1. FORUM JAMA’AH

Tawakkal

Mengingat amaliyah orang berthoriqoh itu di dalam banyak halnya terkadang berbeda dengan amaliyah umat Islam pada umumnya, seperti praktek berdzikir & bertawajjuh, pembacaan manakib & maulid, khususi/tawajjuhan, tawasul, robitho dan lain-lain, yang terkadang bahkan orang yang melakukannya saja belum memahami maksud dan tujuannya, terlebih untuk meningkatkan amaliyah tersebut sehingga mampu menghasilkan maksud tujuan berthoriqoh secara benar, maka dalam forum ini hal tersebut kita bicarakan bersama-sama. Kita bisa bertanya dan menjawab pertanyaan.

Sebagai moderator, pengasuh dan penanggungjawab forum ini berharap, bagi para ikhwan yang memiliki ilmu dan pengalaman yang cukup berkenan menyumbangkan sebagian ilmu dan pengalamannya kepada para ikhwan yang lain, meskipun hal tersebut sekedar untuk menambah wawasan keilmuan, karena hanya mursyid kita, Hadrotusy Syekh Romo KH Ahmad Asrory al Ishaqi r.a yang paling mengetahui ilmunya.

Tidak ada salahnya jika kita belajar bersama-sama untuk menjawab ketidakmengertian kita guna menambah keyakinan terhadap amaliyah yang kita lakukan setiap hari, itupun sebagai pengembangan pelajaran yang pernah kita serap dari Beliau. Dengan niat yang baik, berfikir obyektif dan dewasa serta tidak menjadikan nama besar Beliau sebagai bemper untuk pembenaran pendapat kita, insya Allah Beliau meridhoinya.
Namun demikian, untuk pertanyaan yang sifatnya pribadi silahkan dilayangkan melalui alamat berikut ini

E mail: malfi_ali@yahoo.com
SMS: 081 575 624 914

Bismilahir Rohmanir Rahim, dengan niat yang baik forum ini kami buka

al Fakir ilaa afwi maulahu, Muhammad Luthfi Ghozali (malfiali)

63 Tanggapan ke “1. FORUM JAMA’AH”

  1. Ass wr wb
    Saya kalau sedang dzikir bareng di masjid Ponpes Al Fithrah Gunungpati kenapa kok ada yang mematikan lampu? padahal kan lebih enak kalau terang. Kadang saat dzikir di kegelapan jadi timbul bayangan yang aneh2, apa mungkin demitnya pada datang ya? demit itu kan suka yang gelap gelapan ya? atau mungkin lampu dimatikan supaya demit demit itu pada datang? lhah kita dzikir kan bukan buat dedemit tho.
    Mohon penjelasan kepada pengelola blog ini supaya saya mantap dikegelapan.

  2. Erma_sda Berkata

    Assalamualaikum Pak. Kyai,
    Manakip.. ? sebenarnya manakip itu apa sih.
    Saya taunya dari kecil itu…. ? baca2 doa trus terakhirnya makan sama ayam..
    Itu yang paling saya nanti2.. hehe.

    Tapi saat ini saya sering diundang manakip,sering males abis gak tau arti,maksud dan tujuannya dan sudah gak tertarik sama ayamnya lagi .. ?
    Mohon pak Kyai jelasin arti,maksud dan tujuannya… ?

    Trus saya sempat baca buku manakip yang saya tau isinya tentang cerita2nya Syech Abdul kodir Jaelani. kenapa kok yg dibaca kisah2nya beliau bukan yang lainnya.. ?

    Mohon penjelasan semuanya… ?

    Terima kasih sebelumnya, maaf jika pertanyaanya kurang menarik bagi pembaca yg lain.Semoga membawa manfaat.

  3. Untuk Den Ngarso,
    Ha ha ha , makanya kalau dzikir jangan ingat(tujuan) duniawi(duwet) maka saat lampu dimatikan yang muncul demit. Oleh karena dzikir kita untuk duwet bukan dzikir kapada Allah yang ngasih duwet, maka yang mbales dzikir kita ya demit.
    Dzikir thoriqoh itu ibarat orang melaksanakan meditasi, meminjam istilah jawa: “mati sak jeroneng orep”. Maksudnya, saat itu kita harus mampu meredam atau mengosongkan kehidupan basyariyah(lahir/manusiawi) kita supaya kehidupan ruhani (batin/spiritual)kita hidup. Untuk membantu pengosongan itu, maka lampu dimatikan, karena di saat terang, kehidupan rasional kita masih kuat, jadi sulit untuk dikondisikan. Dengan pengosongan tsb, supaya dzikir kita yang asalnya dzikir hadits(baru) bisa menjadi dzikir qodim, dengan itu supaya terjadi interaksi antara dzikir seorang hamba dengan dzikir ilahiyah sebagaimana yang ditegaskan Allah Ta’ala dalam firmanNya: “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni`mat) -Ku” (QS.alBaqoroh/152)
    Ini merupakan rahasia dzikir, ilmu thoriqoh yang sangat perlu difahami oleh orang yang senang berdzikir. Jika orang tidak memahaminya, terkadang orang yang ahli dzikir itu malah menjadi setengah gila.
    Setelah interaksi dua dzikir itu terkondisi, lalu sebagai buahnya kita akan mendapatkan ‘inspirasi ilahiyah’ yang disebut fikir: Allah memberikan info dengan firmanNya;”(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”(QS.Ali Imran/191). Itulah rahasia masuknya ilmu laduni.
    Untuk dzikir seperti ini kita harus mendapatkan bimbingan seorang guru mursyid, kalau tidak, yang membimbing dzikir kita setan jin. Akibatnya, kalau tidak menjadi gila, terkadang orang ahli dzikir itu malah terjebak menjadi sombong, dalam arti merasa lebih baik daripada orang lain.

  4. Wassalamu’alaikum Wr. Wb
    Untuk nBak Erma Yth,

    Manakib itu membaca sejarah hidup tokoh Islam yang kita jadikan panutan, jika di kalangang kita yang lazim kita lakukan yaitu membaca manakibnya Sulthonul Auliya’ asy Syekh Abdul Qodir al Jilani r.a. Seperti di al Qur’an itu ada beberapa manakib, diantaranya manakibnya Lukman al Hakim, Ashabul Kahfi, Mariyam dan lain-lain.
    Kita membaca manakibnya Sulthonul Auliya’ Syekh Abdul Qodir al Jilani r.a. karena beliau adalah tokoh sentral guru-guru mursyid kita yang kita jadikan pertalian ruhaniah(robitho) dari mulai guru mursyid kita yang sekarang sampai dengan kepada Rasulullah s.a.w.
    Adapun tujuan membaca manakib itu ada tiga:
    Satu membaca sejarah, dua Tawasulan dan tiga Robitho
    1. Membaca sejarah. Dengan membaca sejarah hidup tokoh panutan kita itu supaya kita dapat mewarisi segala yang ada dalam diri tokoh tersebut, baik ilmu, amal, pengabdian dan akhlak yang mulia. Hal tersebut bisa menguatkan hati kita untuk mengikuti Beliau dalam melaksanakan pengabdian hidup kepada Allah SWT. Sebagaimana Allah telah menyatakannya kepada Baginda Nabi s.a.w: “Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman” (QS.Hud/120).
    Ayat ini menegaskan adanya manakib tersebut, yakni dengan membaca sejarah hidup para Nabi terdahulu, tujuannya supaya hati Baginda Nabi s.a.w. menjadi kuat dalam melaksanakan tugas risalah. Jika untuk menguatkan jiwa perjuangan baginda Nabi saja Allah menyediakan manakib para Nabi dan para Rasul terdahulu, apalagi kita. Jadi tujuan membaca manakib itu untuk menguatkan jiwa perjuangan kita di di jalan Allah sebagaimana kekuatan yang telah diberikan Allah kepada guru-guru yang kita manakibi, hal tersebut mengikuti perintah Allah yang ada dalam al Qur’an al Karim. Jadi jika ada orang mengatakan manakiban itu syirik dan bid’ad, itu semata-mata karena mereka itu tidak memahami ilmunya saja. Seandainya mereka memahami bahkan mengetahui rahasianya, mereka itu pasti jatuh cinta kepada manakiban seperti kita.
    2. Tawasulan. Pada intinya, dengan kita berwasilah kepada Sulthonul Auliya’ asy Syekh Abdul Qodir al Jilani r.a, kita berharap do’a-do’a kita lebih mendapatkan ijabah dari Allah SWT, karena beliau adalah Waliyullah. Lebih detailnya kaitan tawasul ini anda bisa membaca buku Tawasul(mencari Allah dan Rasul lewat jalan guru). Karya Muhammad Luthfi Ghozali.
    3. Robitho. Oleh karena robitho ini merupakan amaliyah batin dan khusus yang dilakukan oleh para ahli thoriqoh, maka kurang pas jika kita bahas di forum yang sifatnya umum seperti ini. Kaitan robitho ini sebaiknya kita bicarakan secara khusus pula.

