FORUM (Konsultasi & Diskusi)

al-fthrah-bismillah1

Assalamualaikum Wr. Wb

Mengikuti permintaan dari para ikhwan, rubrik ini diadakan. Di forum konsultasi dan diskusi ini kita bisa ungkapkan uneg-uneg. Anda boleh bertanya dan boleh menjawab, ponpesalfithrahgp mencoba menengahi dan bila perlu menjawab semampunya. Pertanyaan tersebut boleh tentang apa saja, diutamakan yang berkaitan dengan romantika kehidupan manusia dilihat dari sudut pandang ilmu agama. Namun tentunya yang dapat membawa kemanfaatan banyak orang, bukan sebaliknya. Bismillah, …….semoga Allah s.w.t memberikan hidayah kepada hamba-Nya yang beriman dan bermanfaat untuk kita semua.

Waalaikumsalam Wr.Wb

165 comments on “FORUM (Konsultasi & Diskusi)

  1. Assalamualaikum Kyai.
    Pada rubrik forum ini izinkan saya menyampaikan beberapa pertanyaan, terkait dengan ganjalan saya yang selama ini tidak kami ketahui dan pahami, yang sampai saat ini belum mendapatkan jawabannya.
    1. Mengapa kaum Yahudi dan nasrani itu dalam Al Quran disebut ”Ahlul Kitab”? Dan apa sich yang dimaksud ahlul kitab itu?
    demikian jika ada salah-salah tulis semoga Allah mengampuni. Amin
    Waalaikumsalam wr wb.

  2. Waalaikumsalam Mas Gilang, maaf baru bisa jawab pertanyaan anda. Kaum Yahudi dan Nasrani disebut ahli kitab karena mereka itu mengikuti kitab-kitab terdahulu yang diturunkan Allah SWT. sebelum al-Qur’an. Yang dimaksud ‘ahli kitab’ dalam al-Qur’an adalah golongan Bani Isra’il yang tidak mau mengikuti al-Qur’an tetapi mengikuti kitab-kitab terdahulu yang diturunkan sebelum al-Qur’an, namun tentunya kitab-kitab tersebut yang masih asli dan belum ada perubahan dari ulah manusia. Adapun seperti orang kistiani yang tinggal di Indonesia, mereka itu tidak termasuk ahli kitab tersebut. Hal itu disebabkan, disamping mereka itu bukan Bani Isra’l, juga karena kitab-kitab yang mereka ikuti sekarang ini bukan kitab yang asli melainkan sudah banyak terjadi perubahan oleh rekayasa manusia.

  3. Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

    Mohon maaf, kami hendak bertanya mengenai sumber (ruhaniah) penyakit. Benarkah kesalahan terhadap sesama baik terhadap suami, istri, anak atau siapa pun, dapat menyebabkan tubuh menjadi (merasakan) sakit seperti umumnya penyakit di badan? Mohon wejangan dan penjelasannya. Terima kasih atas jawaban dan peduli kasih terhadap kami.
    Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

  4. Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

    Perkenankan kami untuk mengajukan pertanyaan mengenai doa berkaitan dengan taqdir. Lebih baik mana mengajukan doa untuk anak.
    1. Ya Allah, jika anak ini kelak durhaka kepada-Mu. Ambillah saat ini juga.
    2. Ya Allah, jika anak ini kelak durhaka kepada-Mu, ubahlah taqdirnya menjadi taat kepada-Mu.
    Mohon penjelasan dan wejangannya.

    Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

  5. Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Untuk Penidur dari Barat. Memang penyebab awal dari sakit yang dimaksud adalah kesalahan, namun itu kesalahan yang dipikir terus sehingga menjadi trauma. Merasa salah itu baik, tetapi kalau berlebihan menjadi tidak baik. Rasa sakit tersebut terjadi akibat adanya ketidakseimbangan antara emosional, rasional dan spiritual sehingga pikiran orang menjadi bleng. Saat bleng itu orang bisa kemasukan angin, la angin yang masuk inilah yang menjadikan badan menjadi sakit. Kalau angin tersebut angin lahir, maka cara penyembuhannya mudah, kerokan atau minum jamu tolak angin insya Allah beres. Yang dikawatirkan adalah angin dimensi jin, maka cara penyembuhannya harus ditangani oleh ahlinya. Terima kasih.

    Untuk Citra
    Meskipun takdir Allah itu merupakan hal yang rahasia, tetapi bisa dibaca melalui tanda-tandanya. Kepedulian orang tua terhadap kesholehan anaknya merupakan tanda-tanda takdir baik untuk anak tersebut, tinggal orang tua menindaklanjuti dengan usaha secara sungguh-sungguh. Maka sebaiknya kita tidak do’a seperti keduanya tetapi sebagai berikut; Ya Allah jadikanlah kami, istri kami dan anak-anak kami menjadi hamba-Mu yang sholeh, selanjutnya do’a tersebut kita tindaklanjuti dengan amal sholeh.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

  6. Assalamu’alaikum wr wb.

    Sungkem saya katur Pengsuh rubrik kosnsultasi,
    sekiranya berkenan, mohon dijelaskan jika ada penjelasannya, karena selama ini saya belum menemukan jawabannya. Tentang alam dan mahkluk penghuninya, saya hanya ingin mencoba untuk membaca, mendengar dan bersyukur kalau-kalau sampai pada bisa mengenal dan memahami, mengetahui tak lebih dari itu. Karena apa-apa ini adalah ciptaan dan milik Allah.

    Mohon dijelaskan:
    – Nama-nama alam serta nama-nama mahkluk penghuninya.

    Alhamdulillah.

    (Rachmat Giling)

  7. Assalamu’alaikum wr wb.

    Sungkem saya katur Pengsuh rubrik kosnsultasi,
    sekiranya berkenan, mohon dijelaskan jika ada penjelasannya, karena selama ini saya belum menemukan jawabannya. Tentang alam dan mahkluk penghuninya, saya hanya ingin mencoba untuk membaca, mendengar dan bersyukur kalau-kalau sampai pada bisa mengenal dan memahami, mengetahui tak lebih dari itu. Karena apa-apa ini adalah ciptaan dan milik Allah.

    Mohon dijelaskan:
    – Nama-nama alam serta nama-nama mahkluk penghuninya.

    Alhamdulillah.

    (Ridho Assidiqi)

  8. Maaf kepada pengasuh rubrik Konsultasi, ada dobel pertanyaan dengan nama yang berbeda, karena ada trobel di komputer kami dalam mengirim pertanyaan WEBLOG ini. Nuwun.

  9. Assalamu’alaikum wr wb.
    Untuk Rahmat giling
    Pertanyaan anda kaitan nama alam serta penghuninya, maaf kami tidak mampu menjawabnya. Karena kami tidak menguasai tentang ilmu tersebut. Nuwun

  10. Wah mas Rahmat Giling kok bertanya yang aneh tho?
    Yang namanya alam semesta ya diperuntukkan untuk kita manusia, berarti alam semesta penghuninya ya cuma manusia, eeehh tapi ini menurut saya lho mas Giling, maaf ya karena aku juga belum pernah lihat dalilnya.
    Tetapi saya pernah mengunjungi kuil dan klenteng-klenteng orang agama Kong Hu Cu waktu saya sedang KKL arsitektur, disetiap klenteng itu menyebutkan adanya Dewa Langit, Dewa Bumi, Dewa Api, Dewa Air dan lainnya pokoknya banyaklah dan mereka para dewa punya nama sendiri-sendiri lho, tapi namanya kok nama cina semua ya? emangnya alam semesta ini kepunyaan orang cina thok apa ya? lha terus kalau Dewa Bumi di Indonesia kita kasih nama siapa ya? eehh bagaimana kalau kita kasih nama Dewa SBY saja gimana? kan presiden kita pak SBY he he…
    Maaf mas gilang saya cuma bergurau saja lho? biar seru gitu lhoohh…

    Thank you.

  11. Assalamu’alaikum wr wb

    Saya ada usul kepada pengasuh webblog ini, bagaimana kalau di web site Al Fithrah Kedinding juga ada blogroll yang bisa di klik ke webblog ini, karena kita sudah mencantumkan web site Al Fithrah kedinding pada blogroll kita.
    Diusulkan saja kepada pengasuh web site Al Fithrah Kedinding supaya ada alamat webblog kita disana, karena setelah saya melihat web site Al Fithrah Kedinding ternyata tidak komplit dan meriah seperti webblog ini.
    Saya kasihan dengan teman-teman yang sudah akses kesana dan ternyata tidak mengetahui webblog kita padahal di webblog ini kan banyak pengetahuan yang bisa digali dan terutama buku-bukunya yang sangat bermutu itu lho.

    Terimakasih pak Kyai

  12. Terima kasih atas segala jawaban pengasuh.
    Segala puji bagi Allah yang mencipta segala sesuatunya.
    semoga pecinta WEBLOG ini selalu mendapat bimbingan Allah SWT.
    Amin….. amin……amin.

    Ntar ya, mau ngelanjutin kerja.

  13. Assalamu’alaikum wr.wb

    Pak Kyai, perkenankan saya menyampaikan sedikit permasalahan khususnya yang menyangkut kaum HAWA (perempuan) setiap bulan seorang wanita mengalami siklus adanya tamu tak diundang yaitu haid/mentruasi/datang bulan. pertanyaan saya apakah ada dalilnya apabila seorang perempuan pada saat datang bulan/menstruasi tidak diperkenankan mandi keramas sampai dengan selesainya datang bulan tersebut..? karena pada saat saya berobat ke seorang tabib(sinse) katanya seorang wanita tidak boleh keramas apabila sedang dalam datang bulan.mens, dan apabila dia melakukannya akan berakibat ke rahimnya atau akan mudah sakit, entah sakit kepala pusing terus-menerus dsb. terima kasih pak kyai semoga berkenan menjawab pertanyaan saya.

    Wassalamu’alaikum wr.wb

  14. Ass. Wr. Wb
    Yth, Putri
    Dalam Islam tidak ada larangan bagi orang yang sedang datang bulan untuk mandi keramas. Dalam kaitan sakitpun, menrut saya ya tidak apa-apa orang lagi mens mandi kramas. Bahkan kalau mandi kramas ya lebih seger. Hanya saja kaitan rambut yang rontok, menurut ilmu fekih itu ada beberapa pilihan. Yang paling hati2, selama mens rambut yang rontok dikumpulkan, saat suci terus disucikan. Pendapat yang lain, yang disucikan ya yang ada saat suci itu saja. Namun kaitan sakit, kalau anda sudah mantep dengan tabib yang satu, ya silahkan diikuti saja, supaya hati jadi mantep. Soalnya kalau kita ragu, apalagi kuwatir berlebihan, hal itulah yang bisa menjadi penyebab masalah.
    Was. Wr. Wb

  15. Assalamu’alaikum wr.wb

    Alhamdulillah, baru 3 bulan Blog ini bayak yang mampir dan menimba ilmu yang insya allah bermanfaat bagi kita semua amin.
    dalem nderek mampir, mbok bilih dipun keparingaken
    1. bade kirim salam dumateng konco2 pondok, poro sesepuh ( pak sharoni, Ust mujib, Ust Aziz, Ust 2 semua yang ada.
    2.Foto ingkang terlampir puniko haul pondok tahun pinten geh (yen mboten salah tahun 2004) dateng masjid enggal geh?

    Wassalamu’alaikum wr.wb

    Nuhun

  16. Ass wr wb.
    Untuk Den Baguse Ngarso, kayaknya ya benar kata sampeyan, pertanyaan saya memang aneh2. saya juga binggung kenapa pertanyaan saya aneh2, doain semoga aku nggak aneh2 aja, hiiiiiiiii……. aku takut kalau2 aku aneh. Wah piye tho kok masih aneh2 gini, biar gak aneh, mungkin Den Ngarso bisa ngajari saya, bagaimana cara-cara aneh tetapi tidak nampak aneh gitu. Atau bisa jadi malah muncul aneh-aneh lain. Wah mumet aku, kepada pengasuh mohon diberi resep bagaimana cara mengatasi mumet yang disebabkan kerena aneh-aneh.

    Udang galah joko sembung
    jika ada salah, masih tetap nyambung
    Wass wr wb.

  17. Itu namanya bukan aneh2, tapi nganeh-nganehi, itu tandanya orang pinter. Yang ditanyakan itu mestinya dak aneh-aneh, memang merupakan sesuatu yang harrus kita pikir. La wong jamane wes nganeh-nganehi, soale menungsone wes podo nganeh-nganehe, mangkane awak dewe juga jadi ikut nganeh-nganehi. Tentang alam-alam itu, kalau dijawab, kita dikira nganeh-nganehi, betul dak……? Resepe…. he he he aku juga dak ngerti.

  18. Ass.wr.wb
    Pak Giling sebetulnya pertanyaan mengenai nama2 alam dan makhluk penghuninya adalah pertanyaan yang bagus dan pak Giling pasti juga pernah tau dan pak Kyai juga tau tapi sama2 gak mau tau ya jadinya aneh dan nganeh-nganehi, saya yang membaca jadi tertawa sendiri hi hi hi……
    Tapi sebaiknya jangan ditanyakan dan dijawab lagi biar orang2 yang membaca jadi tidak ikut kena penyakit nganeh-nganehi hi hi hi….

    Was.wr.wb

  19. Wah..wah…. kok semuanya jadi nganeh-nganehi…. gimana nich…
    supaya gak nganeh-nganehi……, jangan yang aneh-aneh dech… yang pasti dan jelas aja asal dan usulnya….

  20. Ass. izinkan saya menyampaikan beberapa pertanyaan, terkait dengan ganjalan saya yang selama ini tidak kami ketahui dan pahami, yang sampai saat ini belum mendapatkan jawabannya.

    Berbuatlah, maka sesungguhnya segala sesuatu akan dimudahkan bagi apa yang akan diciptakan baginya”
    Kemauan yang menggelora tidak akan mampu menembus tirai takdir”.
    Kok ada pertentangan ya antara perintah untuk berusaha dan usaha yang sia sia karena takdir yang sudah ditetapkan.
    Mohon penjelasan?
    Wassalam

  21. Ass. Untuk wong ganteng Yth.
    Pertanyaan anda 1 (Berbuatlah, maka sesungguhnya segala sesuatu akan dimudahkan bagi apa yang akan diciptakan baginya) adalah ungkapan hadits Nabi s.a.w, sedangkan yang 2 (Kemauan yang menggelora tidak akan mampu menembus tirai takdir) adalah ungkapan Syekh Ibnu Atho’ilah. Kedua ungkapan tersebut apabila digabungkan untuk dijadikan dasar amal perbuatan atau usaha justru akan sangat cocok.
    1. Supaya amal usaha kita minimal tidak melenceng dari ketetapan azaliyah maka hadits Nabi s.a.w di atas dijadikan dasar. Dalam arti, ketika usaha kita mendapatkan kemudahan berarti insya Allah akan mendapat keberhasilan.
    2. Ketika usaha yang kita lakukan dengan sungguh-sungguh sudah berjalan, maka ungkapan yang kedua kita jadikan dasar. Dalam arti, kita hanya melaksanakan usaha, sedangkan hasilnya kita serahkan kepada ketetapan Allah yang azaliah tersebut.
    3. Dengan demikian itu, meskipun seandainya usaha yang kita lakukan tersebut secara lahir ternyata gagal, tetapi secara batin sesungguhnya berhasil, karena dengan usaha itu kita mendaptkan pahala.
    4. Mohon maaf, oleh karena pertanyaan ini mengenai hal yang memang berat untuk difahami, jika kita belum menemukan titik pemahaman silahkan dikejar dengan pertanyaan lagi atau teman yang lain boleh menjawab. Hal tersebut semata disebabkan karena keterbatas ilmu pengasuh rubrik ini. (malfiali)

  22. Assalamu’alaikum.
    Kepada pengasuh, saya tidak tau maksud dari Quran atau hadits nabi s.a.w yang artinya kurang lebih dan kalau tidak salah:

    1. Kenalilah dirimu maka engkau mengenal AKU.

    2. Aku ciptakan berbeda-beda agar engkau saling mengenal.

    Mohon penjelasan, jika ada salah mohon dimaafkan.
    Wassalamu’alaikum.

  23. Wa’alaikum Salam. Wr. Wb.
    Untuk Maya Yth,
    A. Pertanyaan 1(hadits yang artinya kurang lebih;”Siapa kenal dirinya maka kenal Tuhannya). Maksudnya: Disitu berarti Nabi s.a.w memberi isyarat bahwa jalan untuk mengenal Tuhan itu dengan mengenal diri sendiri. Semisal orang sombong karena cantiknya misalnya, hal itu boleh jadi disebabkan karena orang tersebut tidak mengenal dirinya dalam beberapa hal. 1. Dia lupa bahwa kecantikan itu anugerah Allah bukan ciptaannya sendiri. 2. Dia lupa bahwa seandainya ia tidak mandi 3 hari saja kecantikan itu pasti pudar. Maaf ya ini sekedar contoh yang mudah. Ketika dia sadar bahwa segala kelebihan tersebut merupakan anugerah Allah maka hatinya akan tunduk dan bersyukur kepada-Nya.
    B. Pertanyaan 2 {(al Qur’an yang artinya kurang lebih:”Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal”.(QS.al Hujaraat/13)}. Disini menunjukkan bahwa perbedaan yang ada tidak untuk saling menyalahkan dan menjatuhkan tetapi untuk saling mengenal dan bersilaturrahmi.
    Allahu A’lam. Was.

  24. Mohon ijin bertanya Abah,
    Bagaimana cara kita bisa mengikuti jalan guru padahal kita berada pada ruang dan waktu yang berbeda ( jarak dan tempat yang jauh ) misalnya dalam acara Manaqib atau Khususy kita ingin sekali ikut tapi terpaut jarak dan apakah kita bisa mendapatkan pengakuan bahwa kita pengikut beliau dan kita menganggab Beliau sebagai mursyid ? apakah harus dengan Bai’at ?

  25. Buat Syafira Yth,
    Adanya ruang dan waktu itu cuma di dunia lahir(Bumi). Di dunia internet saja sudah tidak ada jarak apalagi di dunia batin (ruhani), itu disebabkan adanya jaringan(network). Orang bertawasul itu membangun jaringan secara ruhani dengan orang yang ditawasuli. Makanya kalau tawasul seorang murid kepada guru mursyidnya itu benar, berarti dia mendapatkan terbukanya hubungan (futuh) secara ruhani kepada gruru mursyidnya, Artinya, di ruangan hati(wijhah)nya sudah tidak ada jarak lagi dengan ruangan hati (wijhah) guru mursyidnya, seperti orang chating itu lo. Hasilnya, dia akan mendapatkan rahasia sumber ilmu laduni dari rahasia sumber ilmu laduni guru mursyidnya. Untuk hubungan seperti ini seorang murid harus Bai’at kepada Guru Mursyidnya. Ini merupakan keutamaan thoriqoh yang bisa dirasakan di dunia, yakni seorang murid mendapatkan kemudahan hidup (inayah) dari Allah Ta’ala dari rahasia keberkahan Allah yang diberikan melalui Guru Mursyidnya.
    Jika yang diharapkan dengan hubungan itu (dalam acara Manakib) supaya dapat berkumpul di hari kiamat, tanpa Bai’at bisa. Asal hati seseorang cinta kepada seseorang, maka di hari kiamat orang tersebut akan dikumpulkan dengan orang yang dicintai (Seseorang akan dikumpulkan di hari kiamat dengan orang yang dicintainya. al Hadits). Namun, supaya orang dapat mencintai seseorang sehingga dapat melaksanakan tawasul dengan benar dan sempurna (dalam acara Khususi), orang tersebut secara lahir harus mempunyai ikatan yang benar dan sempurna kepada orang yang ditawasuli, maka untuk inilah seorang murid harus Bai’at kepada Guru Mursyidnya. Allah A’lam.

  26. Assalamualaikum wr wb Abah.
    Maaf ada beberapa pertanyaan ini, Mohon penjelasan, dan sebelumnya saya ucapkan terima kasih .
    1. Bagaimana caranya untuk menjaga hati supaya selalu khusu’ hanya kepada Allah .
    2. Bagaimana mengirim tawasul dengan kwalitas yg bagus.

    Terima kasih, Semoga bermanfaat untuk semua.

