tidak mengaitkan komentarnya dengan kehendak Alloh ini…??? bukankan mereka juga orang beriman kepada Alloh, kalau fenomena tersebut hanya kita kaitkan dengan yang lahir saja….?? terus dimana letak iman kita…..?? apakah iman kita hanya kita letakkan di atas sajadah saat kita sujud saja sementara hati kita kosong dari-Nya…????
    Seandainya kita semua mampu melihat fenomena tersebut sebagai Takdir Alloh yang sudah ditetapkan sejak zaman azali….. maka barangkali kita segera saja mampu mengambil pelajaran yang mampu meningkatkan iman kita kepada Alloh. Yang pasti Alloh tidak menciptakan semua itu dengan sia-sia, namun hanya seorang Ulul Albab yang dapat mengambil pelajaran darinya.

    Kaitan syirik atau tidak—->??? jika kita sepakat berobat ke Dokter tidak syirik, maka berobat ke Dukun Ponari juga tidak syirik, itu manakala kita mampu melihat Dokter dan Batu Ponari hanyalah sebagai sebagain dari kebesaran dan kekuasaan Alloh. Namun jika sudut pandang kita terputus hanya kepada Dokter dan Batu Ponari saja tanpa mampu kita kaitankan kepada Alloh, jangankan berobat ke Batu Ponari, ke Dokter saja berarti kita berbuat syirik, karena kita yakin Dokter itu mempunyai kekuatan untuk menyembuhkan kita.
    Alloh yang menyembuhkan orang sakit, tidak ada obat yang dapat menyembuhkan kecuali datangnya dari Alloh pula.
    Terlebih dengan fenomena Batu Ponari itu, mampukan dokter dan media massa membangkitkan sugesti ratusan ribu orang dalam kurun waktu hanya sebulan??? Mengapa hal besar itu tidak mampu membangkitkan iman kita……….apa itu merupakan pertanda iman kita sedang tidur atau bahkan mati sehingga yang terlihat dalam pikiran kita hanya peristiwa yang lahir saja….. yakni media massa, syirik dan sugesti saja……… Semoga di dalam hati yang beriman itu….. Alloh membuka mata yang ada didalamnya, itulah yang namanya matahati, dengan itu semoga kita menjadi hamba Alloh yang sempurna…… amiin.

  9. Oke Pak Kiai, terima kasih.
    Namun saya mau bertanya lagi:
    1. Bagaimana ilmiyahnya sugesti sembuh bisa dikatakan 80% kesembuhan….???
    2. Mengapa berobat ke Dokter bisa disamakan dengan berobat ke Batu Ponari, bukankah untuk menjadi seorang Dokter orang harus susah payah belajar dan berusaha. Mereka harus menyelesaikan tahapan usaha yang riel dan masuk akal sedangkan Batu Ponari hanyalah sesuatu yang tiban dan mistik/tidak masuk akal???