    Jika kita bertanya, mengapa dalam pembacaan manakib Sulthonul Auliya’ asy Syekh Abdul Qodir al Jilani r.a selalu ada ayam panggang(engkung) yang dihidangkan kepada orang-orang yang manakiban, sehingga seakan-akan menjadi syarat mutlak bagi penyelenggaraan manakib. Menurut saya, hal tersebut tidak ada kaitannya dengan manakiban. Hanya saja, oleh karena di dalam isi manakib yang dibaca itu ada cerita tentang ayam yang mati bisa hidup lagi(baca Lujjaini Dani), maka barangkali untuk membangun sugesti saja, dengan itba’(mengikuti) jalan cerita tersebut menjadikan hati kita semakin yakin kepada Allah untuk mendapatkan ijabah dari-Nya. Namun demikian, saat manakiban itu saya lebih seneng ada engkungnya daripada tidak, he he soale enuaaak

    Tentang pertanyaan yang ini: Trus saya sempat baca buku manakip yang saya tau isinya tentang cerita2nya Syech Abdul kodir Jaelani. kenapa kok yg dibaca kisah2nya beliau bukan yang lainnya.. ? Memang sering terlontar pertanyaan sejenis itu, mengapa yang dimanakibi kok Syekh Abdul Qodir al Jilani r.a, bukan para sahabat Nabi yang terdekat, seperti sayidina Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali rodhiallohu anhum. Lebih mulia mana para Sahabat tersebut dengan Syekh Abdul Qodir al Jilani r.a?.
    Untuk manakiban ini tidak terkait dengan kemuliaan seseorang, tetapi pertalian ruhani antara seorang murid dengan guru mursyidnya. Guru mursyid itu pun yang kita tokoh sentralkan diantara guru-guru mursyid kita yang lain, itupun kita hanya mengikuti yang sudah dilakukan dan diajarkan oleh para guru mursyid kita. Secara hakekat, hal ini juga ada kaitan ilmu thoriqoh khusus yang tentunya juga tidak pas jika dibahas dalam forum umum. Banyak hal yang memang rahasia dan harus dijaga dalam kerahasiaan, karena hal tersebut menyangkut keadaan ruhani seorang hamba Alloh yang dirahasiakan oleh Allah Ta’ala, maka hendaknya kita berbicara hal yang rahasia itu hanya kepada orang-orang yang siap menerima dengan hati selamat. Jika tidak demikian, meski yang kita bicarakan tersebut merupakan hal yang positif, akan mengakibatkan negatif. Hanya Allah yang Maha Mengetahui. (malfiali)

  5. Terima kasih pak Kyai atas semua penjelasannya. Maaf jika masih harus bertanya lagi.

    Bagaimana kalau saya ini cuma membaca tanpa tau maksudnya trus lama2 jadi hafalan yg lama2 mungkin kayak “burung beo” hehe hanya sebatas dibibir saja, apa dengan aktif ikut manakip terus bisa ada kemungkinan untuk mendapat kecitaan pada tokoh tersebut ?

    Trus bagaimana caranya biar bener2 kidmad dan bisa menghadirkan hati dalam pembacaan manakip, supaya tidak seperti burung beo ?

    Lebih utama mana baca manakip, al quran atau maulid ?

    Terima kasih.
    Dwie

  6. Saya tak tanya dulu ya mbak Dwie, kalau anda punya burung beo dua ekor misalnya, yang satu bisanya membaca sholawat yang satunya mengumpat, kira2 yang anda senangi yang mana? tentunya yang membaca sholawatkan? karena lebih enak didengar daripada yang mengumpat. Itu burung beo lo, makhluk yang tidak mempunyai dosa dan pahala, apalagi manusia.
    Jadi bila dilihat dari aspek kemanfaatan, tentunya lebih bermanfaat orang membaca qur’an, maulid dan manakib daripada orang yang sukanya hanya bergosib ria.
    Soal bisa mendapat kecintaan terhadap yang dimanakibi atau tidak, meminjam istilah jawa”weting terisno jalaran soko kulina”, maka dia tetap bisa mendapat kecintaan tersebut, tapi dengan dua kemungkinan, jika tidak cinta kepada yang dimanakibi ya cinta kepada engkong(ayam bakar)nya.
    Tentang pertanyaan yang ini: Lebih utama mana baca manakip, al quran atau maulid ?, tentunya yang paling utama ya membaca al-Qur’an kemudian maulid dan selanjutnya baru manakib. Namun jika dilihat dari aspek kemanfaatannya, ketiga amaliyah tersebut merupakan makanan spiritual. Jika diibaratkan makanan, meski garam dengan nasi itu lebih utama nasi, tapi tanpa garam nasi itu tidak menarik selera. Jadi meski manakib itu tidak semulia al-Qur’an, jika dengan manakib itu bisa menjadikan orang lebih tekun membaca al-Qur’an maka itu seperti garam yang bisa menjadikan nikmatnya masakan.

  7. Assalamualaikum P. Kyai

    Hari raya Idul Adha sebentar lagi , semua sudah pada mempersiapkan Qurban. Ada banyak hal yg mau saya tanyakan pada P. Kyai.
    1. Apa hukum dan syarat2 orang yang ber ” Qurban ”

    2. Bagaimana jika saya berniat qurban tapi tidak saya belikan hewan qurban melainkan berupa uang tunai senilai harga hewan qurban yang akan diberikan pada orang Dhuafa , Yatim Piatu. Dengan maksud pemberian uang lebih bermanfaat bagi mereka dari pada daging yang hanya bisa dimakan hari itu saja.

    3. Bagaimana jika hewan Qurban itu kita kelola menjadi makanan yang awet ( kornet,sosis ) dengan tujuan supaya daging qurban itu bisa didistribusikan pada daerah-daerah yang jauh dari jangkuan dan bisa kita bagikan secara periodik dalam 1 tahun ?

    Mohon penjelasan, Semoga pertanyaan ini membawa manfaat buat pembaca yang lain.Terima kasih sebelumnya.

    Selamat Idul Adha
    Totok

  8. Assalamu’alaikum Pak Kyai.
    Begini pak Kyai, Saya berdomisili di Jakarta, Insya Allah, Saya memang suka dzikir dan mujahadah. Pada suatu kesempatan, pada waktu mengikuti mejahadah yang dipimpin oleh seorang mursyid. Dan dalam perjalanan mujahadah tersebut, saya merasakan adanya gambaran sosok mursyid yang memimpin mujahadah tersebut dalam dada saya dengan berbagai aktivitasnya saat memimpin mujahadah, semenjak itu, saya agak binggung, kenapa dalam diri saya saya terjadi seperti itu.
    Untuk itu saya mohon penjelasan dari pak Kyai, apa yang seharusnya saya lakukan dan pahami. agar saya tidak melakukan kesalahan dalam berdzikir maupun mujahadah……….

    Selain itu, saya juga punya pengalaman yang juga ingin saya tanyakan kepada pak Kyai.
    Pada bulan Ramadan 2008 kemarin, pada suatu malam kira-kira pk 01.00 saya menjalankan sholat tasbih berjamaah dan pada saat sholat dalam posisi berdiri, didepan mata saya nampak dengan jelas ada langit yang dipenuhi bintang-bintang yang berada jauh di balih pohon-pohonan. Saya agak kaget, tapi saat itu saya tidak yakin dan percaya dengan penglihatan itu, tapi pada rakaat selanjutnya ternyata kejadian itu terulang lagi, dengan pandangan yang sama. Sampai sekarang pun saya tetap dalam kebingungan, maka saya mohon dengan segala hormat Pak Kyai mau menjelaskan, jika tidak dijawabpun mohon bantuannya, kemana saya harus bertanya.
    Wassalamu’alaikum

    Jakarta, Desember 2008
    Rachimul Gilang

  9. Untuk Mas Totok Yth,
    1. Pertanyaaan anda yang pertama itu urusan syari’at. Urusan pendapat Ulama’ kita yang terkadang di dalamnya banyak perbedaan. Dalam kaitan qurban ini ada yang berpendapat wajib ada yang sunnah muakkad(dikuatkan). Sebagai orang thoriqoh, dalam menyikapi perbedaan tersebut sebaiknya kita mengikuti pendapat guru mursyid kita. Adapun syarat2nya yang paling pokok ya Punya Uang he..he . Oleh karena hukumnya sunnah, maka jangan dipaksakan, kecuali sudah nadzar. Seperti yang berkembang di Masyarakat kita, ada arisan Qurban dan bahkan Urunan. Hal tersebut jika diniati belajar saya kira tidak apa-apa, tapi hukumnya bukan qurban tapi shodaqoh biasa. Qurban itu bisa wajib hukumnya, disamping karena nadzar, juga sudah niat. Seperti kita sudah pegang uang 1Jt misalnya, kita sudah niat untuk beli kambing qurban, di perjalanan kita mampir di toko HP, ketika ternyata ada yang kita senangi, uang tersebut tidak jadi untuk beli kambing tapi beli HP, jika hal tersebut menyebabkan kita tidak dapat melaksanakan qorban pada tahun itu berarti kita berdosa.
    2. Pertanyaan kedua, hal itu boleh-boleh saja, tetapi bukan qurban melainkan shodaqoh. Masing-masing itu jika diniati ihlas akan menjadi amal sholeh yang bisa membawa khususiah( dampak positif secara khusus) dalam jiwa orang yang beribadah tersebut secara berbeda. Urusan kemanfaatannya, oleh karena yang membangun syariat itu Alloh Ta’ala, maka tentunya yang paling tahu hanya Alloh. Kita tidak bisa mengatakan bahwa shodaqoh dengan uang senilai Qurban itu akan lebih bermanfaat daripada melaksanakan qurban.
    3. Seperti pertanyaan yang ketiga, jika masalahnya dhorurot, seperti terjadi di Mekkah misalnya, saya kira tidak masalah. Namun jika kita lakukan di Indonesia saya kira belum waktunya. Meskipun hal tersebut menurut pengelola itu ada segi positifnya, namun kita takut malah kita terjebak minteri Gusti Allah. Jika tidak demikian, saya takut hal tersebut sejatinya hanya dilandasi rasa pemilikan kita yang kuat sehingga menjadikan kita enggan untuk segera memberikan hak fakir miskin itu sesuai dengan hikmah Qurban. Jadi, kebaikan itu tidak selalu berdampak positif, bahkan malah bisa berdampak negatif, yakni mendorong kita berbuat khianat kepada Allah dan kepada orang yang mempercayai kita, terlebih jika kebaikan itu kita lakukan tidak sesuai dengan hikmah dari kebaikan tersebut.
    4. Hanya Alloh Ta’ala yang Maha Mengetahui

