9 comments on “RAHASIA SUMBER INAYAH 2 (Keberkahan Membawa Berkah)

  1. Subhaanallah…..alhamdulillah, astaghfirullah….

    Assalamualaikum wrwb Romo Yai
    waah bikin saya makin cintaaaaaa aja dengan blog dan artikel artikelnya. udah gitu ruang blognya juga ber AC, dingin ngga panas kaya di blog lain yang suka dar der dor tukaran adu salah .. eh adu bener.

    Romo yai, …
    benar ga (mohon diluruskan) kalo saya punya pemahaman bahwa mendatangi kuburan para arif billah itu ibarat mendatangi BTS sumber signal, biar HP saya transmitnya kenceng,…?
    kemudian juga ibarat saya mendekati cahaya agar hati yang gelap (butheck) ini terkena sinarnya barang sedikit saja, hingga dapat mengurai segala persoalan yang nimbun sekaligus menemukan ujung pangkalnya, biar bisa ditarik dari kekusutannya, bukankan “AHLI ZIKIR itu bagaikan Cahaya (petunjuk) berjalan diantara umat manusia” dan bukankah cahaya itu akan terekam terus sepanjang masa (udara dan air menjadi pita rekaman) dan eh siapa tau ketiban pulung, lalu player kita bisa nyala disana dan bisa nyetel cd rekaman tersebut, memahami laku yang pernah terjadi dan telah dilakukan poro arifbillah tersebut. yang penting kan mesti teliti dalam membedakan jin atau bukan, makanya blog ini sungguh tempat yang bagus untuk lebih memahami tentang dunia jin dan alam ghoib… yang sebetulnya bukan ghoib…. wong cuman instrumennya yang ga cocok buat ngebacanya hehehe..
    lha masa warna mau dibaca sama hidung ya ga kena lah –> jadinya warna ya ghoib buat hidung, bau wangi ghoib buat mata dst
    mohon diluruskan romo yai
    matur suwun.
    wassalam

  2. Untuk Bapak Mazadjie yang dimuliakan Alloh.
    Ini sekedar tambahan dari saya.
    Bagian dari fungsi walayah/kewalian yang dimiliki hamba Alloh yang sholeh adalah mengeluarkan seseorang dari kegelapan hatinya menuju hidayah Alloh. Fungsi Walayah tersebut merupakan buah ibadah dan pengabdian yang dilakukan oleh para Wali itu di jalan Alloh. Hal tersebut sebagaimana yang dinyatakan Alloh dengan firman-Nya: “Allah Pelindung/penarbiyah bagi orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran/kesusahan) kepada cahaya (iman/kegembiraan). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya”.(QS.al-Baqoroh/257)
    Ketika para wali itu mati, yang mati hanya jasadnya, tapi fungsi kewaliannya masih hidup/berfungsi sampai hari kiamat, maka fungsi kewalian itu ibarat BTS sebagimana yang dimaksudkan dalam paparan di atas. BTS tersebut bisa kita datangi baik secara lahir maupun batin. Secara lahir kita datang ke kuburannya untuk bertawasul kepada Alloh dan secara batin dengan pelaksanaan tawasul secara ruhaniah.
    Jadi dalam kaitan pekerjaan ini kita tidak berhadapan sebagai personal hidup dengan personal yang mati, melainkan antara situs hati kita dengan situs hati para kekasih Alloh tersebut. Situs-situs tersebut akan hidup selamanya, asal di dunia ini kita sudah mampu menghidupkan situs hati kita dengan pelaksanaan Mujahadah dan Riyadhoh di jalan Alloh.
    Ketika situs hati seseorang sudah hidup, maka dengan nur Alloh matahati orang tersebut dapat membedakan mana bisikan yang datang dari jin dan mana bisikan yang datang dari rahasia urusan Alloh atau yang disebut Sirr.
    Untuk hal seperti inilah seharusnya orang-orang beriman berlombah-lomba untuk mendapatkannya………….

  3. Assalamualaikum wrwb.
    Terimakasih Romo yai, atas tambahan penjelasannya…
    atas pengestunya romo yai kami berharap dapat mencerap dengan baik apa yang diwejangkan.
    Dan boleh bertanya lagi kan romo yai… ?

