10 comments on “CERFIK (cerita fiktif) ‘Balada Orang Tidak Punya Dosa’

  1. Assalamualaikum wr. wb.
    Perkenankan saya mengomentari ,

    Kata orang Jawa kalau punya ayam jangan dikurung terus sekali dilepas susah nangkapnya.
    Begitu juga Pak Kyai kalau punya santri jangan di atas Gunung terus sekali waktu mesti turun ke kota untuk mengenalkan gemerlapnya kota, Gpp ke Mall pakai sarung orang bilang “ Wagu dangdut apa Wagu Pop” terserah deh yang penting kita berniat baik dan tidak mengganggu orang. Untuk mengajarkan para santri berbaur dengan masyarakat kota, Supaya tidak ada lagi sekat antara masyarakat kota dengan para Kyai dan Para santri. Mari kita berbaur untuk menjadi Khalifah dibumi. Saling mengasih dan memberi.Gemerlapdan terangnya kota kadang membuat Gelapnya Hati, Doanya para Kyia dan pencerahan Para Santri yang akan menerangkan Hati diantara gelapnya Kota.

    Keadaan Politik yg belum dewasa saat ini sangat membingungkan kita, sikut sana sikut sini sudah tidak bisa lagi membedakan mana kawan mana lawan. Semakin bingung lagi dengan baju Santri dan kyai ikut meramaikan ajang Politik untuk merebutkan Tahta dan Harta. Disini Para Santri Dan Para kyai dibutuhkan sebagai penetral dari kepahitan dan ketidakadilan Politik. Tapi terkadang melupakan fungsi asal hanya karena tergoda kenikmatan sesaat.

    Mari kita hilangkan Ke-AKU-annya kita untuk berjalan bersama mencari kebenaran tapi bukan Pembenaran. Jangan biarkan Alam ikut berbicara atas keegoisan kita sebagai Khalifah Bumi.
    Segala puji hanya milik Allah, Kebenaran hanya milik-NYA . Manusia tempatnya salah dan dosa begitu juga saya.Mohon Maaf jika tulisan ini kurang berkenan di hati pembaca lainnya. Semoga kita semua dapat ampunanNYA. Semoga coretan ini membawa manfaat. Amien 3x.

  2. Ass.wr.wb
    Saya ini orang ndeso yang lagi coba2 internet, saya baca artikel ini kok jadi kepengin ikut ngomong.
    Saya sangat prihatin melihat kondisi negeri ini yang acak2an dan ternyata yang ngacak2 itu para kyai yang pada punya jabatan tinggi di negeri ini, artinya pejabat2 yang ternyata kyai, mereka menggunakan ilmunya (dengan dakwah dan dalil2 yang tak ada ujung pangkalnya) untuk mengelabuhi rakyat agar dia bisa diangkat jadi pejabat dengan harapan nanti kalau jadi pejabat maka punya duit banyak tetapi dengan mengelabuhi rakyat yaitu korupsi dan akal-akalan.
    Wah wah wah….ini sungguh2 terjadi dinegeri ini lho?
    Nah terus kita orang2 islam yang bodo seperti saya ini mau dibawa kemana? padahal saya ini wong ndeso yang bisanya cuma manut thok.
    Ada pepatah yg mengatakan “lebih baik jadi bekas penjahat daripada jadi bekas kyai” dan ternyata negeri kita ini benar2 di-obok2 oleh bekas kyai.
    Terus bagaimana ini pak kyai? Apakah para kyai yang benar-benar kyai tidak terketuk hatinya untuk menegur mereka yang jadi kyai pejabat?
    Sepertinya memang sulit diberantas kyai-kyai yang seperti ini karena kalau saya amati kok seperti ada semacam “mafia kyai” karena mereka para kyai pejabat ini ternyata saling kenal dan seperti reuni sahabat lama dan kumpul2 didalam satu partai, lihat saja gambar2 mereka di poster2 dan spanduk2 yang dipasang disepanjang jalan2 protokol disetiap kota sampai desa. Mereka mempromosikan dirinya sebagai anggota DPR, Bupati, Gubernur bahkan mau jadi Presiden.
    Semoga Allah SWT mengampuni dosa mereka. amin

  3. Assalamualaikum,
    Mas Ngarso yg deso seperti saya, perkenankan saya berkomentar lagi
    Kita yang deso dan bodoh ini, mestinya bareng 2 belajar untuk jadi Pinter tapi kalau sudah pinter jangan minterin orang ya hehe, dan kita biar gak jadi manut2 thok 🙂
    Mari kita mulai dari diri kita masing2 untuk menjadi orang yg bermanfaat bagi keluarga,lingkungan dan negara.
    Karena Negeri ini milik kita dan tanggung jawab kita bersama .
    Semoga Allah Mengampuni seluruh Umat manusia yg ada dimuka bumi ini, Amien 3x.

  4. Artikel-artikel di blog ini bagus-bagus. Coba lebih dipopulerkan lagi di Lintasberita.com akan lebih berguna buat pembaca di seluruh tanah air. Dan kami juga telah memiliki plugin untuk WordPress dengan installasi mudah.
    Kami berharap bisa meningkatkan kerjasama dengan memasangkan WIDGET Lintas Berita di website Anda sehingga akan lebih mudah mempopulerkan artikel Anda untuk seluruh pembaca di seluruh nusantara dan menambah incoming traffic di website Anda. Salam!

  5. asslmlkm..
    dulu saya pernah mendengar yai asrori dawuh,kalo kiyai kita spt itu jangan ikut-ikutan,jangan berprasangka buruk pd mereka,jangan membenci mereka,doakan saja supaya mereke cepet kembali membimbing umat..
    wassalam

  6. Komentar yang baik. Namun sebaiknaya komentar seperti ini tidak dengan menyangkut nama Hadrotusy Syekh. Kita harus mampu belajar untuk berbuat dan bertanggungjawab secara pribadi atas pemikiran pribadi kita. Mari kita berlomba-lomba mengenalkan keutamaan guru kita dan mengangkat nama besar beliau di komunitas dunia maya ini, tapi tidak menjadikan nama beliau sebagai bemper untuk melindungi pemikiran pribadi kita. Untuk hal yg pribadi anda bisa sampaikan via SMS di nomor admin.
    salam hormat dari ikhwanmu fil masyrob
    alFakir, malfiali

  7. Ass.wr.wb
    Sebenarnya kalau para kyai itu sadar bahwa tugasnya adalah untuk MENJADIKAN DUNIA INI LEBIH BAIK pasti setiap ada sesuatu yang mengganggu batin mereka (kyai) maka mereka pasti akan segera menegur sesama kyai yang sudah membuat dunia ini tidak nyaman.
    Sebenarnya secara batin para kyai ini sudah mempunyai misi yaitu misi ke kholifahannya di bumi ini, tetapi karena sebagian dari mereka terlena oleh gemerlap duniawi maka mereka melupakan tugas utamanya yaitu menjadi Kholifah Bumi yang hakiki.
    Jadi untuk menegur para kyai yang mbeling itu maka teguran itu sebaiknya diungkap secara pribadi langsung atau melalui perwakilan yang bisa langsung mengakses kesana. ya tentunya dengan azas saling menghormati sampai dicapai mufakat.
    Demikian, maaf

  8. tanya neh ,
    kenapa orang tak berdosa selalu tersakiti.,
    boleh kah mulai hari ini tidak tersakiti lagi ataau pun jangan terzolimi lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s