  27. Wassalam, untuk erma Yth.
    1. Hati khusu’ itu bukan sesuatu yang datang dengan sendirinya, tetapi harus dikondisikan secara istiqomah, yakni dengan menerapkan ilmu dan pelaksanaan amal di jalan(thoriqoh) yang benar. Itulah yang disebut buah ibadah yang dapat dirasakan di dunia, karena dengan hati khusu’ tersebut ibadah kita dapat terasa nikmat. Dengan hati khusu’ itu pertanda hati atau ruhani kita dalam keadaan sehat wal afiat. Namun oleh karena segala sesuatu yang di dunia itu sifatnya fluktuatif, atau naik turun, maka hati khusu’ juga demikian. Terlebih urusan hati atau ruhani yang penyakitnya jauh lebih banyak daripada penyakit di luar hati, maka menjaga kesehatan ruhani itu tentunya jauh lebih sulit daripada menjaga kesehatan badan. Jadi, jika kita yakin behwa kehidupan akhirat lebih baik bagi kita daripada kehidupan dunia, insya Allah hati kita akan menjadi khusu selamanya.
    2. Tawasul yang baik itu jika mendapatkan bimbingan yang baik. Dalam kaitan ini banyak hal yang tidak dapat disampaikan dengan behasa tulisan, tetapi harus dicapai dengan cara dialog interaktif. Barangkali dengan chating bisa, insya Allah.

  28. Assalamualaikum wr wb
    maqom asbab berusaha dulu baru kemudian mereka bertawakkal.
    maqom tajrid adalah orang yang bertawakkal terlebih dahulu baru berusaha.
    kita didudukkan dalam makom asbab, bolehkah kita bertawakal dulu baru berusaha?
    krn menurut pemahaman saya segala sesuatu adalah seijin allah.
    kalo berusaha dulu baru tawakal seolah olah kita mampu mengerjakan sesuatu tanpa se ijin allah, kalo gak berhasil mereka baru bertawakal.
    kalo pemahaman sy salah mohon pencerahannya.

  29. Abah terima kasih atas jawaban pertanyaan sebelumnya, namun ada yang masih penasaran nih, tentang Apakah ada solusi kita ingin hadir dalam acara Khol, Manaqib atau Khususy namun kita tidak dapat hadir karena tempat yang jauh , apakah ada caranya Abah ? kemudian tentang Bai’at apakah wajib seperti penjelasan Abah tersebut atau cukup dengan silaturahmi maka kita bisa mendapat pengakuan dari Guru Mursyid ?

  30. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
    Untuk Wong Ganteng, terima kasih. Ini juga merupakan pencerahan bagi saya.
    Manusia sebagai kholifah bumi yang artinya sebagai sumber daya bumi, memang harus berusaha. Itulah yang namanya amal, asal amal tersebut diniatkan ibadah yang ihlas, manusia akan mendapatkan pahala dan derajat di sisi Allah. Untuk melaksanakan amal tersebut manusia dibagi dalam dua maqom, tajrid dan asbab. Sesuai dengan maqomnya itu manusia memperbanyak amal sebagai perwujudan ibadah kepada Allah. Ini pemahamanku lo Kang, pemahaman tersebut belum tentu benar, karena itu hanya sebagai interprestasi dari ungkapan Syekh Ibnu Atho’illah yang Mulia. Jika teman-taman mempunyai pemahaman lain silahkan membagi ilmu pengetahuan di sini, insya Allah dapat pahala. Amin.

  31. Untuk Syarifa Yth,
    Seperti orang yang sudah membaca dua kalimat syahadat di depan para saksi berarti secara syar’i sudah diakui sebagai umat Islam, maka demikian pula orang yang bai’at di depan guru mursyidnya berarti secara syar’i dia sudah diakui sebagai murid thoriqoh. Adapun pengakuan guru mursyid terhadap muridnya, hal tersebut adalah hak seorang guru mursyid yang tentunya bukan wilayah yang bisa kita bahas di dalam farum itu, terlebih lagi karena pengasuh Web ini bukan seorang mursyid. Sebenarnya banyak hal tentang ilmu thoriqoh ini tidak dapat dibicarakan secara umum, karena menyangkut amaliyah batin dan keadaan yang memang harus tetap dalam kerahasiaan, seperti contoh pertanyaan anda tentang solusi kaitan tidak bisa hadir di acara Khol, Manakib dan Khususi, pertanyan seperti itu lebih tepat sekiranya jika ditanyakan secara pribadi. Mohon maaf apabila pertanyaan tersebut tidak dapat terjawab dengan tuntas. Wassalam

  32. Assalamualikum wr wb Abah,
    Maaf mau tanya lagi, Dalam beribadah katanya ada tingkatannya. Ada Tingkatan seorang Pedagang , Tingkatan seorang Budak dan Tingkatan Seorang pecinta Sejati. Bagaimana untuk bisa menuju pada tingkatan Seorang pecinta Sejati, Sedangkan diri ini hanya seorang hamba sahaya yg pendosa,fakir dan lemah ?
    Mohon penjelasannya , Terima kasih sebelumnya dan semoga penjelasan dari Abah menjadikan pencerahan bagi saya dan semua pengunjung web ini. Amien 3x.

  33. Wa’alaikum Salam.
    Untuk erna yang baik, meminjam istilah jawa “weteng tresno jalaran songko nggelibet, eh kulino”, maka sorang hamba yang pencita sejati itu hatinya selalu nggelibet kepada Yang diCintai. Hati yang nggelibet itu tentunya ditandai dengan banyak beribadah dan berdzikir kepada-Nya.

  34. Assalamu’alaikum wr wb,
    Alhamdulillah, malam Rabu kemarin bisa mengikuti Khususi sampai selesai dan semoga malam Sabtu nanti saya diberi kesempatan untuk ikut Manaqib. Perihal adanya seorang yang menanyakan tentang korelasinya mujahadah dengan kecerdasan seseorang. Dan telah dijawab dan disini saya hanya menambahkan singkat saja jika berkenan. Selain cerdas, juga pintar dan selain pintar juga bijaksana.
    Demikian korelasinya, ikan kakap ikan kembung, mohon maaf jika gak nyambung.
    Wassalamualaikum wr wb

  35. Assalamu’alaikum wr.wb

    Seiring perjalanan waktu yang telah dilewati, telah engkau berikan tetesan air yang sejuk dalam hati insani. Kini hati ini ingin berbakti tuk mencari cinta suci dalam pelukan Illahi Robbi. Terima kasih Abah telah kau bimbing insan yang lemah ini, walau gundah terasa dalam dunia fana ini, namun hati tetap berharap, untk mencari berkat di atas syari’at, berkerudung hakekat, menuju pintu ma’rifat. Segala jerih payah yang kau lalui, dengan penuh peluh tanpa keluh, membuat insan ini belajar mengambil hikmah dan ilmu yang kau berikan.

    Wassalamu’alaikum wr wb

  36. Alhamdulillah…..
    Semisal hujan meski menurunkan airnya tanpa pilih sasaran
    Ketika tangan tidak menengadah menampung curahan
    Sampai kapanpun orang tidak mendapatkan bagian
    Padahal bukan hujan……
    Tapi sekedar talang supaya air hujan tertampung kepada sasaran
    Semoga air yang didapat menyuburkan benih yang sudah ditanam

  37. Assalamu’alaikum wr.wb
    Syech Muhammad Arsyad Al-Banjari mengatakan :
    Bahwa sebenar-benarnya Diri itu adalah Ruh
    Sebenar-benarnya Ruh itu adalah Nafs/Jiwa
    Sebenar-benarnya Nafs/Jiwa itu adalah Naik Turun Nafas
    Naik Turun Nafas itu adalah Sir/Rahasia
    Dan adapun yang dikatakan Sir/Rahasia itu adalah Nur Muhammad Saw.
    Mohon di berikan penjelasan (pencerahan ) apa rahasia yang terkandung di dalam ucapan beliau………
    sekiranya tidak pantas di tanyakan,dalem yang bodo ini mohon di maafkan.

  38. Balancing / Keseimbangan

    Balance atau Seimbang suatu kata yang memberi arti harus sama, kalau kita melihat orang menimbang barang harus sama takarannya. Kalau disisi kiri ada beban 1 kg ya disisi kanan juga harus sama1 kg. Begitu mungkin ya dimaksud suatu keseimbangan. Tapi bagaimana keseimbangan dalam hidup ini. Bagaimana keseimbangan hubungan dalam keluarga , keseimbangan hubungan bermasyarakat dan keseimbangan hubungan dalam bernegara dan beragama.

    Poligami…. ? Emm semua perempuan pasti ngeri mendengarnya , marah , emosi hanya sebagian kecil yang bisa menerimanya. Tapi kalau kita pikir dengan hati yg tenang kepala dingin, Apa sebabnya sampai terjadi poligami ? kenapa ? Mungkin kah karena sisi kanannya lebih berat dari sisi kiri sehingga mencari tambahan beban untuk sisi kiri supaya dapat seimbang antara kiri dan kanan. Apa karena ketika sisi kiri kurang berat yang kanan tidak pernah memberi tau kekurangan beratnya sehingga dia dengan mudah ambil jalan pintas untuk menambah beban dengan menambah 1 istri atau memang sudah pernah minta beban tambahan tapi merasa tidak sanggup untuk menambah lagi sehingga dengan rela berbagi tempat untuk orang lain ?. Walau dalam hati kecil pasti ada sedikit ketidak relaan untuk berbagi. Dalam hal ini kita tidak bisa hanya menghujat,melecehkan karena tidak adil kalau menghujat,melecehkan tanpa tau sebabnya tanpa tau alasannya tanpa tau ilmunya. Seperti orang menunjuk kesalahan orang ketika satu telunjuk menuju orang empat telunjuk menuju diri sendiri, itu juga tidak seimbang dalam menghakimi orang.

    Keseimbangan dalam berkeluarga haruslah seimbang antara suami dan istri antara anak dan orang tua antara mertua dengan orang tua sendiri. Kita harus bisa saling memberi dan menerima dalam kadar yg seimbang, Pengetahuan dan ilmu yang dimiliki antara suami dan istri pun juga harus seimbang. Ketika dalam suatu keluarga itu sudah tidak ada keseimbangan akan timbul suatu masalah, masalah itu akan semakin meruncing jika tidak segera menyeimbangkan suatu yg sudah tidak imbang lagi. Dalam keluarga harus ada komunikasi yang baik antara kedua belah pihak harus bisa saling menerima antara kekurangan dan kelebihan , harus saling bisa mengisi kekosongan pasangannya, supaya bisa saling berjalan bersama dengan damai menuju Tuhannya.

    Inikah kenapa Nabi Muhammad ketika bersama Bunda Siti khatijah tidak berpoligami. Tapi setelah Bunda siti khatijah meninggal Nabi harus menikahi beberapa Istri ? Apa itu untuk menyeimbangkan sisi kanan dan sisi kiri ?

    Inikah yang dimaksud Nabi Muhammad ketika bilang Bahwa seandainya tidak ada Ali Bin Abi Tholib tidak ada yang sepadan sebagai suami Fatimah Al Zahra.

    Pak kyai , yang tau ilmunya mohon komennya untuk pandangan saya ini ?

    Terima kasih, semoga pandangan ini bermanfaat bagi pembaca.

  39. assalamu,alaikum wr wb

    perkenalkan anggota baru di web nie, Raden Muhammad Rangga Arwabumi. sya brasal dari Bantul, tepatnya di Pondok Pesntren Hidayatul Falaah(kantor pusat al khidmah/thoriqoh qodiriyyah wan naqsabandiyyah kab Bantul.

    kagum saja sya mlihat web al fithrah yang ini. gud2 sbagai mdia mdrn yg akn mngantar al fithrah di indonesia.

    blehkh sya tanya sesuatu?

  40. Yth, Mas Raden MRA
    Silahkan anda bertanya, disini memang tempat kita menyampaikan uneg2. Semoga pertanyaan tersebut bisa menambah kemanfaatan bagi kita semua.
    alFakir, malfiali

  41. Stiap ad majlis manaqib d smg, sya slalu hadir. Tp spngetahuan sya hnya ad Pondok Pesantren Al Fithrah Meteseh, dmnakh d ltak Al Fithrah Gunung Pati?

    Trima ksih,

  42. Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Gunungpati
    KM 4 – Jalan raya Ungaran – Gunungpati, Depan Puskesmas Sumurrejo ada Gapuro.
    Tepatnya: Kelurahan, Sumurrejo. Kecamatan, Gunungpati. Kodya, Semarang
    Untuk pertanyaan seperti ini lebih enaknya jika den Rangga sampaikan melalui SMS di nomor admin. 081 575 624 914. Terima kasih.
    Wassalam

  43. Trims, owh ya!

    Akhir2 ini sya sring dngar msalah sholawat nariyah yg d anggap syirik. Tp krn sya sdah tw ap n2 sholawat nariyah, sya tdak prcya. Apakah ada dalil atw bukti yg mnerangkn tntang sholawat nariyah itu syirik? Shingga mnjdi dasar mreka branggapan sperti itu.

  44. Menbaca sholawat dan salam kepada Nabi s.a.w itu merupakan perintah Allah s.w.t :” Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”(QS.al-Ahzab/56).
    Namun, meskipun demikian, oleh karena perintah tersebut ada kaitan dg pribadi Nabi, maka apa kata Nabi, siapa yg sholawatnya diterima oleh Nabi atau ditolak. Orang yang mengatakan sholawat nariyah itu syirik, bukan karena orang tersebut tidak mau bersholawat kepada Nabi, tetapi Beliau-lah yang tidak mau menerima sholawat orang tersebut. Karena dia itu sesungguhnya orang yang tidak percaya kepada perintah Tuhannya.

  45. stiap mlem jumat, d ponpes hidayatul falaah mengadakan maulidur rasul. Stiap kali srokal klau sya ber-robithoh ke Yai Asrori bgaimana? Bolehkan sya bgtu?

    Dan apa ciri2.nya orang yg d datangi oleh Kanjeng Nabi?

  46. “Hai jiwa yang tenang- Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha lagi diridhai-Nya-Maka masuklah ke dalam hamba-hamba-Ku-dan masuklah ke dalam surga-Ku.”(QS.alFajr/27-30). Bila ayat ini ditafsirkan secara ruhaniah, maka kembali kepada Tuhan dan jalan masuk ke surga itu melalui masuk ke ruhaniah hamba-hamba Allah, itulah ruhaniah guru-guru mursyid sampai dengan kepada rahaniah Rasulullah s.aw. Maka untuk itu seorang murid dalam keadaan apa saja dan dimana saja berada selalu ber-robitho kepada ruhaniah guru mursyidnya, tentunya melalui yang paling dekat.
    Menurut saya, Kanjeng Nabi itu tidak datang di majlis maulid, tetapi dalam jiwa/ruh orang yang Maulid, itu karena terjadi interaksi ruhaniah yang sempurna. Adapun ciri-cirinya saya tidak tahu karena saya belum pernah merasakannya. Ini ID YM saya, malfi_ali1, jika berkenan bisa kita lanjutkan dengan chating saja. Soalnya ini menyangkut hal yg sifatnya khusus, kasihan pembaca yang belum memahami hakekatnya.

  47. Salam sejahtera
    Apakah bisa doa2 itu disampaikan kepada jemaat dalam bahasa Indonesia supaya saya bisa tau artinya.
    Kalau tidak bisa bahasa indonesia kemudian bagaimana kita bisa memahami arti doa tersebut padahal saya ini kan bukan orang Arab.
    Maaf saya ingin tau karena saya sedang tertarik dengan webblog ini, saya orang Katolik yang sedang jatuh cinta dengan webblog ini.
    Terimakasih.

  48. mBak Theresia (asih) yang diberkati Tuhan
    Dalam mengamalkan do’a2 tersebut, seperti membaca Sholawat Nariyah, Maulid Nabi Muhammad SAW. dan Manaqib Syekh Abdul Qodir al Jilani r.a semuanya itu memang selalu dibaca dalam bahasa arab. Hal itu bertujuan supaya orang yang mengamalkan do’a tersebut bisa menyerap makna yang batin bukan yang lahir.
    Antara mengamalkan do’a dan membaca do’a memang berbeda. Saat kita membaca kalimat do’a kita butuh tahu artinya, tatepi saat kita mengamalkan do’a, oleh karena itu merupakan bagian makanan spiritual yang tidak semua orang dapat melakukan, maka meredam kehidupan rasionalitas justru jalan yang memudahkan untuk mencapai tujuan. Meredam rasional itu berpasrah diri kepada Alloh Ta’ala dan dengan berusaha memalingkan pikiran dari hal yang lahir supaya hal yang batin muncul dipermukaan. Jadi, ketika kita membaca kalimat do’a kita butuh mengerti artinya dan ketika kita mengamalkan do’a kita butuh mendapatkan Sirr (rahasia)nya.

  49. Puji Tuhan.
    Akhirnya saya mengerti maksud dari doa, ternyata punya tujuan yang begitu hebatnya, kita bisa meredam kehidupan rasionalitas dengan mengesampingkan arti (terjemahan) yang ada di otak kita dan langsung menggunakan batin kita dengan membaca doa (bahasa arab).
    Wah ini rahasia besar yang harus disebarluaskan, saat berdoa kita secara otomatis langsung menggunakan batin untuk berkomunikasi dengan Tuhan, artinya kita meredam lahir kita (pikiran/logika) dan memunculkan batin kita saat berdoa.
    Tetapi kenapa tidak semua orang tau tentang ini pak Kyai, kasihan tuh teman2 dan saudara2 kita yang tidak tau, tolong disebarluaskan pengetahuan ini.
    Saya pernah diberitahu teman Muslim bahwa kalau berdoa yang khusuk caranya harus mengerti dengan detail arti kata doa itu berarti saat berdoa selalu mengunakan rasionalitas kita, lha batin kita kemana?
    Terimakasih pak Kyai yang baik, semoga Tuhan memberkati.

  50. Itu sekedar pelajaran yang muncul secara spontan karena didorong oleh pertanyaan anda, maka hakekatnya yang memberi pelajaran adalah anda. Terima kasih mBak Theresia yang baik, semoga anda tidak bosan-bosan menjadi inspirasi kami dalam belajar mengenal Tuhan kita.

  51. Assalamualaikum wr. wb. Salam sungkem katur Abah, sudah lama saya tdk sowan ke Alfithrah, tapi Alhamdulillah saya menemukan web ini, jd bertambah rindu hati ingin bertemu dengan abah. saya ada pertanyaan :
    “Kita mengucapkan salam pada orang yang sudah dikubur (meninggal) adalah suatu ibadah. apakah salam kita dijawab oleh si mayit?, apakah jawaban si mayit juga di hitung ibadah?
    mohon doanya Bah semoga Allah memberikan saya waktu tuk bisa sowan lagi. terima kasih. Wassalam. wr wb

  52. Wa’alaikum Salam
    Jika salam kita tidak dijawab oleh mayit, mengapa kita diperintah oleh Baginda Nabi SAW. berucap salam kepada Ahli kubur…? Buktinya kita tidak diperintah mengucapkan salam kepada pohon dan gunung, karena pohon dan gunung tidak bisa menjawab salam kita. Jika salam kita ibadah, berarti jawaban mereka juga ibadah, makanya kesempurnaan pahala orang mati itu saat hari kiamat datang: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu”.(QS.Ali Imran/183)
    Soal sowan itu bukan soal do’a, tapi kemauan dan usaha, he he

  53. Apakah benar kalau orang Islam itu menganggap orang selain Islam adalah kafir. Padahal orang kafir menurut agama saya kan orang yang tidak beragama, apakah begitu piciknya pikiran orang Islam yang menganggap pengikut Yesus ( nabi Isa ) itu orang tidak beragama. Padahal didalam Al Qur’an jelas2 disebut bahwa Yesus itu Rasul Tuhan.
    Kemudian berarti kita orang2 Nasrani pengikut agama Yesus nanti masuk neraka semua, apa nerakanya tidak penuh dan malaikatnya pada bingung?
    Mohon penjelasan pak Kyai yang baik, supaya saya tidak masuk neraka.

  54. Buat mbak theresia. Kalau menurut saya. Menuduh orang kafir itu tdk boleh walau itu beda keyakinan dgn kita . itu haknya Tuhan bukan haknya manusia. Terima kasih. Salam dwie

  55. Assalamu’alaikum Wr Wb.

    Saya ingin menanyakan kepada Bapak tentang Ibadah Haji, mohon maaf kalau pendapat dan pertanyaannya terlalu panjang.