  10. Waalaikum Salam Pak Rachim….
    Pertanyaan anda yang pertama itu namanya pengalaman spiritual. Hal tersebut merupakan kejadian yang sifatnya pribadi dan khusus, tentunya yang dapat mengetahui hakekatnya hanya Allah Ta’ala dan orang yang mengalaminya. Merupakan dzikir balik dari urusan Ilahiyah ketika dzikir seorang hamba sudah dilakukan dengan benar. Jika orang tersebut belum mampu memahaminya, itu manusiawi dan berarti ada hal yang sifatnya manusiawi dalam ruhani kita yang harus kita perhatikan. Atau dengan kata lain, di dalam rongga dada kita terdapat hijab-hijab manusiawi yang harus kita singkirkan. Hijab-hijab tersebut menutupi matahati kita yang semestinya sudah menunjukkan pertanda mulai cemerlang. Jika hakekat kejadian seperti itu dikuak orang lain, terlebih oleh selain guru mursyid, yang tentunya bisa jadi belum pernah mengalami hal seperti itu, maka jawabannya pasti salah. Sebab, disamping karena pengalaman ruhaniah tersebut terjadi atas pengembaraan ruhani seorang hamba dalam mencari Tuhannya yang sifatnya khusus dan rahasia, juga setiap manusia mempunyai sifat kekhususan yang dirahasiakan pula.
    Solusinya, kita tingkatnya pemahaman kita tentang rahasia tawasul, dengan harapan, berkat pelaksanaan tawasul itu, semoga matahati kita mampu menangkap signal dzikir balik tersebut secara sempurna.

    Kejadian yang kedua, hal itu merupakan kejadian yang sebenarnya sifatnya sama dengan kejadian pertama, namun terjadi atas dasar keadaan di dalam dada yang berbeda. Kejadian-kejadian seperti ini memang sering dialami oleh orang ahli ibadah. Meskipun pengalaman ruhaniah tesebut merupakan pertanda bahwa pengembaraan ruhani seseorang telah mencapai tahapan yang positif, namun jika datang bersama keraguan hati, itu pertanda cara penerimaan kita belum sempurnan. Kejadian seperti itu bisa jadi menjebak kita masuk dalam perangkap setan jin. Itulah yang dimaksud dalam sebuah ungkapan Ulama’: “Barangsiapa beramal tanpa guru maka gurunya setan”.
    Kajadian seperti itu seharusnya datang dengan keyakinan hati yang kuat sehingga orang tersebut tidak mengalami keraguan untuk memahaminya, sehingga harus ditanyakan kepada orang lain, padahal yang pasti orang yang ditanyai itu tidak mungkin pernah mengalami kejadian yang sama dan persif seperti kejadian tersebut. Memang kejadian tersebut bisa jadi bukan datang dari setan jin, tetapi dari urusan rahasia tarbiyah Ilahiyah. Merupakan peringatan atau kabar gembira yang harus kita tindaklanjuti dengan amal konkrit, namun oleh karena hati kita masih dipenuhi keraguan dalam memahami dan menyikapinya, maka keraguan itulah yang bisa menjebak kita terperangkap masuk dalam ranjau yang ditebarkan setan jin di atas jalan yang kita lalui.
    Walhasil, kita memang harus belajar terus, terlebih kaitan alam ruhani kita yang luasnya tidak berbatas. Kita harus selalu berkumpul dalam komunitas hamba Allah yang sholeh, guru mursyid yang suci lagi mulia, mengikuti majlis dzikir dan mendengarkan taushiyah mereka, karena di situ ada pencerahan bagi kita, baik berkaitan alam rasionalitas maupun spiritualitas. Semoga Allah membuka pintu hati kita untuk memahami segala kehendak dan takdir-Nya. Amin. al Fakir, Maliafli

  11. enk_Darjo Berkata

    Assalamualaikum Wr. Wb.

    Bpk Kyai yg baik ? saya mau bertanya, tapi saya mau bercerita dulu hehe.
    Saya bekerja dilingkungan yang hampir 50 % beragama nasrani, selama ini kami bergaul dgn baik dan saling menghormati keyakinan masing2. Ketika Idul Fitri/Idul Adha mereka selalu memberikan selamat pada kita semua, sedangkan kita yg muslim tidak pernah mengucapkan “Selamat Natal” pada mereka sama sekali. Karena kita bingung ada yg bilang
    1. Tidak Boleh ( Tidak tau alasannya )
    2. Boleh
    Dengan alasan karena Natal memperingati tgl lahirnya Nabi Isa, sama kalau kita memperingati lahirnya Nabi Muhammad ( Maulid Nabi Muhammad Saw ) . Apa salahnya kalau ketika mengucapkankan selamat Natal diniatkan untuk “Selamat memperingati hari Lahirnya Nabi Isa”

    Selama ini kami ragu2 karena belum tau jawaban yg sreg dihati. Bagaimana menurut P. Kyai dalam hal ini, boleh apa tidak. Mohon penjelasannya.

    Semoga penjelasan P. Kyai membawa manfaat dan menambah wawasan bagi seluruh pembaca web yang masih bingung seperti saya. Amien.

    Terima kasih sebelumnya P. Kyai.
    Salam :)
    Enk_Darjo

  12. Untuk Mas Enk_Darjo YTH,
    Urusan sreg di hati inilah yang paling penting dalam menyikapi dan melaksanakan dua pendapat yang berbeda tersebut, karena dari situ akan tumbuh kemanfaatan. Tanpa sreg tersebut berarti kita tidak yakin atas amal perbuatan yang kita lakukan. Tanpa keyakinan yang kuat, maka amal ibadah kita akan menjadi mandul dan kurang bermanfaat.
    Bagi orang yang berthorioqh, supaya hati kita selalu sreg dalam menjalankan amaliah yang sifatnya masih mengandung khilafiyah, maka solusinya, mengikuti amaliah yang diamalkan guru mursyid kita adalah yang paling menjadikan hati kita sreg. Mengapa demikian? Karena setiap pilihan dan amal perbuatan pasti akan membawa dampak yang tertentu. Jika kita belum mampu mengikuti guru mursyid kita dengan hati sreg, berarti di dalam pelaksannan thoriqoh kita masih terdapat sesuatu yang harus kita waspadai. Jangan2 disitu ada niat yang masih belum sreg.

    Kalau anda mau mengikuti pendapat saya yang awam ini, kan disitu sudah ada dua pilihan. Jika menurut anda pilihan yang kedua lebih bisa membawa kemanfaatan dalam pergaulan anda di wilayah kerja, maka laksanakan pendapat yang ke dua itu, namun lebih amannya dengan landasan niat sebagai berikut: “Kita tidak mengucapkan selamat kepada mereka atas Hari Natal, karena itu bisa menciderahi aqidah Islamiyah kita, tetapi kita mengucapkan selamat atas kebahagiaan hati mereka saat itu, meski dengan mengucapkan Selamat Natal.
    Mudah-mudahan Alloh menjaga aqidah dan iman kita dalam menyelami kehidupan di dunia yang memang penuh dengan tantangan ini.

  13. enk_Darjo Berkata

    Alhamdulillah , Terima kasih P. Kyai atas semua penjelasannya.

    Insyaallah saya pribadi, jadi Sreg dihati dengan 2 alasan
    1. Seperti yg tersebut diatas.
    2. Mengucapkan dengan niat “memberi selamat atas kebahagiaan hati mereka saat itu” . Dan dengan hati yg harus bener2 tulus supaya jangan sampai menciderai niat di hati saya.

    Terima kasih Doanya P. Kyai.
    Amien 3x
    Enk_Darjo

  14. Theresia Berkata

    Maaf pak Kyai, saya orang Nasrani ( Katolik ) tetapi suka membaca blog ini karena sepertinya banyak pertanyaan yang timbul dalam batin saya yang tidak bisa terungkap di ajaran agama saya, tetapi dengan adanya blog ini saya jadi lebih jelas dan mengerti tentang Tuhan.
    Begini pak Kyai, dalam agama saya kalau berdoa selalu berdoa kepada Tuhan Yesus ( nabi Isa ) dan juga meminta (doa) kepada para Santa dan Santo (Orang2 suci/pendeta yang telah meninggal) apakah ini sama dengan Tawasul? apakah berarti saya tidak salah ya? padahal arahnya kan sama saja yaitu menuju Tuhan Yang Maha Esa Artinya Tuhan orang Islam dan Katolik kan sama.
    Syarat menjadi orang Islam apa saja, apa saya dosa kalau pindah agama?
    Terimakasih, mohon maaf pak Kyai.

  15. Mbak theresia perkanalkan saya juga menggemar web ini.
    Kalau boleh saya memberikan sedikit saran.
    Pada dasarnya semua agama itu baik yg kita tuju sama Tuhan Yang Maha Esa. tapi kendaraan yg kita tumpangi untuk menuju kesana itu berbeda. Kalau misalnya mobil mercy ada keluaran pertama, kedua ,ketiga dan seterusnya selalu mengalami perubahan sesuai perkembangan jaman.
    Begitu juga agama didunia ini diantaranya ada yahudi,kresten,islam.
    Dan Islam agama yang paling terakhir dan banyak pembaruan2 dan pembetulan2 dari agama yg terdahulu.

    Dosa apa tidak untuk pindah ke agama lain, saya kira itu tidak bisa kita pertanyakan karena ini menyangkut banyak hal. Hati Mbak theresia yang paling dalam akan lebih tau jawabannya. Karena menurut saya ini suatu karunia dari Tuhan Yang Maha Esa. Kalau orang Islam bilang suatu Hidayah dari Allah.

