37 comments on “MENGUAK DUNIA JIN 10 (Serba Serbi Dunia Jin VS Ruqyah)

  1. Waduh

    Ternyata benar, Setan itu musuh nyata manusia. KIta secara tidak sadar hidup dengan kurang bersih, adab-adab yang tidak dijaga, seperti menguap yang tidak ditutp, tidur belum berdoa, suka bangun lebih dari waktu subuh. Sungguh benar, amatlah lemah kita ini. Mari kita belajar perkuat tali agama kita kepada Allah lewat para Ulama-ulama yang mempunyai tali ikatan hingga Nabi Muhammad SAW.

  2. Assalamualaikum Wr. Wb
    Yth, Bapak Ustdz
    Saya sudah membaca banyak buku tentang ‘ruqyah syar’iyah’. Dalil-dalil (hadits) yang dikemukan di dalamnya semuanya shoheh, belum lagi dalil al-Qur’annya, sehingga saya yakin akan kebenaran ruqyah tersebut.
    Setelah saya membaca pontingan di Web ini, saya jadi bingung, mana yang benar dan mana yang salah ? Padahal saya sudah ratusan kali meruqyah orang. Bagaimana ini menurut pendapat Bapak?
    Mohon penjelasan…. Terima kasih sebelumnya.
    Wassalamualaikum Wr. Wb

  3. Alaikum salam.
    Untuk Yth, Bapak/Mas Alamsyah
    Dalil-dalilnya memang benar, tapi pelaksanaanya tidak benar. Dalam arti membacakan ayat-ayat suci al-Qur’an kepada orang sadar malah menjadi kesurupan jin. Ruqyah seperti itu justru dapat menyebabkan orang terkena penyakit jin baik jasad maupun kesadarannya dan jika tidak tertolong bisa menjadi gila. Disamping itu juga, jika pelaksanaan tersebut tidak pernah dilakukan Rasul SAW, bukankah itu perbuatan bid’ah ??? Apakah Rasul pernah berbuat orang sadar menjadi tidak sadar karena kesurupan jin dan muntah-muntah di tempat ? Apakah ada hadits yang menunjukan hal tersebut ?

    Al-Qur’an dan hadits Nabi SAW. itu adalah tuntunan bagi kita yang sudah tidak diragukan lagi kebenaran. Namun demikian, ibarat teori, untuk mempraktekkan teori tersebut kita harus mendapatkan bimbingan dari guru ahlinya. Jika tidak, maka pasti kita akan menemui kegagalan dalam melaksanakan praktek. Ilmu lahir saja keadaannya seperti itu, apalagi mempraktekkan ilmu batin yang berkaitan dengan dunia jin yang ghaib dari pandangan mata lahir kita.

    Seperti orang membaca buku teori bongkar pasang sepeda motor misalnya, jika dipraktekkan tanpa latihan dan bimbingan dari orang yang ahli, bisa jadi kita hanya bisa bongkar tapi tidak bisa pasang. Itu baru berkaitan dengan onderdil sepeda motor yang ilmunya kelihatan mata, apalagi onderdil tubuh kita yang tentunya lebih canggih daripada sekedar onderdil sepeda motor. Dalam organ tubuh kita itu banyak hal yang tidak dapat dilihat oleh mata lahir, maka membutuhkan bata batin untuk mempelajarinya.
    Jadi bukan dalilnya yang salah, tapi pelaksanaannya yang mestinya harus digurukan dahulu kepada ahlinya.
    Wassalam.

  4. Terima kasih jawabannya Pak Ustadz
    Tapi saya mau bertanya lagi. Selama saya meruqyah, banyak orang yang merasakan kemanfaatan ruqyah tersebut, seperti yang asalnya malas sholat malam menjadi tekun dan lebih khusu’dan lain-lain. Perobahan positif tersebut menjadikan hati saya semakin yakin dengan ruqyah. Namun juga, ternyata memang ada yang malah menjadi semakin parah. Bahkan ini terjadi kepada keluarga dekat saya.
    Selama setahun ini kondisinya tidak ubahnya seperti orang gila, sehingga dia harus kami kurung di dalam kamar, kalau tidak, bisa-bisa dia keluar dalam keadaan telanjang.
    Kami sudah mengihtiarkan kebeberapa orang ahli, baik dokter maupun Kiai yang kami yakini tidak melakukan praktek syirik.
    Pertanyaan saya
    1. Bagaimana ini menurut pendapat Bapak ?
    2. Apa yang harus saya lakukan lagi guna kesembuhan beliau?
    3. Apakah orang gila yang dipinggir jalan itu masih bisa disembuhkan?

  5. Orang yang kesadarannya berubah akibat terkena penyakit jin itu ibarat computer eror. Itu penyebabnya bisa hadwere (perangkat keras) atau softwere (progam). Orang kesurupan jin itu ibarat progamnya terkena virus, maka harus kita scan dengan anti virus, itu manakala progamnya belum rusak. Jika sudah rusak maka harus kita format dan install ulang. Biasanya yang menyebabkan progam rusak tersebut, ketika masuknya jin itu akibat polah piker yang tidak sehat, seperti terpaksa harus menanggung beban hidup yang tidak kuat. Akibat diruqyah bisa menyebabkan orang kemasukan jin pada jenis yang berbahaya ini, karena masuknya jin itu difasilitasi sendiri oleh pikiran orang tersebut saat diruqyah. Anda boleh percaya boleh tidak, tetapi ini merupakan hasil pengalaman saya dalam menangani orang kena gangguan jin yang datang di Ponpes.
    Dalam melakukan pekerjaan ini, disamping kita harus tahu jenis virus tersebut supaya kita bisa memakai anti verus yang benar, juga membutuhkan keahlian khusus. Jika tidak, bisa jadi malah menyebabkan semakin eror. Dalam pekerjan scan ini tidak seharusnya dengan menggunakan ‘tenaga dalam’, kalau itu dilakukan bisa jadi kekuatan jin di adu dengan kekuatan jin, karena yang dikira tenaga dalam itu sesungguhnya manusia bekerja sama dengan jin. Hal itu bisa menyebabkan semakin eror karena jin–dalam hal ini–tentunya lebih canggih daripada kita–karena jin bisa melihat kita, kita tidak bisa melihat jin–pasti akan menambah kesesatan.
    Terlebih lagi jika penyebabnya Hadwere, dalam arti memang jaringan otak orang tersebut lemah atau mempunyai kelainan bawaan sehingga rentan sakit ingatan.
    Ketika pikirannya terjadi bleng, baik akibat diruqyah ataupun karena tekanan yang berat, maka menyebabkan progamnya menjadi eror. Untuk menangani kasus seperti ini dan juga sepeti yang di atas, diaognosa yang tepat sangat menentukan penyembuhan orang yang sakit tersebut. Jika memang sudah dipastikan penyebabnya hadwere, maka tentunya kita harus bekerja sama dengan Dokter Jiwa. Lahirnya harus diobati oleh Dokter, batinnya kita yang obati. Ini harus dilakukan dengan seimbang, jika tidak, maka usaha kita bisa jadi akan sia-sia. Dalam kasus keluarga dekat anda tadi, barangkali tahapan ini yang belum kita lalui, dalam arti harus ditangani bareng-bareng dengan cara medis. Tapi saya yakin, setiap panyakit pasti ada obatnya kecuali penyakit tua. Jadi kita tidak boleh putus asa untuk berusaha.
    Adapun orang gila di pinggir-pinggir jalan, itu barangkali ibarat computer hard disk-nya rusak. Jika computer bisa diganti hard disk yang baru. Kalau manusia, apakah otaknya harus diganti ?, Jika bisa, siapakah yang mampu melakukannya?
    Maka, kaitan dunia jin ini mestinya kita harus extra hati-hati. Karena jika salah langkah, korban kita tidak sekedar seperangkat computer, tapi kehidupan dan masa depan anak manusia.
    Untuk menindaklanjuti pembicaraan keluarga dekat tersebut, oleh karena itu sudah memasuki wilayah pembicaraan khusus, maka silahkan kita lanjutkan melalui e mail saja. Ini alamat email saya. malfi_ali@yahoo.com