    Saat ini adalah musim Haji tahun 2008, lebih dari 250 ribu jemaah Indonesia sedang menunaikan ibadah Haji di tanah suci. Saya telah melihat tayangan di TV bahwa banyak kaum miskin Dhuafa yang berebut , berdesak-desakan untuk mendapatkan daging Qurban. Sebelumnya kita juga mendengar berita bahwa 21 orang meninggal karena terinjak-injak, memperebutkan sedekah sebesar Rp. 30.000,- per orang dari H. Syaikhon di Pasuruan Jawa Timur.
    Begitu parahnya kondisi masyarakat miskin Dhuafa Indonesia sehingga untuk mendapatkan bantuan dana yang jumlahnya tidak seberapa harus berebut, berdesak-desakan bahkan harus mengorbankan nyawa, sementara itu bertambah banyak orang kaya yang berkali-kali berangkat Haji dan kurang memperhatikan nasib mereka.
    Apakah ibadah Haji masih menjadi prioritas utama ibadahnya kaum Muslimin di Indonesia saat ini ?

    Menurut sudut pandang saya yang mungkin keliru ini, bahwa ibadah Haji yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia pada saat ini berpotensi menjadi ibadah yang konsumtif/ pemborosan, hanya untuk kepentingan individu/egois, wisata/nampak tilas, untuk prestise/kebanggaan/kesombongan/tolak ukur orang mampu, dilakukan dengan cara mengandalkan kekuatan phisik, berdesak-desakan, berebut, saling sikut untuk mencapai tujuan tertentu dalam ritual Haji. Oleh karena itu saya sempat berpikir, apakah ibadah haji saat ini masih Wajib diprioritaskan dibandingkan dengan ibadah lainnya. Saya berharap MUI mengeluarkan fatwa yang tidak lagi mewajibkan ibadah haji untuk saat-saat ini. Karena dari tahun ke tahun jumlah jemaah Haji Indonesia bertambah banyak melebihi Kuota, bahkan agar bisa berangkat kita harus menunggu sampai 2 atau tiga tahun yang akan datang, karena banyak para Haji yang akan berangkat lagi (untuk kesekian kalinya), jika ingin cepat berangkat maka harus sogok sini sogok sana demi memenuhi ”panggilan”, dan banyak pihak yang juga mengambil kesempatan untuk korupsi, menipu dan mengambil keuntungan berlipat ganda dari kegiatan Haji . Sementara itu rakyat miskin kaum Dhuafa di Indonesia juga bertambah banyak jumlahnya karena diterpa krisis global (berdasarkan data BPS tahun 2008 jumlahnya mencapai 52 juta orang), dan mereka perlu diperhatikan dan ditolong, jika tidak ditolong mereka berpotensi menjadi pelaku tindak kriminal atau menjadi Kafir.

    Apakah ibadah Haji dapat digantikan oleh ibadah Zakat infaq dan sodakoh (ZIS) ?
    Saya pernah mendengar hadist tentang seseorang yang mendapatkan predikat Haji Mabrur dari Rosulloh sebelum berangkat Haji, karena ongkos naik hajinya seluruhnya diberikan kepada tetangganya yang sangat membutuhkan pertolongan. Apakah hadist tersebut menjelaskan adanya alternatif untuk beribadah lainnya yang ganjarannya setara dengan ibadah haji ? Disamping itu jika melihat manfaatnya maka amalan ZIS jauh lebih besar dibandingkan dengan Haji karena untuk kepentingan orang banyak dan dapat lebih produktif. Alangkah bahagianya kaum miskin Dhuafa jika mendengarkan berita bahwa masyarakat Indonesia yang akan berangkat Haji diwajibkan oleh MUI untuk menyetorkan ZIS sebanyak jumlah ONH yang dibayarkan, artinya seseorang dikatakan ”Telah Mampu” jika dapat menyediakan dana dua kali lipat ONH dan sudah memenuhi rukum Islam yang lainnya (ZIS) dengan sempurna (Haji rukun Islam yang terakhir). Jika dihitung dan dianalisa, setiap tahun jumlah Jamah Haji Indonesia kurang lebih 250.000 orang dikalikan dengan ONH biasa sebesar Rp. 32.000.000,- maka akan terkumpul ZIS sebanyak Rp. 8.000.000.000.000,- atau 8 triliun. Perhitungan ini adalah jangka waktu setahun, kalau 10 tahun?, dana sebanyak itu dalam sekecap akan dapat mengentaskan kemiskinan, terbukanya lapangan pekerjaan, berkurangnya tindak kejahatan, orang lebih tenang beribadah karena perut tidak lapar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia pada umumnya.

    Memelihara kebersihan/kesucian dari penyakit hati para calon jemaah haji sangat penting, saya belum yakin dapat menghindari perasaan Ujub dan Ria manakala tetangga, kawan kantor atau famili/saudara mengucapkan kata ”Selamat menjadi tamu Alloh” manakala mereka mengetahui rencana keberangkatan saya. Belum lagi acara-acara formal tradisional yang mengundang banyak orang dalam ”Walimatul Safar” misalnya sehingga semua orang akan tahu bahwa saya akan berangkat, belum lagi jika nanti saat meninggalkan rumah di antar/diarak oleh orang banyak sambil dielu-elukan ”Semoga menjadi haji mabrur”. Padahal predikat Haji mabrur dapat diperoleh manakala niat Haji nya bersih dan suci hanya karena Alloh semata. Sehingga jika CalHaj berangkat dengan niat yang belum suci dan bersih, maka tidak ada pahala yang didapat, apalagi ampunan dosa dan jaminan masuk Surga. Yang didapat adalah kebanggaan, harga diri, titel Pak/Bu Haji, pengalaman wisata dan pemborosan uang, apakah demikian?

    Jika diperhatikan dan diamati pada akhir-akhir ini, ceramah/dakwah tentang Haji jauh lebih banyak dan intensif dibandingkan dengan ibadah lainnya misalnya Zakat, Infaq dan Sodakoh. Ganjaran dari ibadah haji ini di dramatisir sedemikian rupa, seolah-olah tidak ada ibadah/amalan lain yang ganjarannya sama atau melebihinya. Apakah mungkin para Ustadz dan para Ulama sudah banyak yang berhutang budi kepada Biro Perjalanan Haji karena bisa gratis naik Haji berkali-kali sebagai pembimbing, sehingga mereka dituntut agar mempromosikan Haji atau karena sudah menjadi opsesi dan tradisi budaya Indonesia sejak jaman dahulu atau sebab lainnya?. Saya masih ingat pesan orang tua saya atau mungkin orang tua lainnya kepada anaknya bahwa ”Apabila sudah mampu/punya uang segeralah naik Haji”, dan kita jarang mendengar nasehat ”Apabila sudah mampu/punya uang segeralah bersedekah membantu pesantren, anak yatim dan kaum Dhuafa”, betulkah demikian?

    Apakah perlu dikaji kembali penafsiran dari perintah ibadah haji yang terdapat di dalam Al Quran dan Hadist khusus untuk masyarakat Indonesia saat ini ?
    seperti halnya tentang masalah Poligami dengan berbagai penafsiran. Difinisi ”Mampu” yang merupakan syarat ibadah haji agar ditafsirkan lebih luas tidak hanya sekedar mampu punya uang dan punya kemauannya saja. Ibadah Haji adalah puncaknya ibadah (rukun islam kelima) oleh karena itu untuk mencapai puncak seorang hamba Alloh harus mendaki bertahap dari bawah, bukan langsung terbang kepuncak kemudian baru turun lagi. Seorang dikatakan ”mampu” apabila telah dapat melaksanakan empat rukun Islam dengan sempurna ditambah peduli kepada sesama, setelah itu baru naik Haji, benarkah demikian?.

    Terima kasih atas jawaban dan bimbingan bapak.
    Wassalamu’alaikum Wr Wb.

  56. Sekedar masukan untuk bahan kajian berkaitan pertanyaan Arza Mitra:

    Ayat pertama, tentang ibadah haji:

    وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ
    “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh”(QS.al-Hajj/27)

    *) Secara syari’at ibadah haji itu menunaikan kuwajiban Agama (menunaikan rukun Islam ke lima). Namun secara hakekat, orang yang diberi kemampuan melakukan ibadah haji itu berarti telah mendapatkan panggilan Nabi Ibrahim AS. Artinya mereka saat itu sedang mendatangi panggilan tersebut.

    Ayat kedua tentang shodaqoh;

    مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِئَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
    “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (QS.al-baqoroh/261)
    *) Pahala shodaqoh bisa berlipatganda sampai dengan tidak terhitung

    Ayat ketiga, tentang hal yang membatalkan pahala amal:

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَى كَالَّذِي يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا لَا يَقْدِرُونَ عَلَى شَيْءٍ مِمَّا كَسَبُوا وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ
    “Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan sipenerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir”.(QS.al-Baqoroh/264)

    *) Ternyata pahala shodaqoh juga bisa batal. Bahkan orang yang suka berbuat riya’ tersebut, menurut ayat ini, termasuk orang yang tidak mendapatkan hidayah dari-Nya dan kafir, dalam arti tidak percaya kepada ayat-ayat Alloh.

  57. Assalamualaikum Arza Mitra, Perkenalkan saya Erma. Mohon ijin untuk menyampaikan komentar dari saya yg awam ini.

    Wah melihat dari ungkapan diatas “AM” ini perhatian sekali sama orang2 yang lemah sehingga keluar pemikiran2 yang luar biasa….

    Tapi mestinya kita juga ikut senang dan bersyukur kalau melihat data bahwa orang Indonesia sudah banyak yang mampu pergi Haji,berarti orang Indonesia sudah mapan perekonomiannya . Walau disatu sisi ternyata banyak juga yang membutuhkan bantuan. Tapi kalau harus menaikkan ONH menjadi 2 kali lipat apa itu namanya bukan mempersulit Orang untuk beribadah. Seharusnya kan ONH diturunkan biayanya supaya yang mau memenuhi panggilan untuk berhaji semakin Banyak.

    Rukun adalah pokok yang harus dilakukan dalam suatu pekerjaan.Dan jika belum dilakukan maka belum dianggap sah. Seperti membaca fatikah dalam sholat. Sedangkan Haji merupakan Rukun Islam yang ke lima bagi yang Mampu. Kalau Haji bisa diganti shodakoh nanti Sholat juga bisa diganti dengan yang lainnya dong ? Wah jadi ancur deh tatanan rukun Islam yang sudah ditetapkan. :)

    emm.. Kalau menurut saya yang perlu di tingkatkan itu kwalitas keimanan dan mental orang2 yang mendapat panggilan ke tanah suci, harus belajar meluruskan niat. Pergi haji bukan untuk kesombongan, wisata,mencari titel atau pemborosan. Tapi memenuhi panggilan Allah.

    Kita juga harus banyak belajar cara memandang sesuatu jangan dilihat sisi buruknya saja. Karena kita hanya bisa melihat sisi lahirnya saja tapi hati dan niatnya orang lain , kan kita gak tau.

    Demikian sedikit komentar dari saya , Semoga “AM” bisa merealisasikan semua pemikiran2 untuk membantu orang2 yang lemah. Dan mampu memberikan contoh tauladan untuk menjadi haji yang Mahbrur. Maaf jika kurang berkenan dan masih banyak kekurangan. Semoga bermanfaat buat semua pembaca.

    Salam ,
    Terima kasih
    Erma

  58. Alaikum Salam,
    Sekedar tambahan untuk masukan dari Bapak Arza Mitra dan mBak Erma
    1. Masalah yang ini: Begitu parahnya kondisi masyarakat miskin Dhuafa Indonesia sehingga untuk mendapatkan bantuan dana yang jumlahnya tidak seberapa harus berebut, berdesak-desakan bahkan harus mengorbankan nyawa.
    Tambahan dari saya: Menurut saya, penyebabnya tidak selalu karena fakir ekonomi, tapi lebih karena fakir hati alias morko/serakah. Orang yang hatinya serakah itu tidak ada puasnya, merasa kurang terus meski mereka mempunyai uang banyak. Memberi bantuan dalam bentuk uang kepada orang seperti ini berarti kurang tepat. Tidak hanya kurang memberikan pembelajaran saja, melainkan juga malah bisa menjadikan mereka bergantung kepada bantuan orang lain sehingga tidak mampu hidup mandiri.
    2. Untuk yang ini: bahwa ibadah Haji yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia pada saat ini berpotensi menjadi ibadah yang konsumtif/ pemborosan, hanya untuk kepentingan individu/egois, wisata/nampak tilas, untuk prestise/kebanggaan/ kesombongan/tolak ukur orang mampu, dilakukan dengan cara mengandalkan kekuatan phisik, berdesak-desakan, berebut, saling sikut untuk mencapai tujuan tertentu dalam ritual Haji.
    Jawaban saya: Ini memang bisa terjadi ketika orang yang ibadah haji itu hanya mengelola aspek syare’at saja dengan melupakan pengelolaan aspek hakekat. Ibadah lahirnya (manasik) saya yang perhatikan dengan melupakan ibadah batin(niat)
    3. Untuk yang ini: Saya berharap MUI mengeluarkan fatwa yang tidak lagi mewajibkan ibadah haji untuk saat-saat ini.
    Jawaban saya: Saya kira Indonesia bisa geger… he he. Maaf ya Booz…. Wacana rokok haram saja sudah geger, apalagi itu….
    4. Untuk yang ini: Apakah ibadah Haji dapat digantikan oleh ibadah Zakat infaq dan sodakoh (ZIS) ? Saya pernah mendengar hadist tentang seseorang yang mendapatkan predikat Haji Mabrur dari Rosulloh sebelum berangkat Haji, karena ongkos naik hajinya seluruhnya diberikan kepada tetangganya yang sangat membutuhkan pertolongan. Apakah hadist tersebut menjelaskan adanya alternatif untuk beribadah lainnya yang ganjarannya setara dengan ibadah haji ?
    Jawaban saya: secara hakekat mungkin bisa tapi secara syari’at saya kira tidak bisa….terlebih ketika yang berkembang dalam masyarakat tentang tolak ukur haji mabrur itu pandangan manusia bukan Alloh Ta’ala
    5. Untuk yang ini: Memelihara kebersihan/kesucian dari penyakit hati para calon jemaah haji sangat penting, saya belum yakin dapat menghindari perasaan Ujub dan Ria manakala tetangga, kawan kantor atau famili/saudara mengucapkan kata ”Selamat menjadi tamu Alloh” manakala mereka mengetahui rencana keberangkatan saya. Belum lagi acara-acara formal tradisional yang mengundang banyak orang dalam ”Walimatul Safar” misalnya sehingga semua orang akan tahu bahwa saya akan berangkat, belum lagi jika nanti saat meninggalkan rumah di antar/diarak oleh orang banyak sambil dielu-elukan ”Semoga menjadi haji mabrur”. Padahal predikat Haji mabrur dapat diperoleh manakala niat Haji nya bersih dan suci hanya karena Alloh semata. Sehingga jika CalHaj berangkat dengan niat yang belum suci dan bersih, maka tidak ada pahala yang didapat, apalagi ampunan dosa dan jaminan masuk Surga. Yang didapat adalah kebanggaan, harga diri, titel Pak/Bu Haji, pengalaman wisata dan pemborosan uang, apakah demikian?
    Jawaban saya: Saya setuju sekali!!!. Bahkan tidak hanya itu saja. Seperti yang sudah menjadi tradisi dilakukan oleh pak/bu Haji, mereka mengadakan arisan haji setiap bulan. Apakah tradisi seperti ini tidak merusak pahala amal? Mereka bahkan membentuk kepengurusan ‘Jamaah haji Indonesia’ layaknya seperti kepengurusan partai politik, ada tingkat ranting, cabang dan pusat. Ibadah haji yang sekali atau dua kali yang belum tentu mabrurnya, tetapi setiap bulan berbuat riya’ dan sombong yang bisa merusak pahala amal.
    6. Kalau yang ini saya tidak tahu jawabannya: Jika diperhatikan dan diamati pada akhir-akhir ini, ceramah/dakwah tentang Haji jauh lebih banyak dan intensif dibandingkan dengan ibadah lainnya misalnya Zakat, Infaq dan Sodakoh. Ganjaran dari ibadah haji ini di dramatisir sedemikian rupa, seolah-olah tidak ada ibadah/amalan lain yang ganjarannya sama atau melebihinya. Apakah mungkin para Ustadz dan para Ulama sudah banyak yang berhutang budi kepada Biro Perjalanan Haji karena bisa gratis naik Haji berkali-kali sebagai pembimbing, sehingga mereka dituntut agar mempromosikan Haji.
    7. Untuk yang ini: Apakah perlu dikaji kembali penafsiran dari perintah ibadah haji yang terdapat di dalam Al Quran dan Hadist khusus untuk masyarakat Indonesia saat ini ?
    Jawaban saya: Saya kira bukan penafsirannya yang dirubah, tetapi watak para pelakuknya.
    8. Untuk yang ini: Ibadah Haji adalah puncaknya ibadah (rukun islam kelima).
    Jawaban saya: Saya kira ibadah haji itu bukan puncak rukun Islam yang lima, tetapi salah satu dari rukun yang lima itu. Bahkan ibadah haji itu merupakan kuwajiban bersyarat, dalam arti kalau kita sudah mampu, baik situasi dan kondisi, tidak seperti empat rukun yang lain, dalam keadaan bagaimanapun kita harus tetap melakukannya, meski dalam keadaan tertentu kita mendapatkan kemudahan. Seperti sholat misalnya, dalam keadaan bagaimanapun kita harus tetap mengerjakannnya, sesuai dengan kemampuan kita. Dengan berdiri, dengan duduk dan dengan berbaring, bahkan ketika kita sudah tidak bisa mengerjakan sendiri, kita tetap harus sholat, tapi disholati oleh orang lain. Sholat jenazah… he he he
    9. Ini ada tambahan: Mengapa masing-masing rukun Islam itu tidak dapat diganti dengan salah satunya? Karena masing-masing ibadah tersebut sesungguhnya mempunyai khususiyah tersendiri. Setiap jenis ibadah bisa menimbulkan efek/dampak rasa/kenikmatan ruhani yang berbeda. Seperti puasa, shodaqoh, haji dan sholat, masing-masing ibadah itu bisa menerbitkan kenikmatan ruhaniyah yang khusus bagi pelakunya, hal itu karena selera/kecocokan hati manusia juga tercipta dalam keadaan tidak sama. Makanya disebutkan dalam sabda Nabi SAW: “dan dijadikan ketenangan hatiku(Qurrotu Ainii) di dalam sholat”.
    Namun demikian, rasa-rasa tersebut semestinya juga harus bisa dikelola, tidak dibiarkan menguasai perasaan, sehingga menjadikan manusia mabuk dalam kenikmatan tersebut. Apabila terjadi demikian, semisal ketika seseorang baru pertama kali bisa merasakan kenikmatan ibadah haji dan belum bisa merasakan kenikmatan ibadah yang lain, maka dia merasa seakan hanya ibadah haji saja yang paling utama. Demikian pula ketika baru bisa merasakan kenikmatan shodaqoh, maka seakan-akan hanya shodaqoh saja yang paling utama, sehingga terjadi saling menyalahkan antara salah satunya. Inilah yang marak terjadi dalam fenomena sehingga menyebabkan terjadinya khilafiyah/perbedaaan pendapat di tengah masyarakat awam.