    Untuk Syarat menjadi orang Islam kalau menurut saya satu cinta.
    Kita harus cinta dengan keyakinan yg kita anut. Dengan cinta kasih yang tulus tidak akan ada beban untuk menjalani semua aturan yang ada. Dengan Cinta kasih yang tulus kita tidak akan pernah bosan untuk mempelajari. belajar dan belajar sehingga kita benar2 menemukan suatu keyakinan dan keimanan pada ajaran yang kita anut. Saya kira itu syarat utama untuk menjadi orang Islam. Yang akan memberi kita jalan menuju Tuhan Yang Maha Esa. Dan membuat kita benar2 bersaksi Bahwa hanya ada Tuhan Yang Maha Esa ( Allah ).

    Segala puji hanya milik Allah, saya hanya manusia biasa tempat salah dan dosa. Jika saya dalam menyampaikan pemahaman saya ada yang kurang berkenan mohon maaf. Terima kasih pengasuh Web ini yang telah memberi kesempatan buat kami semua untuk menyampaikan pendapat.
    Semoga Allah selalu melindungi kita Semua. Amien 3x

    Salam Kenal.
    Dwie

  16. mBak Dwie mBak Theresia terima kasih anda berdua bisa memanfaatkan forum kita ini, terusin aja dulu, nanti saya tambahi belakangan.

  17. Theresia Berkata

    Terimakasih mbak Dwie, saya sangat senang karena kebingungan saya ini ada yang memperhatikan, semoga Tuhan memberkati mbak Dwie.

  18. mBak Theresia yang diberkati Tuhan.
    Alhamdulillah anda berkenan ikut belajar bersama-sama dengan kami2 yang ada di Blog ini, semoga menambah manfaat. Jika hal ini merupakan pertanda hidayah Alloh akan datang di hati anda, maka kami berharap semoga segera saja menjadi kenyataan. Amin
    Tentang pertanyaan anda yang ini:”dalam agama saya kalau berdoa selalu berdoa kepada Tuhan Yesus ( nabi Isa ) dan juga meminta (doa) kepada para Santa dan Santo (Orang2 suci/pendeta yang telah meninggal) apakah ini sama dengan Tawasul?”.
    Jawaban saya: Secara praktek saya belum pernah melihat apakah cara berdoa tersebut seperti pelaksanaan tawasul, namun barangkali hakekatnya sama. Jika memang demikian, maka saya menjadi semakin yakin bahwa ajaran tawasul itu memang datangnya dari Allah SWT. Mengapa demikian, karena saya yakin Tuhan itu hanya satu(Esa) dan hanya Dia saja yang mampu menurunkan ajaran agama di dunia ini melalui para Rasul dan nabi-Nya.
    Bukan berarti pelaksanaan tawasul itu meniru ritual orang Katolik sehingga orang bertawasul itu dihukumi kafir, tetapi itulah jalan untuk mencari Tuhan yang sesungguhnya. Tuhan Semesta Alam yang menunjukkan dan mengajarkannya kepada umat manusia melalui para Rasul, Nabi dan ulama’-Nya.

    Ajaran Islam adalah ajaran yang Universal, Rasul Muhammad SAW. diutus di muka bumi sebagai “Rahmatan Lil Alamiin” , yakni sebagai penebar rahmat Alloh bagi seluru makhluk yang ada di alam semesta, tidak hanya kepada umatnya sebagaimana para Rasul dan Nabi terdahulu. Jadi ajaran agama Islam ini memang harus mampu menjawab banyak hal yang masih terdapat keraguan di dalam ajaran-ajaran agama terdahulu. Yang demikian itu bukan berarti ajaran Tuhan yang dahulu itu ada kekurangan dan kesalahan, seperti orang membuat mobil mercy, sehingga ajaran agama yang terakhir ini datang sebagai pembetulan dan perubahan, jika kita meminjam kata-kata Cak Nun, masak Alloh se-ndeso itu. he he he….

    Alloh tidak pernah berbuat kesalahan dan kekurangan dalam ajaran yang diturukanNya kepada umat manusia, Maha Suci Alloh dari segala keterbatasan dan ketidakmampuan. Alloh tidak harus belajar dulu dan coba-coba dalam menuntun hambanya untuk menuju sorga dan ridho-Nya, karena manusia, surga dan neraka adalah ciptaan-Nya. Lebih susah mana menciptakan mercy dan buku panduan penggunaan dan perawatannya?. Maha Suci Alloh dari segala kebodohan.
    Namun oleh karena para Rasul dan Nabi terdahulu hanya diutus untuk umatnya, yang tentunya ajaranya menjadi khusus dan tidak universal karena harus disesuaikan secara khusus dengan kondisi umat tersebut, maka tentunya ajarannya tidak sama persis dengan ajaran yang universal ini. Terlebih bila dikaitkan dengan “rahmatan lil alamiin”, maka sudah barang tentu ajaran Islam inilah yang paling cocok untuk umat manusia sepanjang zaman. Semoga kita terjaga dari segala kesalahan.

    Syarat menjadi Islam itu tidak berat, yaitu jika hati kita sudah tertarik untuk memeluknya, berarti sudah waktunya kita harus segera menindaklanjuti dengan membeca dua kalimat syahadat di depan saksi. Anda memang berdosa pindah agama, namun itu menurut pandangan agama yang anda tinggalkan. Adapun bagi agama baru yang anda masuki, anda tidak hanya mendapatkan pahala saja, tetapi juga keselamatn hidup di dunia dan akhirat. Amin Ya Rabbal Alamiin.
    al Fakir, malfiali

  19. dewi merdeka sari Berkata

    asalamualaikum wr wb pak kyai Muhammad Lutfi. G yang dirahmati oleh Allah. mohon penjelasan apa maknanya jika seseorang tertimpa musibah atau problema kehidupan, ia disarankan kiffarat memotong unta atau tujuh kerbau oleh ulama sufi ahli hikmah? dan apakah itu termasuk kiffarat dan mengapa jumlahnya ditentukan dan apa sumber hukumnya? mohon penjelasan pak kyai. matur suwun

  20. Wa’alaikum Salam Bu Dewi Yth,
    Orang tertimpa musibah itu pasti sebab kesalahannya sendiri:”Dan musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)”(QS.asy Syuura/30).
    Padahal dosa dan kesalahan tersebut menjadikan jiwa manusia tergadai (oleh akibat perbuatan tersebut): “Tiap-tiap jiwa dengan apa yang telah diperbuatnya akan tergadai”. (QS:74/83).. Oleh karena itu, supaya musibah tersebut cepat berlalu, maka oleh ahlinya, orang yang tertimpa musibah itu dianjurkan membeyar kafarot/penebusan.
    Cuma untuk kafarot ini, para ahli itu menentukan ukuran yang berbeda, barangkali itu mengikuti penglihatan mata batin mereka disesuaikan dengan dosa yang diperbuat oleh orang yang tertimpa musibah tersebut.
    Kalau menurut saya, sebagaimana yang saya praktekkan di ponpes, untuk kafarot tersebut, orang yang tertimpah musibah itu saya anjurkan untuk melaksanakan aqiqoh. Hal itu mengikuti aspek filosofis-nya pelaksanaan qorban. Artinya, yang mestinya nabi Isma’il a.s harus mati, karena nabi Ibrahim a.s. diperintah Alloh untuk menyembelihnya, namun kematian nabi Isma’il tersebut ditebusi oleh Alloh dengan kematian kambing qurban.
    Dalam kaitan yang kita bahas ini, tidak ubahnya seperti kita berobat ke Dokter. Dengan kasus penyakit yang sama, terkadang lain Dokter berbeda Diagnosa dan berbeda pula cara pengobatannya. Untuk tambahan, anda bisa baca postingan di Web ini yang berjudul “AQIQOH dalam perspektif pengobatan penyakit”.

  21. dewi merdeka sari Berkata

    maaf pak kyai saya mau tanya lagi, apa sebenarnya hakekat dari tazkiyah ? juga seandainya seseorang sedang mengalami problema kehidupan, kemudian mendapat saran dari ulama sufi untuk menjalankan syarat2, seperti harus memakai baju putih, kuning, atau hijau, juga diharuskan meminum air do’a dari beliau, juga harus kifarat sejumlah uang. mohon penjelasan dari pak kyai…

  22. Tazkiyah artinya penyucian diri baik lahir maupun batin, istilah tazkiyah ini biasanya lebih diperuntukkan bagi yang batin daripada yang lahir. Tatapi dalam pelaksanaanya “seperti harus memakai baju putih, kuning, atau hijau”, hal ini saya tidak mengetahui ilmunya, namun jika air do’a itu namanya air ruqyah.
    Untuk kafarot/kifarat uang atau aqiqoh tersebut, ini ada tambahan dalil al-Qur’an: “Ambillah dari sebagian harta mereka sebagai shodaqoh/ zakat, dengan shodaqoh/zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendo`alah untuk mereka. Sesungguhnya do`a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”(QS.at-Taubah/103).
    Dengan ayat ini menunjukkan dengan jelas, untuk menyucikan lahir dan batin seseorang(orang yang tertimpa musibah), para ahlinya itu diperintah/boleh mengambil sebagian harta orang tersebut sebagai shodaqoh, namun yang namanya shodaqoh/zakat itu wajib diberikan kepada yang berhak menerima bukan dinikmati sendiri. Lalu orang tersebut dido’akan. Dan do’a itu dapat menjadikan tenteramnya jiwa mereka. Artinya do’a itu bisa sampai kepada yang dido’akan.
    Ini merupakan dasar tuntunan bagi orang beriman, namun pelaksanaannya menjadi benar atau tidak, itu tergantung ilmu penerapan dan niat orang yang melakukannya. Dalam menyikapi hal tersebut, sebaiknya kita hanya melaksanakan yang kita yakini saja. Soalnya, tanpa keyakinan yang kuat, apapun yang kita lakukan tidak akan membawa manfaat yang berarti. Allohu A’lam