    =======================
    bahwa “Rahmat Utama” itu telah dianugerahkan secara khusus hanya kepada Junjungan kita Nabi Besar Muhammad saw. Nabi akhir zaman yang sekaligus sebagai penutup para Nabi sebelumnya, sebagai “Rahmatan Lil ‘Alamin”
    ================

    Bila dikaitkan dengan pemahaman dari banyak kalangan islam yang meyakini bahwa nabi Isa, AS konon akan turun lagi kedunia di akhir jaman untuk menjalankan suatu misi ….. bagaimana ya ? bahkan ada yang menghukumi wajib hukumnya mengimaninya, bila btidak maka kafirlah orang itu,… wuiiih ..!!, apa ngga mengerikan itu romo yai ?

    Sementara ada yang memehami bahwa nabi Isa, AS tidak akan turun diakhir jaman, karena justru akan bertentangan dengan statement diatas yang dengan tegas menyatakan bahwa Nabi Muhammad Saw, Nabi akhir Zaman sekaligus penutup para nabi dan sebagai rahmatan lil alamin…. Belum cukupkah Nabi Muhammad sebagai nabi akhir zaman sebagai Rahmatan Lil Alamin ..?

    Mohon pencerahannya Romo yai mengingat mengimani para nabi merupakan salah satu rukun dalam islam, bila melenceng apa ngga gawat tuh romo …?
    terimakasih, mohon maaf benyak bertanya
    jazakumullah..
    Wassalamualaikum wrwb

  4. Yth, Bapak Mazadjie Algurandille.
    Mohon maaf untuk pertanyaan yang ini saya tidak mampu mejawab. Tentang cerita Nabi Isa tersebut dan juga Imam Mahdi yang diyakini banyak kalangan akan turun di bumi, sejak dulu saya memang kurang tertarik untuk mendalaminya. Saya cukup percaya saja, itupun karena hanya percaya kepada dawuhnya Ulama. Saya lebih tertarik mendalami keadaan hati saya yang banyak aib ini. Tidak juga mampu berbuat ihlas dalam melaksanakan ibadah dan pengabdian kepada Tuhannya, padahal sudah sekian lama saya mengupayakannya. Apalagi untuk bermakrifat kepada Alloh sebagaimana yang sudah dicapai oleh Bapak Habib Sayyid. Saya sering berfikir………, apakah bisa dan pantas hati saya yang penuh kotoran dan najis akibat perbuatan dosa dan maksiat ini bermakrifat kepada Dzat Yang Maha Suci……????? Makrifat yang bagaimanakah yang sudah mampu dicapai oleh seorang hamba yang dho’if sehingga dia berani mengklem dirinya sebagai seorang makrifatulloh…..??? Inilah yang lebih menarik bagi saya untuk mendalaminya …………
    Untuk pertanyaan di atas saya ikut Bapak saja, karena yang pasti, barangkali usia saya sudah tidak akan sampai lagi untuk menemui dan merasakan hal dan keadaan yang dipertentangkan oleh banyak orang tersebut. Mohon maaf bila jawaban ini kurang memuaskan para pembaca.

  5. Sungguh sikap romo yai membuat saya jadi malu atas ego yang ada pada diri ini, saya mohon gunging samodra pangaksami, atas kekhilafan dan lencangan kami dalam pertanyaan tsb, dan semoga berkenan memakluminya, Mungkin karena saya takut salah dalam itiqod terhadap nabi.. membuat saya jadi begitu lancang.

    Betul dawuh romo yai, mungkin dengan menemukan Ma’rifatullah, akan menjawab banyak soal.
    sayapun sepakat untuk ikut romo aja de, berupaya mengenal diri dulu, belum mampu kalo berma’rifat, masih bersih bersih dan mencabuti rumput rumput dihati yang masih membelukar romo, agar bisa ditanami dg baik.

    Terimakasih romo, telah mengingatkan langkah saya yang kebabalasan …
    Semoga tetap terjalin persaudaraan dan tali silaturahmi dalam perjalanan mencari jalan menujuNYA.
    Nyuwun pengestunipun Romo yai …
    Wassalamualaikum wrwb