  6. Pak Yai, itu analogi yang amat sangat tepat. Hardware memang beranalogi wadak manusia, namun saya ingin bertanya lebih lanjut: software bisa macam-macam, mana yang bisa digolongkan sebagai nafs, aql, qalb, sirr dll. Terima kasih

  7. Matur Nuwun, guru Fisika saya mau membagi ilmunya di Web ini.
    Nafs, aql, qalb, sirr dll, itu merupakan progam-progam yang ada di Hardwere kita. Namun diantara keempat progam itu ada sedikit perbedaan. Jika nafs, aql, qlb berupakan progam yang sudah tersedia dari sononya, yang sirr tidak. Sirr harus kita sendiri yang menginstall. Yakni dengan menjalankan ‘laku’ (mujahadah dan riyadhoh), atau thoriqoh di jalan Allah, yakni menerapkan ilmu dan iman dalam pelaksanaan amal ibadah baik vertikal maupun horizontal. Namun demikian, progam manusia itu tidak sama dengan progam computer. Progam manusia itu sesungguhnya asalnya satu kemudian berkembang menjadi banyak, seperti pohon yang asalnya kejadinnya dari air, menjadi bibit, lalu tanaman, kembang/bunga, buah dan kemudian….. sesungguhnya dalam buah itu terdapat bibit lagi.
    Dari ‘sirr’ ini kita kemudian akan mendapatkan kelebihan-kelebihan hidup. Jika lakunya benar-benar di jalan Alloh maka dari ‘sirr’ ini seorang hamba yang sholeh akan memperolah karomah, jika orang yang mendapatkan karomah itu wali, maka mereka itu waliyullah. Jika lakunya salah maka orang tersebut akan mendapatkan istidroj atau kelebihan yang sifatnya sementara yang kemudian akan ditarik kembali secara berangsur-angsur bersamaan dengan kehancuran orang tersebut. Jika yang mendapatkan istidroj ini dikatakan wali, maka mereka itu walinya setan. Jadi wali itu ada dua, satu waliyullah dan dua walinya setan.

  8. Oh begitu. Jadi nafs, aql, qalb itu merupakan OS (operating system) seperti Windows atau Linux; sementara sirr, sirrul-sirr, akhfa & kafa barangkali merupakan (analogi) seperti Microsoft-Office (Excell, Word dsb.). Barangkali begitu? Jadi perlu guru ya.

  9. Sirr dan sirrul-sirr itu ibarat jaringan dari dunia luar computer kita, sehingga komputer kita bisa lebih canggih dan mendapat fasilitas donwload dari situs-situs yang ada di alam ruhaniyah. Jika yang kita download itu progam, berarti itu rahasia kelebihan hidup, jika data, berarti itu rahasia ilmu laduni. Makanya, untuk mendapatkan sirr ini orang harus bertawasul kepada guru-guru ruhaniah atau dalam istilah lain, melaksanakan thoriqoh yang terbimbing. Jadi orang yang tidak pernah bertawasul berarti belum pernah memanfaatkan fasilitas sirr tersebut, karena computernya tidak dilengkapi jaringan internet.
    Tentang situs-situs alam ruhaniyah tersebut, Alloh telah memberikan sinyalemen dengan firman-Nya berikut ini: “Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu(tersebut) Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS.Yaa-siin/12). Dalam ayat ini mengandung rahasia besar keutamaan tawasul secara ruhaniyah. Dengan memadukan ilmu computer dan ilmu internet sebagai i’tibar atau analogi, maka rahasia alam ghaib ini bisa kita kuak dengan gamblang. Maha Besar Alloh dengan segala ciptaan-Nya.

  10. Mau tanyak lagi Bapak Ustadz
    Bagaimana menurut bapak tentang fenomena kesurupan massal yang belakangan ini marak terjadi di negri ini ? Terus bagaimana cara pencegahannya? Apakah manusia harus mengikuti thoriqoh semua? supaya kita semua tidak kesurupan massal ?

  11. Kalau boleh ikut menjawab…
    saya ingin menjawab pertanyaan AlamSyah
    Fenomena tersebut menjadi muhasabah bagi sekolah itu sendiri.
    Bisa jadi dalam internal sekolah tersebutlah yang tidak beres. Kita jangan salahkan siapa-siapa dalam masalah ini. Apalagi menyalahkan dan mengkambinghitamkan seorang atau pihak-pihak tertentu.
    Nah untuk menjawab apa yang perlu dimuhasabahkan???
    Bisa jadi ada dendam, iri, dengki dan penyakit hati lainnya antara guru dengan guru, guru dan muridnya, murid dengan muridnya, bisa jadi penjaga sekolah dengan murid, dan sebagainya yang mana hal tersebut dibiarkan terus menerus tanpa adanya minta maaf yang tulus dari hati ke hati. Minta maaf itu urusan hati. Kalau hati sudah memaafkan, Insya Allah hubungan akan membaik, sehingga gerak lakupun baik antara sesama warga sekolah.

    Nah apa hubungannya penyakit-penyakit hati sama kesurupan massal???
    Setelah dibiarkan terlalu lama tanpa adanya minta maaf tadi, membuat dimensi ghaib dari alam jin terbuka lebar disekolah itu. Sekarang Jin dan setan seneng sama orang yang dendam, dengki???bukan begitu??Nah warga sekolah akan dikelilingi bangsa-bangsa halus tersebut. Bisa jadi yang imannya tidak kuat, akan terkena virus yang menyerang software manusia dan melemah… Maka terjadi kesurupan..

    Awalnya kesurupan individual. Tapi ketika yang ingin menolong itu imannya lemah, maka akan ikut terkena virus (kayak komputer kemasukkan virus yang kepingin dia bersihkan, tapi daya komnya lemah untuk menghadang virus)…Bisa membuat kesurupan massal..

    Tetapi kejadian itu adalah kasih sayangNYa. Allah mengingatkan kita untuk kembali kepadaNya.