    Terlebih lagi ketika hal tersebut menyangkut amaliyah yang bersifat furu’iyah/cabang dan ranting, seperti halnya membaca do’a qunut, ziarah kubur, tahlilan, yasinan, membaca manaqib dan membaca maulid, maka masalahnya menjadi semakin runyam. Masing-masing golongan menganggap golongan lain kafir, khurofat, syirik dan bid’ah, meniru tradisi Budha dan Hindu dll. Itu bisa terjadi, disamping karena kenikmatan khususiyah tersebut tidak terkendali, juga malah dikembangkan di dalam ranah hukum/fekih. Namun demikian, secara hakiki hal inipun sebenarnya tidak dapat disalahkan juga, karena itu sudah menyangkut rasa-rasa dalam hati yang bisa menerbitkan fanatisme, Alloh menegaskan hal tersebut dengan firman-Nya: “Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing)(QS.al-Mu’minuun/53)”, meskipun itu juga menunjukkan pertanda, bahwa sesungguhnya kita ini masih termasuk golongan orang-orang yang baru pertama kali bisa merasakan kenikmatan ruhaniyah tersebut. Kita masih dalam kondisi mabuk oleh kenikmatan ‘arak surgawi’ sehingga masing-masing kita merasa paling benar sendiri dan menganggap pendapat dan keyakinan orang lain salah. Ini hanya sekedar ungkapan hati orang tua yang terkadang merasa putus asa dalam menyikapi fenomena, jika ada salahnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

  59. Assalamu’alaikum…Abah Lutfi yang kami hormati…salam takzim dari saya..

    Saya mau tanya…ada amalan namanya HIZB.
    saya tuh bingung…katanya salik yg mbimbing saya sebelum ketemu Romo pernah cerita klo di Ampel,setiap kali palestina rawan…banyak para jamaahnya suka baca HIZB buat keselamatan mereka…juga guru agama saya waktu masih di SMA.beliau suka baca HIZB. waktu sekolah saya kena kesurupan massal, katanya teman saya yg bisa lihat alam lain bilang, dibelakang guru agama saya sekolah ada sekitar 1000an makhluk yang pke baju tentara loreng2 warna hitam abu-abu dengan tulisan ALLAH (pke tulisan Arab)..

    Nah, ne poin yg saya bingung.
    1. Kata saliknya bilang, HIZB kok dipke begituan???buat ngusir jin, buat palestina…Yang buat lho mukanya merah bisa2. HIZB tuh salah satu cara buat ndeketin kepada Allah.. Tapi banyak sekali yang saya lihat…pke hizb tapi dibuat begituan…apa sih sebenarnya hizb???
    2. Apakah HIZB tuh pantes dibuat jadi kekuatan spirituil???
    3. HIZB didalam thariqah di buat apa sebenarnya???
    4. Siapa mahkluk itu Abah???
    Mohon maaf banyak bertanya….tak lebih saya masih awam soal thariqah… terima kasih Abah.

    (Santri pelosok)

  60. Kita awali pembicaraan kita masalah kelebihan hidup yang dimiliki orang ahli wirid, karena Hizb atau wirid-wirid tersebut memang bisa membuahkan kelebihan hidup. Kelebihan hidup yang dimiliki oleh orang ahli wirid itu ada dua macam, satu yang disebut dengan istilah ‘ilmu raja’ dan dua yang disebut ‘ilmu menteri’.
    Ilmu raja hanya satu jenis, yakni hanya didatangkan dari rahasia urusan ketuhanan. Adapun ilmu menteri ada dua jenis, ada yang bersumber dari dimensi jin dan ada yang didatangkan dari dimensi malaikat. Alloh Ta’ala memberikan gambaran tentang ilmu menteri ini dengan firman-Nya: “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi `auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat” (QS.al-A’raaf/26)
    Dalam ayat ini disebutkan pakaian takwa, berarti itu menunjukkan bahwa yang dimaksud pakaian dalam ayat ini adalah pakaian yang ruhani bukan pakaian yang jasmani. Pakaian ruhani itu diantaranya adalah akhlakul karimah.
    Oleh sebagian ahli sufi, yang dimaksud pakaian tersebut adalah sirr atau rahasia buah wirid yang diistiqomahkan yang disebut khususiyah. Itulah yang disebut ilmu menteri.
    Jika wirid-wirid tersebut didasari nafsu dan akal saja terlebih untuk tujuan yang salah dalam arti bukan untuk kepentingan ibadah, maka sirr tersebut bisa jadi datang dari dimensi jin. Bila wirid tersebut didasari ibadah yang ihlas, maka sirr tersebut didatangkan dari dimensi malaikat. Wirid-wirid inilah, sebagiannya dengan membaca Hizb-hizb tersebut. Jadi, hizb-hizb itu, bila diamalkan secara istiqomah, orang yang mengamalkan bisa mendapatkan ilmu menteri, bukan ilmu raja.
    Oleh karena itu, hizb-hizb ini memang bisa dijadikan alat perang. Sebabnya, karena dengan membaca hizb tersebut orang akan mendapatkan bantuan tentara yang tidak dapat dilihat mata lahir tapi dapat dirasakan dengan mata batin. Alloh memberikan sinyalemen dengan firman-Nya: ”Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS.at-Taubah/40)
    Jadi, mestinya hizb-hizb ini bukan dijadikan alat untuk mendekatkan diri kepada Alloh, tetapi lebih sebagai sarana untuk memohon pertolongan untuk mendapat bantuan dari-Nya. Dengan kata lain, untuk mencari kesaktian/linuwih dari-Nya.

    Adapun ilmu raja, Alloh memberikan sinyalemen dengan firman-Nya:
    “Dia berkata: “Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat” (QS.al-Naml/34)
    Ilmu raja ini berbentuk harismatik, kekuatan batin/spiritual yang menjadikan seseorang disegani oleh orang lain. Hal itu disebabkan, karena ketika orang mendapatkan ilmu raja ini, maka terlebih dahulu yang menjadi baik adalah apa yang ada dalam dadanya sendiri, dalam arti, sifat dan karakter manusiawi yang tidak terpuji menjadi halus /lentur dan terkendali. Ilmu raja ini didapatkan dari buah ibadah yang ihlas semata-mata hanya mengharapkan ridho Alloh. Melaksanakan takarrub kepada-Nya sehingga sifat-sifat ‘manusiawi’ tercela menjelma menjadi sifat ‘rububiyah’ yang terpuji. Oleh karena kotoran yang ada dalam dada menjadi hilang, maka pemiliknya mampu melaksanakan akhlakul karimah. Dengan pelaksanaan akhlak yang mulia itu akhirnya orang tersebut disegani dan dihormati oleh orang lain.

    1. Pertanyaan yang ini: Apakah HIZB tuh pantes dibuat jadi kekuatan spirituil???. Yang pantas dijadikan kekuatan spiritual itu bukan hizb/ilmu menteri, tapi ilmu raja atau sirr ibadah yang ihlas. Hizb ini lebih cenderung dijadikan alat perang atau ilmu jadugan/ilmu kesaktian.

    2. Pertanyaan yang ini: HIZB didalam thariqah di buat apa sebenarnya??? Menurut saya sebaiknya orang ahli thoriqoh tidak mengamalkan hizb, cukup mengamalkan amaliah thoriqohnya saja, karena hasilnya bisa berbenturan dalam hati. Yang amaliah thoriqoh mendapatkan hawa dingin, yang hizb mendapatkan hawa panas. Bahkan hizb cerderung menjadikan orang terjebak berbuat fasik atau berlebihan, pamer kesaktian dan sombong, dalam arti kurang mampu mengontrol emosi sehingga cenderung mengakibatkan perpecahan. Terlebih dengan alasan kepepet, terkadang Hizb ini bisa berfungsi seperti santet/sihir, kecuali pada masa perang. Di masa perang itu kita bisa mengalahkan musuh-musuh Islam dengan amalan Hizb ini.
    Jika ada orang mengatakan mengamalkan Hizb ini syirik, hal tersebut lebih karena dia tidak mengerti ilmunya.

    3. Pertanyaan yang ini: Siapa mahkluk itu Abah??? Barangkali itu hanya bentuk penampakan yang diakibatkan karena indera penglihatan orang tersebut bocor sehingga dia melihat penampakan dalam hayalnya. Kalau memang makhluk tersebut ada tentunya tidak dapat dilihat oleh mata lahir: Alloh menegaskan hal itu dengan firman-Nya: ”Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya. (QS.at-Taubah/40). Disamping itu juga, sebaiknya kita tidak percaya kepada yang tidak masuk akal kecuali ada dalil naqlinya atau kepada yang tidak ilmiyah. Sekian dulu ya Mas, jika belum puas boleh dilanjut…

  61. Assalamualaikum Pak Kyai dan para pembaca web.

    Katanya semua alam semesta ini terbuat dari bahan dasarnya yang namanya Atom. Termasuk juga manusia.

    Manusia —-> molekul —–> atom —–> Partikel —–> Quanta

    Dalam Quanta tersebut ada energi yang makin dalam makin kuat , Energi nuklir lebih halus dan mempunyai kekuatan yang luar biasa.

    Pertanyaannya :
    1. Bagaimana cara mengaktifkan energi yang paling halus dan kuat tersebut untuk hal-hal kebaikan ?
    2. Kalau semua manusia terbuat dari bahan dasar yang sama apa yang menyebabkan manusia bisa berbuat baik dan jelek ?
    3. Bagaimana filosofinya orang bisa berkumpul pada frekwensi yang sama ?

    Mohon maaf jika pertanyaannya aneh P.Kyai , Terima kasih sebelumnya
    Salam
    Enk

  62. Assalamualaikum.
    Sholu’ala nabi Muhammad.
    ikut ngumpul,mugi2 kecipratan barokah.Amin
    ada cerita sedikit ni.suatu ketika teman ingin nikah (L),ada kekhawatiran calonnya(P) ini tidak bisa mengikuti polah hidupnya. “calonnya belum banyak tahu tentang agama,baca Alqur’an ndak lancar dll”Temenku meminta calonnya untuk Khidmah di salah satu pondok salaf.disana si (P) ini tidak diajari ngaji,tetapi khidmah (momong putra yai) selama sebulan.walhasil setelah sebulan (P) khidmah di pondok,alkhamdulillah mengerti bagai mana kehidupan yang nantinya ia jalani bersama (L),dia lancar baca Alqu’an dll.
    dan banyak cerita lain-lain yang semuanya dengan cara ilmu khidmah.
    untuk orang awam seperti dalem,bagaimana bisa sicalon (P) ini mendapatkan pemahaman dan ilmu yang dia sendiri tidak mempelajarinya,hanya dengan khidmah.

    yg dalem paham cuman,kalo kita khidmah kepada allah dengan ke ikhlasan maka allah akan memberikan apa yang kita inginkan dan yang lainnya yang baik untuk kita.demikian juga sama orang yang dicintai allah ta’ala.

  63. Sedikit nimbrung:

    Manusia, mahluk hidup (hewan/tumbuhan) –> sel –> molekul –> atom –> partikel-partikel penyusun atom yakni proton, netron dan elektron

    proton, netron –> quark –> ????

    elektron –> ???

    Masih banyak partikel-partikel elementer yang bertebaran di alam semesta ini selain proton, netron dan elektron. Ada 200an yang saya tidak hapal satu-satu. Kalau ada yang penasaran bisa search di google atau masuk ke wikipedia.

    Lalu kuanta energi itu apa? hal tersebut merupakan energi yang paling kecil. Elektron sebagai partikel bukan merupakan kuanta energi, tetapi sebagai gelombang bisa menjadi kuanta energi.

    Cahaya (atau gelombang elektromagnetik) terdiri dari kuanta-kuanta energi. Artinya bisa juga di”bayangkan” bahwa cahaya terdiri dari gerombolan partikel-partikel yang sangat kecil yang disebut dengan foton. Cahaya memang punya dua sifat yaitu bisa berprilaku sebagai gelombang dan bisa berprilaku sebagai partikel.

    Elektron juga bisa berwajah ganda sebagai gelombang dan juga sebagai partikel. Ajaibnya kapan dia bersifat sebagai partikel dan kapan bersifat sebagai gelombang mengikuti kehendak sang pengamat. Artikel kalau ada suatu eksperimen yang menginginkan dia bersifat gelombang maka muncullah sifat gelombang, kalau ada eksperimen lain yang menginginkan sifat partikel maka muncullah sifat tersebut. Tidak pernah terjadi sifat gelombang dan partikel muncul pada saat yang sama, berganti-ganti sesuai dengan “keinginan” sang pengamat.

    Jadi sifat asli elektron itu apa? wallahu a’lam bissawab.

  64. Alaikum Salam
    Untuk Guru Fisikaku, terima kasih anda berkenan membagi pengetahuan disini, semoga Alloh membalas kebaikan Guru dengan berlipat ganda. Saya berharap Guru tidak bosan-bosan ngunjungi murid-muridnya yang ada disini.
    Tentang elektron -> ??? Kalau saya boleh menambahkan, memang benda fisik dengan non fisik itu seakan-akan tidak ada hubungan antara salah satunya, padahal sesungguhnya berhubungan erat. Seperti otak dan akal, otak jelas keberadaannya, namun akal, kita tidak tahu dimana letak keberadannya. Saya belum tahu apakah keberadaan akal bisa dideteksi dengan alat Fisik.
    Dua hal yang tidak ada hubungannya tersebut, ternyata ketika otak manusia menjadi rusak, maka mengapa akalnya juga ikut eror? Namun dengan analogi ilmu komputer kita bisa menjawab teta-teki tersebut, yakni otak sebagai Hardware dan akal sebagai shoftwere.
    Dalam kaitan elektron ini, bisa jadi itulah wujud Hadwere di dalam dimensi fisik bagi benda-benda non fisik di dalam dimensi lain. Elektron tersebut bisa berubah bentuk mengikuti kehendak penelitinya. Yang seperti itu bisa terjadi di alam jiwa manusia.
    Orang yang berdzikir atau membaca wirid-wirid, yang mestinya wusul kepada Alloh, oleh karena dzikirnya tidak terbimbing, terkadang malah wusulnya kepada jin sehingga menyebabkan orang tersebut menjadi bleng/gila.
    Barangkali hal tersebut terjadi, sebenarnya yang dituju awal link kepada elektron dari Sirr/ atau rahasia urusan Ilahiyah, namun oleh karena Klik-nya meleset, maka jadinya akses ke link elektronya dimensi Jin, bukan elektronnya Sirr. He he he barangkali ini sekedar lamunan/ analogi orang bodo, namun semoga menjadi bahan kajian bagi orang pinter. Amin

    Untuk pertanyaan Mas Enk :
    1. Bagaimana cara mengaktifkan energi yang paling halus dan kuat tersebut untuk hal-hal kebaikan ? Wah ini tentunya tidak bisa dijawab disini, karena ini menyangkut ilmu Praktek. Pertama bagaimana cara menciptakan energi tersebut dalam jiwa kita kemudian baru menyalurkannya untuk hal yang baik. Kalau Mas Enk berkenan, ikuti aja paket Wisata Rerigi gratis yang kita adakan di Pesantren, disitu kita bisa belajar dan berlatih bersama untuk mencapai hal tersebut.
    2. Kalau semua manusia terbuat dari bahan dasar yang sama apa yang menyebabkan manusia bisa berbuat baik dan jelek ? Tentunya hal tersebut akibat dari pengaruh lingkungan, makanya kita berusaha masuk pada lingkungan yang positif.
    3. Bagaimana filosofinya orang bisa berkumpul pada frekwensi yang sama ? Ruh manusia itu sesungguhnya memang tercipta berkumpul dalam frekuensi yang sama, namun prilaku kitalah yang menyebabkan bercerai berai. Ada yang cinta dunia, ada yang cinta akhirat. Ketika keadaan hati itu berbeda, meski kita berkumpul dalam komunitas sama, maka hasilnya pasti akan berbeda. Oleh karena itu, para Guru Mursyid Thorioqh yang suci lagi mulia itu berusaha mengumpulkan kita kembali sesuai fithrahnya. Untuk tujuan itu komunitas thoriqoh dibangun. Dengan amaliyah yang didawamkan setiap saat dalam berthoriqoh tersebut, dan juga bimbingan dari sang Mursyid, supaya yang asalnya kumpul kemudian bercerai itu bisa menjadi berkumpul kembali.

    Untuk Mas Abdi
    Femonema yang anda ceritakan itu memang banyak terjadi di dunia pesantren salaf, namun jika terjadi zaman dahulu memang merupakan hal yang luar biasa, karena tidak masuk akal. Betapa hanya dengan cara berhidmah kepada seorang Guru/Kiai, seorang santri bisa mendapatkan ilmu pengetahuan yang tidak pernah dipelajari secara lahir. Namun zaman sekarang, hal itu menjadi biasa dan masuk akal, karena contohnya ada. Seperti orang donwload dari situs di internet, compter yang semula kosong, seketika bisa diisi dengan sekehendak hati.

    Jika di alam manusia, hal itu terjadi karena adanya interaksi dua kasih yang diaplikasikan dalam pengabdian hakiki di jalan Alloh. Si santri mengabdi kepada gurunnya karena Alloh demikian pula Gurunya. Dalam pengabdian tersebut, tentunya masing-masing mempunyai tujuan. Ketika si murid dalam mengabdi itu mengharapkan keberkahan Alloh melalui gurunya supaya ia mendapatkan ilmu pengetahuan, maka Alloh meng-ijabahi harapan tersebut. Selanjutnya, ketika Alloh sudah berkehendak, maka Alloh hanya berkata: “Jadilah”, maka seketika itu apa yang dikehendaki itu akan menjadi kenyataan. Kehendak Alloh itu terjadi sebagai pahala amal yang dijanjikan-Nya, menjadi ‘akibat yang baik’ sedangkan pengabdian seorang murid kepada Gurunya adalah ‘sebab’ yang dibangun seorang murid yang menjadikan ‘akibat’ tersebut diturunkan di dunia. Itulah hukum sebab akibat sebagai sunnatulloh yang tidak ada perubahan untuk selama-lamanya, ketika sebabnya dibangun secara sempurna, maka akibatnya akan diturukan secara sempurna pula. Allohu A’lam

  65. Saya-lah yang belajar banyak di forum ini. Terima kasih banyak Pak Yai.

    Aql dan nafs memang bukan benda fisik, tetapi keberadaan mereka dapat dideteksi oleh pancaindra, demikian juga qalb. Kalau sirr memang hanya bisa dideteksi oleh mereka yang “bisa tahu”. Secara psikologi istilah nafs dan qalb bisa berbeda-beda, mereka menggunakan istilah ego, super-ego dan id. Kalau ditimbang-timbang istilah-istilah Sigmund Freud ini ada beberapa kesamaan dengan istilah nafs-qalb-aql. Jadi bisa kemungkinan kita merujuk pada istilah yang berbeda untuk barang yang sama.

    Dalam Islam cukup jelas perbedaan antara nafs (dari dalam) dan setan (dari luar). Tetapi secara psikologi ego bisa merujuk ke kedua-duanya.

    Saya stop dulu, lha wong saya bukan orang psikologi kok.

    Pindah topik:
    Tentang santri yang berhikmad pada guru dan tiba-tiba dapat ilmu memang analogi seperti yang diungkapkan oleh Pak Yai. Kalau yang suka nonton film-film science-fiction bisa lihat film Matrix.

    Santri juga boleh nonton ya Pak Yai? he he he, ngapunten.

  66. Ass.
    ngapunten,dalem dereng paham kalimat
    “Seperti orang donwload dari situs di internet, compter yang semula kosong, seketika bisa diisi dengan sekehendak hati”
    Siapa komputer?
    Siapa yang download dan mengisinya?
    Insya allah jawaban ingkang di bawahnya dalem paham.
    Apakah ini seklumit dari ilmu laduni?
    Didalam pengapdian kita kepada yang dikasihi (TuanNya)dan “orang yang dicintai TuanNya “Tidak perlu menanyakan upah.Karena TuanNya lebih tau apa yang dia butuhkan……..
    Menopo kados mekaten Yai?mbok menawi salah,dalem nyuwun bimbinganipun.

  67. SUBHANALLAH….

    SEMAKIN SUKA SAYA BERKUNJUNG KE WEB INI….
    MENAMBAH WAWASAN BANYAK HAL…
    SEMOGA P KYAI DAN ORANG2 BERILMU DAPAT TERUS BERBAGI ILMUNYA DISINI… AMIEN 3X

    DULU SAYA MERASA GAK ADA GUNANYA BELAJAR FISIKA KETIKA DI BANGKU SEKOLAH, SEKARANG BARU TAU MANFAATNYA… :)

    TERIMA KASIH SEMUA
    SALAM KENAL

  68. Untuk Mas Totok, salam kenal balik dari para salik yang ada disini.
    Untuk Mas Abdi, alhamdulillah, ini bukan sekedar Ilmu Laduni, melainkan jauh lebih dari itu. Ilmu Alloh yang menurut kita ghaib itu kita coba menguaknya dari Forum kita ini. Berkat sumbangan dari teman-teman semua, terutama Pak Hikam, disamping beliau adalah S3 Fisika jebolan luar negri juga seorang salik di Naqsabandiyah Haqqany, beliau berkenan membimbing kita disini, juga termasuk mas Totok dan Mas Abdi, semoga Furum ini bisa menambah pemahaman kita tentang rahasia Urusan Ilahi Rabbi. Amin.
    Ini alamat Web Bapak DR. Muhammad Hikam. http://sufisika.blogspot.com/

  69. Assalamu’alaikum
    badhe nderek matur,
    Sekedar menanggapi Sahabat Abdi, Menurut saya benar bahwa dengan wusul dapat diartikan dengan Download Ilmu dari Guru, dan menurut ilmu cekak saya komputer itu adalah individu ya kita-kita ini dengan seperangkat software dan harware sekaligus Operating system yang menjalankan prosedure didalam logic arithamatic, dan mengkin itu yang menyebabkan kita perlu guru pembimbing pada saat melakukan amalan dzikir menuju ilmu dari Guru kita, dan jangan lupa agar proses download berjalan dengan lancar maka secara personal kita perlu membekali dengan Anti Virus dan proteksi Firewall dalam diri kita, mungkin Pak Kyai memiliki analogi tentang Anti Virus dan Firewall ini, mohon pencerahannya, demikian semoga menambah wawasan bagi saya dan keluarga, terima kasih mohon maaf bila ada salah.