  23. dewi merdeka sari Berkata

    mohon maaf pak kyai, saya mau tanya lagi. Dalam ilmu tasawuf apakah makna dan hakekat “bertapa” ? matur nuwun pak kyai

  24. Makna bertapa itu kholwat, sedangkan hakekatnya, meredam kehidupan lahir, baik emosional maupun rasional supaya kehidupan batin/spiritual menjadi cemerlang. Saat-saat tertentu, kholwat itu memang dibutuhkan, supaya hati dan pikiran kita yang terkadang tanpa sebab menjadi keruh, dengan kholwat itu kembali cerah, namun untuk melakukan kholwat ini orang harus mendapatkan bimbingan guru ahlinya, supaya setan tidak menjadi pembimbingnya.
    Nuwun sewu bu Dewi, dalam bertanya ndak usah mohon maaf, selama saya mampu insya Allah akan saya jawab. Kalau tidak mampu ya saya usahakan untuk bertanya kepada teman-teman, kalau juga belum menemukan jawaban ya saya yang mohon maaf. Terima kasih.

  25. santri ndeso Berkata

    Assalamu’alaikum Wr. Wb
    Abah, saya mau tanya, tapi sebelumnya saya minta maaf dulu, nuwun sewu 10x ya abah, soalnya pertanyaan ini sudah lama menjadikan dada saya sesak dan sumpek, kalau tidak saya keluarkan takut nanti keluar berupa kukul. Maaf ya abah….
    Suatu saat, saat itu saya belum kenal abah dan belum ikut khususi di Gunungpati, di suatu tempat saya ketemu orang-orang yang sedang membahas tetang abah. Mereka bilang katanya al Fithrah GP itu sempalan, abah itu sudah mbelot sama Romo KH Asrory, padahal (kata mereka) yang membelikan tanah untuk ponpes di Gunungpati itu beliau, khususi di GP itu banyak ditambahi dengan bacaan lain, dan masih banyak lagi yang tidak perlu tak ungkapkan di Forum Jama’ah ini. Setelah saya ikut khususi di GP dan saya sering mendengarkan Taushiyah abah tentang thoriqoh, saya menjadi yakin bahwa semua itu tidak benar.
    Pertanyaan saya:
    1. Mengapa hal seperti itu bisa terjadi di kalangan orang-orang ahli dzikir..?
    2. Apa bener abah sekarang tidak pernah ikut kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh Guru abah …..?
    Mohon penjelasannya abah.
    Wassalamu’alaikaum Wr. Wb
    Santri Ndeso yang sedang sakit parah

  26. Mas Santri Ndeso yang cakep.
    Saya lihat tulisan anda ini kok jadi ingat 3 tahun yang lalu saat saya ke Ponpes Al Fithrah Kedinding Surabaya, pikiran saya juga sama dengan anda dan kemudian saya mencari tau kesana kemari dan ternyata baru awal tahun 2006 saya menemukan jawabannya saat saya ketemu Abah di Kedinding dan pertemuan itu tidak hanya sekali tetapi berkali-kali, hampir tiap bulan saya ketemu Abah disana, saya sempat juga melihat Abah ber-bincang2 dengan Romo KH Ashrory. Berarti Al Fithrah GP ini bukan sempalan tetapi memang ada kaitan erat dengan Romo KH Ashrory di Kedinding karena Abah selalu mengikuti kegiatan di Kedinding, mungkin isu ini beredar dikalangan orang2 yang tidak tau, tetapi yang aneh kok orang2 di kalangan kita sendiri yang menyebar isu seperti itu.
    Wah saya jadi bingung, urusan akhirat kok pake musuh2an.
    Semoga Allah SWT membukakan hati dan pikiran orang2 yang tidak tau.

  27. Assalamualaikum Semua,

    Hehehe koq saya juga punya pengalaman yg hampir sama ya.
    Sebenarnya saya kenal Abah ini sudah 4 th yang lalu tapi karena berita2 yg kurang bertanggung jawab.Membuat saya gak mau mengenal Abah dan jauh dari Abah. Pikir saya waktu itu dari pada saya ikut2an omongan orang yg saya sendiri gak tau ya mending saya gak ikut2 . Toh waktu itu saya juga belum kenal Abah. Sampai pada suatu kesempatan Tuhan memberi saya jalan untuk kenal dan ketemu Abah. Pertemuan yg kedua ini membuat saya kaget Ternyata Abah jauh dari apa yg saya pikirkan dan jauh dari apa yg di omongin Orang. Hehehe 180 derajat kalau menurut saya.
    Maaf Abah :)
    Alhamdulillah Allah telah memberi saya kesempatan dan jalan ……

    Terima kasih Abah
    Salam untuk Semua
    :)

  28. Mohon maaf yai, kiranya kurang sopan,lancang..
    semoga niatan kita yang baik menjadikan sebab terbukanya hati kita,menjadikan hati kita mendapatkan nur ma’rifat.Mugi2 khasil…..
    @konco2
    semua papa yang menjadi kerisauan konco2 mungkin udah gak heran buat yang udah lama bergelut dengan probema hidup yang memang harus kita lewati.
    Insyaallah udah di bahas,dan diposting di buku gratis (menuju hati yang khusu’)mohon dibaca lagi.mugi2 konco2 dapat memahami apa yang telah di utarakan dalam buku itu.dan mugi2 selamet sekabehane ngerti lan ngerteni sebab-sebab (isyarat) ikang dipun gambaraken dumateng kito sedoyo amin.

  29. Wa’alaikum Salam
    Untuk ’santri ndeso’ yang memang bener-bener ndeso. Kalau pikiran kita ndeso, sampai kapanpun hati kita tetap ndeso sehingga kita selamanya akan menjadi orang ndeso.

    Saya kira kita sudah sepakat, bahwa alam ini dibangun oleh Alloh Ta’ala atas dasar hukum (sunnatulloh) sebab akibat. Artinya, tidak mungkin terlahir kejadian yang baru kecuali sebagai akibat dari kejadian yang lama. Jika penyebab anda kenal dengan abah itu dari ghosip-ghosip tersebut dan setelah kenal ternyata ada kemanfaatan bagi anda, se-ndeso bagaimanapun sifat ghosip-ghosip tersebut, hakekatnya merupakan kemanfaatan untuk anda, bukan kemadhorrotan. Itu berarti bukan ghosip murahan tapi ghosip elit, ghosip mahal. Makanya anda harus berterima kasih kepada mereka, tanpa mereka tidak mungkin anda dapat merasakan kenikmatan ruhaniah seperti yang sekarang ini.

    Soal Ponpes al Fithrah Gunungpati, secara hakekat memang yang membelikan tanah dan sekaligus membangunnya adalah Hadrotusy Syekh, karena tanpa sebab perintah Beliau kepada saya untuk membeli tanah dan mendirikan Ponpes tsb, tidak mungkin kita mendapatkan akibat yang baik, yakni berupa kekuatan, dukungan dan pertolongan dari Alloh untuk mewujudkan perintah tersebut. Jika ada orang menyuruh membeli tanah kepada kita sekaligus dengan memberi uangnya, maka siapa saja bisa melakukan hal itu, tidak harus seorang guru Mursyid yang kita yakini mampu menuntun ruhani kita kenuju Alloh. Ketika terbukti tanpa pemberian uang kita bisa melaksanakan perintah beliau, itu menunjukkan bahwa do’a-do’a dan pangestu beliau benar-benar mendapatkan ijabah dari Alloh Ta’ala.

    Adapun pertanyaan anda yang ini: “Mengapa hal seperti itu bisa terjadi di kalangan orang-orang ahli dzikir”..?. Jika anda sudah sepakat bahwa ghosip mahal tersebut hakekatnya bentuk kemanfaatan untuk anda, maka bagi yang dighosipi juga demikian, jadi para ikhwan itu hakekatnya juga memberi kemanfaatan bagi saya pribadi. Hanya saja selama ini saya memang belum pernah mengucapkan terima kasih kepada mereka secara lahir, karena saya masih butuh diiklankan dengan cara seperti itu. Iklan yang jitu dan gratis, he he. Jika anda ingin mengerti rahasianya, itulah yang dinamakan tarbiyah Ilahiyah yang beperuntukkan bagi hamba-hamba Alloh yang sudah melaksanakan bai’at di hadapan guru Mursyidnya untuk menempuh jalan nenuju keridho’an-Nya.
    Orang yang sudah bai’at tersebut harus mampu belajar ridho terhadap segala kehendak Alloh untuk dirinya. Jika ghosip elit itu dikaitkan dengan tarbiyah Ilahiyah ini, maka betapa para ikhwan itu sudah sangat berjasa kepada saya, yakni ikut andil besar di dalam proses pendewasaan jiwa saya yang masih juga belum dewasa ini. Semoga mereka tidak bosan-bosan membantu saya dan Alloh menerima amal kebaikan mereka.
    Untuk mengikuti kegiatan Guru, baik di kendinding maupun di Meteseh, insya Alloh saya sering datang meski tidak selalu, tapi memang saya ini agak keset, datang suka terlambat sehingga seringkali mendapatkan tempat dibelakang.

