3 comments on “KHUTBAH IDUL QURBAN (SABAR, Kunci Pembuka Kota Mekkah)

  1. Diam

    Merintih

    Tertunduk

    Membisu seribu bahasa

    Keheningan Mencekam Jiwa

    Menembus dalam Relung Sukma

    Menghancurkan Seluruh Ego

    Membongkar rata kedirian yang tersisa

    Aku.. aku.. aku.. aku.. aku..

    Siapakah aku ini..

    Bisanya selalu mengaku dan mengaku

    Bisanya selalu merasa dan merasa

    Dengan sombong berdiri tegak seolah mampu

    Dengan gagah membusungkan dada seolah kuasa

    Seakan diri bisa dan merasa bisa melakukan sesuatu

    Berkarya.. mencipta.. berbuat dan berusaha..

    Hmm.. semua itu semu

    Semua itu palsu

    Semua itu bohong belaka

    La hawla walla quwata illa billa

    Aku ini lemah ya ALLAH…

    Lemah Tiada daya dan upaya..

    Bahkan untuk bergerakpun ku tiada mampu

    Apalagi untuk mencipta dan berkarya..

    Sungguh yaa Allaaaaaah..

    Kusadari dengan sesadar sadarnya kelemahan diri ini

    Semua terjadi hanya karena IZINMU yaaa ALLAAAH

    Tiadalah diri ini selain Engkau yang berkehendak dan berkuasa

    Tanpa semua itu adalah KEBOHONGAN BESAR

    Tanpa semua itu adalah diri diri yang Tertipu

    Yaaa Allaaaaah

    Dalam Kelemahan ini ku terdiam Memuja KebesaranMU

    Dalam Kefakiran ini ku tertunduk Membersihkan KakiMU

    Dalam Kehinaan ini ku tertegun Melihat KemulianMU

    Dalam Kepapaan ini ku menangis Terpesona KebesaranMU

    Dalam Kegaiban ini ku hilang lenyap dalam Penyaksian..

    La hawla walla quwata illa billa

    Yaa Allaaaah.. inilah diriku yang sebenar benarnya

    La hawla walla quwata illa billa

    Yaa Allaaaah.. inilah aku.. aku.. aku..

    Datang ke dunia sendiri tiada memiliki apapun dalam kelemahan..

    Pulang nantipun sendiri tiada memiliki apapun dalam kelemahan..

    Sesungguhnya Hidup di duniapun sendiri tiada memiliki apapun dalam kelemahan..

    Mengapa.. mengapa.. begitu bodohnya aku..

    Seolah hidup Kuasa dan Memiliki segalanya

    Semua Duniawi tersimpan erat kuat dalam hati

    Padahal HATI hanya untukmu ya ALLAH

    Padahal HATI bukan untuk DUNIA

    Begitu bodohnya aku selama ini ya ALLAH

    Begitu Tolol tiada menyadari semua ini..

    Diam

    Merintih

    Tertunduk

    Membisu seribu bahasa

    Keheningan Mencekam Jiwa

    Menembus dalam Relung Sukma

    Menghancurkan Seluruh Ego

    Membongkar rata kedirian yang tersisa

    Akhirnya kumengetahui

    Akhirnya kumengerti

    Akhirnya kumemahami

    Akhirnya kutemukan frekwensi bathinnya

    Akhirnya kutemukan frekwensi dalam Hidup yang meliputi

    La hawla walla quwata illa billa

    Lemah.. lemah.. semakin lemah tiada daya dan upaya

    Lenyap.. lenyap.. akhirnya lenyap.. dan lenyaaaap

    Hilang semua hanyalah sebuah KETIADAAN yang ABADI..

    ~~~080~~~

    Salam Sayang dan Kangen
    KangBoed

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s