    Minta maaf kalau banyak kesombongan yang kelihatan. Terlebih saya adalah santri pelosok.

  12. Untuk Mas AlamSyah, Waw…. pertanyaan singkat tapi jawabannya jadi jelimet nihc…. Ya ndak apa-apa semoga jawabannya minimal dapat menambah wawasan kita. Terima kasih atas pertanyaan yang cerdas dan canggih….

    Tentang fenomena kesurupan massal, munurut saya, bukan karena serombongan jin melakukan balas dendam karena manusia marak melaksanakan ruqyah massal di mana-mana, sebagaimana pendapat sebagian kalangan yang tidak setuju adanya ruqyah. Jika jin bisa berbuat begitu, tanpa ruqyah massalpun manusia akan kesurupan semua. Kesurupan massal itu bisa terjadi karena pertahanan wilayah kesadaran manusia tersebut sebelumnya sudah rentan terbuka. Siaran TV tentang dunia lain belakangan ini yang setiap hari dikomsumsi masyarakat kita, adegan serem-serem dalam tayangan tersebut terekam dalam memori otak mereka. Bagi kalangan awam, rekaman itu menerbitkan rasa takut yang mendalam dan berkepanjangan(efek traumatis), bahkan menghantui perasaan mereka setiap saat, sehingga terkadang untuk kebelakang rumah sendiri saja minta diantar orang lain.
    Ketika di suatu tempat mereka melihat salah satu temannya kesurupan jin, baik di sekolahan maupun di pabrik-pabrik, rasa takut tersebut memuncak hingga mencapai titik klimak batas kesadaran manusiawi. Keadaan tersebut antara sadar dan tidak sadar, saat seperti itu memang rentan bagi manusia kesurupan jin. Maka secara otomatis di saat melihat temannya kesurupan dia juga ikut kesurupan. Demikian seterusnya, akhirnya orang-orang yang sudah terlebih dulu perasaannya dihantui bayangan jin itu menjadi kesurupan semua. Adapun orang yang tidak kesurupan, oleh karena tidak mempunyi rekaman rasa takut, maka dia tidak mengalami klimak perasaan, sehingga jin tidak mempunyai peluang untuk memasuki wilayah kesadaran mereka. Proses kejadian ini seperti terjadinya orang kesurupan jin saat diruqyah. Seandainya mereka tidak terlebih dulu membayangkan jin dengan berlebihan, maka mereka tidak mungkin kesurupan jin.

    Adapun cara pencegahannya, kita harus mampu membangun keseimbangan dalam jiwa manusia baik secara individual maupun komunitas. Jika hal tersebut dilakukan dengan amaliyah, maka amaliyah itu harus mampu menguatkan iman kepada Alloh. Membangun sugesti dalam jiwa bahwa pertolongan Alloh lebih perkasa daripada sekedar gangguan makhluk jin, bukan malah sebaliknya. Secara massal, amaliyah tersebut sebenarnya sudah diajarkan oleh Ulama’ terdahulu, seperti kelompok Yasinan dan Tahlilan yang banyak dilakukan oleh masyarakat kita. Melaksanakan mujahadah dan istighotsah, membaca manakib dan maulid, bahkan membaca ratib-ratib yang dilakukan secara kelompok, amaliyah seperti itu sesungguhnya sudah mencukupi kebutuhan masyarakat dalam rangka mengupayakan pencegahan kesurupan massal ini, itulah hakekat ruqyah massal, asal orang yang mengamalkan itu mengetahui tujuan amalnya. Namun sayangnya, sebagian orang yang mengamalkan amaliyah tersebut kurang memahami makna dan tujuan amal, sehingga akhirnya kurang dapat membawa manfaat yang hakiki, dalam arti mampu membangun keseimbangan dalam jiwa mereka sehingga mampu menciptakan benteng perlindungan dari gangguan setan jin. Amaliyah tersebut hanya bermanfaat secara sosial, tidak individual, yakni sekedar mempererat hubungan silaturrahim antara komunitas masyarakat.

    Adapun pertanyaan yang ini: ”Apakah manusia harus mengikuti thoriqoh semua? supaya tidak terjadi kesurupan massal ?”.
    Jika seluruh manusia mengikuti thoriqoh, justru kehidupan ini malah menjadi mati dan kiamat segera didatangkan. Hal itu bisa terjadi, karena keseimbangan dalam kehidupan sudah tidak tercapai lagi. Seperti semua orang jadi dokter misalnya, kira-kira apa yang terjadi..???
    Maka kita tidak harus memaksakan orang lain mengikuti keyakinan kita. Semisal semua orang harus ikut thoriqoh jika tidak berarti masuk neraka, hal tersebut justru malah menimbulkan masalah. Terlebih dengan menghukumi orang lain berbuat syirik dan bid’ah sekedar karena keyakinan dan amalan yang berbeda, hal ini justru akan membuat bencana, paling tidak terjadi perpecahan dalam masyarakat.
    Jika kita inginkan kemakmuran jangka panjang, maka biarkan di muka bumi penuh keragaman.
    Asal kebajikan dikedepankan, maka kemungkaran tidak sempat ambil bagian.

    Orang-orang yang berthoriqoh itu, jika niat dan jalannya benar, dia akan menjadi bagaikan dokter di tengah masyarakatnya. Dia harus mampu mengobati penyakit masyarakat, baik penyakit lahir maupun batin. Maka yang terpenting orang bertoriqoh itu harus mampu menjaga akhlaknya dari sifat yang tidak terpuji, seperti iri dan dengki. Jika belum mampu demikian, bahkan masih sempat berbuat ghibah dan fitnah, berarti menunjukkan thoriqohnya belum berbuah. Amal ibadah yang ditekuni itu belum mampu menyepuh karakternya sendiri.
    Walhasil, keseimbangan dalam hidup harus kita jaga. Akal melaksanakan konsep bumi, hati melaksanakan konsep langit, berjalan seimbang antara lahir batin, antara ilmu dan iman yang dipadukan dalam amal sholeh, insya Alloh kita akan mendapatkan hidayah, kekuatan dan pertolongan dari-Nya sehingga terjaga dari gangguan setan jin baik secara individual maupun komunitas.

  13. Mau bertanya lagi ini Pak Ustadz
    Daripada masih ada ganjalan dalam hati, lebih baik saya bongkar sekalian, ndak apa-apa khan…. pak ustadz??
    Pak Ustadz meng-analogikan manusia dan alamnya dengan computer dan internet. Terlepas dari benar dan salah, apakah hal tersebut ada dasar hukumnya? apakah Rasul pernah melakukan hal semacam itu?
    Mohon penjelasan bapak….

  14. Itu namanya ber-i’tibar, hal tersebut justru merupakan perintah Alloh kepada orang yang mempunyai pandangan mata yang sempurna. Pemahaman kita terhadap sesuatu yang keberadaanya di alam dalam, supaya dapat lebih difahami oleh orang lain, maka kita harus mampu mencarikan contohnya di alam luar, karena alam dalam dan alam luar itu hakekatnya tidak berbeda, atau istilah yang lebih ghaul, sama tapi tidak sama.