  10. Mas Erfan Mubarok Yth,
    Sebelum saya menjawab, saya akan bercerita dahulu.
    Konon ada seorang nenek renta datang berobat ke Dokter, dia sakit flu berat. Dari Dokter itu dia mendapat resep untuk menebus obat di Apotik. Barangkali nenek itu biasa berobat di Kiai, sehingga resep itu langsung dibawa pulang, tidak dibuat nebus obat sebagaimana mestinya. Sampai di rumah, resep itu dicelupkan air dan airnya diminum. Konon seketika penyakitnya menjadi sembuh. Entah cerita ini bener atau tidak, tapi terlepas dari benar dan tidak, hal tersebut bisa saja terjadi, karena yang menyembuhkan penyakit hanyalah Alloh Ta’ala. Jika cerita itu benar, maka itulah kesembuhan yang berangkat dari sugesti tersebut.
    Dalam sebuah Hadist Qudsi Alloh berfirman yang artinya: “Aku tergantung dari persangkaan hamba-Ku, maka menyangkalah kepada-Ku sekehendak hati” —–> ‘Aku’(Alloh) di sini bisa berarti takdir-Nya. Artinya, takdir Alloh itu tergantung kita menyangka/keyakinan kita kepada-Nya. Namun keyakinan itu tentunya harus ditindaklanjuti dengan usaha yang sungguh-sungguh, itulah yang dinamakan sugesti.
    Sugesti itu bisa timbul, manakala orang sudah kepepet dalam kesulitan. Dia sudah putus asa dengan yang masuk akal sehingga lari kepada yang tidak masuk akal. Dalam kondisi kepepet itulah, tanpa sadar alam manusia tersebut masuk di dalam batas antara alam lahir/alam hadis dengan alam batin/alam qodim, yang berarti masuk di dalam jaringan sistem kendali ijabah Alloh. Hal itu dinyatakan Alloh dengan ferman-Nya: “Atau siapakah yang memperkenankan (do`a) orang yang dalam kesulitan(al-Mudh-Thorroh) apabila ia berdo`a kepada-Nya(QS.an-Naml/63). Maksudnya, do’a orang yang kepepet dalam kesulitan(al-mudh-thorroh) do’anya akan mendapat ijabah dari-Nya. Artinya, do’a tersebut dekat dengan jaringan sistem ijabah yang sudah dibangun oleh Alloh sejak zaman azali. Maka hati yang kepepet itu do’anya akan mendapatkan ijabah dari-Nya.
    Jika sugerti itu dibarengi dengan iman, berarti orang yang mendapat ijabah itu sekaligus mendapat pahala, namun jika tidak, maka orang tersebut terjebak dalam syirik. Itulah batas perbedaan antara karomah dan istidroj.
    Jadi, orang yang sugesti sembuh itu secara otomatis dekat dengan sistem kesembuahan yang disiapkan Alloh baginya. Oleh karenanya dia telah mencapai 80% bagi kesembuahnnya.

    Soal persamaan antara Dokter dan Batu Ponari, itu apabila kita mampu melihatnya dari sudut pandang ilmu hakekat, bukan ilmu syare’at. Secara lahir/syare’at, antara kamampuan Dokter dengan kemampuan Batu Ponari itu memang beda, tatapi secara hekekat semuanya pasti datangnya dari Alloh. Bahkan kita bisa lebih yakin bahwa kemampuan Batu Ponari itu semata-mata datang dari Alloh daripada kemampuan Dokter. Tinggal kita menggunakan indera yang mana dalam menyikapi hal tersebut. Maka….., dengan matahati yang cemerlang dan tembus pandang, insya Alloh kita lebih bisa menemukan hikmah dari semua kejadian dan fenomena yang ada dihadapan kita.
    Hanya Alloh yang memberikan hidayah kepada hamba-Nya.

  11. Subhanalloh. Sungguh Alloh Maha Besar
    Terima kasih Abah atas pencerahan ini……

    Tapi…. bagaimana saya bisa memperdalam pemahaman ini yang sekaligus mampu menindaklanjutinya dengan amal perbuatan sehingga saya mampu mencicipi kenikmatan yang disebutkan sebagai matahati yang cemerlang dan tembus pandang itu…????

  12. DI TENGAH BURUK DAN MAHALNYA BIAYA KESEHATAN

    Ketika pelayanan kesehatan buruk dan tak kunjung menyembuhkan luka yang dalam, hanya mendung yang menemani pilu dan getir ini, aku hanya bisa parah bersujud di langit-langit pengharapan.

    Hari-hari aku lewati terasa bagai malam tak berkesudahan tanpa adanya suatu kesembuhan. Sementara, mahalnya biaya kesehatan semakin menekan dan menghimpit kehidupanku. Aku hanya bisa terbaring lemas di bawah bayang di tengah terik matahari.

    Berhari-hari, hingga berminggu-minggu aku menderita sakit, berbagai obat kugunakan, namun tiada satupun yang membawa kesembuhan. Aku meraung-raung kesakitan. Hingga akhirnya dewata mengilhamkan kepadaku, Ku dengar sayup-sayup suara-Nya bahwa hanya batu bertuahlah yang sanggup mengobati lukaku.

    Karena di dorong oleh rasa ingin mendapatkan kesembuhan, walaupun di luar akal sehat, bergegas aku mematuhi, menuju tempat itu…………………

    ………………………..

    ………………………..