  6. Yth, Bapak Mazadjie
    Tidak ada yang salah dalam pertanyaan Bapak sehingga tidak ada pula yang perlu dimaafkan. Kita sebagai orang yang ingin meningkatkan kefahaman akan urusan Ilahiyah, tidak ada salahnya untuk bertanya dalam segala hal, terutama yang berkaitan aqidah. Hanya saja saya secara pribadi membatasi diri terhadap hal yang mampu saya fahami. Untuk mencapai makrifatulloh itu, kita harus mengenal jati diri kita, demikian yang disebutkan dalam sebuah hadis Nabi yang artinya; “Barang siapa mengenal jiwa(Nafs)nya maka sungguh dia akan mengenal Tuhannya”. Ada lagi pepatah mengetakan: “Dalamnya lautan bisa diterka, dalamnya hati siapa tahu”. Maka saya jadi heran kepada orang yang mengkelm dirinya sebagi orang yang makrifat. Makrifat yang bagaimana yang dimaksudkan itu??? Karena sekarang ini kata-kata makrifat itu banyak dipakae orang, seperti batu makrifat, tongkat makrifat, minyak makrifat….. dll.
    Hal seperti inilah yang menjadikan saya bingung…. he he he Mohon Maaf ya Pak…….Jika Bapak berkenan tolong saya dikasih pencerahan tentang hal ini…… matur nuwun …..

  7. “Untuk pertanyaan di atas saya ikut Bapak saja, karena yang pasti, barangkali usia saya sudah tidak akan sampai lagi untuk menemui dan merasakan hal dan keadaan yang dipertentangkan oleh banyak orang tersebut. Mohon maaf bila jawaban ini kurang memuaskan para pembaca.”

    Memangnya Abah sudah tau berapa lama kontrak untuk hidup di dunia ini? Bukankah ini mendahului taqdir? Abah merendahkan diri, kayaknya Abah pake ilmu padi ya…. semakin banyak ilmu, makin merendah (down earth, bahasa kerennya bah…..)

    Semoga Allah selalu melindungi Abah dan keluarga dan diberi umur yang bermanfa’at.

    Wassalam,

    lisa rahadi
    http://lisarahadi.multiply.com

    ———————

    Admin: mBak Lisa yang terSayang….. he he he
    Itu karena saya yakin, dalam hidup ini yang pasti hanya satu, yakni mati…. Adapun yang selain mati itu, tidak ada yang bisa diyakini keberadaannya. Orang miskin bisa menjadi kaya seketika, demikian pula sebaliknya. Kaya dan miskin itu tidak dapat dipastikan adanya, meski saya lebih senang menjadi orang kaya daripada orang miskin… he he he.
    Orang bisa menghindari kemiskinan tapi kamatian tidak. Ketika ajalnya tiba, kematian itu tidak dapat ditunda barang sedetik sekalipun.
    Yang namanya mati, semua orang pasti akan mengalaminya. Oleh karena itu, tidak salah kan…… jika saya lebih mempersiapkan yang pasti daripada yang tidak pasti…….

  8. HHmmm…….Abah pinter bangeud ngelesnya…

    Semua yang hidup pasti mati. Hanya saja kita tidak tau pastinya kita kapan akan mati. Mati itu kan berarti kebangkitan (qiyamat).
    Bah….semua orang yang sadar pasti mati, pasti juga cari bekal untuk di dunia lain. Kalau nggak cari bekal…..nggak mungkin saya sampe nyangkut di WEB nya Abah…… 🙂

    Wassalam,

  9. Asalamualaikum
    Sebelumnya saya mohon maaf atas kelancangan saya untuk menjawab pertanyaan saudara Mazadjie Algurandille Soal turunnya nabi Isa as
    pada ahir zaman nanti yg mana zaman itu lebih buruk lagi dari zaman kini
    Yg mana kemaksiatan dimerata tempat sudah merajalela kekufuran dimana mana hukum sudah terbalik yg haram dihalalkan yg halal diharamkan pemimpinnya orang orang bodoh dan tamak islam akan kembali seperti zaman dulu(zahiliah) tidak dikenal bahkan orang yg Ibadahpun menjadi tontonan yg aneh ahlak manusia sudah sedemikian bejatnya tidak ada lagi siar agama Karna para ulama sudah banyak yg diwafatkan
    Tapi Allah yg maha pengasih lagi maha penyayang tidak meng Azabnya tapi malah menurunkan 2 orang kekasihnya Imam mahdi dan nabi Isa as untuk memperbaiki Ahlak manusia di zaman itu sedang tugas nabi isa untuk meluruskan umatnya dari kekeliruanya,mematahkan salip membunuh babi dan Dajal
    Alah hanya mengAzab manusia nanti di Achirat itupun diperhitungkan dengan seadil adilnya tidak ada yg dirugikan sedikitpun pada saat itu

    Daari hamba Allah yg doif

    Lukmanz
    Singapore

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s