    SyARIfa

  70. Asslamu’alaykum wa rahmatullahi wa barokatuuh,

    Salam kenal semuanya…..
    Untuk Abah, bagaimana khabarnya? Saya mau ikutan discuss, boleh ya bah…kalau salah mohon di koreksi.
    Manusia adalah makhluk Allah yang sempurna, dalam ilmu Tassawuf manusia terdiri dari RUH, JIWA dan JAZAD (ada juga yang memahami dengan Ruh, Jiwa (Nafs), Hati (Qalb) dan Jazad).
    Setiap makhluk hidup selalu mempunyai Jazad, Ruh tapi belum tentu mempunyai Jiwa. Seperti tanaman dan binatang, tingkatan Jiwa nya tidak bisa setinggi Manusia yang memang merupakan makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna.
    Bila dianalogikan seperti Komputer seperti yang Abah dan teman-teman analogikan, mungkin RUH bisa seperti Hardware. Meskipun Komputer sudah dirakit dengan materi yang bagus-bagus (driver, memory, dll) dan juga kabel-kabelnya pun yang pilihan (dari serat optik) bila tidak ada aliran listrik dan program dasarnya (hardware), semua itu tidak akan berfungsi. Ruh adalah pemberi energi kehidupan, yang menjadikan sosok badan (benda mati) bisa hidup dengan segala dinamikanya. Namun demikian energi kehidupan itu bukan lah satu-satunya tugas dari Ruh. Sebab energi kehidupan itu belum memberikan kemampuan operasional pada keasadaran dan aktifitas manusia. Fungsi Ruh secara menyeluruh adalah membawa sifat-sifat Allah agar kehidupan manusia berjalan sesuai dengan fitrahNya.

    Sedangkan untuk SOFTWARE nya bisa kita analogikan dengan JIWA. Isi dari pada Software (Jiwa) ini tergantung dari aplikasinya agar seorang manusia memiliki kemampuan operasional. Ruh menyebabkan manusia hidup. Badannya bertumbuh, berkembang biak, bisa bernafas, jantungnya berdenyut dlsb. Manusia tidak akan bisa beraktifitas dengan sempurna didalam hidupnya kalau Jiwanya tidak tumbuh dan berkembang.
    Keahlian (skill) yang bersifat fisik maupun psichis semuanya dikendalikan oleh Jiwa. Jiwa bekerja di dalam sistem Ruhani. Jadi Ruh menghidupi badan (jazad) dan Jiwa sekaligus. Badan maupun Jiwa tidak dapat bekerja bila tidak ada Ruh. Jiwa inilah yang menyebabkan seseorang berfungsi sebagai manusia seutuhnya.
    Dan didalam Jiwa ini bisa mengalami penurunan dan peningkatan kualitas. Ia bisa menjadi jelek dan jahat, tapi dilain waktu bisa menjadi baik dan bermanfa’at.
    Bila kita ingin kualitas Jiwa kita jelek, maka masukkanlah program yang jelek-jelek kedalam Jiwa. Maka Jiwa kita pun akan menjadi jelek dan jahat. Sebaliknya, bila kita ingin baik dan bermanfa’at, masukkanlah program yang baik dan bermanfa’at, Jiwa kitapun bakal baik dan bermanfa’at.

    Adapun tingkatan dari Jiwa (nafs) ini ada beberapa, yang sering di fahami ada 7 tingkatan :

    * Kepribadian tingkat I : An-Nafs al-Ammarah
    Pada tingkat ini manusia condong pada hasrat dan kenikmatan dunia.
    Minatnya tertuju pada pemeliharaan tubuh, kenikmatan selera-selera
    jasmani dan pemanjaan ego. Ditingkat ini, iri, serakah, sombong,
    nafsu seksual, pamer, fitnah, dusta, marah dan sejenisnya, menjadi
    yang paling dominan.

    * Kepribadian tingkat II : An-Nafs al-Lawwamah
    Pada tingkat ini manusia sudah mulai melawan nafsu jahat yang
    timbul meskipun ia masih bingung tentang tujuan hidupnya. Jiwanya
    sudah melawan hasrat-hasrat rendah yang muncul. Diri masih menjadi
    subyek yang dikendalikan hasrat-hasrat yang bersifat fisik, ia masih
    sering tertipu oleh muslihat dunia yang sementara ini.

    * Kepribadian tingkat III : An-Nafs al-Mulhima
    Pada tingkat ini manusia sudah menyadari cahaya sejati tidak lain
    adalah petunjuk Allah. Semangat taqwa dan mencari ridho Allah ada-
    lah semboyannya. Ia tidak lagi mencari kesalah-kesalahan orang lain
    tetapi selalu instropeksi diri utnuk menjadi hamba Allah yang lurus.
    Ia selalu zikir dan mengikuti sunnah nabi Muhammad saw.

    * Kepribadian tingkat IV : An-Nafs al-Qana’ah
    Pada tingkat ini hati telah mantap, merasa cukup dengan apa yang di
    milikinya dan tidak tertarik dengan apa yang dimiliki oleh orang
    lain. Ia sudah tidak ingin berlomba untuk menyamai orang lain.
    Ketinggalan ‘status’ baginya bukan berarti keterbelakangan dan kebo-
    dohan. Ia menyadari bahwa ketidak puasan atas segala sesuatu yang
    telah ditetapkan Allah menunjukkan keserakahan dan ketidak matangan
    pribadi. Pada tingkat ini, manusia mengetahui bahwa seseorang tidak
    dapat memperoleh kebaikan apapun kecuali dengan kehendak Allah.
    Hanya Allah yang mengetahui apa yang terbaik dalam situasi apapun.

    * Kepribadian tingkat V : An-Nafs al-Mut’mainnah
    Pada tingkat ini manusia telah menemukan kebahagiaan dalam mencintai
    Allah swt. Ia tidak ingin memperoleh “pengakuan” dari masyarakat
    ataupun tentang tujuanya. Jiwanya telah tenang, terbebas dari kete-
    gangan, karena pengetahuannya telah mantap bahwa segala sesuatu akan
    kembali pada Allah. Ia benar-benar telah memperoleh kualitas yang
    sangat baik dalam ketenangan dan keheningan.

    * Kepribadian tingkat VI : An-Nas al-Radiyah
    Ini adalah ciri tambahan bagi jiwa yang puas dan tenang. Ia merasa
    bahagia karena Allah ridho padanya. Ia selalu waspada akan tumbuhnya
    keengganan yang paling sepele terhadap kodratnya sebagai abdi Tuhan.
    Ia menyadari bahwa Islam adalah fitrah insan dan ia pun haqqul yaqin
    pada firman Allah, “…..Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal
    ia amat baik bagimu….”. ia patuh pada Allah semata-mata hanya
    sebagai perwujudan rasa terimakasihnya.

    * Kepribadian tingkat VII : An-Nafs al-Kamilah
    Ini adalah tingkat manusia yang telah sempurna (al-Insan al-Kamil).
    Kesempurnaannya adalah kesempurnaan moral yang telah bersih dari
    semua hasrat kejasmanian sebagai hasil kesadaran murni akan pengeta-
    tahuan yang sempurna tentang Allah. “Selubung diri”nya telah terbuka
    hanya mengikuti Kesadaran Ilahi. Nabi Muhammad saw adalah contoh
    manusia yang telah sampai pada tingkat ini. Kepribadiannya meng -
    ungkapkan segala hal yang mulia dalam kodrat manusia.

    Demikian, semoga bisa menjawab pertanyaan dari teman-teman semuanya. Saya mohon ma’af bila tidak berkenan dan ada kesalahan, karena keterbatasan saya.

    Wassalammu’alaykum wa rahmatullahi wa barokatuuh,

    lisa rahadi
    http://lisarahadi.multiply.com

  71. Alaikum Salam…
    Alkhamdulillah dapet pencerahan lagi..
    ada sedikit perbedaan,mungkin dalem ingkang dereng paham….
    si(P): Boro2 Download,main computer aja blom bisa.
    yg dalem pahami, bahwasannya Yai (Guru) Ridho_mentrasfer ilmu atau apapapun bentuknya kepada si (P) (murid).Insya allah, allah mengijabahi………
    mbok menawi salah,dalem nyuwun bimbinganipun.

  72. Assalamu’alaikum

    ikutan nimbrung yah…

    buat Lisa Rahadi terimakasih atas tingkat nafsnya…

    Kalau yang saya tahu dari Habib Ali HAddad (guru fiqh saya) Khidmah adalah proses untuk belajar melepaskan egoistik kita..Tapi tidak sembarangan khidmah…Kalau berkhidmah kepada Kyai, dalam khidmah tersebut seorang murid akan diberikan Sir yang mana sir itu didapat dari doa Kyai sendiri setelah egoistik itu lepas sedikit demi sedikit..seperti ada kisah, Kyai HAsyim Asyari dikurung di kandang ayam oleh guru ruhani beliau, Kyai Kholil. KEmudian disuruh menggembalakan kambingnya. Kyai Kholil mengajarkan Kyai HAsyim untuk melepaskan ego, keaku-akuannya. Setelah lepas, muncullah sirnya..
    Yang kemudian kita tahu, Kyai HAsyim Asyari menjadi orang besar..seperti yang diungkapkan Kyai Kholil, besok kamu akan jadi orang besar..

    kemudian dari ridhonya guru..kunci ilmu khidmah didapat.

    cuma sebatas ini yang bisa saya sampaikan…Mungkin bisa dijelaskan lagi oleh Abah Lutfi..

    Akhirul Kalam….Assalamu’alaikum

    (Santri Pelosok)
    thejourney-dika.blogspot.com

  73. Untuk teman-teman semua.
    Ini sekedar tambahan dari abah.
    Yang dinamakan ‘Wushul’ itu baru nge-link, maksudnya, kalau sudah sambung kemudian baru bisa download. Jadi orang yang sudah bisa nge-link belum tentu bisa download. Soalnya, untuk download ini butuh softwere lagi, artinya butuh ilmu dan kemampuan itulah namanya Ilmu Hidmah. Jadi softwerenya download itu namanya Ilmu Hidmah.

    Anti Virus —> ??? Untuk download di dunia hidmah dengan di dunia internet itu beda. Kalau di internet, disamping kita butuh kemampuan dalam menjalankan OS (operating system) juga di computer harus ada anti verus dan Firewall, karena boleh jadi data yang kita download itu sudah terinveksi virus, atau computer kita bisa diintip dan diacak oleh hacker, di dunia hidmah tidak demikian. Data maupun Progam yang didownload dari alam hidmah pasti didapat dalam keadaan bersih karena mendownloadnya hanya bisa dilakukan dengan cara yang bersih dari segala virus.

    Download di alam ruhani bisa dilakukan dalam dua kesempatan, 1. Saat seorang salik berdzikir dengan bertawasul kepada guru-guru ruhaniyah, 2. Saat murid berhidmah secara lahir kepada gurunya. Tetapi download di dunia hidmah jauh lebih mudah daripada download di saat berdzikir. Untuk download di alam dzikir inilah di computer kita harus ada anti virusnya, karena jaringannya penuh dengan virus yang mematikan, itu manakala niat dzikit kita masih dicampuri tujuan duniawi. Namun jika niat dan tujuan berdzikir itu sudah benar-benar Lillahi Ta’ala maka computer kita dengan sendirinya terproteksi dari virus-virus tersebut. Untuk bisa niat Lillahi Ta’ala inilah dzikir kita harus mendapat bimbingan dari guru ahlinya, baik secara lahir maupun batin.

    Di dunia hidmah, softwere dan cara menjalankan OS-nya sangat mudah, hanya kesiapan mental si murid dalam mengabdi/berhidmah kepada Gurunya, hal itu diniati untuk mengabdi kepada Alloh SWT. Selanjutnya si murid harus tanggap dan bisa lulus dalam menghadapi setiap jebakan dan ranjau yang diadakan oleh Guru sebagai pentarbiyah secara lahir.
    Untuk bisa tanggap dan lulus dalam menghadapi jebakan dan ranjau ini, kuncinya, seorang murid harus bisa selalu menyangka baik /husnudz-dzon kepada gurunya sebagai perwujudan husnudz-dzoh kapada Alloh Ta’ala, Sang pentarbiyah secara hakiki.
    Namun demikian, jika di computer dan di jaringan si murid terdapat virus, maka saat nge-link saja sudah tidak mungkin bisa akses/nyambung. Jadi saat nge-link baik di dunia dzkir maupun di dunia hidmah, computer kita dan jaringannya harus benar-benar bersih dan suci. Artinya niat kita dalam berdzkir dan berhidmah tersebut harus benar-benar ihlas semata-mata mencari ridho Alloh.

    Firewall dan Hacker —.> ??? Di dunia hidmah, keberadaan hacker ini ada, tapi computer kita tidak harus membutuhkan Firewall, karena yang mempunyai ilmu hacker di dunia hidmah ini hanya para guru ruhaniah yang mentarbiyah murid-murid yang sedang berhidmah kepadanya. Hacker di dunia hidmah ini bukan untuk mengacak-acak computer tetapi bahkan untuk membenahi jaringan dan sistem yang harus dibenahi. Secara lahir, hal itu mereka dilakukan dengan cara menebarkan jebakan dan ranjau kepada murid yang sedang ditarbiyah. Oleh karenanya, si murid harus tanggap dan bisa lulus dalam menghadapi setiap jebakan dan ranjau yang diadakan oleh Gurunya.
    Baca e book berjudul “Sejarah Ilmu Laduni”, dapatkan e book tersebut di ABSHOR-BUKU GRATIS di menu HALAMAN.

  74. Assalamualaikum semua.

    Maaf P. Kyai saya masih awam dengan ilmu ini semua .
    Mau nanyak lagi ?

    RAGA IBARAT HARDWARE
    JIWA IBARAT SOFTWARE
    RUH IBARAT ALIRAN LISTRIK

    Trus koneksi internet ibarat apanya ya.. ?

    Mohon penjelasanya , Terima kasih sebelumnya. Semoga bermanfaat.
    Salam
    Erma

  75. Ya benar,
    RAGA IBARAT HARDWARE
    JIWA IBARAT SOFTWARE
    RUH IBARAT ALIRAN LISTRIK

    Makanya jasad butuh ruh, ilmu butuh ruh dan iman juga butuh ruh.
    Ilmu yang tidak mempunyai ruh berarti ilmu mati. Artinya hanya bisa untuk berdebat dan mencari sandang pangan, tetapi tidak bisa untuk mengilmoni perilakunya sendiri, meninjam istilah Jawa; Jarkoni he he he seperti abah ini.
    Iman butuh ruh supaya dengan ‘ruh iman’ itu ‘orang beriman’ bisa melaksanakan amal sholeh sehingga meningkat ke maqoh Takwalloh. Dengan iman dan takwalloh itulah seorang hamba akan dicintai Tuhannya.
    Adapun koneksi internet–> ???. Ini rahasia kita melaksanakan tawassul secara ruhaniah.
    Dengan tawasul tersebut berarti kita nge-link kepada situs-situs ruhaniyah, baik kepada situsnya orang hidup maupun orang mati.
    Situs orang hidup berarti kita bisa download di alam hidmah kepada guru-guru ruhaniah, seperti pasa Sufi dan Guru Mursyid yang sejati, situs orang mati berarti kita bisa download di alam dzkir & tawasul secara ruhaniah.

    Tentang situs ruhaniyah ini Alloh Ta’ala menyatakan dengan firman-Nya: “Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).(QS.YaaSiin/12)
    Jadi, kita-kita ini, yang tidak pernah bertawasul secara ruhaniah baik dengan dzikir maupun berhidmah atau tawasul kita belum mampu membuahkan hasil karena jaringan kita banyak virusnya, maka kita ini ibarat HP atau Computer yang tidak ada jaringan atau jaringannya sedang eror, berarti kita hanya bisa memanfaatkan pontensi yang ada dalam diri jiwa kita sendiri. Orang yang bertawasul secara ruhaniah itu, dengan izin Alloh akan mendapatkan ‘Sirr’ dari orang yang ditawasuli.

  76. Abah…..saya mau tanya,

    Selain dengan Dzikir dan Hikmah, adakah jalan lain untuk menuju Ma’rifatullah? Misalnya dari perjalanan hidup sesorang yang begitu rumitnya. Dalam perjalanan hidup ini dia memahami bahwa semuanya adalah kehendak Allah. Akhirnya dalam penemuannya dalam shalat Tahajud, tafakur dan dzikir, secara terus menerus, dia merasa kecil, sangat kecil dihadapan Sang Khalik. Dan kelanjutannya…dia tidak mempunyai keinginan apa-apa lagi selain kekasih abadinya, Allah Azza Wajalla. Sehingga dia benar-benar mengabdi hanya kepada Allah. Ikhlas dan sabar menjalani hidupnya. Selalu ber-hikmah dengan segala masalah yang dia hadapi.

    Kalau begini ini namanya apa Bah?

    Wassalam,

    lisa rahadi
    http://lisarahadi.multiply.com

  77. Orang bisa ma’rifatullah itu karena Alloh terlebih dahulu telah memperkenalkan diri di dalam hati orang itu, karena Alloh sudah cinta kepadanya. Oleh karena itu, maka jalan ma’rifatulloh itu bisa macam-macan, sesuai kehemdak-Nya. Terkadang sebab dosa sehingga orang tersebut menerima musibah, tapi, musibah itu menjadikan menyesal dan taubat. Maka penyesalan itulah yang panasnya dalam dada mampu membakar hijab sehingga menjadikan matahati orang tersebut cemerlang. Selanjutnya ia malaksanakan pengembaraan ruhaniah baik dengan dzikir, atau hidmah. Sholat tahajjud itu berdzikir secara fertikal, hidmah itu berdzikir secara horizontal.
    Ketika dia sudah kenal dengan Alloh, maka apa saja yang dikehendaki-Nya, meski berupa musibah, dia tidak hanya bisa sabar saja, bahkan juga malah bisa bersyukur.
    Hidmah dengan Hikmah itu beda, kalau hidmah(dgD) itu berarti mengabdi atau Bahasa jawanya ngaolo, Hikmah (dgK) artinya mengerti rahasia di balik kejadian. Jadi ilmu hidmah itu cara mengabdi yang benar, ilmu hikmah itu cara mengetahui rahasia di balik kejadian.
    Tapi ada lagi orang/kalangan menamakan ilmu hikmah(dgK), padahal yang dimaksud ilmu jadugan/kesaktian, la ini yang aku ndak ngerti dasar pemikiran mereka…
    Kalau menurut saya, ilmu jadugan itu, seperti ilmu kekebalan tubuh, Hizb, Mahabbah dll, itu bukan ilmu hikmah tapi ilmu KIKUN, ilmunya Kiai yang nyambi jadi Dukun he he he…… kayak abah lagi, lagi-lagi kayak abah…. apa teman-teman ini memang sedang ngerjani abah ya ……..Wassalam

  78. Assalamu’alaikum Abah Luthfi…
    Mau tanya yang lain neh…heheh

    Di Hadist disebutkan, kenalilah dirimu sebelum kamu mengenal Tuhanmu.
    Di kitab-kitab tasawuf seperti kasyful almahjub menerangkan kuncinya kamu mengenal diri sendiri dan mengenal Tuhanmu ada di hijab..bagaimana kita melepas ini. Agar dirimu mengenal kamu..dan bisa mengenal Tuhan..

    yang mau saya tanyakan..

    pertama…apa makna hadist di atas??
    kedua…apakah sama konsep jati diri sama seperti yang diberikan waktu sma…khan kata psikolog, masa-masa sma ini adalah pencarian jati diri.
    ketiga…tidak nyambung dengan masalah diatas…bagaimana cara yang bijak membimbing teman saya yang ingin mencari guru sejati…

    sukron katsir…Assalamu’alaikum

    (santri pelosok)

  79. Wow….emang bener Bah….
    Abah memang termasuk KIKUN. Orang Abah nerangin masalah Hikmah, Khidmad dan Hikmad itu sebenarnya baru mau saya tanyakan. Saya kemarin sudah bikin konsepnya kalau nggak salah. Untuk menanyakan perbedaan Hikmah, Khidmad dan Hikmad (saya cari konsepnya koq nggak ada ya…) Sebab temen-temen diatas nulisnya macem-macem gitu. Saya bacanya jadi bingung. Takut salah menafsirkan tulisan yang dimaksud. Tapi koq Abah sudah nerangin?

