16 comments on “PUISI – GURU SEJATI

  1. Salam Persahabatan
    hmm… intinya semua adalah keseimbangan… yayaya.. tercapainya keseimbangan dalam diri dan dengan alam semesta.. terlalu banyak jebakan dan tipuan bagi para pejalan yang harus diabaikan.. karena setiap manusia mempunyai kelemahan kelemahan yang berbeda beda… dan respon alam yang berbeda pula.. begitupun meliputi dimensi lainnya.. sehingga.. banyak yang terpaku disuatu titik perjalanan dan terjebak disana akhirnya berhenti.. sayang sungguh sayang sekali.. makanya.. abaikan semua itu.. hehehe..
    persiapkan perahu itu dengan baik, doronglaaah ke tengaaaah… lalu dayunglaaah sekuat tenaga sekencang kencangnya… jangan hiraukan pemandangan dan keindahan apapun sepanjang perjalanan.. apa lagi berhenti sejenak… sampai engkau sampai di tujuanmu.. Sampai suatu saat bertemu dengan batas pertemuan dua lautaaan… hmm… bolong dong perahunya… weleeh weleeeeh… berenang ya.. menyelaaam… sendiriaaan.. gak bawa apa apaaa… hehehe.. dan akhirnya juga tidak bertemu apa apa… hanya beroleh kesadaran sejati… yaaa kesadaran diri sejati.. untuk menyatu dengan sesama dan alam semesta… memayu hayuning bawono…
    Sayang…. sungguh sayang banyak sekali… yayaya… banyak sekali manusia yang berhenti di tengah jalan… tertipu oleh nikmat yang samar tertipu dalam perjalanan… dalam berbagai dimensi kehidupan… meliputi berbagai tingkatan alam… yayaya… tertipu… tertipu oleh tuhan tuhan yang palsu… sungguh mereka itu terdinding… oleh dinding dinding yang tebalnya melebihi tembok china….
    hmm… hehehe.. maklum OON sur OON… sambil berharap pencerahan *Muka Melas Mode ON*
    Salam Sayang
    Salam Sejati
    Salam Hormat
    Salam Taklim

  2. yang di maksud guru diapa/????
    tolong jelasin gak jelas bgt sih… maaf ya klo nanya gt,……

  3. luchu ya….. tau gak gmn caranya hihihihiiii////////////////////

    aku kan orang paling cantik sedynia

  4. Guru Sejati

    “Murid, gurune pribadi
    Guru, muride pribadi
    Pamulangane, sengsarane sesami
    Ganjarane, ayu lan arume sesami.”

    Artinya, “Murid gurunya diri pribadi. Guru, muridnya diri pribadi. Tempat belajarnya/pelajarannya, penderitaan sesama. Balasannya, kebaikan dan keharuman sesama.”

    Untaian itu mengandung pengertian bahwa sesungguhnya dalam diri seseorang terdapat seorang guru dan diri seseorang itu sendiri menjadi murid, murid dari guru sejati.
    Sebab, pada intinya, segala bentuk ilmu dan pengetahuan itu hanya datang dari Tuhan, karena guru selain Tuhan itu hanya sebagai perantara belaka.

    “Sinau ngarosake lan nyumerepi tunggalipun manungsa, tunggalipun rasa, tunggalipun asal lan maksudipun agesang.”

    Artinya, “Perlu belajar ikut merasakan dan mengetahui bahwa manusia itu satu, rasa itu satu, berasal dari tempat yang sama, dan belajar memahami arti dari tujuan hidup.”

    “Tansah anglampahi dados muriding agesang.”

    Artinya, “Selalu menjalani jadi murid kehidupan/sesama hidup.”
    Kehidupan itulah sang guru, karena kehidupan itu juga mengajarkan kepada kita.

  5. SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH WALA ILLAH HA ILALLAH ALLAHU AKBAR… KALIMAT INILAH YG LEBIH PANTAS TERUCAP DARI LISAN YG SERING MENGELUARKAN KATA2 KOTOR

  6. Jika harus jujur, ku akui bahwa akupun bangga pada guruku, meski hanya mengajariku satu huruf saja. Bagiku, satu huruf adalah 1000 makna. Tanpa satu huruf, tak ada makna dalam kata, kalimat, dan ungkapan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s