    Sekian ya Mas santri ndeso, mbok jangan tanya yang selain ini gito lo… he he he. Tapi itu memang romantika perjalanan hidup yang menarik untuk di simak. Jika kita mampu menyikapinya dengan matahati, bukan nafsu dan akal saja, maka insya Alloh kita bisa menemukan hikmahnya dan dapat mengambil kemanfaatan darinya.
    Wassalam.
    al Fakir, Muhammad Luthfi Ghozali

  30. Assalamualaikum P. Kyai

    Wah kok bisa ya P. Kyai digosipin jelek gak marah malah berterima kasih, Kebanyakan orang kan marah. Jarang lho yg bisa seperti P. Kyai.
    Pasti ada ilmu dan resepnya untuk bisa berlapang dada dan berterima kasih sama musuh.
    Bagi-bagi resepnya P. Kyai biar saya dan pembaca web ini bisa seperti itu.
    Kalau semua orang indonesia bisa seperti itu Asyik dong ? Indonesiaku jadi Damai dan Makmur.

    Mohon penjelasan resepnya ya P. Kyai, Terima kasih sebelumnya.
    Saya yg tinggal di Deso, tapi doain ya P. Kyai biar pikiran saya gak ikut Deso hehe.

  31. santri ndeso Berkata

    Assalamu’alaikum Wr. Wb
    Terima kasih jawabannya abah, semoga menjadi pelajaran bagi saya yang ndeso ini. Saya mau bertanya lagi, tetapi sebelumnya saya akan cerita dulu.
    Sebelum saya bai’at kepada Romo KH Asrory. sebenarnya saya sudah cukup lama melanglang buana dalam dunia tasawuf dan thoriqoh. Bahkan saya sudah pernah dibai’at oleh 6 orang guru mursyid, namun hati saya memang belum pernah sreg mengikuti beliau-beliau itu. Saya dibai’at karena sering sowan di kediaman beliau-beliau tersebut untuk ngangsu kaweruh.
    Kira-kira 8 th yang lalu, saat saya ikut sholat tasbeh di Masjid Baitur Rahman Semarang yang saat itu di-imami langsung oleh Romo KH Asrory Al Ishaqy r.a., saat itu juga saya berazam untuk bai’at kepada beliau. Alhamdulillah azam tersebut terealisasi.
    Sejak itu saya termasuk orang yang aktif mengikuti khususi yang diadakan di suatu tempat. Namun di tengah jalan saya pernah terserang penyakit malas, ya gara-gara tradisi ghosip tersebut. Hampir setiap akan dan sesudah khususi, jika ada orang nyebut GP pasti keluarnya yang jelek-jelek. Akhirnya saya putuskan untuk mencoba ikut khususi di GP, Alhamdulillah, barangkali di GP saya ketemu jodoh sehingga sampai saat ini saya aktif, meski di dekat tempat tinggal saya juga ada majlis khususi.
    Yang saya tanyakan,
    1. Mengapa hati saya masih belum bisa begitu saja menerima kenyataan dengan pandangan positif sebagaimana yang abah gambarkan dalam jawaban abah tersebut?
    2. Bagaimana caranya supaya saya bisa sampai disana, padahal perjalanan ini sudah cukup panjang dan melelahkan?
    3. Jika saya tidak mampu mencapainya, apa arti thoriqoh yang sudah cukup lama saya jalani ini?
    Mohon penjelasan dan bimbingannya abah. Semoga perjalanan panjang ini tidak sia-sia.

  32. Wa’alaikum Salam
    Yth, santri ndeso yang mulai tidak ndeso

    Salah satu tujuan kita berthoriqoh, yaitu bagaimana kita mampu menyepuh karakter manusiawi kita yang kurang terpuji menjadi akhlakul karimah. Tanpa pencapean tersebut berarti kita belum mampu menduduki makom ‘kholifah Alloh di muka bumi’, berarti pula kita belum mendapatkan potensi untuk meneruskan pancaran do’a guru-guru mursyid kita kepada keluarga kita dan sesama ikhwan thoriqoh. Untuk tujuan inilah maka secara khusus seorang guru mursyid mengangkat imam-imam khususi. Jadi, kedudukan imam khususi itu ibarat talang untuk mengalirkan air (masyrob/minuman ruhaniah) yang dipancarkan guru mursyidnya untuk menyirami bibit yang sudah ditanamkan guru mursyid tersebut di dalam bumi ruhani murid-mirudnya. Secara khusus setiap khususi, air masyrob itu dialirkan oleh imam khususi kepada jamaah yang dipimpinnya. Demikian beratnya tugas seorang imam khususi, makanya imam khususi tersebut harus dipilih langsung oleh seorang guru mursyid. Karena hanya guru Mursyid yang tahu, apakah orang tersebut mempunyai kemampuan atau tidak.

    Pencapean karakter kholifah tersebut manakala sifat-sifat manusiawi yang bisa menyebabkan rasa pemusuhan dalam hati kita sudah tercabut sehingga hati kita mampu menebarkan rasa persaudaraan fillah. Artinya, mampu memandang musuh dan teman dalam porsi yang sama, sama-sama disayangai sebagaimana orang menyayangi saudara kandung sendiri. Itulah karakter surgawi yang digambarkan Alloh dalam firman-Nya: ”Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan”(QS.al-Hijr/47)
    Jika orang berthoriqoh belum mampu mencapai hal tersebut, berarti dalam hati kita masih ada yang harus kita waspadai, barangkali di dalamnya masih terselip sifat hasud yang mematikan. Dari sifat hasud inilah yang akhirnya bercabang pinak menjadi kebiasaan-kebiasaan buruk yang bisa menyebabkan matahati kita menjadi buta dan mati. Wal Iyadzu Billah.

    Ketika amaliah thoriqoh kita sudah menunjukkan tanda-tanda ada hasilnya, yakni hati kita sudah mulai ditumbuhi rasa cinta, terutama kepada guru-guru dan kepada sesama ikhwan. Untuk menguatkan pencapean tersebut, maka ujian diadakan oleh Alloh. Sebagai tarbiyah azaliyah, kita dihadapkan dengan romantik fenomena yang terkadang tidak selalu menyenangkan hati kita. Alloh menegaskan sistem ujian ini dengan firman-Nya:”Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? – Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.(QS.al-Ankabut/2-3).
    Untuk efektifnya sistem tarbiyah Ilahiyah tersebut, maka tradisi ghosip mahal di kalangan kita itu memang harus ada. Namun demikian, jika kita tidak mampu menyikapi hal tersebut dengan arif, maka kita sendiri yang merugi, ndak pernah naik kelas dan menjadi orang ndeso selamanya, he he he.
    Adapun para pelaku ghosip tersebut, kan itu saudara kita sendiri, seperti di dunia kalangan Maha Siswa itu lo, para senior kan mendapatkan kesempatan ‘melonco’ para uniornya. Meminjam istilah Gus Dur, gitu saja kok repot…….
    Kalau ada pertanyaan: “Apakah orang yang suka menggosip itu tidak berdosa”. Jika hasil akhir dari perbuatan dosa tersebut berupa kebaikan, maka apa saja bentuknya berarti hakekatnya kebaikan, jika perbuatan tersebut mampu menjadikan orang menjadi baik, maka dia ikut mendapatkan bagian dari kebaikan tersebut. Seperti dokter itu lo, meski setiap hari pekerjaannya selalu menyakiti pasiennya dengan obat maupun injeksi, oleh karena tujuannya baik maka para Dokter itu mendapatkan penghargaan tinggi di masyarakat.

    Untuk supaya kita selalu dapat menyikapi fonomena tersebut dengan pandangan positif, hal itu tentunya ada kunci rahasianya, yakni kita harus mampu selalu berkhusnudz-dzon kepada Alloh SWT. Maksudnya, apa saja yang sedang terjadi di hadapan kita, kita harus yakini bahwa itu merupakan kebaikan yang didatangkan Alloh untuk kita. Jika kita mengetrapkan perasaan seperti itu secara spontan belum mampu, maka fungsi khususi kita pergunakan. Dalam khususi itu perasaan yang tidak enak tersebut kita lebur dalam samudera rahasia kepedulian dan do’a-do’a guru Mursyid kita yang sudah kita yakini mampu mengobati penyakit hati kita. Kehilafan para ikhwan itu kita maafkan di hadapan Alloh serta kita mintakan ampunan kepada-Nya. Kita yakin bahwa mereka itu di akhirat nanti akan menjadi saudara kita yang abadi.
    Itulah hakekat mujahadah di jalan Alloh. Hasil dari mujahadah tersebut, awalnya terkadang terjadi gejolak dalam dada kita, ada perasaan panas dingin yang membakar hamparan isi dada kita. Itulah bentuk proses pembakaran hijab yang menyelimuti langit dada seorang hamba yang sedang menempa jiwa di Kawa Candradimuka.
    Ketika proses pembakaran itu menunjukan hasilnya, maka seketika hamparan dada kita menjadi lapang, karena saat itu nur Alloh telah didatangkan sehingga yang asalnya samar menjadi cetto welo-welo, yang asalnya tidak faham menjadi faham. Jika gejala ini sudah bisa kita rasakan, maka kita wajib bersyukur, karena itu merupakan pertanda bahwa perjalanan panjang dan melelahkan itu sudah menampakkan buahnya. Jika anda tahu rahasia ini maka anda akan yakin bahwa tradisi ghosip itu memang kita butuhkan dalam komunitas kita. Silahkan mencoba, menjadi tukang ghosip atau yang dighosipi, he he he.

    Maaf ya teman-teman, barangkali saya ini Cuma ‘jarkoni’, bisa ujar tapi belum bisa ngelakoni. Tetapi ini adalah ilmu pengetahuan, jika kita jadikan tuntunan dan kita bersungguh-sungguh dalam mengetrapkan, insya Alloh pertolongan akan didatangkan. Sepanjang kesempatan masih terbuka, maka kita wajib menempa jiwa. Batasnya adalah pintu kematian, semoga kita menemukan kebahagian di sana. Amin Ya Rabbal Alamiin
    Al Fakir, Muhammad Luthfi Ghozali.