    Waaah…..bahaya nikh Abah…. :)

    Wassalam,

  80. Alaikum Salam,
    Untuk Mas Dika ….. buah hatiku. he he he…..
    Jika tidak salah, tek hadits Nabi SAW. tersebut artinya seperti ini: “Barangsiapa mengenal Nafs-nya maka sungguh ia mengenal Tuhannya”. Memang sebagaian besar Ulama mengertikan Nafs ini jiwa, namun secara spesifik Nafs ini artinya cenderung ke arah nafsu. Jika memang penafsiran ini benar, maka kunci ma’rifatulloh itu dengan mengenali Nafsu. Artinya: “Siapa yang mengenal rahasia nafsu syahwatnya maka berarti ia mengenal Tuhannya”. Padahal nafsu itu cenderung mengajak manusia kepada kejelekan. Jika hal ini kita kaitkan dengan hijab, maka menjadi benar adanya, bahwa kunci mengenal Tuhan itu ada di rahasia hijab ini, karena pusat timbulnya hijab itu dari akibat intensitas kehidupan nafsu syahwat yang tidak terkendali.
    Demikian itu disebabkan, karena yang dimaksud ma’rifatulloh itu bukan ilmu ilmiyah tetapi ilmu mukasyafah atau Ilmu Rasa. Maksudnya, orang tidak bisa mendapatkan ma’rifatulloh kecuali pintu hatinya terlebih dahulu dibuka oleh Alloh Ta’ala, la… untuk dibukakan pintu hati ini jalannya, kita harus dapat menghilangkan hijab yang mendindingi matahati kita. Sedangkan jalan untuk menghilangkan hijab ini tidak bisa dilakukan dengan cara belajar atau berdialog apalagi berdebat, melainkan dengan melaksanakan mujahadah di jalan Alloh. Yakni melaksanakan thoriqoh yang dibimbing oleh guru Mursyid sejati.
    Untuk pertanyaan yang ini: “…apakah sama konsep jati diri sama seperti yang diberikan waktu sma…khan kata psikolog, masa-masa sma ini adalah pencarian jati diri”. Wah ….. ini saya tidak bisa menjawab Mas, karena saya tidak pernah sekolah di SMA, saya dulu dari SD langsung dapat SARKUB he he he ….. maaf ya Mas, jadi saya ndak ngerti gambaran tentang jati diri yang diajarkan saat SMA itu.
    Untuk pertanyaan yang ini: “…tidak nyambung dengan masalah diatas… bagaimana cara yang bijak membimbing teman saya yang ingin mencari guru sejati… Wah… ini juga saya ndak bisa jawab Mas. Disamping hal tersebut urusan ilmu praktek, juga barangkali yang bisa menjawab ini hanya Romo (Hadrotusy Syekh, Guru kita), atau guru-guru Mursyid sejati yang telah terbukti mampu membimbing murid-muridnya dan anak asuhnya.
    Aku tidak lebih dari sekedar manusia yang hampir-hampir putus asa, hanya seorang salik yang belum juga mampu membersihkan lumuran dosa dan bekas-bekasnya yang terlanjur membasahi dinding hati, sehingga hati ini masih penuh diliputi dengan hijab yang kelam. Semoga berkat dari do’a teman-teman dan barokah Guru kita, Alloh berkenan memberikan kita akhir yang baik, husnul khotimah sehingga mendapatkan ridho-Nya, amin ya robbal alamiin.

    al-Fakir Ila Afwi Maulaho, Muhammah Luthfi Ghozali.

  81. Pak Yai ngapunten baru baca-baca lagi. Soyo tambah bingung he he he. Karena untuk memahami yang ditulis oleh Pak Yai saya perlu menge-nol-kan beberapa pengetahuan saya sebelumnya. Ibarat salah satu flash-disk yang sudah penuh dengan file-file, maka supaya bisa masuk maka beberapa file harus di-delete dahulu.

    Walau semakin menambah bingung, tetapi diskusi ini semakin menarik dan semakin memperkaya.

    Hatur nuwun Pak Yai.

    Karena Pak Yai sudah memperkenalkan saya, kalau ada yang ingin tahu lebih lanjut tentang saya, silahkan baca web:
    http://staff.fisika.ui.ac.id/hikam/utama/welcome.htm

  82. Ndak usah dihapus Guru, masalahnya cuma karena beda dimensi. Dimensi yang dulu disimpen dulu, terus buka dimensi yang ini. setelah dimensi yang ini masuk, baru nanti diselaraskan. La disitu nanti baru bisa ketemu. Yang pasti semuanya itu ilmunya Alloh SWT. Yang asalnya satu, meskipun kemudian jadi bercabang seribu, akhirnya pasti akan ketemu juga.

  83. Begitu ya Pak Yai. Tambahi saja ya kapasitas flash-disk-nya, dari 8 Gigabytes menjadi 1000 Gigabytes. Mugo-mugo komputer ora jebol he he he.

    Saya sangat bangga walau saya sudah S3 luar negeri tetapi dapat berguru kepada Pak Yai yang konon tidak tamat SMP,… tetapi yang jelas Pak Yai langsung tamat S4 ya. Syukur alhamdulillah bisa ketemu guru seperti Pak Yai. Mohon diterima sungkem kawulo.

  84. Assalamualaikum semua,

    Hehe bikin folder baru ya Pak Kyai ?
    Wah Pak Hikam kapasitasnya sudah ditambah, trus folder isinya bagus2, trus kalau sudah difile rapi , mau cari fileya enak dan gampang dong ?
    hehe :)

    Trus boleh ngopi gak Pak Hikam ?
    Pak Kyai gimana cara ngopi dan download ditempatnya Pak Hikam ?

    Terima kasih Semua
    Erma

  85. Assalamualaikum Wr Wb
    Saya mau tanyak Kyai, tapi saya mau cerita dulu.
    Saya ini dari latar belakang orang syari’at, alhamdulillah saya sekeluarga termasuk orang yang taat beribadah. Sholat berjama’ah, Puasa senen kemis dan tahajjud alhamdulillah sudah menjadi makanan harian di rumah tangga kami. Selama ini kami tidak pernah tertarik dengan tasawuf dan thoriqoh. Setelah saya berkali-kali membaca postingan di Web ini, saya mulai tertarik, tetapi tidak untuk ikut melainkan coba-coba. Saya mencoba ikut khususi di Gunungpati, itu kira-kira bulan Nofember.
    Dalam ikut khususi itu, semula saya belum bisa merasakan apa-apa kecuali makannya, he he he makan kepungan/bareng-bareng di talam itu ternyata enak ya Kyai… sehingga istri dan anak saja ajak, ternyata mereka juga seneng.
    Tetapi akhir-akhir ini ada yang berbeda dalam perasaannya. Saat dzikir bareng dengan lampu dimatikan itu, yang semula kepala saya jadi sakit, kini terasa nikmat, dan kenikmatannya jauh melebihi makan talaman itu. Terus ada lagi yang saya jadi heran, setelah ikut khususi itu, malamnya tidur jadi nyenyak, meski sebentar bangun untuk tahajjud juga jadi semakin siap. Tapi saya juga heran….. mengapa hanya malam rebo, malam kemis dan malam jumat saja tidur dan tahajjud menjadi enak, tetapi malam-malam selanjutnya kembali seperti dahulu lagi ?
    Terlebih lagi urusan di kantor, hari rabo, kamis itu rasanya urusan jadi beres semua, tetapi setelah memasuki jum’at, menjadi semerawut lagi.
    Yang saya tanyakan
    1. Mengapa dzikir berjamaah itu lampunya kok dimatikan?
    2. Kenapa hari rabo, kemis dan jumat pikiran jadi plong tapi selanjutnya keruh lagi?
    3. Yang terakhir, he he he… saya coba makan kepungan dengan keluarga di rumah, mengapa rasanya beda dengan yang di khususi itu?
    Wassalam

  86. Saya ingin ikut-ikutan nambahi masalah untuk yang nomor 3:
    Makan nasi dengan lauk-pauk sama persis (yang juru masaknya juga sama) kalau di warteg akan beda rasanya dengan di restaurant. Mengapa ya? karena indra perasa kita (lidah) sangat dipengaruhi oleh mindset (pemikiran konsep) tentang makanan itu sendiri. Istri saya sering menasehati pengantin baru: makan nasi dengan dengan lauk tempe hasil jerih payah sendiri akan jauh terasa lebih nikmat ketimbang nasi lauk tempe makan di mertua.

    (Oh ya Pak Yai: istri saya itu ustadzah lokal)

    ————————
    Wah Guru, berarti bisa saya undang untuk ceramah di Pondok ya…..???

  87. Ass wr wb

    Hallo teman teman yang pada asik diskusi, wah saya membaca pertanyaan dan jawaban disini jadi ingin ikutan komentar.
    Kok pada membahas tentang kapasitas hard disk dan down load? apakah kita ini sama dengan komputer ya? wah kalau benar berarti sekarang pola pikir kita harus kita samakan semua, bahwa untuk memahami ilmu-ilmu yang ada disini maka kita harus berpikir dan rasakan bahwa kita ini seolah-olah adalah komputer, hal ini untuk mempermudah pemahaman kita terhadap ilmu pengetahuan yang ada di webblog ini. Dengan demikian maka pola pikir kita akan sama saat mendapatkan pengetahuan baru dari bapak Kyai.
    Berarti dalam diri kita saat ini mempunyai HARDWARE dan SOFTWARE yang masing-masing punya fungsi dan kapasitas yang saling berhubungan dan LINK yaitu hubungan dengan internet, tetapi karena kita manusia maka LINK kita pasti bukan internet, lha terus apa?

    Pak kyai yang baik, saya mohon penjelasan mengenai LINK ini, karena saya yakin bahwa LINK ini pasti ada rahasianya karena saya belum mendapatkan LINK ini dari buku manapun yang saya cari, saya ingin bisa membaca situs-situs dan download ilmu pengetahuan dari LINK gaib ini.

    Terimakasih pak Kyai.

  88. Wah Mas ngarso ini benar-benar ketinggalan jaman, eh pelajaran. Masalah LINK ghaib itu sudah dibahas di atas Mas namanya Sirr.
    Mangkane mangkane…. jangan kholwat terus to……. apa lagi Honimun Mas??? he he he baca lagi yang teliti ya……

  89. HHmmm…perlu dicoba nikh untuk ikutan khususi….. boleh nggak Bah?
    Saya belum pernah masuk Pesantren…..mungkin kalau bisa barengan datangnya…bisa discuss di darat kali’ ya…… :) Saya nggak dikasih maem juga nggak apa-apa koq Bah….

  90. Yth, Bapak Salafus Sholeh

    Soal dzikir lampu dimatikan itu, dasar paling utamanya sih, kami yang di Gunungpai ini kan hanya seorang murid, maka kami berusaha mengikuti apa-apa yang lakukan oleh Guru kami. Saat kami ikut Haul Akbar di Kedinding, saat dzikir Fida’ pada malam Minggunya, disana juga lampu dimatikan saat berdzkir. Disana kami bisa merasakan kenikmatan ruhani tersebut, jadi di GP kami juga ikut-ikutan. Namun demikian, kalau saya boleh matur, saat lampu dimatikan itu, saya kira ruhani kita lebih siap untuk menerima energy/makanan ruhani, karena saat itu akal dan pikiran kita terkondisi lebih rilek. Jadi tentunya saat lampu dimatikan itu ruhani kita lebih bisa merasakan kenikmatan spiritual tersebut.

    Dzikir berjamaah itu merupakan makanan spiritual, itu bagian dari pelaksanaan mujahadah yang kita dawamkan/istiqomahkan. Jika makanan spiritual itu bisa dirasakan dengan sempurna, tanda-tandanya kita bisa merasakan kenikmatan ruhani saat berdzikir, berarti secara otomatis orang yang berdzikir itu mendapatkan hidayah dari Alloh SWT. Hidayah itu berupa nur/sinar, padaha kita tahu setiap sinar mesti mengandung hawa panas. Berarti saat masuknya hidayah itu, rongga dada kita menjadi panas. Hal tersebut dilakukan selama 2 jam, tentunya itu menimbulkan efek yang lain. La efek lain itulah diantaranya perut kita menjadi lapar sehingga lebih siap untuk melahap makanan. Maka, makam kepungan dalam talam itu, yang semestinya tidak enak, menjadi terasa enak karena perut kita dan selera kita sedang siap makan.
    Mana mungkin Pak Hikam….. masakan anak pondok bisa mengalahkan masakan Bu Salafus Sholeh???? Apalagi masakannya Bu Nyai Hikam….. wah ini Pak Hikam dan Bu Nyai langsung pingin mencoba makan talaman di khususi nich……
    Jadi bukan kaitan yang di makan tapi yang makan saat itu dalam keadaan sehat wal afiat baik lahir maupun batin.

    Demikian juga soal tidur nyenyak, saya kira prosesnya juga sama seperti itu. Karena saat dzikir yang dilakukan itu bisa terkondisi dengan sempurna, kita bisa keluar masuk dalam alam dzikir dengan benar, berarti pikiran kita saat itu menjadi rilek. Seperti orang tidur, jika tidurnya benar maka bangun paginya badan menjadi nyaman. Saat orang berdzikir itu pikirannya menjadi longgar. Kesibukan rutinitas yang membelenggu pikiran sehingga terkadang sempat menjadikan orang tidak bisa tidur, saat itu sejenak terlupakan. Itu sebenarnya merupakan obat bagi orang-orang elit, orang-orang yang setiap hari tidak bisa lepas dari tanggungjawah dan pekerjaan yang menumpuk di kantor. Ketika dengan dzikir itu, meski sejenak pikiran mereka bisa terlepas dari belenggu rutinitas yang membosankan, maka secara otomatif setelah itu tidurnya menjadi terasa nyaman dan nyenyak. Hal ini biasa-biasa saja, makanya orang-orang elit itu butuh refresing dalam hidupnya. Kalau tidak begitu, bisa jati mereka cepat tua dan stress. Itulah rahasianya, maka orang yang suka berdzikir itu disamping awet sehat juga awet muda, he he he…….

    Soal pekerjaan di kontor menjadi beres, meski itu hanya hari rebo, kemis dan jum’ah, hal itu kita harus bicarakan yang lebih ilmiyah. Alloh berfirman: “Maka apakah orang-orang yang dilapangkan Allah rongga dadanya untuk (menerima) Islam berarti ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.(QS.az-Zumar/22).
    Orang-orang yang rongga dadanya dilapangkan untuk menerima segala kehendak dan ketetapan Alloh untuk dirinya, baik sebab dzikir maupun sebab amaliyah yang lain, berbeda dengan orang-orang yang hatinya membatu. Orang yang hatinya dilapangkan itu berarti saat itu rongga dadanya dipenuhi dengan nur hidayah Alloh, yang berarti pula saat itu kondisi pikiran dan mentalnya lebih siap bertanding. Maka, boleh jadi pada hari rebo, kemis dan jumah tersebut sebenarnya masalah yang dihadapi tidak berbeda ketimbang hari-hari yang lain, namun oleh karena saat itu pikiran dan mental dalam keadaan siap bertarung, maka kesulitan menjadi tampak mudah. Ketika sugesti itu sudah terbangun maka urusan menjadi benar-benar mudah. Mengapa itu bisa terjadi, karena disamping rongga dada dalam keadaan lapang, juga saat itu hati orang tersebut sedang disinari dengan hidayah dan pertolongan dari Alloh.

    Kalau pertanyaan yang ini: Kenapa hari rabo, kemis dan jumat pikiran jadi plong tapi selanjutnya keruh lagi? Hal itu membuktikan, bahwa amal ibadah/thoroqoh itu harus dilakukan secara istoqomah. Untuk menjawab tantangan kehidupan yang sangat dinamis pada kahir-akhir ini maka kita orang beriman harus benar-benar teguh dalam menjalankan istiqomah tersebut. Itu menunjukkan bahwa hasil yang didapatkan saat khususi malam rebo itu belum cukup untuk mengkafer kesibukan kita yang satu minggu. Khususi malam rebo itu hanya bisa mengobati kehidupan kita selama tiga hari saja, makanya pada malam sabtunya kita mengadakan mujahadah lagi. Hal itu memang kami siapkan untuk orang-orang yang membutuhkan energy lebih guna mengkafer kesibukan dalam kehidupannya. Untuk menjawab kebutuhan hidup tersebut maka kita butuh ikut thoriqoh yang terbimbing. Supaya kita menjadi orang yang kuat lahir batin sehingga menjadi orang yang selamat dunia dan akhirat, amin ya Rabbal Alamiin.

  91. Assalamualaikum Wr.Wb
    Alhamdulillah rasanya plong plus prinding2 nemuin web ini, mudah2an perasaan tangisan haru dalam dada ini bukan manipulasi intelejen syetan laknatullah
    derek silahturahmi dumateng poro sederek kadang sinoro wedi kang dipun rahmati 4JJI khususnya para pengasuhnya gurunya keluarganya AMIN
    Mohon izin ntuk ngeLINK Pak
    Matur Suwun saking sedoyo ingkang sampun dipun serat
    Insya 4JJI bila ada waktu umur rezeki Sy mohon bimbingannya
    WSS WR WB

    ——————————
    Alaikum Salam Mas Tulus
    Terima kasih atas kunjungan dan do’anya, semoga menambah kemanfaatan bagi kita semua.
    Silahkan anda mau nge-LINK. nge-LINK-nya jangan bosan-bosan ya Mas…..
    Wassalam, (malfiali)

  92. Terima kasih pencerahannya Kyai, tapi saya mau bertanya lagi karena masih ada beberapa hal yang masih ganjel di pikiran saya:
    1. Apa yang dimaksud Kyai: “kita bisa keluar masuk dalam alam dzikir dengan benar”. Maksudnya keluar masuk yang bagaimana?? mohon dijelaskan.
    2. Mengapa ketika pertama kali merasakan dzikir saat lampu dimatikan itu kepala saya sakit, tapi selanjutnya bisa terasa nikmat???. Mengapa bisa terjadi demikian??
    3. Bagaimana caranya supaya saya bisa istiqomah ikut khususi??? Karena akhir-akhir ini setiap mau berangkat kok rasanya sangat berat dan ada-ada saja gangguan???

    ——————————————-

    Yth, Bapak Salafus Sholeh
    1. Yang dimaksud: “kita bisa keluar masuk dalam alam dzikir dengan benar”, hal tersebut saya menafsiri firman Alloh berikut ini :”Dan katakanlah: “Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.(QS.al-Isro’/80). Yakni keluar masuk antara alam lahir dengan alam batin kita dengan benar sehingga kita mendapatkan kekuatan penolong dari-Nya.
    Maksudnya: supaya dzikir kita bisa mendapatkan jawaban dari dzikir Alloh, sebagaimana yang dinyatakan Alloh dengan firman-Nya:”Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu.(QS.al-Baqoroh/152), maka dzikir kita harus dzikir qodim/batin, hal itu disebabkan, karena dzikir Alloh itu dzikir qodim. Padahal dzikir yang kita laksanakan itu awalnya adalah dzikir hadits/dzikir lahir. Untuk mencapai dzikir qodim/dzikir batin berarti saat berdzikir itu kita harus mampu memasuki alam qodim/alam batin. Untuk hal seperti ini, meski kita bisa masuk alam batin kita dengan benar misalnya, namun jika tidak bisa keluar lagi ke alam lahir dengan benar, berarti kehidupan/kesadaran kita tertinggal di alam batin. Akibatnya kita suka menjadi mabuk dzikir. Konkritnya, bisa-bisa kehidupan kita tenggelam di alam batin sehingga kita melupakan alam lahir. Jika hal tersebut terjadi, akibat dzikir yang kebablasan tersebut bisa-bisa kita di-PHK oleh mertua sebagai menantu, karena kita melupakan kuwajiban kita sebagai suami. Itulah namanya mabuk dzikir, untuk mencegah hal yang demikian itu, maka dzikir kita harus kita gurukan kepada ahlinya.