    Beri’tibar tersebut diperintahkan Alloh dalam firman-Nya:
    فَاعْتَبِرُوا يَا أُولِي الْأَبْصَارِ
    Maka beri’tibarlah (ambillah pelajaran), hai orang-orang yang mempunyai pandangan yang sempurna.
    Adapun kesamaan antara alam lahir dengan alam batin, Alloh menyatakan dalam firman-Nya:
    وَفِي الْأَرْضِ آَيَاتٌ لِلْمُوقِنِينَ (20) وَفِي أَنْفُسِكُمْ أَفَلَا تُبْصِرُونَ (21)
    Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin – dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan?(QS.adz-Dzaariyat/20-21)
    Jadi, Bumi dan alamnya itu ibarat computer raksasa, jiwa kita dan alamnya ibarat computer kecil
    Adapun pertanyaan yang ini: “Apakah Rasul pernah melakukan hal semacam itu?”
    Jawabannya: Yang pasti Rasul s.a.w tidak pernah melakukan sama persis seperti itu, karena zaman itu belum ada computer dan internet.

  15. Saya mau tanya lagi pak ustadz
    Bagaimana penurut pendapat bapak, fenomena Pemburu Hantu yang belakangan marak ditayangkan TV, apa bedanya jin dan hantu? apakah memang bisa hantu dipindah tempatnya oleh manusia? gambar yang mereka tulis, apakah memang benar seperti itu bentuk hantu?
    Mohon penjelasan bapak…….

  16. Santri ndeso mau ikutan tanyak abah, sebelumnya nuwun sewu 10x
    Kita melihat tayangan di TV, orang melakukan praktek penyembuah penyakit jarak jauh melalui komunikasi telpon ternyata (katanya) penyakitnya sembuh. Dan juga dapat memindahkan penyakit manusia ke kambing. Pertanyaan saya:
    1. Bagaimana logikanya hal tersebut bisa terjadi?
    2. Apakah orang yang memindahkan penyakit ke kambing itu tidak berarti menyiksa kambing? Kasian toh…. kambing yang tidak berdosa menjadi korban.
    3. Apakah bisa penyakit manusia dipindah ke kambing? Apakah perbuatan itu tidak syirik? Jika bisa, bukankah sebaiknya kita belajar ilmu itu saja daripada ilmu kedokteran?

  17. Yth, Mas AlamSyah
    Berikut ini beberapa dalil yang kita jadikan bahan kajian kita.
    Dalil 1
    يَا بَنِي آَدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآَتِهِمَا إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ
    “Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya `auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman”.(QS.al-A’raaf/27)

    Dalil 2
    وَاسْتَفْزِزْ مَنِ اسْتَطَعْتَ مِنْهُمْ بِصَوْتِكَ وَأَجْلِبْ عَلَيْهِمْ بِخَيْلِكَ وَرَجِلِكَ وَشَارِكْهُمْ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ وَعِدْهُمْ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلَّا غُرُورًا
    “Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka”.(QS.al-Isro’/64)

    Dalil 3
    حَدِيثُ صَفِيَّةَ بِنْتِ حُيَيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ : كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُعْتَكِفًا فَأَتَيْتُهُ أَزُورُهُ لَيْلًا فَحَدَّثْتُهُ ثُمَّ قُمْتُ لِأَنْقَلِبَ فَقَامَ مَعِيَ لِيَقْلِبَنِي وَكَانَ مَسْكَنُهَا فِي دَارِ أُسَامَةَ ابْنِ زَيْدٍ فَمَرَّ رَجُلَانِ مِنَ الْأَنْصَارِ فَلَمَّا رَأَيَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَسْرَعَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى رِسْلِكُمَا إِنَّهَا صَفِيَّةُ بِنْتُ حُيَيٍّ فَقَالَا سُبْحَانَ اللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنَ الْإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ وَإِنِّي خَشِيتُ أَنْ يَقْذِفَ فِي قُلُوبِكُمَا شَرًّا أَوْ قَالَ شَيْئًا
    “Diriwayatkan dari Sofiah binti Huyai r.a berkata: Pada suatu malam ketika Nabi s.a.w sedang beriktikaf aku datang menghampiri baginda. Setelah puas berbincang-bincang dengan baginda, akupun berdiri untuk pulang. Rasulullah s.a.w ikut berdiri untuk mengantarku. Tempat tinggal Sofiah adalah di rumah Usamah bin Zaid. Tiba-tiba datang dua orang Ansar. Ketika mereka melihat Nabi saw mereka mempercepatkan langkahnya. Lalu Nabi saw bersabda: Perlahankanlah langkahmu. Sesungguhnya ini adalah Sofiah binti Huyai. Kedua orang ansor itu berkata Maha suci Allah, wahai Rasulullah. Lalu Rasulullah s.a.w bersabda: “Sesungguhnya setan itu berjalan pada aliran darah manusia”. Sebenarnya aku khawatir ada tuduhan buruk atau yang tidak baik dalam hati kamu berdua”
    1. Riwayat Bukhori di dalam Kitab I’tikaf, hadits nomor 1894, 1897, 1898.
    2. Riwayat Muslim di dalam Kitab Salam, hadits nomor 4041.
    3. Riwayat Abu Dawud di dalam Kitab Etika, hadits nomor 4342.
    4. Riwayat Ibnu Majah di dalam Kitab Puasa, hadits nomor 1769.

    Kita awali pembicaraan kita masalah hantu, apa bedanya hantu dengan jin. Oleh karena keduanya itu merupakan makhluk yang ghaib begi indera lahir kita, padahal kita bicara di alam lahir, maka tidak bisa tidak, kita harus mendasari pembicaraan kita ini dengan wahyu Alloh SWT, hal tersebut supaya pembicaaran tidak bergeser dalam wilayah mitos, atau hanya kata orang yang tidak berdasar yang berarti tidak ilmiyah.
    Di depan sudah kita siapkan 2 ayat Qur’an dan 1 hadits shoheh sebagai bahan kajian.

    Ayat pertama menyatakan: “Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu dimensi yang kamu tidak bisa melihat mereka”. Ayat kedua menyatakan: “dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki”. Kesimpulannya; Makhluk yang bisa melihat kita padahal kita tidak bisa melihat mereka, ternyata terdiri dari dua golongan. Yang satu disebut pimpinan dan yang satunya disebut pengikut-pengikut yang terdiri dari pasukan berkuda dan berjalan kaki. Di dalam istilah Qur’ani pengikut itu disebut Qobilah. Maka boleh jadi yang dimaksud Jin adalah yang disebut Pimpinan dan yang dimaksud Hantu adalah yang disebut Qobilah. Jika kita analogikan dengan alam lahir kita, barangkali yang disebut Qobilah Jin itu adalah semisal hewan bagi manusia. Artinya, hewan jin itu bisa disebut Tuyul bisa disebut Hantu dll. Asal bukan Jin dan Jun he he he.
    Barangkali hanya ini yang dapat kita bahas secara ilmiyah, karena urusan ini sudah menyangkut hal yang tidak kasat mata padahal pembicaraan kita di wilayah kasat mata. Selebihnya berarti kita sudah masuk wilayah mitos, dalam arti tidak ilmiyah.