  33. SINAR MERAH Berkata

    Mohon maaf sebelumnya saya yang bodho ini ingin juga mau bersapa rasa dng temen-teman dan ingin belajar lebih banyak tentang hidup.IKHLAS dan SABAR…kata ini yang sering diajarkan oleh orang tua bahkan guru-guru kita, dalam hal ini kata ikhlas dan sabar sdh menjadikan konsep saya,baik dlm rumah tangga,kerja,maupun berteman tetapi dalam hal ini saya masih sering merasakan benturan-benturan yang panas dingin tatkala sya didholimi orang, yang mana orang tersebut adalah kawan sendiri, bahkan sdh saya anggap keluaga sendiri.Rasa jengkel,emosi,menyesal selalu menyelimuti hati dan fikiran saya.Didalam forum ini saya minta bimbingannya agar kata iklas dan sabar menjadikan kekuatan sejati dalam perjalanan hidup saya agar bisa bermanfa’at dan menjadikan saya lebih kuat.Bagaimana caranya untk menghilangkan rasa jengkel,emosi,yang selalu menyelimuti fikiran dan hati yang mana rasa jenkel,emosi itu yang notabene diawali oleh kepercayaan yang berimbas kemasalah-masalah pribadi…terimakasih atas bimbingannya.

  34. 1.Assalamualaikum Wr Wb.
    Untuk Sinar merah, izinkan saya untuk memberi masukan yg semoga juga bermanfaat untuk semua.

    Sabar itu bukan mengurut dada tapi menyadari segala sesuatu berproses
    ,Sabar menyatukan badan dan pikiran di satu tempat, masuk ke dalam kekinian dan menyatu dengan alam. Syukur adalah menyadari bahwa kita sudah memiliki ”modal” yang cukup untuk bahagia. Syukur mengisi pikiran kita dengan hal-hal yang telah kita miliki, meresapinya, dan menikmati setiap detailnya …..ini katanya Pak Arvan Pradiansyah

    Sabar dan Ikhlas itu memang 2 kata yg mudah dibaca tapi untuk bisa menjalankan dibutuhkan perjuangan.
    Allah selalu menguji keiklasan dan kesabaran kita. Biasanya menguji kita dengan orang yg kita tolong. Misal kita berniat membantu teman/sahabat kita dengan ikhlas tapi kebanyakan teman/sahabat yg kita tolong itu sering mendholimi kita atau mengkhianati kita, dari situ kita harus bener2 sabar menghadapi balasannya yg kurang baik dengan kita, dan kita harus tetap ikhlas dengan apa yg pernah kita berikan dengan tanpa mengungkit-ungkit pemberian itu dan jangan sampai hal itu kita ceritakan pada orang lain. Cukup Allah yang tau apa yg pernah kita berikan pada orang tersebut. Kalau kita memberinya dengan bener2 ikhlas pasti kita tidak akan pernah ngersulo/sakit hati/kecewa karena orang yg sudah kita bantu tidak berterima kasih/tidak tau diri/jadi mendholimi kita. Saya kira disitulah yg namanya ikhlas karena ketika kita memberi dengan harapan & tujuan kita hanya kepada Allah bukan orang yg kita bantu,dengan begitu apapun yg pernah kita berikan pada orang lain kita tidak harus berharap & menuntut orang tersebut harus baik pula pada kita biarkan Allah yang akan membalas kita. Dan jangan pernah lupa untuk selalu mendoakan orang2 yang selalu menyakiti/mendholimi kita.
    Tapi kalau diri kita sendiri yang menerima bantuan dari orang lain kita wajib berterima kasih dan jangan pernah lupa akan kebaikan mereka karena terima kasih kita suatu bentuk rasa syukur kita pada Allah.

    Segala puji hanya milik Allah,Sebelumnya saya minta maaf jika komentar saya ini masih kurang membantu “Sinar Merah” dan semoga bermanfaat buat semua pembaca web ini.

    Salam Ikhlas & Sabar
    Erma

  35. wong kota Berkata

    Ikut nimbrung, mau nambahi mBak Erma untuk SM
    Bener mBak, SM itu belum Sabar dan Ihlas, meminjam kata-kata Guru kita: “tetapi ngempet perasaan sabar lan perasaan ihlas”. Mas ati2 lo, yang bikin orang stres itu ya kayak gitu. Urusane ndak selesai, tapi atine semakin semerawut…… anggap aja kita buang angin belakang mas….orang yang ngerasain marah, kita tersipu-sipu….takut konangan…..he he

  36. SINAR MERAH Berkata

    Untuk kawanku ERMA dan WONG KOTA,terimakasih atas komentar dan sarannya….wah..wah aku jadi merinding dengar kata stres..jangan ah…

  37. Assalamualaikum

    P. Kyai apa bedanya antara Zakat , Shodakoh , dan Amal Jariyah.

    Terima kasih sebelumnya.
    Erma

  38. Assalamu’alaikum Wr Wb….

    Pak Kyai yang saya hormati…
    PAk Kyai….saya pernah dapet pertanyaan-pertanyaan ini dari para teman dan saudara saya

    1. Beda Haul sama Manaqib itu apa???wong sama2 wali kok yang di hauli atau di manaqibi…
    2. Katanya Ahli dalil(pak Kyai mungkin tahu maksdnya), Haul itu banyak terdapat kesirikan-kesirikan karena kok doa pke YA Syaikh Abdul Qadir..Ya wali quthb…bukannya harusnya mintanya sama Allah….kok mintanya sama yang sudah mati…
    3. Apa maksud ulama sufi dengan kata2nya kasihan mereka belajar kepada yang mati….saya belajar agama kepada yang Maha Hidup….soalnya kata2 ini rentan sekali atas hujah2 ahli dalil itu pak kyai…

    mohon maaf pak kyai….saya waktu ditanya g bisa ngasih jawaban yang pas…mungkin ada lebih baiknya tanya sama pak kyai…..terima kasih…semoga Allah senantiasa mencurahkan kasih sayangNya kepada para salikin…amin

    Wassalam

  39. sutarto na'im amjad Berkata

    assalamu’alaikum warohmatulloh wabarokaatuh…..

    dumateng romo yai luthfi ingkang kawulo ajeng2 barokahipun . . ., rodliyallohu ‘anka, waqoddasallohu sirroka … amin….,sa’derengipun kawulo bade nyuwun pangampunteng ingkang agung dumateng romo yai , dumateng sedoyo kelepatan lan keawonan kawula sahe menika ingkang lahiripunn…langkung2 dumateng kelepatan lan keawonan kawulo ingkang wonten bathinipun kawula……, mugi2 romo yai purun lan kerso paring pangampunten dumateng kawulo…, amin…….
    bade nderek tangled romo yai…., punopo hukumipun aqiqah dumateng tiyang ingkang sampun sEdo…., punopo sami kaliyan hukumipun qurban dumateng….tiyang ingkang sampun sEdo….,sa’derengipun matur nuwun…,
    wassalamu’alaikum.. warohmatulloh wabarokatuhh..

    ———————————–

    Mas Naim, rohimakalloh.
    Kalau menurut saya, aqiqoh itu hanya untuk orang hidup bukan untuk orang mati. Inipun saya tidak tahu dalilnya, hanya ikut dawuh Ulama. Mohon kaitan Fekih ini ditanyakan lagi kepada para Ahlinya. Nuwun

  40. Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Mohon Kerawuhannya Dalam Pengajian Ahad ke-2 dan Maulidurrasul SAW di Pondok Pesantren Assalafi Al-Fithrah, Jalan Kedinding Lor 99 Surabaya Pada Tanggal 8 Maret 2009. Dimohon Untuk Membawa Buah Lima Macam (Blimbing, Jeruk Bali, Manggis, Pisang dan Salak) Ditata Dalam Wadah (Cobek). Jazakumullah Ahsanal Jaza’
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

  41. Assalamualaikum Wr, Wb

    Jam berapa Pak ?
    Trus kenapa kok bawa buahnya ditentukan ? dan harus 5 macam ?
    Kalau kesana gak bawa buah boleh gak ? hehe

    Terima kasih Infonya,
    Erma

  42. Assalamualaikum wr, wb.
    Pak Kyai apa perbedaan kemanfaatan ikut khususi dan manakip.
    Terima kasih
    Idut

  43. Dua amalan tersebut merupakan amaliah yang didawamkan/di-istiqomahkan oleh orang-orang berthoriqoh, itu hanya mengikuti yang diamalkan oleh guru Mursyid kita. Amaliyah tersebut merupakan makanan spiritual/ruhani supaya iman kita semakin kuat dan thoriqoh kita semakin istiqomah. Seperti makanan lahir kita yang terdiri dari nasi dan lauk, kadang juga gado-gado dan nasi pecel kediri, itu supaya selara makan kita tetap terjaga, maka barangkali seperti itulah perbedaan kemanfaatan khususi dan manakib.
    He he he …. ada yang penting lagi selain itu, setiap minggu kita bisa saling silaturrahim dan ada kesempatan untuk melaksanakan dzikir berjamaah.