    2. Kepala kita masih terasa sakit saat berdzikir itu, berarti saat itu kondisi dzikir kita masih dzikir hadits/dzikir lahir. Dzikir kita itu masih bertentangan dengan kehendak nafsu syahwat yang memang cenderung mengajak kita kepada kejelekan. Pertarungan antara dorongan jelek dengan baik itu akhirnya menimbulkan rasa sakit di kepala. Atau mungkin keadaan tersebut seperti orang merokok, yang asalnya pahit lama-lama menjadi nikmat. Jadi hal itu merupakan proses yang biasa-biasa. Ketika kita bisa merasakan nikmat dalam berdzikir, berarti dzikir kita sudah memasuki dzikir batin, dan itu merupakan pertanda bahwa ibadah dzikir kita diterima disisi-Nya.

    3. Menurut dawuh Guru kita, jika saat kita berangkat ibadah itu mendapatkan kemudahan, berarti dalam ibadah itu kita hanya mendapatkan pahala. Namun jika kita mendapatkan hambatan dan rintangan, manakala kita bisa mengatasinya, maka disamping kita mendapatkan pahala juga mendapatkan hidayah. Dalam arti hijab yang ada dalam rongga dada kita akan dirontokkan sehingga matahati kita menjadi cemerlang dan tembus pandang. Itulah yang namanya jihad akbar, jihad untuk memerangi hawa nafsu kita sendiri.

    4. Semoga kita senantiasa mendapat hidayah dan inayah dari-Nya sehingga kita mampu menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat yang memang disediakan oleh Alloh untuk hamba-hamba-Nya yang beriman. Amin Ya Rabbal Alamiin.

  93. Assalamu’alaikum Abah..salam takzim dari saya yang seorang santri pelosok..

    Saya mau tanya Bah…Saya inget tentang Gus Miek…Beliau tu terkadang tampak lahirnya katanya teman2, di buku biografinya, terlihat tidak sholat…Bahkan terlihat tidur. Tetapi di lain tempat, Gus Miek tampak mengikuti Sholat Jamaah di Masjid. Itu terjadi dalam satu waktu. Begitu Juga masa kecilnya, pernah diajak takziah oleh Bapaknya Kyai Djazuli untuk menemani ke seorang Ulama yang meninggal (maaf saya lupa nama ulamanya) malah beliau bilang “malas Bah”…Tetapi bapaknya terkejut setelah sampai ditempat ulama tersebut. Beliau melihat Gus Miek ditempat tersebut. Dan Anehnya seakan sudah tahu Ulama tersebut akan meninggal.

    Pertanyaan :
    1. Gus MIek di tempat yang lain itu apa dirinya ataukah anasir2 Gus Miek sendiri??
    2. Apakah memang benar kejadian semacam diatas???

    LEbih kurangnya saya mohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaktahuan saya..akhirul kalam..
    Assalamu’alaikum Wr Wb..

    —————————

    Mas Dika…………..santri kota he he he
    Pertanyaan yang ini, seandainya saya tahu sekalipun, jika saya jawab menjadi salah besar. Mengapa???
    1. Menyangkut hal ihwal orang sholeh yang disebut namanya. Terlebih Gus Miek yang diyakini banyak orang sebagai Waliyulloh, karena yang tahu rahasia Wali itu hanya seorang Wali.
    2. Yang pasti saya tidak tahu rahasia hal tersebut, jadi ndak mungkin saya bisa menjawab. Soalnya, seandainya saya tahu berarti saya seorang Waliyulloh. Padahal saya memang seorang wali, tapi bukan Waliyulloh melainkan wali murid. he he he
    3. Pertanyaan ini bagus, memang kejadian seperti tersebut saya sering mendengar. Itu merupakan hal ihwal/karomah para Waliyulloh, jika terjadi dalam diri seorang Nabi dan Rasul disebut Mu’jizat. Kalau hal tersebut kita kaitkan dengan Alloh yang Maha Kuasa, oleh karena Alloh yang menciptakan alam ini beserta hukum-hukumnya, maka apa susahnya jika Alloh berkehendak merubah hukum-hukum alam tersebut. Jadi, dengan ilmu dan izin Alloh siapapun dapat melakukannya, asal orang tersebut mampu menguasai ilmunya. Alloh A’lam.

  94. Kalau boleh saya nanggapi pertanyaan Mas Salafus Soleh (mudah2an jadi orang sholeh tenanan)

    saya cuma kepingin menjawab pertanyaan no 3.
    Setahu saya…orang punya ingin jadi baik, punya ingin mengikuti taklim untuk mengingatNYa, memang banyak hambatanya mas..tetapi ketika keinginan itu kuat sebagai contoh misal kalau yang sudah berkeluarga, mengantar Istri yang sudah waktunya melahirkan untuk segera dibawa ke RS tentunya yang suami ini akan melabrak apa saja hambatan dan halangan demi seorang istri dan buah hatinya.Karena keinginan yang kuat itu lha…dia akan bertindak melabrak halangan dan hambatan yang terjadi..

    Begitu juga dengan kita yang kepingin istiqomah…Kita perkuat keinginan kita agar dapat bisa istiqomah…

    Lebih kurang saya mohon maaf sebesar-besarnya atas sok tahu saya…Assalamu’alaikum

    ————————————–

    Terima kasih atas tanggapannya. Ini bukan sok tahu, melainkan sumbangan pemikiran yang sangat positif.
    Sampaikan pemahaman itu, meski hanya satu ayat, dengan niat yang tulus, insya Alloh akan menamba kemanfaatan kepada orang yang sedang membutuhkan. Jazakallohu Ahsanal Jaza.

  95. Pak Yai katanya ada beberapa derajat wali ya? ada sulthonul-awliya, ada wali qutb. (Kutub utara, kutub selatan, kutub magnet, he he he). Pak Yai pasti salah seorang wali. (Saya bukan wali tetapi boleh ‘kan saya berprasangka baik terhadap Pak Yai)

    —————————–
    Benar Guru, saya itu memang wali murid dan kadang-kadang juga jadi wali nikah untuk anak saya. Yang penting mudah-mudahan tidak jadi walinya setan ya he he he.
    Soal berprasangka baik/ husnudz-dzon, saya memang pernah dapat dawuh dari Guru Sufi saya, bahwa orang yang sudah mampu berprasangka baik itu berarti mendapatkan walayah dari Alloh. Konkritnya, jika yang disangka Waliyulloh itu ternyata bukan Wali, maka yang menyangka itu yang akan menjadi Waliyulloh. Amin Ya Rabbal Alamiin.

  96. Waduh bisa saja Pak Yai. Diwolak-walik akhirnya saya KO. he he he

    Konon katanya (saya juga nggak tahu), pada akhirnya kalau seseorang (siapa saja) serious mendekat ke Allah maka pada ujungnya dia akan menjadi waliyullah. Ini -lagi lagi konon kabarnya- berlaku untuk semua orang.

    Yang baca disini ‘kan orang semua ya? atau ada qorin yang ikut mbaca? he he he

    ———————————————

    Bener itu Guru, karena orang yang serius bener-bener mendekatkan diri kapada Alloh itu berarti orang yang cinta kepada Alloh. Padahal, orang yang cinta kepada Alloh itu karena Alloh terlebih dulu mencintainya : “Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya”(QS.al-Ma’idah/54)

  97. Assalamualaikum Wr. Wb.

    Pak kyai saya mau bertanya banyak hal
    1. Saya mempunya perusahaan tetapi saya ini orangnya sangat tidak adil. Ketika saya perlu uang untuk keperluan pribadi saya bisa pakai uang perusahaan dengan sesuka hati saya, karena saya merasa ini perusahaan saya koq ? . Ketika jatahnya kenaikan gaji untuk karyawan saya ada aja alasan untuk tidak menaikkan mereka, Padahal mereka itu bekerja/beribah diperusahaan saya gak banyak nuntut lho, mereka itu rata2 loyal dgn perusahaan. :( ya saya sadar sekali kalau saya ini sangat dholim sama karyawan saya ?
    Apa yg harus saya lakukan untuk memperbaiki semua kekeliruan saya ini supaya Allah tetap memberi saya kepercayaan untuk tetap bisa bertahan dengan perusahaan ini.
    2. Bagaimana caranya mejalankan perusahaan dengan benar dan adil.
    3. Menurut aturan Agama apa hukumnya saya memakai uang perusahaan untuk kepentingan pribadi saya ?
    4. Sebenarnya saya sebagai pengusaha saya juga mengeluarkan gaji dan saya juga mengeluarkan laba pertahun.

    Terima kasih Sebelumnya
    Yeni

    ——————————————–

    Wa’alaikum Salam nBak Yeni
    he he he…….. mBak Yeni ini ada-ada saja…..
    Bagaimana saya bisa menjawab pertanyaan ini, la wong saya ini ndak pernah punya/mengelola perusahaan.
    mBak……. saya ini Kyai ndeso, jangankan perusahaan, mbakul saja……. dulu saya cuma bakul sayur he he he, jadi maaf ya mBak, ketiga pertanyaan itu saya tidak mampu menjawab.
    Kalau soal resepnya hidup adil itu gampang mBak, yang penting kita bisa nerima antara yang susah dengan yang senang dengan porsi yang sama. Susah ya diterima dari Alloh, memang hakekatnya datang dari-Nya, senang juga demikian. Kalau kedua hal itu bisa kita terima dalam hati dengan sama, insya Alloh kita bisa berbuat adil.

  98. Assalamu’alaikum wr.wb,
    Baru tadi siang saya ngisi buku tamu..kulonuwun & disilakan masuk..liat-liat isi rumah web ini. Alhamdulillah rasanya begitu luas, bersahabat, hawanya adem tapi penuh semangat..dibimbing Abah KYai dan crew Al Fitrah, para salik berjuang di medan laga hatinya berjuang ikhlas menuju tawakkal meraih ridlo Allah SWT. Semoga menjadi media memperbaiki diri dan umat Islam serta bangsa ini. Amiin..

  99. Assalamu’alaikum wr.wb,

    Pak Kyai saya mau tanya, laku apa yang mesti saya jalani untuk mendapatkan guru mursyid ? terima kasih

    Wa’alaikum salam

    ———————-

    Alaikum Salam.
    Mas Kanaris,
    menurut saya, mencari guru mursyid itu tidak dengan laku, tapi melaku (berjalan) di atas bumi mencari orang yang cocok dalam hati yang bisa menuntun kita menuju Alloh Ta’ala

  100. Assalamu’alaikum wr.wb,
    Terima kasih atas jawabannya Pak Kyai. Selama ini saya lebih banyak belajar dari baca buku maupun situs internet. Setelah menyimak forum di web ini saya jadi takut jika belajar tanpa guru, jadi apakah ada do’a khusus atau laku ( sholat ) untuk mencari guru yang cocok/mursyid, kalau memang ada do’anya saya mohon di ijasah. Mohon ma’af Pak Yai pertanyaannya sangat mendasar sekali karena saya bukan orang pondokan.
    Wa’alaikum salam

    ————————
    Admin,
    Orang ingin ikut thoriqoh itu pasti bermula berangkat dari potensi yang ada dalam dirinya sendiri, tanda-tandanya keinginan tahu tentang ilmu tasawuf yang sangat erat hubungannya dengan ilmu thoriqoh, maka awalnya orang tersebut suka membaca buku yang berkaitan dengan tasawuf atau dunia sufi, padahal tidak semua orang memilikinya.
    Setelah orang tersebut semakin membaca dan semakin ngerti, akhirnya hidayah mulai diturunkan kepadanya, berupa sadar akan kebutuhan guru pembimbing.
    Maka, untuk menindaklanjuti hidayah tersebut tentunya tidak dengan wirid atau laku, jika itu dilakukan berarti maalh berjalan mundur, tetapi dengan berjalan di bumi untuk mencari guru sejati yang cocok dengan hidayah yang sudah ada dalam dada tersebut. Seperti itulah yang dilakukan oleh Nabi Musa mencari Nabi khidir.
    Silahkan dibaca kisahnya di: Web, menu halaman: ABSHOR – BUKU GRATIS, Anda tinggal download ebooknya.
    matur suwun Mas Kanaris

  101. Assalamu’alaikum wr.wb,
    Sekali lagi terima kasih Pak Yai. Kalau memang saya harus mlaku untuk mencari guru mursyid, maka dengan segala kerendahan hati saya mohon donga Pak Yai. Matur suwun atas wejanganipun
    Wa’alaikum salam
    Kanaris Handoko

    ———–

    ya Mas, insya Alloh, aku juga njaluk dongo semoga diparingi selamet dunia akhirat

  102. Assalamu’alaikum Wr.Wb
    Salam Ta’zhim saya untuk Pak Kyai…
    Sebagai orang awam dalam bidang ilmu agama dan ilmu TI, Senang rasanya bisa bergabung di sini berharap dapat menampung sedikit air hujan yg turun membasahi bumi yg gersang ini.

  103. ass….abah…sebaiknya brp banyak haruz menjalankan sholat istiqaroh agar diberi jawaban yang terbaik dari Alloh. Karna sudah 4kali saya Sholat istiqaroh meminta petunjuk apakah saya harus memilih seseorang yang selama ini dekat dengan saya sebagai pasangan hidup saya, tapi belum jg mendapatkan titik terang pdahal waktu truz berjln….

    ————-

    admin,
    Yang memberikan jawaban itu adalah Allah, Dzat yang Maha Perkasa, maka tidak ada satu kekuatanpun yang dapat memaksa kehendak-Nya. Jadi seharusnya sholat istikhoroh itu kita lakukan terus menerus sampai Allah berkenan memberi jawaban untuk kita.

  104. kyai, salam ta’dzim dan salam sungkem,
    kita mengetahui bahwa ada tiga golongan besar dalam menyikapi kemampuan (kekuasaan) manusia, qadariyah, jabariyah dan ahlussunnah. pak kyai, tolong dijelaskan ketiga paham ini, mengingat beberapa pertanyaan,
    1. apakah orang yang menyatakan bahwa ‘urip saderma nglakoni, manut dalange’ dianggap sebagai penganut jabariyah? atau masih bisa dianggap sebagai golongan ahlusunnah?
    2. apakah paham ahlussunnah yang menyatakan 50% kemampuan ada di manusia dan 50% ada di Tuhan dapat dilaksanakan alias dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari? atau itu hanya sebuah teori dan tak pernah ada dalam kehidupan nyata? mohon dijelaskan supaya kita (saya terutama) senantiasa berada di jalan yang benar (jalan ahlussunnah).
    3. kepasrahan (tawakkal) yang seperti apa yang diajarkan golongan ahlussunnah sehingga tidak sampai kepada jabariyah, mengingat para ulama itu senantiasa mengajarkan kepada kita untuk pasrah ‘bongkokan’ kepada Allah Sang Pencipta alam?
    4. kalau seseorang telah menjalani laku atau tirakat atau apapun namanya sehingga Allah benar-benar telah menjadi penghilatan yang digunakan untuk melihat, pendengaran yang digunakan untuk mendengar, perasaan yang digunakan untuk merasakan, apakah itu termasuk golongan qadariyah atau masih termasuk golongan ahlussunnah?
    5. sudah keluar dari konteks golongan-golongan di atas, bagaimana sebenarnya niat yang benar untuk seseorang yang akan tahfidz (menghafalkan) al-Qur’an mengingat al-Qur’an sebagaimana kita pelajari dalam kitab tauhid (kifayatul awam, misalnya) adalah sesutu yang azali dan tidak bersuara, berhuruf dll, mohon penjelasannya.
    kiranya itu, terimakasih atas penjelasan kyai, suwun

  105. salam..
    mohon saya di jelaskan tentang srokal
    meliputi : pengertian, sejarah dan substansi dari srokal itu sendiri.
    trima kasih sangad atas kebijaksanaannya..
    salam..

  106. asalamualaikum wr wb pak kyai Lutfi.. Maaf sy baru bisa mampir lg di blog ini. Pak Kyai, saya mau tanya, apa maksud dari hadis yg menyatakan bahwa: Awalnya berdzikir adalah gila, dst… Mohon kiranya pak kyai sudi menjawab secara rinci n gamblang tentang pernyataan hadis tsb. Matur suwun

  107. asalamualaikum wr wb pak kyai Lutfi… abah, setelah saya membaca buku “khalifah bumi” di halaman terakhir ada doa istighasah, bolehkah saya mengamalkannya? dan juga didalam doa istighasah itu ada yang diisi dengan titik-titik kalau boleh tau maksud titiktitik itu apa?…
    untuk bulan ramadhan ada kegiatan untuk umum tidak di pesantren abah?
    terima kasih atas semua jawabannya.

  108. Asslm, buya luthfi yh terhormat, mhn maaf ya..saya mau bertanya..saya pernah bermimpi 2X dijemput pergi haji,,yang menjemput saya Alm.KH Abdullah Syafi’i dari jakarta, dengan penuh kerendahan hati apa ya makna dari mimpi saya,,kemudian saya juga ingin bertariqoh cuma bingung harus mencari mursyid kemana dan toriqoh apa sekiranya yang sesuai dengan keadaan batiniah saya. terima kasih. wassalamu’alaikum wr wb. indra 26th jakarta

  109. asalamualaikum…. ternyata pengasuh blog ini seorang pengikut thoriqoh….. saya hanya mengingatkan kepada anda dan seluruh manusia yang mengikuti aliran thoriqoh apapun…. kembalilah kepada jalan yang lurus berpegang teguh kepada ALQUR’AN dan SUNAH ROSULULLOH SAW. jangan ernah mengambil pelajaran kecuali dari dua hal tersebut, jangan taklid buta terhadap pendapat manusia selain NABI. Apa yang DIPERINTAHKAN oleh ROSULULLOH SAW ambillah dan apa yang dilarang oleh ROSULULLOH SAW tinggalkanlah, manusia hanya diperintahkan untuk taat kepada ALLOH SWT dan ROSULULLOH SAW, wahai hamba Alloh SWT… apa yang diucapkan dan apa yang diperbuat Nabi SAW bukan berdasar keapada hawa napsu beliau tetapi semua itu dsebabkan berdasar WAHYU. bila seorang manusia selain NABI membuat pernyataan maka telitilah pernyataan tersebut, kalau sesuai dengan petunjuk Alloh SWT maka terimalah kalau menyalahi petunjuk Alloh SWT maka tinggalkanlah { walau yang membuat pernyataan mereka yang bergelar KIAI, GUS, USTAD, SYECH, MURSYID dan lai sebagainya}

  110. @neoplasma: emang lo tau apa tentang thariqoh ? kecuali dari persangkaan buruk orang-orang yang ngomong ke lo atau dari kebencian buku yang lo baca ?

    kenapa lo mau aja orang lain memutuskan apa yang terbaik dalam hidup lo/memprogram otak lo, tanpa mengambil keputusan/kebijaksanaan sendiri dalam hidup lo ?

    kalo lo dah dapet pengetahuan yang hakiki tentang thariqoh, baru dah lo ngomong.

    jangan karena lo ngeliat kebanyakan para pengamal thariqoh itu salah jalan, lo ngecap sesat thariqoh itu sendiri … padahal kebenaran hakiki lo belum taker ?.

    sama aja gw ngomong di indonesia banyak koruptor, apa boleh gw ngecap seluruh bangsa indonesia koruptor ?

    belajar sono mikir buat diri lo sendiri, sebelum mikirin orang lain. pola pikir lo aja hasil bentukan orang lain, dah koar-koar tentang orang lain.