    Adapun dalil ketiga, dengan tegas Rasulullah s.a.w mengatakan bahwa setan jin itu hidup di dalam urat darah kita.
    Sekarang kita renungkan, dapatkah makhluk yang tidak dapat kita lihat dengan mata lahir yang pimpinannya bisa hidup di dalam urat darah kita itu dapat dipindahkan oleh manusia dari rumah-rumah yang diyakini ada hantunya?. Maka kesimpulan saya; atraksi Pemburu Hantu itu hanyalah kebohongan belaka. Jika bukan manusianya yang berbuat kebohongan publik, maka jin yang berbuat kebohongan di dunia manusia melalui manusia yang dapat dibohongi oleh mereka.

    Adapun masalah gambar yang mereka tulis, apakah itu merupakan gambar jin atau tidak? Mari kita renungkan juga. Jika dinyatakan oleh ayat di atas, bahwa bentuk jin tidak dapat dilihat oleh manusia, hal itu berarti tidak mungkin dapat digambar supaya dapat dilihat dengan mata lahir manusia. Seperti bauh minyak wangi misalnya, meskipun bisa dirasakan dengan indera penciuman, dapatkah fisik bauh miyak wangi tersebut digambarkan dalam bentuk gambar sehingga bisa dilihat oleh mata? Tentunya tidak bisa.
    Maka menurut saya, gambar-gambar itu pun sesungguhnya bentuk kebohongan belaka, jika bukan manusianya yang membohongi publik, maka jin yang berbuat kebohongan di dunia manusia melalui manusia yang dapat dibohongi oleh jin. Namun eronisnya, kita yang dibohongi ini tidak bisa berbuat apa-apa, karena kebanyakan kita tidak mengrti ilmunya.

    Sekarang kita renungkan lagi, jika ada orang berlima kumpul di suatu tempat, yang satu (katanya) melihat jin di tempat tersebut. Pertanyaannya, sesungguhnya jin yang dilihat itu berada dimana? Jika memang ditempat itu, mengapa yang empat orang tidak ikut melihat?
    Kesimpulan saya; sesungguhnya jin yang dilihat itu tidak berada ditempat itu, tetapi di dalam hayal orang tersebut, berarti pula orang yang melihat itu dalam keadaan sakit, artinya alat penglihatan lahirnya bocor. Seperti antene TV bocor, maka gambarnya menjadi eror. Eronisnya lagi, orang-orang yang sehat itu malah percaya kepada orang yang sakit. Sehingga kemudian mereka mendatangkan Pemburu Hantu dengan biaya mahal sekedar untuk memberikan kesempatan berbuat kebohongan kepada orang banyak.

  18. Untuk Santri Ndeso yang tidak ndeso
    Penyembuhan jarak jauh, bukan via telpon tapi via do’a, sesuai sinyalemen Qur’ani, hal itu bisa dilakukankan oleh ahlinya, namun tentunya sebatas ikhtiar. Yang menyembuhkan orang sakit hanya Alloh SWT. Alloh memberikan sinyalemen dengan firman-Nya: ”Dan mendo`alah untuk mereka. Sesungguhnya do`a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.(QS.at-Taubah/103)
    Ayat ini menunjukkan dengan jelas, bahwa antara orang yang berdo’a dan yang dido’akan ada link yang kuat. Ayat ini dijadikan dasar amal/ikhtiar, lalu orang yang memiliki ilmunya mempraktekkan ilmu tersebut secara spesifik. Namun demikian, setiap upaya penyembuhan harus melalui tahapan diagnosa yang tepat, jika tidak, upaya penyembuhan itu pasti gagal. Hal itu disebabkan, karena hasil diagnosa itulah yang sangat menentukan keberhasilan upaya penyembuhan tersebut.

    Sekarang kita renungkan, bagaimana orang bisa mendiagnosa penyakit dengan tepat via telpon terhadap penyakit Fisik? Dengan indera yang mana dia melakukannya? Jika dilakukan dengan indera hayal, apakah orang tersebut tidak terjebak tipudaya setan jin? Apakah mereka itu mempunyai mata lahir yang tembus pandang sehingga bisa melihat secara fisik dari jarak jauh? Kalau benar, mengapa ilmu yang demikian langkah itu dipamerkan di TV sekedar untuk mencari keuntungan duniawi? Mengapa tidak dibuat melihat nomor rekening orang di Bank sekaligus User ID dan paswoodnya kemudian uangnya diambil melalui jaringan internet ?
    Kesimpulan saya: itulah bagian dari betuk kebohongan publik yang lagi marak belakangan ini. Namun eronisnya, orang yang berbuat dan orang yang dibohongi tidak sadar bila sedang terperangkap dalam sistem kebohongan setan jin. Alloh memberikan peringatan kepada kita dengan firman-Nya: “Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga”.(QS.al-A’raaf/27)

    Pengobatan dengan aqiqoh, bukan dengan kambing, yang menjadi obat itu bukan darahnya dan bukan pula dagingnya, tapi pelaksanaan aqiqoh tersebut atas dasar takwalloh. Alloh memberikan sinyalemen dengan firman-Nya: Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya(QS.al-Hajj/37) Ayat ini dijadikan dasar amal/ikhtiar, lalu orang yang memiliki ilmunya mempraktekkan ilmu tersebut secara spesifik. Namun demikian, setiap upaya penyembuhan harus melalui tahapan diagnose yang tepat.

    Jika ditanyakan: Apakah orang yang memindahkan penyakit ke kambing itu tidak berarti menyiksa kambing? Dan berbuat syirik? Saya balik bertanya, apakah orang nyate kambing itu tidak termasuk berbuat sadisme? Mutilasi kambing he he dan sekaligus dimakan? Mengapa perbuatan tersebut dibolehkan secara Agama?
    Jawabannya: karena setiap makhluk di dunia ini memang diciptakan untuk sarana ibadah bagi manusia. Jika satenya bisa dimakan, maka kemanfaatan yang lain bisa digunakan. Dengan ilmu yang benar, insya Alloh kita terhindar dari perbuatan syirik.