  44. Mohon maaf sebelumnya, Abah.
    Karena rasa malu atas kesalahan dan kekhilafan saya di depan Abah di masa yang lalu (walau pasti sudah dimaafkan) sehingga ada perasaan malu untuk bersilaturrahim secara langsung.
    Izinkan saya terlebih dahulu menceritakan keadaan istri saya yang dalam keadaan sakit “Kanker Payudara” telah dilaksanakan operasi dan penyinaran. Ternyata telah menyebar ke Paha, sehingga tidak bisa untuk berjalan. Ikhtiar lahir sudah kami lakukan ke Rumah Sakit baik Kraton maupun di Karyadi.
    Mohon agar ikut didoakan secara khusus untuk kesembuhan dan kesehatannya.
    Atas doa dan kebaikan semuanya, kami sampaikan terima kasih teriring doa : Jazakumulloh akhsanal jaza’.

  45. Maaf menambah konsultasi sebelumnya. Nama istri saya adalah
    SUSANTI binti SUTARDJO-AMBARIYAH.

    Matur nembah nuwun.

  46. Kata orang tiada gading yang tidak retak, apalagi manusia. Jika dalam pergaulan ada salah maka itu biasa. Meskipun itu sesungguhnya bukan kesalahan tapi kehilafan.
    Seandainya tidak ada orang berbuat hilaf kepada kita, terus siapa yang akan kita maafkan…???. Kapan kita mendapatkan pahalanya memaafkan orang lain..???
    Maka orang berbuat salah itu sesungguhnya telah memberi kesempatan kepada yang disalahi untuk mendapatkan ‘pahala memaafkan orang lain’ dari Alloh Ta’ala. Jadi, seharusnya saya dari dulu mengucapkan terima kasih kepada Anda, oleh karenanya sekarang saya mohon maaf …karena saya terlambat mengucapkan terima kasih kepada Anda. Matur suwun geh Mas….
    Insya Alloh nanti saat khususi akan kita bacakan fatehah secara berjamaah. Semoga Alloh memberi kesemuhan kepada Istri Anda.

  47. Terima kasih atas wejangan, bantuan dan doannya. Selanjutnya kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaksopanan kami ini.

    Matur nuwun sanget, Abah.

  48. Assalamualaikum wr,wb
    Seandainya 80% saja dari penduduk Indonesia tercinta ini, bisa mengakui kesalahan , memaafkan dan mengambil hikma baiknya kayak Pak Kyai dan Pak Akhsanil ini.
    Wahh.. pasti Damai sentosa Deh..

    Semego Jadi panutan kita semua.Amien
    Idut

  49. Lisa Rahadi Berkata

    HHmmm….nice comment Abah,

    Mas Idut, kalau orang yang maqomnya sudah tinggi ya kayak Abah ini. Tidak ada dendam, tidak kotor hatinya. Tapi untuk mendapatkannya, pasti perlu berusaha keras. Karena Abah sudah tau, tidak ada yang tidak mungkin selama di dunia ini, tidak ada yang kekal…..so….yo wis, jalanin aja. Biar marah sampai keluar tanduknya pun tidak menyelesaikan masalah……bener nggak Bah…Buang-buang energy ya bah. Rugi lagi…. :)

    Wassalam,

    lisa rahadi
    http://lisarahadi.multiply.com

    ——————————–

    Amin mBak Lisa, semoga perbuatan dan hati kita sama dengan ucapan kita. Kita juga diberi kekuatan dalam menghadapi ujian hidup sehingga kita mampu menjalaninya sampai akhirnya mendapatkan husnul khotimah. Amin

  50. MAJLIS DZIKIR
    MAULIDDUR ROSUL MUHAMMAD SAW
    HAUL AKBAR KANJENG SUNAN GIRI KE-503
    TAHUN 1430 H ~ 2009 M

    SABTU MALAM AHAD
    21 MARET 2009
    18.30 WIB (BA’DAL MAGHRIB)
    HALAMAN PARKIR BAWAH MAKAM SUNAN GIRI & SEPANJANG JL. SUNAN GIRI

  51. MAJLIS DZIKIR & MAULIDDUR ROSUL MUHAMMAD SAW TAHUN 1430 H ~ 2009 M

    RABU MALAM KAMIS
    1 APRIL 2009
    18.30 WIB (BA’DAL MAGHRIB)
    MASJID BABUS SALAM KEC. BANDAR KAB. BATANG, JAWA TENGAH

    INSYA ALLAH AKAN DIPIMPIN OLEH KH. MUNIR ABDULLAH

  52. Diberitahukan bagi seluruh Jama’ah Al-Khidmah dimanapun berada bahwa pada hari Selasa, 07 April 2009 ba’da Subuh di Pondok Pesantren Assalafi Al-Fithrah Kedinding Surabaya akan dilaksanakan Mubaya’ah (setelah Haul di Pondok Jatipurwo). Mohon disebarkan kepada jamaah yang lain.

    Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

  53. Assalamu’alaikum murid tambeng, saya mau nanya, yang acara di jatipurwonya jam berapa???

  54. Insya Allah hari Senin malem Selasa ba’da maghrib 06 Apriil 2009 di pondok Jatipurwo, Selanjutnya ba’da subuh di pondok alfitrah

  55. Assalamu’alaikum wrwbt kpd segenap jama’ah ALKHIDMAH serta Muslimin wal Muslimat.
    Mengharap kehadiran & do’anya di dalam “Majlis Dzikir/MaulidurRosul/Manaqib/Khoul Akbar Simbah Abdurrahman” pada Hari Rabu-Khamis (15-16April 2009), Insya’ALLAH akan dilaksanakan Ganjur Godho Mustoko di Ngroto, Gubug, Grobogan, Jawa Tengah
    Acara akan bertempat di Masjid Jami’ Ngroto (Depan ndalem Alm.K.H MAsduri Damanhuri) dan di Area Makan Simbah Ganjur serta Musholla Jami’ Utsmaniyah/Nurul Huda(Depan ndalem Romo Kyai Haji Munir Abdulloh)

    Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

  56. Mohammad Arief Barata Berkata

    Assalamu’alaikum wr.wb,
    Mohon penjelasan Abah kyai, apa bedanya antara guru mursyid dan guru agama pada umumnya / ustadz. Bagaimana menemukan guru mursyid? Terimakasih Abah..

    —————————-

    @ Yth Mas Arif Barata
    Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas kebaikan Anda kepada santri yang mengantar buku, semoga Alloh melipatgandakan pahalanya, amin.
    Guru Agama/Ustadz adalah orang yang mengajarkan ilmu Agama, adapun guru Mursyid adalah orang yang membimbing ruhani kita dalam melaksakanan ajaran tersebut. Untuk mencari guru Mursyid ini memang bukan hal yang sederhana dan muda. Insya Alloh dalam kesempatan yang lain saya bisa berbagi dengan teman-teman disini.
    Wasalam

  57. Mohammad Arief Barata Berkata

    Alhamdulillah, bahagia rasanya bertemu dengan santri-santri Abah. terimakasih Abah Kyai, jawaban Abah cekak aos tapi mentes.Tadi malam saya mulai baca buku Tawassul, alhamdulillah secara tidak sengaja saya mendengar tauisyah Romo KH Asrory tentang alam barzah dari radio milik tetangga saya yang distel keras tapi orangnya keluar. Jadi terdengar jelas dari rumah saya karena gandeng tembok. Subhanallah, saya lagi baca nama beliau tiba-tiba sudah dengar suara Beliau. Do’kan Allah memberi petunjuk dan kepahaman kepada saya ya Abah.

  58. Query Berkata

    assalamu’alaikum Abah, salam taklim saya sampaikan, Abah ada pertanyaan yg ingin sy sampaikan, Apakah kt bs mengikuti/nderek Khususi secara tdk langsung ? Kalau bisa apakah bgm caranya Abah ? Mohon maaf sebelumnya , dan bila hal ini khusus mohon bisa di e-mail saja, terimakasih

    ——————–

    admin,
    maksudnya ikut khususi tidak langsung itu bagaimana ….??

  59. Query Berkata

    Maksudnya gak datang ke tempat acara tapi kita tahu bahwa pada jam tersebut dilakukan acara khususi,..mohon jawabnya maturnuwun

    ——————

    dalam hadis Nabi disebutkan: “Orang akan dikumpulkan dengan yang dicintai di hari kiamat”
    ya khususi sendiri tapi hatinya ngyetrum ….. hehehe …. kirim fatehah gitu lo …. gita aja kok repot

  60. myrossa Berkata

    selama jalan yaii :( ( aku sedih sekali, haul akbar terakhir adalah moment paling indah bersama guru ku tercinta … ya allahhhh, berikanlan tempat yang mulia dan yang setinggi2nya buat yai ….. :( ( … sedih, sangat sedih sekaliiiii :( ~

  61. junaedi Berkata

    siapa pengganti KH.asrori usman yang telah tiada

  62. Mukhaelani Berkata

    Senang sekali rasaya bisa bersilturrohmi lewat forum seperti ini sehingga dapat menambah wawasan keagamaan kita. Ingin rasanya aku ikut pada forum-forum dzikir, seperti makakib, maulidurrosul dan sebagainya, namun sebagai buruhnya negara, kegiatan dinas seringkali menyita waktu. Semoga orang seperti saya dapat membagi waktu dengan semaksimal mungkin sehingga disamping dapat menjalankan tugas dinas sebagai wujud hubbul wathon, juga dapat berkumpul dengan hamba-hamba Allah yang kinasih dan taat beribadah.

  63. assalamualaikum wr wb. sebelumnya perkenankan sy tuk memperkenalkan diri dan ikut nimbrung di web ini.sy adalah salah satu pemerhati dan pecinta Al khidmah.Terlepas dari gosip gosip yg beredar sy punya uneg uneg alangkah indahnya dan senangnya guru kita, bila kita bisa guyup rukun dan saling membantu,menyadari kekurangan dan kelemahan kita utk mewujudkan cita cita dan perjuangan HADROTUSSYEIH ROMO YAI AHMAD ASRORI AL ISHAQI R A.

Tinggalkan Balasan