  111. Assalamu’alaikum Wr. Wb,
    Salam ta’dzim saya untuk Abah lutfi, semoga Abah, keluarga, dan santri2 selalu dalm naungan Allah.
    Abah beberapa waktu yang lalu saya pernah menghadiri undangan manaqib di rumah teman, yang sebelumnya dia pernah bercerita bahwa sedang di uji oleh Allah, dia merasa dikirimi santet oleh saingan bisnisnya, dan oleh guru spiritualnya dia disarankan untuk manaqiban di rumahnya.
    Yang jadi herannya saya selesainya manaqib tulang ingkung ayam itu dibungkus dengan kain kafan layaknya jenazah dengan bunga 7 rupa dan di perciki minyak nyong-nyong kemudian di kubur didalam rumah.
    menurut Pak Kyai yang membaca manaqib sarana ini bisa sebagai penangkal santet dan bisa memberi safaat sampai kiyamah kelak.
    pertanyaan saya : benarkah tindakan ini? dan kepercayaan ini? apakh termasuk sirik?
    menurut Pak Kyai ini, sampai saat ini Sunan Kalijogo itu masih hidup dan selalu memberi bimbingan beliau selama ini dan selalu ikut hadir dalam stiap pelaksanaan manaqib. Apakah benar demikian Abah?
    Saya takut ikut terjatuh dalam kemusrikan Abah.
    Mohon doa Abah semoga saya dijauhkan oleh Allah dari hal sedemikian.
    Trimakasih Abah.
    Wassalamu’alakum Wr. Wb

  112. Assalamu’alaikum Pak Kyai..
    Saya mau tanya, pesantren pak kyai ada cabangnya di jakarta??
    Matur Nuwun..

    Sanuri Alwiduri

  113. saya mau bergabung untuk menambah keyakinan saya kepada allah swt

  114. assalamu’alaikum wr wb

    mohon maaf mungkin pertanyaan saya agak berbeda, karena hal ini berhubungan dengan suatu pekerjaan
    1. –>> dalam proyek yg di kerjakan oleh teman saya [A], sudah ada perjanjian sebelumnya antara perusahaan klient dan perusahaan [A], yang intinya, pekerjaan setiap hari untuk tagihannya di hitung berupa tenaga ahlinya berapa orang dan berapa kaleng bahan2 yang di habiskan
    Permasalahannya: teman saya me mark up jumlah bahan2 yag habis mis: total bahan yg dipakai 5 di mark up menjadi 7 {harga bahan/kaleng Rp150.000}, setiap harinya
    alasan teman saya: yg mark up 1 kaleng itu atas permintaan manager qc perusahaan klien, yang mark up 1 kaleng lagi alasannya untuk perusahaan [A], padahal yang mengelola perusahaan [A] adalah [A] sendiri
    Berarti perusahaan [A] mark up 2 kaleng [tot: Rp 300rb/hr]
    2. —>> suatu saat ada salah satu barang dari klien itu ada suatu persyaratan untuk di lakukan pengecekan kualitasnya dan dibuat laporan pengecekannya, pada kenyataannya barang tersebut belum dilakukan pengecekan kualitasnya dan manager perusahaan klient minta di buatkan laporan pengecekan kualitas barang tersebut atas nama perusahaan [A] dan perusahaan [A] akan di bayar sesuai jumlah laporan tersebut

    pertanyaan saya, bagaimana hukum islam dalam permasalahan ini, mohon penjelasan dan mohon sunnah rosul serta ayat2 al quran yang memdukung penjelasan tersebut

    sebelumnya saya mengucapkan terima kasih semoga allah memberikan rahmat serta perlindungan untuk kita semua
    wassalamu’alaikum wr wb

  115. Saya menemukan posting ini sebelumnya hari ini, sementara di kantor Sangat berguna Terkirim link untuk diriku sendiri dan kemungkinan besar akan bookmark ponpesalfithrahgp.wordpress.com ketika saya membuat rumah salam !

  116. Besar masalah pada ponpesalfithrahgp.wordpress.com . Saya sangat puas to peer artikel Anda . Terima kasih banyak dan saya melihat ke depan untuk menyentuh Anda . Apakah Anda ramah drop me mail ? Salam !

  117. Assalamu’alaikum , ustadz saya mau tanya , dulu saya bersama teman-teman saya pernah masuk ke sebuah ormas islam dan ternyata oleh pimpinannya kami disuruh untuk berikrar yang isinya antara lain supaya terikat / tidak keluar dari ormas tersebut berikut dengan hal- hal lainnya yang berkaitan dengan ormas tersebut , dan juga memerintahkan kepada yang hak/benar. Namun pada saat pembacaan ikrar yang dilakukan bersama dengan teman-teman saya itu, hati saya sebenarnya tidak ingin ( tidak ridho) karena takut tidak bisa memegang janji/ikrar tersebut dan juga lafaz yang saya ucapkan hanya sebagian kecil saja / tidak semuanya, yang ingin saya tanyakan apakah ikrar saya tersebut sah atau tidak , terimaksih , waassalam.

  118. بفضل العديد من الجهود لتطوير لمناقشة هذا ، وأنا أشعر بقوة حول هذا الموضوع ومثل دراسة قدرا كبيرا أكثر على هذا الموضوع. إذا كان ذلك ممكنا ، كما يمكنك اكتساب الخبرة ، هل العقل استكمال ponpesalfithrahgp.wordpress.com وجود قدر كبير معلومات أكثر من ذلك بكثير؟ من المفيد جدا بالنسبة لي.

  119. assalamu’alaikm wr wb ust bagaimana jika ketika kita membaca rotib al haddad tapi kita tdk melakukan tawasul yg berada dlm rotib al haddad

  120. Assalamu’alaikum wr wb Kyai

    Saya Darwin di surabaya (29 thn)
    Pada waktu SMA dan aktif di Sie Kerohanian Islam saya dikenalkan dengan Rotib Al Haddad & Rotib al haddad dibaca setiap jum’at ba’da maghrib…sehingga sy merasa menyatu dgn rotib al haddad tsb. hingga sy di tunjuk teman2 untuk memimpin pembacaan rotib.

    terlepas dari itu semua background ke islaman saya adalah Muhammadiyah jadi sering kali ketika sy membaca rotib sendiri di rumah sy tdk melakukan tawasulan.
    mohon tanggapan dari para ust pengasuh, mengingat sepertinya rotib al haddad sudah mendarah daging pada diri saya, disisi lain saya kurang setuju dgn tawasulan (tapi saya tdk pernah mempermasalahkan bagi pengamal tawasul)

    Jazakumulloh khoir.

  121. Its seperti Anda membaca pikiran saya ! Anda tampaknya memahami begitu banyak kurang ini , seperti Anda menulis e – book di dalamnya atau sesuatu . Saya berpikir bahwa Anda hanya bisa lakukan dengan beberapa% untuk daya rumah pesan sedikit , namun bukan itu , itu adalah blog yang sangat baik . Bacaan yang fantastis. Saya pasti akan kembali . salam !

  122. Hi there, saya menemukan situs web Anda melalui Google ketika mencari topik yang terkait , website Anda muncul , terlihat baik . Aku sudah bookmarked dalam bookmark google saya. best wishes !

  123. Saya iri kemampuan Anda untuk mempublikasikan artikel indah di ponpesalfithrahgp.wordpress.com hanya ingin mengatakan saya seperti ini ! harap Anda beruntung

  124. يوم جيد! لا يمكن أن تكون هذه آخر كتابة أي أفضل! قراءة هذا يذكرني آخر الحميدة لم الغرفة القديمة! احتفظ دائما يتحدث حول هذا الموضوع. وسوف ترسل هذه متابعة الكتابة إليه. معينة إلى حد ما سيكون لديه شيء جيد للقراءة. شكرا جزيلا لتقاسم!

  125. Assalaamu’alaikum wr.wb.
    Begini kyai Saat saya sedang dzikir menjelang adzan subuh didatangi seseorang bersorban yang belum pernah saya temui tapi serasa saya sudah mengenal orang itu, kemudian orang itu menghilang begitu saja.
    yang menjadi pertanyaan saya, mengapa saya bisa mengalami hal itu dan siapa sosok orang tua itu? mohon jawabannya pak kyai.

  126. @ Ahmad Setiawan, …. tidak hanya Anda saja yang mengalami kejadian seperti itu, tapi juga banyak orang yang berdzikir sendirian, terutama para pemula, itu pertanda dzikir Anda sudah di jalur yang agak benar, Anda telah mendapatkan pengalaman yang tidak semua orang dapat mengalami, cuma sayangnya yang Anda temui itu belum benar-benar sempurna, seandainya sempurna maka Anda tidak butuh bertanya kepada siap-siap lagi, karena pertemuan yang sempurna itu tidak mengandung keraguan lagi.
    Saya sarankan Anda sebaiknya berdzikir berjamaah atau ikut dalam majlis dzikir orang-orang sholeh.

  127. Terima kasih kyai atas jawabannya insya ALLAAH saya laksanakan saran kyai…. masih da gi pengalaman2 saya yg mengganjal di hati saya, saya pernah pula saat sedang wirid sholawat tiba tiba badan saya bergetar dan ruangan kamar saya tiba tiba menjadi putih seperti berkabut dan da cahaya biru yang berputar putar di mata kanan saya, dan saat itu saya langsung hentikan wirid saya (karena saya berpikir saya tak ada guru)dan keluar kamar, ruangan saya pun terlihat terselubung kabut tebal.. mohon pencerahaannya kyai. dan mohon maaf karena pertanyaan saya yang berulang.

  128. @ Ahmad Setiawan, …. pertanyaan kedua inipun intinya sama, dzikirnya sudah benar tapi perlu bimbingan ahlinya. Oleh karena dzikir itu termasuk olah rasa maka harus ada praktek yg dilakukan bersama pembimbing kita hingga kita benar-benar faham godaan dan jebakan di perjalanan …. salam
    Coba dibaca beberapa artikel dibawah ini barangkali bisa ada tambahan bahan masukan : http://alfithrahgp.blogspot.com/2012/12/alasan-1-mengapa-orang-diruqyah_16.html

  129. Terima kasih yai atas pencerahannya yai. kalau boleh saya mohon idzin silaturrahim ke pondok yai, kalau ada kesempatan.

  130. Assalamualaikum wr. wb. nyuwun pirso Yai,
    untuk kegiatan di pondok seperti pembacaan manaqib untuk umum atau hanya untuk murid thoriqoh njih?? suwun.

  131. assalamualaikum
    sy mau tanya , apakah di ponpes mengajarkan ilmu hikmah yi ?
    sy boleh belajar ke panjenengan gak ?
    apakh harus nyantri disana ?
    klo nyantri sy ga bisa
    mhn penjelasanya

  132. assalamu’alaikum
    saya mau bertanya kepada kiyai
    1 : apabila suami di tinggal pergi istri tanpa pamit, dan ternyata dia tinggal di pondok pesantren apa hukumnya kiyai

    2 : dan si istri memang mempunyai masalah dalam kehidupanya bukan dengan suami melainkan utang piutang dan dengan alasan tersebut kembali ke pondok pesantrenya yang pernah di tinggalinya apakah itu boleh di lakukan…??

    3 : istripun tak mau kembali dengan alasan untuk menenangkan dirinya. padahal sang istri meninggalkan kedua orang anak yg berusia 2th dan yg kecil 1bln 15 hari dan apakah hal tersebut dapat membuat keputusan untuk bercerai atau talak kiyai
    mohon penjelasanya ….
    terimakasih atas waktunya assalamu’alaikum

  133. Seorang istri pergi keluar dari rumah suaminya harus seizin suaminya, alasan apapun kepergianya tersebut, kalau tidak berarti istri telah membangkang kepada suaminya. Soal mau dicerai atau tidak itu hak suami, namun jika suami mampu memaafkan istrinya itu lebih baik.

  134. يااهل البيت انتم عزنا وفخرنا في العروبة والاسلام ازجومن الله ومن قءدنا اطال الله عمره ان ينقدنا من الكفال لقد اكل عرقي وصم دمي اشكوه الى الله المغرب

  135. Assalamualaikum walbarokah

    Pak Ustadz, saya butuh bimbingan … bagaimana supaya dalam berdzikir bisa mengalami kekhusukan dan tidak memikirkan atau membawa pikiran yang lain2 ?
    Sudah hampir 8bl saya mengamalkan atau membaca dzikir thoriqoh dan masih belum bisa khusuk
    Terima kasih

    Wasalamualaikum walbarokah

  136. @ Wahyu, … berarti sama dengan saya Mas. Saya aja yang sudah hampir dua puluh tahun ikut thoriqoh kalau dzikir sendirian ndak bisa khusu’ kecuali dzikir berjamaah bareng pembimbing, …. kita belajar bareng-bareng yuuukkk hehehe

  137. Assalamualaikum, pak kiai boleh aku menanyakan sesuatu? Gmn cara mengamalkan sahadat rosul menurut pak kyai?

  138. Assalamu’alaikum Kyai, saya ada bbrapa prmasalahan yg ingin sya tnyakn, tp sbelumnya mohon maaf klo
    sya mau curhat dlu agk pnjang..
    Critanya ini brmula dr sya mngenal calon istri sya(skarang dh jdi istri sya), dari daerah Cilegon Banten, sekitar tahun
    2007, pas kebetulan yg trkait masalah ini bapak mertua sya, semua itu memang ujian dr Allah swt tp smpai saat ini sya masih
    bingung dlm mengambil sikap. Wktu sya dekat dg calon istri, sya jg mulai dekat dg calon mertua sya, khususnya
    bapak..Dari situ sya mulai mengenal & ikuti prjalanannya, sbelumnya sya tidak tau persis apa tujuan smuanya
    itu. Awalnya sya dicritakan akn mmbuat suatu proyek besar, yg dananya diambil dr surat2 atau obligasi negara yg
    disimpan para sesepuh, trmasuk Bpk Soekarno presiden prtama RI. Brlanjut trus smpai pd akhirnya mngenal sesepuh
    lainnya jg, jg diselingi nasihat atau pmbelajaran mngenai ilmu makrifat. Bpk mertua sya memberikan pelajaran tntang
    keTauhidan jg, tp saat itu sya msih bingung krena pnjelasannya terasa jauh sekali mngenai makrifat, smpai membuka
    tntang hal2 yg ghoib jg. Akhirnya sya ikut mndalami jg, smpai sya sudh dikatakan bisa melihat ghoib scara makrifat.
    Ada berapa orang jg trmsuk kluarga mertua sya,sesepuh lain dr Banten yg ikut dlm prjalanan ini, yg intinya smua itu
    trtuju untuk membuka dana amanah, yg katanya brsumber dr kekayaan nabi Sulaiman yg turun temurun dr ratu
    Balqis smpai sesepuh pilihan sekarang ini yg dikasih amanah untuk mnjaga smua itu.Hubungan dengan itu
    semua, bpk mertua sya mengaku ada Nur Muhammad dlm dirinya yg trbesar dr inti Hakikat Nur Muhammad,yg
    dikasih Allah swt,mengendalikan semua sesepuh & beberapa orang yg ikut dlm timnya itu trmasuk sya jg.Semua
    orang tunduk,patuh & tidak berani membantahnya.Malahan pda suatu saat,Bpk Mertua sya diakui sbgai utusan Allah
    swt,karena dlm prjalananya tsb tau bnyak tntang rahasia2 ghoib,serta ada tugas membersihkan benih2 iblis maupun
    dajjal didalam langit maupun yg bertebaran dimuka bumi,jg memberikan syafaat pd orang yg sudah meninggal.Bpk
    mertua sya jg mngaku mengenal dekat dg Allah swt,yg pda hakikatnya tbuh halusnya tsb brada dlm kerajaan langit
    ataupun surga.
    Mulai dari situ sya mulai meragukan keyakinannya,karena dia jg mulai mengaku sbagai rasul,imam mahdi ataupun
    satrio piningit,yg katanya bkn sbagai tubuh fisik tp secara hakikat tubuh halusnya tsb merupakan pnjelmaan inti nur
    muhammad.Sebelumnya memang sya prcaya,karena mengalami kejadian aneh atau diluar akal manusia biasa,tp
    stelah sya sndiri brmimpi yg mungkin ini merupakan petunjuk dr Allah swt smpai 3x,sya mulai mnjauh & mnyadari
    smua yg trlihat aneh atau ghoib itu kebanyakan halusinasi yg dibuatnya.Dan jg dah bnyak korban keretakan rumah
    tangga dr timnya tsb,jg kesulitan ekonomi karena harus membiayai prjalanan tsb.Tpi bberapa orang masih ada yg
    yakin & mengikutinya,tp ada 1 orang dr timnya keluar karena dr awal tidak lulus ujiannya dlm melihat ghoib.Sya
    cuma bisa brcerita dg orng tsb tntang rahasianya& sebaliknya.Tpi smpai saat ini sya masih bimbang & trkendala
    untuk membuka/membeberkan prmasalahan tsb.Dan yg saya syukuri dr keluarga sya sndiri ataupun istri
    sya,memang tidak prcaya dr awal smua itu.Tpi semua ttep masih ada rsa sungkan/takut kepadanya.
    Sekali lagi saya mohon maaf kalau terlalu bnyak untuk mnceritakan,tp itu masih sbagian dr prjalanan
    pnjangnya.Sekiranya berkenan mohon pnjelasannya,ada bberapa prmasalahn yg mnjadi unek2 sya slama ini;
    -Dari apa yg sya alami tsb,gimana sikap sya dlm menghadapi bapak mertua saya,karena penolakan terang2an tsb
    kemungkinan berakibat panjang menyangkut keluarga besarnya,karena slama ini yg dr saudara2nya ikut andil dlm
    prjalanannya tsb
    -Apa perlu dr orang2 yg mengikutinya diberi pnjelasan lg mengenai akidah yg sesuai alquran & sunnah rasul,tp sya
    sndiri jg masih jauh dibawah mngenai hal itu,karena ada istilah Nur Muhammad yg setahu sya memang ada kitab yg
    mnjelaskannya.
    -Saya merasa agak bimbang dr prmasalahan tsb,karena orang2 yg mengikutinya trmasuk para sesepuh,jg pengasuh
    santri di Serang Banten,ada jg ustad/kyai dr Bojong Jabar yg bisa mnjelaskan tntang inti Alquran.Semua orang2 tsb
    tunduk & tidak mampu membantahnya.Mohon penjelasannya..semoga dr situ saya bisa mengambil pelajaran &
    hikmahnya..aamiin..
    Wassalamu’alaikum wr wb.

  139. @ Kembara Alam7, …. tanda-tanda yang paling nyata bahwa suatu ajaran itu benar hanya satu; …. tidak menjadikan pelakunya sombong dan ujung-ujungnya bukan urusan duniawi.
    Dari peristiwa yang Anda ceritakan itu dua tersebut tampak nyata, ajaran tersebut menjadikan orang sombong (mengaku mulia karena mnedaptan Nur Muihammad) dan ujung-ujungnya urusan duit(mencarti harta karun yang tidak masuk akal).
    Menurut hemat saya jika Anda ingin selamat dunia akhirat lebih baik segera saja menjauhi ajaran sesat tersebut

  140. Terimakasih Kyai ats jawabannya, tpi untuk bisa menjauhi hal2 tsb yg disampaikannya bgaimna ya, soalnya dia sbgai bpk mertua sya..Apa bisa sya menolaknya secara terang2an, karena slama ini mungkin dia belum tau klo sya sndri sudah mulai tidak percaya…

  141. assalamualaikum

    kyai mau tanya apakah benar. dengar2 kata para kyai pengganti kanjeng syeh adalah putra terakhir dari romo kyai romli ?

  142. ASSALAMUALAIKUM

    mau tanyak yai. dengar2 kata para kyai yang akan menggantikan hadrotusyeh kh.asrori al ishaqi adalah putra terakhir dari romo kyai romli tamim (gurunya kh. ustman al ishaqi)

  143. @ Al-Qosim, … Waalaikumsalam. Romo Kiai Asrori Al-Ishaqy menjadi Mursyid karena diangkat oleh Romonya yang sekaligus gurunya yaitu Romo Kiai Utsman Al-Ishaqy, dan Romo Kiai Utsman diangkat oleh Gurunya, yaitu Romo Kiai Romli. Ketika Romo Kiai Asrory meninggal tanpa mengangkat penganti mursyid, maka itu berarti pengganti Romo Kiai Asrori adalah seluruh murid-muridnya, minimal untuk meningkatkan kuwalitas kesalikan dirinya sendiri, bukan orang lain siapaun orang tersebut, karena untuk Mursyid pengganti itu harus diangkat oleh Mursydi sebelumnya baik secara lahir maupun secara batin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s