    Adapun pertanyaan yang ini: “Apakah bisa penyakit manusia dipindahkan ke tubuh kambing?” Menurut saya, yang bisa dipindahkan itu manakala penyebab penyakit tersebut diakibatkan oleh penyakit jin. Jadi, yang dipindahkan itu bukan penyakit fisiknya tapi penyebabnya, yaitu berupa benda jin yang dimasukkan jin saat manusia kesurupan jin, lalu eksesnya yang sudah berupa penyakit fisik disembuhkan dengan obat-obatan.
    Dalam kaitan memindahkan penyakit jin ini kita harus bermain analogi.
    Dalam progam Explore di computer, kita bisa meng-Cut data dari file yang satu kemudian kita pindahkan ke file yang lain. Pada dasarnya pekerjaan tersebut sama dengan memindahkan penyakit jin yang ada di tubuh manusia ke tubuh kambing. Namun tentunya ini harus dilakukan oleh ahlinya, yakni orang yang telah menguasai ilmu dan tehnologinya.
    Ketika penyakit jin yang ada di tubuh manusia itu di-Cut, bila saat dipindahkan tidak masuk ke tubuh kambing maka bisa jadi malah masuk ke tubuh orang yang meng-Cut tersebut. Inilah rahasianya, maka terkadang orang yang menyembuhkan orang kesurupan malah dirinya sendiri kesurupan jin, hal itu lebih disebabkan, karena orang tersebut bisa jadi kurang menguasai ilmu dan tehnologinya.
    Mengapa penyakit jin bisa dianalogikan dengan data?, karena asal kejadiannya sebenarnya sama, secara hakiki bentuk aslinya sama-sama berupa elektron yang terdiri dari beberapa partekil. Dengan tehnologi secara spesifik, manusia bisa mengamalkan ilmunya secara spesifik pula. Hal itu bisa terjadi, bukan karena manusia sakti mandra guna, tetapi terjadi dengan izin Alloh dan ilmu Alloh pula. Alloh Maha Basar dengan segala ciptaan-Nya. Tentang penyakit jin ini anda bisa membaca postingan di Web ini, menguak dunia jin 1-11.

  19. Assalamualaikum wr. wb.,
    Yth. Pak Ustadz.
    Alhamdulillah, setelah saya beberapa kali membaca blog ini, saya mendapat kan kejelasana tentang ruqyah syar’iyah.
    Saya tertarik membaca-baca dikarenakan istri saya sudah satu tahun lebih (persisnya sekitar 2 minggu sebelum Ramadhan 1428 H) mengalami depresi berat dan saat ini sudah seperti orang hilang ingatan.
    Kejadian ini awalnya terjadi di Makassar, dipicu oleh perselisihan pendapat yang kemudian berkembang menjadi besar. Beberapa saat setelah pertengkaran mulut yang cukup sengit, istri kemudian tidak sadarkan diri (seperti pingsan). Kemudian saya panggil dokter tapi dokter menyarankan untuk dibawa ke RS. Setelah di RS, istri dirawat oleh Psikiater (non-muslim) dan selama 4 hari hanya diberi obat-obat penenang. Mengingat perkembangannya berjalan lambat dan saya khawatir istri akan ketergantungan obat penenang, saya kemudian mencari alternatif lain untuk mengobati istri. Kemudian saya mendapat masukan dari orangtua agar istri di ruqyah syari’yah. Setelah mendapat informasi tempat ruqyah syari’yah di salah satu pesantren, saya hubungi tempat tersebut dan mereka berbaik hati untuk datang ke rumah dikarenakan kondisi istri yang lemah. Ketika mereka datang, dengan setengah sadar istri menolak untuk di ruqyah dan malah menangis ketakutan. Dan ketika saya sampaikan ke para peruqyah (2 orang) istri saya menolak untuk di ruqyah, menurut mereka itu bisa saja gejala2 gangguan jin. Kemudian saya bujuk istri dan akhirnya bersedia untuk di ruqyah. Saat mulai di ruqyah istri mulai meronta-ronta dan merintih seperti ada yang menyakitinya, lalu tidak lama kemudian sambil ditepuk-tepuk (peruqyah memakai sarung tangan) bagian punggungnya istri mulai berteriak-teriak dan berontak cukup kuat. Keadaan ini berlangsung hingga proses ruqyah selesai dan kemudian istri diberi minum air yang sudah dibacakan doa ruqyah. Memasuki bulan Ramadhan hampir tiap selesai tarawih istri selalu minta di antar ruqyah ke ponpes karena merasa jika sudah di ruqyah lebih tenang. Tapi kemudian mulai timbul gangguan2 lain pada istri, seperti bisa merasakan kehadiran mahkluk ghaib, dll. Istripun kemudian meminta untuk di ruqyah lebih sering lagi. Menjelang Ramadhan kamipun ambil cuti ke Jakarta dan kondisi istri masih belum ada perubahan. Sewaktu di Jakarta, istri sempat saya bawa ke terapi alternatif di daerah Rawamangun dengan mengamalkan wirid & zikir dalam bilangan tertentu dan minum air putih yang telah di wiridkan tersebut, tapi tidak juga membawa hasil. Sewaktu saya kembali ke Makassar dan istri masih di Jakarta, orangtuanya sempat membawa istri ke beberapa “orang pintar” tanpa sepengetahuan saya dan baru ketahuna belakangan. Karena tetap tidak membawa hasil, orangtuanya juga pernah membawanya ke RS Jiwa di Grogol itupun tanpa sepengetahuan saya dan tahunya setelah istri missed call saya pada saat pendaftaran pasien. Istri juga pernah mengalami penyakit kista & mioma pada tahun lalu dan telah dioperasi. Awal tahun 2008 saya dimutasi ke Manado dan kamipun pindah ke kota ini dan tinggal sementara menumpang dengan saudara. Disini istri kemudian kesurupan kembali dan hampir tiap malam merasa cemas dengan berbagai perasaan. Kebetulan ada tetangga yang kenal dengan seorang habib dan kemudian istri dibantu obati dengan doa2 & bacaan oleh habib tersebut. Saat pulang ke Jakarta di tahun 2008 ini, istri berkesempatan mengenal seorang habib dari muridnya yang pernah menolongnya saat kesurupan di rumah orangtua saya. Dari situ istri kemudian rutin mengikuti pengajian habib tersebut dan pernah di akekah ulang dengan 1 ekor kambing. Tapi istri tidak sabar ingin cepat sembuh dan tidak mau lagi mengikuti pengajian tersebut. Karena mertuapun tidak mendukung agar istri sementara di Jakarta untuk mengikuti pengajian tersebut, akhirnya istri kembali ke Manado untuk menyusul saya. Sejak itu, kondisi istri semakin turun hingga saat ini, jalanpun sudah tertatih-tatih mirip nenek2. Yang saya sayangkan, istri sholatnya makin malas dan enggan berzikir/wirid. Kegiatannya sehari-hari adalah murung & diam termenung. Bilamana rasa sakit menyerang, istri lebih cenderung memarahi suami (saya) yang menurutnya membuatnya menjadi seperti ini daripada mengucap istighfar. Untuk itu, mohon pendapat Pak Ustadz atas penyakit istri saya dan saran-saran untuk penyembuhannya. Saya ucapkan terima kasih atas bantuan dari Pak Ustadz sebelumnya. Wasalam.