    Itulah kisah malang hidupku, bermunajat mendapat kesembuhan di tengah buruknya pelayanan kesehatan dan mahalnya ongkos pengobatan.

    sumber:http://www.asyiknyaduniakita.blogspot.com/

  13. Ponari?

    Sebenarnya merupakan sindiran Allah SWT terhadap pelayanan kesehatan yang ada di Republik Indonesia.

    Batu petir? secara Fisika batu ya tetap batu, tidak ada apa-apanya. Beberapa batu kristal memang bisa menyerap dan menyimpan energi, tetapi rasanya tidak mungkin untuk menyembuhkan segala penyakit.

  14. Goyang ngebor dari Jawa Timur.
    Timbul lautan lumpur Lapindo.
    Tarian maut Ryan juga dari Jawa Timur.
    Ajakan menari datang lagi dari Jawa Timur juga (Jombang lagi).
    “PO NARI!”

  15. Assalamualaikum semua,
    Hehe..
    Iya Wali songo yang paling banyak juga berada di Jawa Timur.
    Pengelola Web ini kalau gak salah juga dari Jawa Timur Lho..
    Mungkin masih ada lagi sisi kanan yg juga perlu kita lihat, jangan dipandang dari sisi kiri aja 🙂
    Apa itu yang dinamakan hukum keseimbangan ya ?
    Bagaimana menurut Pak Kyai .. ?

    Wasalama,
    Arek Jawa Timur

  16. KESIMPULAN
    Fenomena PENYEMBUHAN Dukun Cilik Ponari adalah merupakan Fenomena Biasa, artinya semata Fenomena Keajaiban Ciptaan Alloh sebagaimana Fenomena Keajaiban yang ada di muka Bumi ini.
    Meskipun fenomena PENYEMBUHAN tersebut merupakan tanda-tanda kebesaran Alloh yang diturunkan pada masa sekarang ini, namun ternyata tidak semua orang sakit yang berobat kesana mendapat kesembuhan, itu pertanda bahwa dalam Fenomena Penyembuhan itu bukan semata-mata karena kekuatan yang memancar dari Ponari maupun Batunya, melainkan masih terdapat KEHENDAK PENYEMBUHAN dari yang menciptakan FENOMENA tersebut, yakni Alloh Sebhanalloh Wa Ta’ala.

    Sangat beruntung orang yang mampu menyikapi Fenomena Penyembuhan itu dengan matahati dan iman, meski dia tidak termasuk orang yang mendapat kesembuhan dari sana. Dengan itu imannya kepada Sang Pencipta ‘Batu Ponari’ menjadi bertambah kuat. Sebaliknya sangat merugi orang yang menyikapinya hanya dengan akal dan ilmu saja, terlebih dengan kesombongan dan sok tahu, disamping orang tersebut tertutup dari Rahasia Hikmah yang dikandungnya, juga berdosa karena telah memvonis syirik kepada orang yang mencari kesembuhan kesana yang mereka itu belum tentu berbuat syirik. Karena orang yang mengatakan orang lain berbuat syirik padahal tidak berarti orang tersebut berbuat syirik.
    al-Fakir, Muhammad Luthfi Ghozali

  17. Assalamualaikum
    Salam Persahabatan Pak Luthfi
    Hahahaha semua adalah sebagian dari Rahasia Allah tak lain dan tak bukan, ketika cipta bersatu dengan rasa bertemu dalam frekuensi yang tepat dan pas maka turunlah karsa ya ya ya semua hanyalah setitik ke ajaiban dari Samudera yang Luas anugerah anugerah yang luar biasa mudah mudahan menjadikan setiap kita mulai memandang apa yang meliputi semua kehadiran dan memurnikan tauhidnya ya ya ya sebuah harapan yang indah
    terima kasih pak

  18. ha.ha.ha. ikutan ya…
    jadi asyik baca tulisan ini
    kalo gitu yuk bareng-bareng mensugesti diri sendiri untuk bisa sembuh dari segala penyakit (jasmani dan ruhani)
    juga mensugesti diri untuk jadi kaya (hati dan materi)
    kan sugesti udah dijamin 80% untuk berhasil ? hw.he

  19. Selamat datang Mas Alf di Web kita ini …. mbok ya gitu… sekali-kali ilmunya dibagi disini, tapi gratisan lo Mas, tidak seperti di kampus-kampus dan di forum-forum serta pelatihan ……

