1-TAWASUL (mencari Allah dan Rasul lewat jalan guru)

tawasul

TAWASUL (mencari Allah dan Rasul lewat jalan Guru)
Karya: Muhammad Luthfi Ghozali
Halaman xx+440. Ukuran 14×20 (HK)
ISBN 979 – 152960 – 4
Harga : Rp 70 000,- Discon 30% (belum ongkos kirim)


Jika anda ingin dapat melakukan ibadah dan pengabdian secara khusu’, bukan sekedar sholat khusu’, maka temukanlah rahasianya di dalam buku ini. Kunci ibadah khusu’ itu diselipkan oleh penulis dibalik pembahasan yang panjang lebar dengan kata kunci ‘tawasul’. Oleh karena itu buku ini berjudul TAWASUL (mencari Allah dan Rasul lewat jalan guru). Yang dimaksud tawasul dalam buku ini adalah mengadakan pertalian ruhani antara seorang murid dengan guru mursyidnya sampai dengan kepada Maha Guru Agung yaitu Rasulullah SAW. Pertalian ruhaniah dalam arti sambung rasa dan kebersamaan dalam ibadah untuk mencapai pendekatan atau taqorrub kepada Allah SWT.

Puncak pelaksanaan tawasul itu menjadikan seorang murid berada dalam kebersamaan yang hakiki secara ruhaniah dengan guru-guru mursidnya. Pencapaian mana yang dianjurkan Allah SWT melalui firmanNya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang shiddiq”.(QS.at Taubah/19). Jika jalan ibadah dilaksanakan tanpa tawasul, dalam arti tanpa mendapatkan bimbingan guru-guru mursyid secara ruhaniah, maka dihawatirkan ibadah tersebut malah dibimbing setan. Akibatnya setan akan membelokkan arah tujuan ibadah tersebut, hal mana yang disinyalir oleh sebuah ungkapan; “Barangsiapa beramal tanpa guru maka gurunya adalah setan”. Dengan ibadah seperti itu, bukannya mendekatkan diri kepada Allah tetapi malah menjauhkan dariNya.

Buku tawasul ini berisi beberapa bab sebagai berikut:
TAWASUL
Ibadah Yang Khusu’
SYAFA’AT
Syafa’at Di Hari Kiamat
Syafa’at Di Dunia
INTERAKSI RUHANIAH
Manusia Sebagai Karakter dan Manusia Sebagai Personal
Dua Samudera Yang Berbeda
Ilmu Mukasyafah
JALUR-JALUR PILIHAN TAWASSUL
Jalur Pertama :
SEBAGAI TEMAN YANG BAIK
MA’IYAH FID DAARID DUNYA
MA’IYAH FID DAARIL AKHIRAT
Tingkat Derajat Seorang Hamba
Jalur Kedua :
SEBAGAI SAKSI
Peradilan Yang Adil
Saksi-Saksi Di Hari Kiyamat
Ulama’ Adalah Pewaris Nabi
Tugas Para Saksi
Indera Manusia
Jalur Ketiga :
SALING MELEPAS RINDU
Syuhada’ Badar dan Uhud
ALAM GHAIB
Melihat Alam Ghaib…?
Menembus gugusan langit dan gugusan Bumi
ALAM RUHANIAH
Jihad Akbar
Ruh Merdeka dan Ruh Ditahan
Jalur Keempat :
JAMINAN DITERIMA TAUBAT
Potensi Interaksi Ruhaniah antara UMAT DENGAN RASULNYA
Iman dan Cinta Rasul
Jalur Kelima :
SEBAGAI PENGAMAT
Peluang Yang dibentangkan
Dunia adalah Sebab dan Akhirat adalah Akibat
Dorongan dan Peringatan
Hikmah Penyebutan AR-RASUL dan AL-MU’MINUN Setelah Penyebutan ALLAH
Ulama’ adalah Pewaris Nabi
Jalur Keenam :
JALUR WALAYAH
Cinta Yang Dirahasiakan
Bahasa Cinta
Orang Yang Dicintai Allah
Aspek – Aspek Kedekatan Walayah
Dosa Syirik adalah Pangkal Kehancuran
Husnuzaan Pangkal Keberhasilan
Walayah Dunia dan Akhirat
ISTIDROJ
Walayah Hanya untuk Orang yang Percaya
Jenis-jenis Walayah
Perbedaan Antara AL-IZZU DAN AL-MULKU
PENUTUP

Untuk mendapatkan buku tersebut silahkan pesan melalui:

  • Tlp. (024) 70799949
  • SMS 081575624914
  • E mail: malfi_ali@yahoo.com

15 Tanggapan ke “1-TAWASUL (mencari Allah dan Rasul lewat jalan guru)”

  1. 1428571 Berkata

    allaahu laa ilaaha illaa huwa rabbul ‘arsyil ‘azhiim

  2. assalamualaikum

    bukunya ga dijual di tempat umum ya?

    jadi harus pesa, klo di Bogar da ga ya tempat penjuakannya?

    trims

    wassalam

  3. Yth Mila
    alaikum salam
    di Bogor dan di Bandung setahun yang lalu masih ada, tapi karena sistem penjualannya kurang lancar akhirnya sudah diritur semua.
    Pesan aja via SMS, harga seperti tertera dg potongan 30%, ongkos kirim biar kami yang tanggung.
    Kirim alamat lengkap, nanti kami kirim nomor rekening. Insya Alloh 3 hari kerja buku sudah sampai di alamat.
    Sekian terima kasih. Wassalam

  4. Wah hampir sama dengan Gratis dong…
    Udah disc 30% pengiriman ditanggung…..

    Wah Rejeki tu Mbak Mila :)

    Isi Bukunya gak usah kwatir …. BAGUS

  5. Itu memang harga spesial untuk tamu Web kita
    Seharusnya malah gratis, tapi……he he he
    Ongkos ditanggung Abshor itu hanya khusus untuk Jawa
    Luar Jawa ada tambahan sedikit, ndak banyak kok….

  6. Assalamu’alaikum WR Wb….

    Pak Kyai mau tanya…kalo tawasulan ke keturunan kita sendiri….waktu

    yang baik kapan pak Kyai???apa setelah baca wiridannya???

    ———————————

    Di Buku Iklil, saya kira tata cara bertawasul itu sudah diajarkan oleh Romo Yai kepada kita…..?
    he he he…… ndak pernah buka Iklil ya…..

  7. iya pak Kyai…belum beli heheh…mudah2an hari minggu ini Insya Allah mau beli..

    terima kasih pak Kyai…

  8. Wa ‘inda huu mafaatihul ghaiib, laa ya’lamuhaa illaa huu.
    Allaahu laa ilaaha illaa huwa rabbul ‘arsyl ‘azhiim.
    Wa man ashdaqu minallaahi qiilaa.

  9. Membaca “Tawassul, Mencari Allah dan Rasul Lewat Jalan Guru” menarik sekali, seolah seperti menapak tilas perjalanan pecarian Sang Penulis melalui jalur ber-tawassul. Tawassul menurut kamus Arab Indonesia, berasal dari kata wasala artinya berbuat kebaikan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Tawasul maknanya mengambil wasilah atau perantara. 1) Adapun yang dimaksud dengan istilah tersebut adalah mencari jalan atau cara yang mendekatkan diri kepada Allah. Caranya dengan melipat gandakan amal ibadah dan berjihad si jalan Allah untuk keberuntungannya di dunia dan akhirat kelak. Dengan bertawasul sebagaimana QS Al Maidah [5]:35, QS Al Isra [17]:57, berarti ia telah memenuhi perintah Allah.2)
    Pada era modern ini tawassul sering dikaitkan dengan syirik yang bermakna menyekutukan Allah. Ibn Taimiyah(1263-1328) dalam kitab karangannya “Al Mujizatu wa Karamtul Auliya” ( Mujizat Nabi dan Karamah Wali), menjelaskan pembahasan yang singkat tentang mukjizat dan keramat. Sesungguhnya tidak ada hubungan timbal balik antara kewalian dengan khawariqatul adat (hal-hal yang luar biasa). Jadi, tidak setiap wali itu menunjukkan hal-hal yang aneh. Sebaliknya, tidak pula hal yang luar biasa yang terjadi pada seseorang membuatnya otomatis menjadi wali 3) Adapun doa termasuk ibadah. Menurut Ibn Taymiyyah, barang siapa berdoa kepada mahluk yang sudah mati dan mahluk-mahluk lain yang gaib serta meminta pertolongannya, berarti ia telah bid’ah dalam perkara agama. Mempersekutukan Tuhan seluruh alam, dan mengikuti jalan selain orang-orang mukmin. 4) Hanya saja masalah sekarang yang timbul adalah masalah mendekatkan diri kepada Allah melalui para wali yang saleh.
    Ibn Taymiyyah merupakan salah seorang tokoh fundamental dan merupakan pendahulu gerakan Wahabiyyah. Nama gerakan Wahabiyyah sesuai dengan gerakan pendirinya Muhammad Ibn Abdul Wahhab (1703 – 1787) 5). Kalangan Wahhabi memandang sejumlah amalan generasi setelahnya generasi sahabat sebagai bid’ah (menyimpang) termasuk diantaranya, membangun menara dan pemberian tanda permanen di atas makam. Paham Wahhabi juga menolak seluruh ajaran essoteris (bathiniyah) atau ajaran mistisisme dan menolak gagasan orang suci (wali), termasuk juga praktek mengunjungi makamnya. Praktek memanggil wali untuk mendapatkan berkah adalah praktek syirik. Mereka menolak seluruh anggapan kesucian (kekeramatan) barang atau tempat tertentu sebagai tindakan yang mengurangi kesucian Tuhan dan menyalahi ajaran tauhid.
    Saya sengaja melontarkan keberatan paham Wahabbi diatas dan selanjutnya saya mencoba menjawabnya menurut firman Allah “Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan carilah wasilah (jalan) yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berhihadlah kepada jalan-Nya, supaya mendapatkan keberuntungan”.(Q.S Al Maidah:35).