  20. Assalamualaikum Wr Wb
    Yth, Pak Ali
    Sebelumnya saya ucapkan ikut prihatin atas ujian yang diberikan Alloh kepada Bapak dan Ibu. Semoga Alloh Ta’ala segera memberikan jalan keluar yang baik. Amin Ya Rabbal Alamiin.
    Masalah kondisi Istri anda, tolong fotonya dikirim via e mail. Foto sebelum sakit dan foto terakhir (saat sakit ini), diusahakan yang tampak wajahnya. Kalau bisa lebih dari dua. Foto tersebut untuk kebutuhan dioagnosa awal. Jika kita bertanya, mengapa harus dengan foto-foto itu? Karena kehidupan lain yang menyertai kehidupan Istri anda itu insya Alloh bisa kita baca melalui air muka atau sorot matanya. Selanjutnya kita nanti berkomunikasi via e mail saja.
    al-Fakir, Muhammad Luthfi Ghozali
    E mail. malfi_ali@yahoo.com atau SMS 081 575 624 914.

  21. Ass.wr.wb,
    Jin memang termasuk golongan syeitan karena diciptakan juga dari api yg sangat panas tetapi perbedaan antara jin dan syeitan itu adalah :
    Jin berhak menyembah Allah S.W.T seperti manusia, berarti jin juga berhak menerima ridho dari Allah seperti manusia, ini lain halnya dengan syeitan, mereka adalah makhluk yg terkutuk sampai akhir zaman.
    Setelah membaca cerita di atas saya tidak menemukan soal positip dari pihak kaum jin.
    Memang sih kebanyakan kaum jin dan manusia akan dilemparkan ke api neraka jahanam oleh Allah S.W.T karena ingkar.

    Wassalam.

    ————————————

    Mas Sayyid Yth, maaf saya terlambat memberi tanggapan.
    Izinkan saya sedikit memberi tambahan.
    Menurut pendapat saya, setan dan jin itu berbeda. Setan itu sifat/karakter sedangkan jin itu makhluk.
    Setan itu artinya menjauhkan diri dari Alloh Ta’ala, maka jika ada makhluk yang hidupnya selalu menjauhkan diri dari Alloh, terlebih mempengaruhi orang lain untuk menjauhkan diri dari jalan-Nya, jika dia itu manusia maka itulah setan manusia dan jika dia itu jin maka itulah setan jin. Banyak setan manusia itu justru terkadang bentuk wujudnya berupa seorang Ibu dan Bapak, yakni manakala tanpa kita sadari kita selalu menjauhkan anak-anak kita dari jalan Alloh Ta’ala.
    Seperti orang yang perbuatannya suka mencuri disebut pencuri, maka manusia yang suka menjauhkan diri dari jalan Alloh disebut setan manusia.

  22. Assalamualaikum..saya sangat terkejut dengan isi blog ini..keterkejutan saya lebih besar lagi setelah saya membaca jawaban dari komentar2 yang bapak berikan..memang dalil2 yang bapak muat adalah dalil2 yang dapat dipercaya..akan tetapi kesan yang saya dapat adalah bapak memaksakan dalil2 tersebut untuk membenarkan apa yang bapak katakan..Bapak mengatakan tidak boleh berlaku syirik..tetapi kenapa Bapak membandingkan ciptaan Allah (manusia) dengan karya manusia (komputer) dengan istilah software dan hardware..saya mau ketawa rasanya..Lalu bapak mengatakan ruqyah dewasa ini tak mengikutkan pengetahuan mereka yang meruqyah dengan apa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, tapi Bapak membolehkan menyembuhkan pasien dengan memindahkan penyakit yang disebabkan oleh jin ke tubuh hewan..apakah Nabi pernah melakukannya?Masya Allah..terus membandingkannya dengan menyembelih hewan buat makan (di sate=sadisme) dengan menyembelih karena memindahkan penyakit ke hewan..)Masya Allah…Lalu bapak meletakkan dalil2 tapi kebanyakan yang bapak sampaikan “menurut pengalaman saya..tapi katanya meruqyah harus ada Guru?Apakah guru bapak adalah pengalaman?Jujur saya jadi sedih dengan pembuat bloq ini…Ruqyah syar’iyyah adalah musuh perdukunan (syirik) tetapi dengan adanya bloq ini akan membuat mereka yang belum faham akan menjadi semakin bingung dengan kebenaran..Terus meminta foto pasien untuk diagnosa? ini lebih memprihatinkan..Semoga Allah selalu mencurahkan petunjuk kepada kita semua..afwan kalau pernyataan Saya membuat Bapak tidak senang

  23. Wa Alaikum Salam Wr Wb

    Terima kasih Pak Salikh,
    Anda berkenan mengomentari tulisan saya yang awam ini.
    Saya sudah lama menunggu orang yang berbaik hati mau mengoreksi tulisan saya dan berbagi disini. Masih banyak yang bisa kita bedah bersama di tulisan saya, dengan dasar keyakinan yang berbeda, saya yakin hasilnya akan lebih menarik untuk dibaca, namun tentunya dengan penuh persahabatan tidak sebaliknya.
    Jika memang keyakinan saya ternyata salah, maka dengan koreksi Anda barangkali saya bisa sadar, sehingga saya selamat dari api neraka. Karena dengan ini semua sesungguhnya saya hanya berharap mendapatkan ridho Alloh bukan murka-Nya.
    Sekali lagi terimakasih, silahkan dilanjut dulu.
    Wassalam
    al-Fakir Ila Afwi Maulahu
    Muhammad Luthfi Ghozali

  24. waalaikumussalam pak..
    Saya tidak tahu dengan semangat apa Bapak menulis bloq ini..udah pernah jumpa dengan ustadz fadhlan sang terapis ruqyah?atau dengan para terapis ruqyah majalah ghoib untuk dialog pak?yang saya tahu dari blog lain bapak suadah membuat buku tentang ketidak setujuan bapak dengan ruqyah syar’iyyah dewasa ini khan?hmm..diresensi buku yang bapak tulis ada pandangan menjual ayat dengan harga murah?jujur saya belum baca tulisan bapak itu. Apakah menjadi praktisi ruqyah sama dengan menjual ayat2 Allah dengan harga murah? mohon dijawab ya pak..lalu metode apa yang bapak terapkan dalam membantu pasien karena sihir jin?

    NB: Tapi sebelumnya mohon dijawab pertanyaan saya di awal tentang
    1. membandingkan ciptaan Allah dengan ciptaan makhluq
    2. dalil yang membolehkan memindahkan penyakit (oleh sebab jin) ke hewan
    3. dalil yang membolehkan mendiagnosa penyakit jin dari foto..
    Saya bukan musuh bapak..dan saya berangkat dari kebenaran insya Allah, semoga Bapak tak menganggap saya musuh..