  20. fenomena Ponari sungguh menarik untuk dikaji dari berbagai sudut pandang ilmu yang sudah dimiliki orang pinter (katanya siih). bahkan dari kedokteran di Surabaya-pun mencoba melihat air Ponari dengan mikroskop elektron dan ditemukan adanya kristal yang masih misteri (katanya). Saya pribadi yakin kalo batu Ponari ada sesuatunya yang datang hanya dari Allah. Mari kita coba sikapi dengan matahati kebasaran Allah sebagai satu peringatan bahwa betapa kecilnya manusia (mungkin yang dituliskan sebagai sebesar zarah) dari fenomena ini.

    Sedikit cerita pada forum diskusi kecil yang tertarik (tidak resmi) dengan Ponari. wah—- klo diceritakan banyak sekali ni, ambil kesimpulannya saja ya… Fenomena Ponari dapat dikaji dari:
    1. Adanya hujan dan halilintar (ilmu yang terkait diantaranya klimatologi, listrik, atom, mineralogi, mohon dibaca juga apa itu halilintar dari tulisan Harun Yahja)
    2. terbentuknya batu (mineral, energi halilintar, panas)
    3. terbentuknya batu karena fusi, dia mampu menyimpan energi.
    4. energi dalam batu dialirkan dalam air yang digunakan sebagai media.
    5. air yang mendapatkan “energi” yang halus akan membentuk kristal air yang sangat cantik bentuknya (harusnya punya ponari bentuk kristalnya cantik yang disebut air heksagonal). kristal air yang cantik inilah yang mampu menarik penyakit manusia dan mengeluarkannya melalui keringat dan urine. (mohon dibaca juga hasil penelitian dari para Profesor di Jepang yang menemukan bentuk kristal air yang diberi doa, kata2 baik maupun umpatan akan memperlihatkan bentuk kristal yang sangat berlainan).
    6. air heksagonal adalah air yang struktur molekulnya stabil.
    wah—kok ribet banget ya kalo mau membuktikan kebenaran fenomena Ponari. Mau berapa ratus Profesor yang harus bekerja sama, hanya untuk batu Ponari. Wuuiiii————betapa kecilnya manusia dan betapa bodohnya manusia.
    Mudah2an sekelumit tulisan ini dapat digunakan untuk bahan kajian sehingga forum ini juga lebih gayeng. Kalo ada salahnya mohon ada kritik dan sarannya.

    Kalimat Thoyibah yang bisa saya ucapkan dengan lisan dan hati sampai akhir hayatku. Insya allah.

    —————————————-

    Trima kasih, komentar yang cantik

  21. Ping-balik: Misteri Nama KangBoed « KangBoed

  22. Nama KangBoed sama mesterinya dengan Batu Ponari

    Seorang ahli memang punya beberapa kelebihan daripada yang tidak ahli. Disamping dia mengetahui ukuran lawan, juga mampu mempermainkannya, lebih dari itu, orang ahli itu tidak butuh kalah ataupun menang.
    Salam untuk KangBoed berdua.

  23. hihihihihi…….. Salam Taklim, salam kangen…. Yai guru… Yai Luthfi yang baik sekali…. sungguh arief dan bijaksana….. pandangan seseorang yang sudah anteng… meneng dan heneng…. sungguh salute two thumbs up….. sekali kali saya ingin mendengarkan nasihat Yai yang sangat mencerahkan dan memenuhi dahaga bagi kehausan sang jiwa yang masih dalam pengembaraan dan pencariaaaan ini…. semoga Yai berkenan memberikan pencerahan pencerahan buat saya yang oon ini…. semua adalah berkat doa Yai….. yang tulus dan ikhlas sehingga saya memberanikan diri mulai berkelana dan mencari jati diri dan kesejatian diri ini………yayaya….
    Salam Sayang dari hati yang terdalam…

    ————————–

    terima kasih KangBoed yang selalu ceria

    dada ketika telah dipenuhi cahaya
    maka wajah menjadi cerah
    senyum ceria
    tutur kata menebarkan mutiara
    perilaku tampak indah
    hati orang terpanah
    hidup menjadi barokah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s