    Ayat tersebut secara umum mengatakan agar orang-orang berwasilah (tawassul), namun tidak dijelaskan secara terperinci. Kita yakin , bahwa beribadah merupakan suatu perantara untuk mencapai keberuntungan. Lalu, bagaimana Muhammad Luthfi Ghozali menjelaskan buah fikirannya? hasilnya yang dipaparkan pada buku : “Tawassul, mencari Allah dan Rasul Lewat Jalan Guru” sebagai berikut :
    Rosulullah SAW bersabda di dalam sebuah Hadits yang artinya “Shalat adalah mi’rajnya orang-orang yang beriman”. Ketika orang beriman sedang bermi’raj ke Haribaan Allah SWT mengadakan pengembaraan ruhaniah, baik dengan shalatnya maupun mujahaddahnya dan ibadah lainnya adalah sebagai buraq-nya. Jibrilnya, adalah para Nabi, Ash-Shidiq, Asy-Syuhada’ dan Ash-Shalihin. Dihadirkan “Jibril” itu didalam perasaan ruhaniah sebagai guru dan pembimbing, sekaligus sebagai sahabat dan saksi ketika hati seorang hamba sedang dirundung rindu.
    Bagaimana caranya? Caranya : Bertawassul kepada mereka, para Nabi dan para Rasul, para mu’min dari kalangan ash-Shidiq, As-Syuhada’ dan Ash-Sholihin, di dalam setiap pelaksanaan pengabdian kepada Allah baik melalui zakat, dzikir dan fikir, mujahadah dan riyadah, serta pengabdian dan jihadnya, dengan menghadirkan mereka secara rohaniah untuk diajak bersama-sama dalam satu rasa dan satu nuansa, di dalam setiap penyampaian maksud munajad yang dipanjatkan dan pengembaraan ruhaniahnya kepada Allah SWT.
    Dua point(jalur) contoh diatas (aslinya ada enam jalur) sudah cukup menjelaskan bahwa hakekat bertawassul adalah ekspresi interaksi ruhaniah, yang terjadi antara orang yang sedang melaksanakan ibadah kepada Allah SWT dengan ruhani para guru-guru spiritual, baik yang masih hidup maupun yang sudah “mendahului”. Dalam, epilognya Luthfi Ghozali menjelaskan bahwa kata kuncinya adalah “keimanan atau kepercayaan”, interaksi yang sudah diekspresikan oleh kedua belah pihak tersebut menjadikan interkoneksi spiritual, dimana yang satu adalah kemauan keras dari pihak pelaksana berupa : iman, amal, ilmu al yaqin dan yang kedua adalah kehendak pertolongan (fasilitas atau syafaat) sebagai sunnah (sistem) yang sudah dijanjikan oleh Allah SWT, sehingga mencapai kesaksian langsung ( ain ul yaqin), di sini ia akan menjumpai ekspresi interaksi ruhaniah itu, yang merupakan hakekat bertawassul kepada Allah SWT.
    Walaupun apa yang dijelaskan Muhammad Luthfi Al Ghazali, tidak menyinggung faham Wahabbi secara literal, tetapi secara isyari hampir sama dengan kritik atas paham Wahabi yang dilontarkan oleh Syaih Ja’far Subhani 6) “Tawassul, Tabaruk, Ziarah Kubur, Karamah Wali termasuk ajaran Islam (Asli :Wahabiyah fi al-Mzan Muassasah Al Nasyr Al Islamy at Tabiah Li Jamaah), bahwa bertawassul itu boleh bahkan penting untuk para pengembara spiritual. Selain itu, pandangan faham Wahhabi yang disebut sebagai pandangan reformis akan berakibat pada agama Islam menjadi Agama yang tampil “kering” secara emosional, dan dakwahnya menjadi tidak efektif di tengah peradaban modern yang cenderung bersifat materialistik. Manusia modern sekarang ini secara kwalitas lebih kompleks dibandingkan masa lampau, sehingga memerlukan pemahaman Islam yang sejuk dan mampu memberikan spiritual mereka. Karena itu, menurut saya buku ini datang tepat pada waktunya sebagai acuan pada bidang spiritual Islam.