  25. Wa alaikum salam ya akhii … Pak Salikh yang saya hormati,
    Semoga orang-orang beriman tetap sebagai saudara dan teman sejati di hati saya yang sudah renta ini,

    1. Semangat saya menulis tentang ruqyah baik di Buku maupun di Blog ini semata-mata demi keselamatan anak cucu kita dari akibat kesalahan yang tidak disengaja dari teman-teman para pelaku Ruqyah yg kesannya sok paling Syar’iyah itu, padahal menurut saya peleksanaan ruqyah tsb sangat membahayakan bagi keselamat orang lain.
    2. Saya belum pernah ketemu dalam satu Majlis dg Ustadz Fadlan, tapi dg Ustazd Mifdhol sudah, saat saya bedah buku yang pertama di STAIN Salatiga.
    3. Saya bukan tidak setuju dengan pelaksanaan Ruqyah yg disebut Syar’iyah itu, cuma kasihan dengan mereka, baik pelaksana maupun orang yg diruqyah, karena saya tahu dengan yakin bahwa pelaksanaan itu salah dan bahkan sangat membahayakan bagi keselamatan orang yang diruqyah, baik jasad terutama mentalnya, insya Alloh dalam waktu dekat akan saya Upload alasan-alasannya di Blog. Perlu Anda ketahui, saya dan teman-teman di Pesantren sudah banyak menangani orang sakit akibat di ruqyah, bahkan sebelum saya menulis buku tersebut dan sekarang ini ada 2 pasien akibat diruqyah yg saya terapi di Pesantren.
    4. Soal pertanyaan Anda yang 4 poin, saya kira secara tulisan sudah bisa dijawab di Blog, jika harus diperdalam saya kira lebih baik kita ketemu dalam satu majlis saja. Saya tidak keberatan untuk sowan ke tempat Anda asal tujuannya baik, kita bisa sharing barangkali ilmu saya bisa menyadarkan para pelaku ruqyah tersebut sebagaimana mereka yang telah sadar. Sudah banyak pelaku Ruqyah yang datang ketempat saya menyatakan penyesalannya, karena ternyata istrinya sendiri justru yang menjadi korban ruqyah yang dilakukannya sendiri, dan istrinya itu ternyata sampai sekarang belum juga bisa sembuh seperti sediakala.
    5. Mohon maaf jika tulisan ini kurang berkenan bagi Anda, Wassalam

  26. Assalamualaikum…

    tuk Bpak salikh…apa semangat anda menghakimi/memberikan kritikan pedas kpd penulis…kritik bisa lebih halus dan tdak menyudutkan…setiap manusia pasti memiliki salah…,yg bena hanya milik ALLAH SWT.

    maaf,sebelumnya saya masih awam…apa ruqiyah sama dengan wirid2 pengusir jin?…itu saja pertanyaan saya

  27. Assalamualaikum Bapak,

    Saya hanya mau minta advice dari bapak, karena saya saat ini selalu merasa kalau sesuatu terjadidengan istri saya, dan itu dikarnakan godaan jin. Secara tidaklangsung sebenarynya saya sedikit tidak percaya akan hal itu namun, diluar nalar saya, saya kadang dapat melihat sosok yang kadang mencoba mendekati istri saya. saat ini istri saya sedang sakit, dengan keluhan sesak napas dan sakit dibelikatnya, kami sudah kedokter dan juga alternatif, namun hanya sedikit perubahannya.

    Mohon advicenya pak

    —————–

    setiap usaha penyembuhan orang sakit harus dilaksanakan tahapan diagnosa dulu, dalam kaitan ini minimal saya harus melihat foto orang yang sakit itu, foto sebelum sakit dan saat sakit, Jika Anda berdomisili di Semarang, Anda bisa datang di pesantren kami.

  28. Assalamualaikum pak Malfiali,
    saya masih ingin mengetahui jawaban dari pertanyaan saya apakah ada dalilnya tentang memindahkan penyakit ke tubuh hewan dan menterapi pasien melalui foto..? Jazakallah atas jawabannya..

  29. Saya setuju dengan bahwa ruqyah sekarang ini menyembuhkan jin dengan menggunakan jin, sehingga pasien bukannya sembuh malah tambah parah…
    sebenarnya rasulullah pun pernah meruqyah tapi dengan ayat2 al-Qur’an.
    sebenarnya hanya dengan membaca al-kursyi pun jin itu akan ketakutan, yg jd masalah di jaman sekarang ini kalo yg kesurupan dibacakan ayat kursyi bukannya takut jin nya malah tertawa
    ini sebenarnya yg harus kita cermati padahal jelas2 rasululloh dalam hadistnya mengatakan bahwa ayat kursi itu akan menghancurkan jin, dan rasululloh tidak mungkin bohong,

  30. assalamualaikum Pak Ustdz,

    Mohon advicenya, Istri saya sudah delapan tahun belakangan ini mengalami kegelisahan yang diawali dengan seringnya mimpi-mimpi di datangi ular hitam, dan didatangi orang yang mengganggunya. Dan istri saya selalu merasakan ada yang mengawasi dan mengikutinya setiap saat, di samping itu terjadi perubahan perilaku pada istri saya yaitu menjadi over dalam melakukan kebersihan, sampai-sampai lantai dirumah harus dipel setiap hari dan memcuci sprei setiap hari.Dan juga temperamen istri menjadi tinggi, gampang sekali emosi dan selalu ingin pergi dari rumah bila sudah memuncak emosinya. Istri saya sudah beberapa kali di ruqyah, tapi tetap belum mengalami perubahan, memang istri saya tidak pernah sampai muntah setiap di ruqyah.
    Mohon advicenya Pak.

  31. @ Yadi, ….. Mas Yadi, masalah istri Anda, tolong Anda sms saja ke Nomor saya ini 081 575 624 914 atau inbook di akun FB saya, Muhammad Luthfi Ghozali, email : malfi_ali@yahoo.com, soalnya ini menyangkut masalah pribadi, kurang etis kalau kita bahas disini, terima kasih

  32. buat bapak malfiali@..antum dukun apa kiyai sieh…antum mengatakan Ruqiyah yg di ajarakan Rosulullh saw di katakan Bi’ah…antum sendiri mengatakan memindahkan penyakit ke hewan apa itu bukan Bi’ah..
    Antum bilang mendeteksi penyakit boleh asal ahli nya…
    Mana dalil yg mengatakan itu semua…hehehehe..
    Dukun ko’ sok tau.mohon buat pembaca jangan tertipu penampilan dukun-dukun seperti bapak ini,…dia dukun.

  33. Ass. Wr. Wb. Pak Ustadz…. saya mau bertanya … Apa yang dimaksud dengan Ilmu Laduni ?
    saya bnyak mengalami hal” yg tidak masuk akal namun saya prcya & yakin itu adalah Kebesaran Allah SWT, pertanyaan saya selanjutnya adalah ….. Apakah manusia yg diberikan kelebihan langsung dari Allah SWT tanpa disadari manusia itu sendiri merupakan Ilmu Laduni ?
    Terima kasih.
    Wass. Wr. Wb.

  34. untuk mas alamsyah ya
    oia assalamu’alaikum untuk p.ustad malfi y???yg kaulo ta’dzimi lan kaulo bektosi
    mas alamsyah ini mungkin salah satu sese’orang yg termasuk yang terlalu banyak ilmu tp kurang begitu di pake n di amalkan..mangkanya pertanyaan yg mulanya cerdas(S1,S2,S3,MBA,DOCTOR,MASTER)tp berubah menjadi pertanyaan ma”af klo kurang sopan(TK,SD).
    dan seolah2 hanya untuk menguji saja.sy sarankan mengapa anda g mondok/nyantri saja

    trimakasih untuk lahan komentnya
    wassalamm

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s