    Salam,
    Ferry Djajaprana
    *) Pemerhati Mistik Islam
    http://Ferrydjajaprana.multiply.com
    Bibliography :
    1) Prof. Dr. Mahmud Yunus, Kamus Arab Indonesia, PT. Mahmud Yunus Wa Dzurriyyah , Jakarta, 1989
    2) Ahsin W. Al Hafidz, Kamus Ilmu Al Quran, Universitas Sains Al Quran, Wonosobo, 2005.
    3) Ibn Taimiyah, Mukjizat Nabi dan Keramat Wali(Asli : Al Mujizatu Wa Karamatu al Auliya), Penerbit PT. Lentera Basri Tama, Jakarta, 2003.
    4) Ibn Taimiyah, Qaidah Jalilah Fi Al Tawassul wa al Wasilah, Dar Alfaq al -Jadidah, Beirut-Libanon. Hal. 100.
    5) Cyril Glasse, Ensiklopedi Islam, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1996.
    6) Syaih Ja’far Subhani “Tawassul, Tabaruk, Ziarah Kubur, Karamah Wali termasuk ajaran Islam (Asli :Wahabiyah fi al-Mzan Muassasah Al Nasyr Al Islamy at Tabiah Li Jamaah), Pustaka Hidayah, Bandung, 2005

  10. Jazaakumullohu Ahsanal Jazaa,
    Terima kasih Pak Ferry, semoga Alloh melipakgandakan pahala semua kebaikan Bapak.

  11. Assalamualaikum WW,

    Terimakasih sama-sama Ust. Alfi Ali..

    Wassalam,
    Ferry Djajaprana

  12. bertarekat Berkata

    waspadai bahaya laten SALAFY WAHABI, yang bisa memecah belah umat islam dan Menghancurkan bangsa Indonesia

  13. Old Nakula Berkata

    @Bertarekat
    Saya kira paham “wahabi” yg masuk dan “mengacaukan” standar baku orang Indonesia dalam berkeyakinan sebagai warisan leluhur mereka yg memadukan Islam dan keyakinan lokal tidak perlu dikhawatirkan. Apa yg ditakutkan wong mereka datang dgn membawa khasanah baru berupa pemurnian Islam dari pemahaman benalu yg “dimasukkan” ke dalam Islam lewat hujjah-hujjah serta argumentasi yg mereka anggap shahih dan kuat. Jika standar baku keyakinan “orang Indonesia” yg selama ini dipegang sudah tepat dan menganggap pemahaman “wahabi” hanya merupakan benalu, patahkan saja argumentasi mereka dgn hujjah yg “orang Indonesia” anggap lebih kuat. Orang yg beralih mengikuti paham “wahabi” kan menganggap bahwa hujjah yg disampaikan paham “trans nasional” ini lebih kuat dan lebih bisa diterima sehingga keluarlah mereka dari pemahaman leluhur lokal mereka. Masyarakat sekarang semakin cerdas, wawasan mereka semakin luas dan mereka sekarang sudah mampu memilah sesuatu menurut akal dan hati mereka.

  14. andri yusup Berkata

    bapak malfi yang di muliakan Alloh swt amin…
    harga buku tawasulan tsb berapa saya belum mengetahuinya …
    tolong pak jawaban nya lewat email saya saja .. saya sangat tertarik ..
    terima kasih … sangat ditunggu sekali jawabannya.

    ___________

    sudah dijawab, tks

  15. Bapak malfi yang dimuliakan Allah SWT…

    Pak,saya sangat tertarik dengan buku bapak..bagaimana cara mendapatkannya?
    apakah di kota lain sudah ada yang jual?
    terimakasih atas segala jawabannya

    ——————

    bisa pesan via SMS di 081 575 624 914

Tinggalkan Balasan